Awal November 2017, Prodi Geografi STKIP Kie Raha Ternate Bersama BMKG Teken MoU Terkait Cuaca

Swaramalut.com,Ternate

Mengetahui keadaan cuaca merupakan hal yang sangat mutlak untuk dapat melakukan perjalanan. Sebagian dari permasalahan ini membuat keterlambatan penyampaian informasi adalah sistem informasi tersebut masih menggunakan sistem manual baik penyampaiannya maupun penyimpanan datanya, sehingga lebih besar kemungkinan terjadi kesalahan.

Terkait persoalan tersebut, Program Studi (Prodi) Geografi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kie Raha Ternate di rencanakan bakal melakukan kerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Babullah Ternate. Dalam kerja sama ini,  mahasiswa prodi geografi STKIP akan memperoleh informasi, riset dan tentunya pembelajaran.

Foto Ilustrasi Perkiraan Cuaca

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Mohamad Riva Narudin mengatakan bahwa perguruan tinggi (Universitas) dan mahasiswa merupakan salah satu media untuk memberikan informasi terutama cuaca dan iklim. Menurutnya, memberikan informasi kepada masyarakat secara menyeluruh merupakan bentuk dari implementasi misi BMKG itu sendiri.

” Nah, kita punya misi itu memberikan informasi ke semua masyarakat, namun kita keterbatasan SDM. Tidak mungkin kita menyebarkan informasi secara langsung, tapi melalui universitas, fakuktas, instansi-instansi lain juga dapat membantu “, katanya.

foto Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Mohamad Riva Narudin

Untuk STKIP, sambung Riva, BMKG merespon positif atas program kerja sama yang di rencakan oleh prodi geografi STKIP.  ” Jadi ini kita sangat mendukung sekali,   apabila riset itu bisa terealisasi, BMKG pun dapat manfaat begitu juga STKIP. Artinya, ketika mahasiswa STKIP ingin tahu alat-alat meteorologi mereka bisa ke BMKG. Sebaliknya BMKG, bukan cuma menerima mahasiswa begitu saja, BMKG juga menitipkan alat penakar hujan yang nanti di gunakan oleh mahasiswa “, ungkapnya

Ia menyebutkan, pihaknya telah mempersiapkan alat penakar hujan. Namun pihaknya masih menunggu draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) dari prodi geografi.

” Penakar hujan itu sebenarnya di kantor kita punya ada, penekar hujan itu di kalibrasi dulu.  Jadi lihat kondisi sama teman-teman teknisi dulu, nanti kalau sudah jadi dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) nya sudah jadi baru kita serahkan ke STKIP dan mahasiswa bisa melakukan pengukuran curah hujan dan manfaatnya mereka bisa meneliti “, ujarnya.

Foto Ilustrasi

Selain itu kata Riva, hasil penelitian yang peroleh dapat memberikan informasi ke BMKG untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur (kalibrasi).

” Kenapa harus di berikan ke BMKG, karena BMKG adalah bandan yang menangani tentang cuaca. Data itu di kalibrasi, kita olah lagi dan menghasilkan data valid. Karena cuaca ini tidak bisa di satu titik, harus di beberapa titik, semakin rapat semakin bagus “, ucapnya

Sementara itu, Ketua Program Studi Geografi STKIP Kie Raha Ternate, Alwi La Masinu saat di temui media ini optimis awal bulan November tahun ini draft perjanjian kerja sama bakal di selesaikan dan diserahkan ke BMKG Babullah Ternate. ” Insyah Allah awal November nanti kami serahkan ke BMKG “tutupnya..#Eko

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *