Hendriyanto : Daerah Malut Masih Kekurangan Petugas Proteksi Radiasi

Swaramalut.com,Ternate

Inisiatif Pelatihan Petugas Proteksi Radiasi (PPR) Medik dua bekerja Sama dengan BP-traning Center Undip dengan badan pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) yang bertempat di Muara Mall lantai Lima pada Selasa (31/10/2017) sekira 10:00  Wit

Sekertaris Utama Bapaten Hendriyanto Hadi Tjahyono mengatakan,  kegiatan inseatif Pelatihan Petugas Proteksi Radiasi (PPR) Medik 2 ini artinya program yang diinsiasi oleh Bapeten untuk membentuk atau menciptkan tenaga petugas proteksi radiasi di Fasilitas medis di Daerah Maluku Utara.

“Jadi hasil pengamatan kami di daerah malut itu kekurangan petugas proteksi radiasi. Jadi dengan program ini dapat membentuk dan menciptakan tenaga petugas proteksi radiasi di Malut,” Ucap Sekertaris Utama Bapaten Hendriyanto Hadi Tjahyono dan juga sebagai narasumber di kegiatan.

Foto Sekertaris Utama Bapaten Hendriyanto Hadi Tjahyono

Lanjutnya, Jika ingin menjadi proteksi tenaga radiasi personil diharuskan mengikuti pelatihan kelembaga pelatihan, setelah mengikuti pelatihan dan lulus,  pelatihan personil juga harus ikut ujian sertifikasi yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapaten)

“Para Petugas Proteksi Radiasi itu, pemanfaatan sangat banyak di tenaga nuklir misalnya d Rumah Sakit, Puskesmas dan lain lain. Sebab berbagai macam radiasi radiologi tersebut menjadi tanggung jawab proteksi radiasi sehingga kompetensi sangat diharapkan, yaitu harus mengikuti pelatihan sampai mendapat SIP sebagai petugas proteksi radiasi,” Tegasnya

Dikatakan, kegiatan program ini setiap tahun itu tidak ada, namun kebetulan di tahun 2017 ini,  program inisiatif di selenggarakan di daerah Aceh, daerah sulawesi Utara, dan di daerah Semaluku, sehingga program ini pun dilakukan di Maluku Utara yang dipusatkan di Kota Ternate.

Foto Bersama di kegiatan inseatif Pelatihan Petugas Proteksi Radiasi (PPR) Medik 2

“Dengan harapan program inisiatif ini bisa membantu tenaga-tenaga petugas proteksi radiaksi di daerah semaluku, dan lebih khususnya di Malut,” Ujarnya.

Ia menyebutkan,  peserta seleksi  yang mengikuti sesuai daftar 32 Peserta, yang datang hanya 28 peserta, peserta dari berbagai rumah sakit, atau klinik dan ini sudah di seleksi oleh BP-traning Center Undip, semoga kedepan tingkat keselamatan dan keamanan Radiasi di daerah ini bisa semakin membaik

Senadah, Ketua BP Training Centre UNDIP Zaenal Arifin mengatakan, Trening Center terima kasih sudah mempercayakan telah melaksanakan pelatihan ini Untuk menghasilkan petugas protek medis dua. “Dari awal oktober kami sudah melaksanakan di Aceh dengan jumlah peserta 32 orang, dan di Manado 28 peserta kemudian di kota Ternate ini, 35 pendaftaran, yang hadir 28 peserta”  Katanya.

Foto Narasumber Saat Di Wawancarai sejumlah awak media

Terpisah dengan Dia, tim traning Center Undip ada enam dosen pengajar salah satunya Jainal arifin sebagai ketua trening Center Undip, Heri Susanto, Eko hidayanto, Jainudin Muhlisin, Efi Setiawati, Feri Rihardina,  dukungan ini sangat di apresiasi dari BAPETEN

Di dalam pelatihan ini ada prakteknya Di Rumah Sakit Hasan Boesori, pelatihan pengukuran, praktek alat ukur radiasi ”

“Harapan saya kedepannya Rumah sakit rumah sakit mendukung pekerjaan petugas proteksi radiasi karna di aturan Regulasi sudah di jelaskan jangan di abaikan, kesannya begitu” Tutupnya..#Acim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *