Bulan Depan SMPN 6 Kembali Melaksanakan Simulasi UNBK

Swaramalut.com, Ternate

Jelang menghadapi Ujian Nasional Berbasis Kompuiter (UNBK) 2018, pihak Sekolah Menegah Pertama Negeri 6 (SMPN 6) Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), bulan kemarin telah melakukan Simulasi kepada 220 peserta yang mengikuti UNBK 2018. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMPN 6, Kota Ternate, Ahda Silia S.Pd, diruang kerjanya. Senin, (29/01/2018) pagi tadi.

“SMPN 6 untuk 2017-2018 sendiri untuk menyambut UNBK tahun ini, sudah terdaftar sebagai pelaksana UNBK secara mandiri yakni mengikuti UNBK, disekolah sendiri. Kami sendiri sudah menyediakan 3 laboratorium komputer, jadi ada tiga leb ini untuk menghadapi UNBK,”ujar Ahda kepada Reporter Swaramalut.com.

Hal ini juga dirinya mengakui bahwa masih ada keterbatasan kaitannya dengan komputer. Namun pihak Sekolah juga telah memiliki Komputer sebanyak 20 unit, yang sudah diperbaiki dan barang tersebut siap pakai. “Bulan kemarin ada bantuan komputer dari Dinas pendidikan dan kebudayaan kota ternate, sebanyak 22 unit, ini berarti sudah membantu pelaksanaan UNBK,”ucap Kepala Sekolah

Dikatakan, ada tiga ruangan membutuhkan komputer sekitar 36 unit. Akan tetapi tiga ruangan tersebut belum terisi oleh komputer. Namun langka yang akan kami tempuh adalah meminjam komputer ke SMA/SMK tertentu, bila pihak tersebut memberikan, maka semua kebutuhan untuk mengukuti UNBK terpenuhi. Pihaknya juga meminta ada bantuan dari pihak-pihak terkait untuk melengkapi sebagian kekurangan tersebut.

“Simulasi tahap satu sudah selesai satu bulan yang lalu, kalau simulasi satu dan seterusnya, kami akan tetap negosiasi dengan pihak sekolah SMA/SMK, untuk memberikan pinjaman. Dalam waktu dekat juga para peserta UNBK akan melakukan belajar tambahan, untuk kesiapan. Belajar tambahan ini adalah bagian dari program sekolah yang sudah masuk dalam RKS tentang kerja. Jadi otomatis belajar tambahan itu tetap kami lakukan, sebab persiapan UNBK juga sudah siap, kesiapan itu sudah sekitar 75 persen,”katanya

Ia katakan, untuk pelajaran tambahan itu ada empat diantaranya mata pelajaran IPA, matematika bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, dari ke empat mata pelajaran ini kami tetap fokuskan karena masuk dalam UNBK. Kemudian guru-guru yang mengajar di semester genap sudah diarahkan untuk mengacu ke SKL, dan itu persiapan karena kami sudah mendapatkan informasi terkait dengan perubahan ujian, sebab ujian yang kemarin informasinya bahwa ujian sekolah itu sudah dihilangkan, jadi sekarang yang di pakai 2018 ini adalah ujian sekolah berstandar nasional (USBN), sehingga semua mata pelajaran mulai dari pendidikan agam sampai para karya itu semua masuk ke USBN. Kalau 2017 kemarinkan hanya tiga mata pelajaran yang masuk USBN, sisa itu masuk ke ujian sekolah. Tapi untuk 2018 ini terjadi perubahan di mana ujian sekolah tidak lagi di adakan secara nasional. Tapi soal itu 25 persen di kembalikan ke pusat, sedangkan 75 persen dikembalikan ke daerah.

“Dari 220 peserta yang ikut UNBK, mereka sudah bisa mengoperasikan komputer, karena siswa tersebut sudah dibekali dengan Simulasi pertama. Kemungkinan besar di bulan Februari tanggal 16, akan dilakukan Simulasi tahap dua. Jadi kami tetap menyemput itu, hingga pelaksanaan UNBK. Kami berharap dari 220 peserta, saat menghadapi UNBK nanti, berjalan lancar sesuai harapan kita bersama “harapnya..#Yadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *