Sekda : Memang Benar Bupati Akan Berkantor Di Depan Pintu NHM

Swaramalut.com,Halut

Dengan tidak mengindahkan permintaan pemda halut terkait Persoalan Laporan CSR/ SP PT Nusa Halmahera Minerals ( NHM) dari tahun 2015-2016.akhirnya Bupati halut Frans Manery membuat ketegasan akan berkantor didepan pintu masuk PT NHM.

Selain itu Pemda Halut juga akan  meminta pertanggungjawaban Sumber Pemanfaatan Dana Corporate Social Responsibility (CSR)/SP sejak dari tahun 2015-2016, segera dimasukan sebelum sampai batas waktu yang ditetapkan oleh pemda Halut dalam Hal ini Bupati Halut Frans Manery pada tanggal 15 Februari 2018.

“Jika Batas waktu yang di tentukan Pemda Halut, belum juga dimasukan laporan CSR PT NHM ke Pemda Halut maka Pemerintah Daerah akan berkantor di depan pintu masuk PT NHM di Gosowong.

Sekda Pemda Halut Fredy Tjandua saat di konfirmasi selasa (13/2/2018) mengatakan bahwa memang benar  Bupati akan berkantor di depan pintu masuk PT NHM.

Kata Sekda bahwa sebagaimana dengan berita acara kalau sampai dengan tanggal 15 Februari 2018 tidak ada laporan maka Eksen Skenario Bupati akan mengambil posisi di depan.

Selanjutnya Bupati akan berkantor di depan pintu PT NHM, tapi bukan menduduki PT NHM, untuk mengkroscek keberadaan NHM, sebab mungkin karena jarak antara Pemda Halut dengan pihak PT NHM terlalu berjauhan maka memilih lebih dekat untuk tingkat Komunikasi.

Skenario Pemda Halut bukan menduduki tapi berkantor didepan pintu yang dimaksudkan adalah mungkin lewat hal tersebut akan dibangun lagi komunikasi yang lebih baik antara Pemda Halut dan PT NHM dengan jarak yang berdekat.

Ungkap Sekda bahwa bukan membuat serimonial yang besar besar namun Bupati hanya mengambil posisi berkantor didepan, dan Pegawai, Pemerintah Desa tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Ini merupakan suatu tindakan yang akan melihat sampai sejauh mana perhatian PT NHM terhadap Pemerintah Daerah ( Pemda) Halut terkait dengan laporan Pemanfaatan dana CSR NHM.

Sehinggga telah dilayangkan surat yang pertama kalinya ke PT NHM  di tanggal 29/11/2017, yang nantinya akan memasukan Laporan ke Pemda Halut pada tanggal 15 Desember 2017, namun hal tersebut dibalas oleh Pihak PT NHM bahwa meraka (NHM) belum mampu menyanggupi laporan tersebut, kisah Sekda.

Selanjunya PT NHM meminta waktu sampai dengan minggu kedua dibulan januari 2018, ternyata sampai dengan minggu kedua dibulan Januari tidak ada laporan tersebut, jelas Fredy.

Kata sekda juga sementara juga mesyarakat akan menuduh Bupati bahwa Bupati sebenarnya ada apa dengan PT NHM, sehingga itu yang dilakukan Bupati agar bisa berkomitmen dengan pihak NHM dengan Program dan sebagainya, ungkap Sekda.

Dari itu Bupati hanya meminta kladifikasi dari pihak NHM untuk selanjutnya Bupati akan kladifikasi ke Masyarakat terkait dengan pelaporan NHM, contohnya penyusunan Program.

Penyusunan program itu yang telah dikaldifikasi Sekda terhadap PT NHM terkait dengan Pedoman umum yang ditanda tangani oleh Kadis Pendidikan dan Kadis Kesehatan itu adalah Pedoman Umum Sosialiasi bukan Kesepakatan Program.

Sementara yang terekspose di masyarakat lingkar tambang oleh teman teman CSR/SP NHM, bahwa Pemda Halut melalui Bupati sudah menyetujui Program untuk didaratkan ditahun 2018.

Mereka ( NHM ) sendiri telah memputar balekan fakta terkait dengan penyusunan Program, diantara lain bahwa Pedoman itu di tanda tangan untuk Pedoman Umum Pelaksanaan Sosialisasi dengan rencana Programnya, bukan Bupati menyetujuinya,tutur Sekda.

Yang berkembang dimasyarakat bahwa dari dana CSR sebesar 230 juta/ desa pada tahunbsebelumnya akan terjadi pengurangan menjadi 200 juta dan itu bahasanya Bupati sudah mengetahuinya.

Tegas Sekda bahwa ini adalah bentuk Profokasi yang tidak bagus oleh pihak CSR untuk membuat masyarakat menuduh terhadap Pemda Halut dalam hal ini Bupati ada apa dengan NHM, ini menjadi polimik di kalangan masyarakat..#jef

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *