Obat Dan Makanan Perlu Pengawasan, Loka POM Morotai Gandeng Pemda Dan Lintas Sektor

SWARA MOROTAI SWARA TERKINI

Swaramalut.com, Morotai

Loka POM Kabupaten Pulau Morotai menggelar kegiatan forum advokasi komitmen pemda dan lintas sektor dalam pengawasan obat dan makanan. Bertempat di Hotel Perdana, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Kamis (22/08/2019).

Kepala Loka POM Pulau Morotai Sjafri Ahmat dalam sambutanya mengatakan, kegiatan forum advokasi di gelar berdasarkan pada beberapa Undang-Undang dan juga melalui Inpres nomor 3 tahun 2017 tentang pengawasan efektivitas obat dan makanan. Selain itu juga ada Permendagri nomor 41 tahun 2018 tentang peningkatan koordinasi pembinaan dan pengawasan obat dan makanan di daerah.

“Berdasarkan ruang lingkup koordinasi pembinaan dan pengawasan obat dan makan bisa meliputi penggunaan obat, bahan obat tradisional, kosmetik suplemen kesehatan, bahan olahan, dan bahan berbahaya yang dapat di salah gunakan oleh konsumen,” kata Sjafri.

Menurutnya, balai pengawasan obat dan makanan (BPOM) punya visi misi di mana salah satunya adalah mendorong kemandirian pelaku usaha dalam memberikan jaminan keamanan obat dan makanan serta memperkuat pengemban dan pemangku kepentingan di daerah.

“Kita perlu melakukan pengawasan yang ketat di setiap, karena banyak contoh di beberapa poskesmas di daerah lain banyak terjadi pemberian obat-obatan kepada pasien ternyata suda kadaluarsa.
Untuk mencegah hal itu terjadi di pulau morotai, perlu tingkatkan koordinasi antara Balai POM Sofifi, loka POM Pulau Morotai dengan lintas sektor, guna meningkatkan pengawasan agar hal-hal demikian tidak terjadi,” ujarnya.

Sementara Asisten I Muchlis Baay sambutanya mengatakan, secara subtansial pelaksanaan kegiatan forum advokasi dengan melibatkan Pemda dan lintas sektor bagaimana pemerintah Republik Indonesia memberikan perlindungan kepada masyarakat dari penyalagunaan obat dan makanan.

“Sesuai dengan undang-undang No 36 tahun tentang kesehatan dan permendagri No 41 tahun 2018 dan juga Sebagaimana di amanatkan dalam undang-undang no 18 tahun 2012 tentang pangan bahwa, pangan adalah merupakan kebutuhan dasar manusia yang utama dan pemenuhan pagan bebas pengawet dan berkualitas merupakan hak azazi setiap warga negara oleh karenanya upaya pengawasan pangan masyarakat yang sehat di pulau Morotai perlu menjadi perhatian serius,” kata Muchlis.

Menurutnya, kegiatan hari ini juga merupakan instrumen untuk membangun semangat berinovasi dalam memperbanyak program lintas sektor serta mengajak seluruh masyarakat agar kembali untuk melestarikan makanan lokal yang alami tanpa bahan pengawet.

“Pengawasan obat dan bahan berbahaya dalam makanan di pulau morotai ini marilah kita mulai dari mengawasi secara jujur, profesional dan akuntabel dimulai dari personality dan interen kita masing-masing katakanlah dalam hal ini, dinas kesehatan, perindag, RSUD puskesmas, klinik,” jelasnya.

Hadir dalam kegiatan tesebut Asisten I Muchlis Baay, kepala BPOM Sofifi Dra.Sarina, Apt, mewakili kadis pendidikan Ujang Bagindo, Kepala LPOM Morotai Sjafri Ahmad, sekretaris dinas pertanian Jemi M Makatika, Sekretaris Dinas Kesehatan Nofindra Kombas, mewakili Dinas Sosial Yulianti, mewakili Kepala Karintina Ikan Deni Prabowo, mewakili Bappeda Ailan gorahe, mewakili Dinas Parawisata Gunawan Y. Rajim..#amt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *