Gelar Tablik Akbar, Pemkab Morotai Sukses Hadirkan Mama Dedeh Di Peringati Tahun Baru Islam

Swaramalut.com, Morotai –

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai menggelar Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah yang dilaksanakan di taman kota daruba, Kec. Morotai Selatan (Morsel), Senin (30/09/2019) pukul 21.00 wit.

Tabligh Akbar kali ini, Pemkab Pulau Morotai menghadirkan Mamah Dedeh untuk mengisi tausiah dalam acara tersebut.

Turut hadir Bupati Benny Laos, wakil bupati Asrun Padoma beserta istri dan ketua DPRD Pulau Moroai Fahri Haerudi, serta Forkompinda Pulau Morotai, OPD Pulau Morotai, ketua MUI H. Arsad Haya dan ribuan masyarakat kabupaten Pulau Moroai.

Bupati Benny Laos saat memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Bupati Benny Laos mengatakan, satu Muharram adalah momentum berharga yang bersifat Universal. Momen yang selalu kontekstual bagi semua golongan: Dalam hal ini adalah seluruh agama yang diakui pemerintah tidak hanya Muslim.

“Saya sendiri dapat merasakan, betapa momen hijrah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau 1441 tahun lalu dapat dimaknai hari ini, sebagi upaya mentransformasi diri, dari yang sebelumnya kurang baik agar terus menjadi lebih baik. Disamping sebagai sarana introspeksi diri, hijrah juga dapat bermakna sebagai sarana melakukan reformasi tatakelola pemerintahan ke arah lebih melayani,” kata Benny.

Di tambahkan kata dia, sebagai outsider, atau orang di luar Islam melihat ajaran Islam adalah ajaran pembawa kesejukan. Sebagaimana mereka mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk bergandengan tangan merawat kerukunan antar ummat beragama.

“Saya sedang belajar (meski tidak secara langsung) dari Tokoh-tokoh publik dari kalangan Islam yang membawa kesejukan. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari mereka terutama merajut kebersamaan dalam bingkai kebersamaan,” ujarnya.

Selain itu, dalam tablim akbar dia juga mengajak kepada masyarakat untuk senantiasa menjalin silaturrahim serta memperkuat jalinan Ikhuwah Islamiah, Ukhuwah Wathoniah dan Ukhuwah Basyariah sebagai modal pembangunan menuju Kabupaten Pulau Morotai yang maju, adil, makmur dan berkualitas.

Ustazah Mama Dedeh saat memberikan tausiah

Sementara itu, dalam Tausiah yang disampaikan Mamah Dedeh, mengatakan didalam agama islam keistimewaaan bulan Muharram diantaranya Hijrah Nabi, ceramah kemudian diisi dengan curhat masyarakat kepada Mamah Dedeh. Tausiah dilaksanakan selama 2 jam lebih, yang dihadiri ribuan masyarakat memadati taman Kota daruba..#amt

Mahasiswa Unipas Kembali Menggelar Aksi Unjuk Rasa, Menolak RKUHP Dan Revisi UU KPK

Swaramalut.com, Morotai

Ratusan Mahasisiwa Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai kembali menggelar aksi unjuk rasa tentang penolakan RUU KUHP. Para mahasiswa ini, melakukan aksi dengan berjalan kaki mulai dari halaman kampus unipas hingga di halaman Kantor DPRD Morotai, Jln. Siswa, Desa Darame, Kec. Morotai Selatan (Morsel), Senin (30/09/2019) pada pukul 10.00 wit.

WAksi tersebut adalah aksi serentak seluruh mahasiswa Unipas dalam merespon dinamika bangsa yang terjadi akibat dari ketimpangan kebijakan yang dapat mempengaruhi segala sektor kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini di ungkapkan koordinator Lapangan (Korlap) Krisnadi Whairo.

Mahasiswa Unipas pada saat unjuk rasa tolak RUU KPK dan RUU KUHP

Dalam orasinya ratusan Mahasiswa itu, mereka menuntut agar kebijakan terkait Revisi UU KPK, P-KS, KUHP, Permasyarakatan dan Pertanahan justru menyebabkan krisis keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat karena dinilai bertentangan dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan UUD dan Pancasila.

“Pinta masa aksi Pemerintah harus segera mencabut kebijakan tersebut sehingga tidak ada lagi rakyat yang merasa disusahkan dan kesejahteraan rakyat dapat diperjuangkan,” kata krisnadi.

Menurutnya, kebijakan tersebut, juga dinilai hanya berisi kepentingan dari segelintir kelompok salah satunya pada kebijakan RUU Pertanahan yang dianggap lebih menguntungkan investor asing.

“Mahasiswa hanya ingin menyampaikan kebenaran dan aspirasi terkait permasalahan RUU jadi jangan dinilai bahwa aksi yang dilakukan mahasiswa adalah sebuah ancaman yang dapat mengganggu stabilitas Negara,” ujarnya.

Lanjut dia, kehadiran polisi yang harusnya mengayomi dan melindungi masyarakat, justru melakukan tindakan represif dan kriminalisasi terhadap mahasiswa di beberapa daerah di seluruh Indonesia hingga jatuhnya korban jiwa. Oleh Kerena itu, mereka menuntut agar pemerintah segera mengungkap kasus tersebut.

“Adapun tuntutan massa aksi yang di sampaikan antara lain, Cabut RUU Pertanahan, Sahkan RUU PKS, Cabut RUU KPK, Tolak RUU KUHP, Cabut RUU Ketenagakerjaan, Tolak RUU Kemasyarakatan, Tolak kenaikan iuran BPJS, Adili oknum pelanggaran HAM, Hentikan represifintas dan kriminalisasi terhadap aktivitas mahasiswa dan gerakan rakyat lainnya,” tutup Korlap..#amt

Delapan Rumah Warga Sabatai Di Hantam Angin Puting Beliung, Kepala BPBD Cuek

Swaramalut.com, Morotai

Angin Puting Beliung yang menghantam rumah warga di desa sabalah dan desa sabatai, kecamatan morotai selatan (Morsel) pada hari Sabtu (28/09) lalu pukul 19.15 wit. Akibat fenomena tersebut, delapan rumah warga rusak.

Rumah tersebut masing-masing milik keluarga Naim Belang, Mursit S Latuconsina, Marwia Sibua, Juragang Keti, Ibu Awi Sibua, Um Boleu dan dua rumah di desa batai.

Menurut Mursid S. Latuconsina warga desa sabala yang rumahnya di hantam angin puting beliung pada wartawan, Senin (30/09/2019 mengatakan sejak angin puting beliung menghantam delapan rumah warga desa sabala dan desa sabatai, belum juga ada perhatian Pemda pulau morotai pada warga tersebut.

“Hingga saat ini, belum ada upaya pemerintan dalam hal ini BPBD untuk turun menyaksikan langsung dan mendata kerusakan delapan rumah warga itu,” kata mursid.

Lanjut dia, kerugian rumah warga desa sabala dan desa sabatai akibat angin puting beliung itu, di perkirakan berkisar ratusan juta rupiah.

“Pemerintah belum ada yang turun, apalagi mendata berapa besar kerugian material. Data ratusan juta itu dari kami, data yang kami lakukan dari masing-masing rumah,” ujarnya.

Sementara kepala BPBD Pulau Morotai Dalik Gafur saat di hubungi wartawan melalui telepon genggamnya sedang berada di luar jangkauan, hingga berita ini terbit..#amt

Peringati HUT Ke-74 dan 769, Korem 152 Babullah Gelar Open Turnament

Swaramalut.com – Ternate

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 74 dan Hari jadi Kota Ternate ke 769, Korem 152 Babullah mengelar open Turnament Trialthlon 2019, kegiatan tersebut berlangsung di Lendmard, Lingkungan Muhajirin Kecamatan Ternate Tengah, Sabtu (28/9/2019).

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufik mengatakan, dirinya bersyukur kepada Allah SWT, karena telah memberikan rahmat Taufik dan hidayah-nya, sehingga bisa berada di tempat ini tempat yang sangat kita banggakan Kota Wisata Kota Ternate.

“Saya atas nama pribadi dan selaku Pangdam XVI/Patimura bagian dari tuan rumah ucapkan terima kasih kepada para peserta lomba yang telah datang jauh dari 16 Daerah yang paling Barat dari Medan yang paling Timur sendiri tentu selain Maluku dan Maluku Utara, serta daerah lainya,”kata Pangdam dalam sambutanya.

Pangdam katakan, hari ini ada dua event nasional yang dilaksanakan di Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Untuk Maluku Utara lomba triathlon tingkat nasional, sementara di Ambon Ambon Manise yang diikuti juga para pesepeda sekitar 560 orang.

Jendral menambhkan, kemarin di Ambin Maluku, telah terjadi di gempa namun Alhamdullillah tidak memberikan dampak yang sangat signifikan. Meskipun tidak memiliki dampak, tapi acara tersebut ditunda.

“Hari ini mereka lomba selama dua hari kemudian saya juga bangga untuk provinsi Maluku Utara. Saya berharap dalam berlomba dapat menjaga faktor keamanan dan menjunjung sportivitas dalam bertanding,”harap Pangdam.

Sementara itu Walikota Ternate Burhan Abdul Abdurahman, memberikan apresiasi dan penghargaan serta terima kasih kepada Danrem 152/Babullah dan seluruh jajarannya yang telah bekerjasama dengan pemerintah Kota Ternate.

Kemudian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka hari jadi TNI ke 74 dan hari jadi Kota Ternate ke 769 awal di masa akan datang dan pada saat ini akan menjadi event internasional kepada seluruh atlet.

“Saya menyampaikan selamat datang di Kota Ternate mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini membangun silaturahmi serta meningkatkan semangat olahraga kita dan juga menyebar luaskan potensi pariwisata yang ada di Kota Ternate,”jelas Walikota.

Turut hadiri dalam kegiatan tersebut, Pangdam XVI/Ptm Mayjen TNI Marga Taufik, Kabinda Malut Brigjen TNI Gatot Eko Puruhito, Sekjen FTI Brigjen TNI Erwin Septiansah, Danrem 152/Bbl Kolonel Inf Endro Satoto, Kolonel Piek Budyakto, Kapolda Malut Brigjen Pol Suroto, Wakapolda Malut Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, Perwakilan Kemenpora Isa Anshari, Walikota Ternate Burhan Abdurahman, Ketua KONI Prov. Malut H. Djafar Umar, Ketua DPRD Kota Ternate Muhajir Bailusy dan Dandim jajaran Korem 152/Babullah..#MA

Sumarni Berharap Kecamatan Maba Bisa Pertahankan Gelar Pada 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten Thn 2019

Swaramalut.com – Haltim

Walaupun di guyur hujan deras di Buli, tim penilaian administrasi 10 program pokok PKK kabupaten halmahera timur yang di ketuai Rusni Baktiar dan 5 anggotanya tetap melakukan penilaian yang  bertempat di sekretariat PKK Kecaman Maba. kedatangan tim penilaian di sambut langsung oleh camat Maba Robert Barbakem SH dan ketua Pkk kecamatan Sumarni Djini, spd. Sabtu (28/9/2019).

Ketua PKK Kecamatan Maba Sumarni Djini, spd dalam sambutannya, mengharapkan, agar tahun 2019 kali ini kecamatan maba tetap meraih peringkat ke 1, tingkat kabupaten Haltim, sekaligus mempertahankan peringkat 1  tingkat kabupaten haltim pada tahun 2018, walaupun masih ada sedikit kekurangan, namun tim penggerak PKK kecamatan Maba tetap membuka diri apapun keputusan dari tim penilai”ucap Sumarni.

Sumarni juga mengatakan, selaku ketua PKK Kecamatan Maba dirinya Merasa bertanggung jawab atas tim pengerak PKK didesa, untuk itu Sumarni berharap  kepada tim penggerak PKK kabupaten agar dapat berkoordinasi dengan DPMD Haltim agar tahun depan anggaran PKK di desa di tingkatkan serta setiap musrembangdes dapat turut di ikut sertakan dengan PKK, agar program Pkk di tiap desa agar bisa menyampaikan program dan dapat di akomodir dalam 30 persen pemberdayaan dari Anggaran Dana Desa (ADD) yang akan datang, dan di kelolah langsung oleh PKK di tiap desa dalam hal ini pokja-pokja.

Sementara itu, Camat Maba Robert Barbakem SH, dalam sambutan mengatakan dengan kegiatan penilaian administrasi 10 program PKK tingkat Kabupaten ini di lakukan secara rutin tiap tahun, untuk camat mengharapkan agar dalam penilaian nanti tidak bermasalah, selaku penanggung jawab di Kecamatan Maba”ucap Robert.

selain itu juga dirinya juga akan selalu mendorong serta mendukung setiap aktifitas PKK, sebab program-program Pkk sangat jelas karena menyentuh langsung kepada masyarakat melalui Pokja di desa masing-masing.

Robert juga mengharapkan kepada para kepala desa, dalam wilayah kecamatan Maba, agar lebih di tingkatkan anggaran Pkk di dalam 30 persen  Anggaran Dana Desa (ADD), yang di peruntukan  untuk pemberdayaan itu, dan anggaran pemberdayaan di kelola langsung oleh Pkk, melalui pokja”tutur Robert.

Ketua tim penilai administrasi 10 Program PKK Kabupaten Haltim  Rusni Bahtiar dalam sambutan mengatakan, kedatangan saya ini bukan hanya penilaian tetapi juga melakukan pembinaan terhadap administrasi PKK, dalam wilayah kabupaten haltim.

Rusni juga menambahkan bahwa  dalam penilaian nanti kalau administrasi PKK kecamatan itu baik maka di tingkat desa juga baik, selain itu,  masalah anggaran, kata Rusni, dirinya akan berkoodinasi dengan DPMD  Haltim agar 30 persen ADD di kelolah oleh PKK sebab di dalam PKK sudah ada Pokja-pokja, sesuai dengan arahan dari Sekda” ucapnya.

Dalam penilaian administrasi 10 Program PKK tingkat Kabupaten di Pkk Kecamatan Maba, menurut Rusni sudah bagus, namun ada hal-hal kecil yang masih kurang, tetapi perubahan Pkk kecamatan Maba jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

Dalam kegiatan tersebut di awali dengan penyerahan hadiah juara 1 lomba PKK tingkat kabupaten yang di raih oleh PKK kecamatan Maba tahun 2018 berupa Tropi bergulir, Sertifikat dan bonus, yang di serahkan langsung oleh Rusni Baktiar selaku ketua Penilaian Administrasi Kabupaten haltim kepada Sumarni Djini Spd selaku ketua PkK kecamatan Maba.

Turut Hadir dalam acara tersebut yakni, tim penilai Kabupaten Haltim diantaranya Rusni Baktiar selaku ketua penilai dan anggotanya Nurkila Edmon, Jamalia sahril, Ira fajriah daud Wenny h.fabanyo, dan Siti nurjana ilyas, camat Maba Robert Barbakem SH, Plh. Kepala desa Geltoli Barce Batawi,   ketua PKK desa dan Ketua Pokja di 10 desa se Kecamatan Maba. Tim penilai 10 program pokok pkk kabupaten halmahera timur di sambut dengan tarian cakalele dan sanggar bailo dari siswa-siswi SPN 1 Maba..#MB

Diduga Tidak Memiliki Izin dan Mencemari Lingkungan, Pabrik Tahu dan Tempe Di Oba Akan Diberhentikan 

Swaramalut.com – Tikep

Diduga mencemari lingkungan dan tidak mengantongi Izin Pengolahan Limbah(IPAL) dari Dinas Libgkubgan Hidup (DLH)Kota Tidore kepulauan,Pabrik Pengelolahan Kedelai di desa Oba akan diberhentikan.

Pantauan media ini dilokasi pengelolahan kedelei di desa oba beberapa waktu kemarin ternyata pabrik tidak miliki IPAL dan Sisa-sisa pengolahan kedelei itu hanya di buang ke laut.

Hal itu juga dibenarkan oleh wahyu yang merupakan kepercayaan dari pemilik tempat pengolahan kedelei tersebut mengatakan bahwa selama 2 tahun beroperasi memang tidak memiliki izin yang resmi baik dari disperindag maupun dari DLH.kami hanya mengantogi izin dari RT itupun hanya secara lisan dan terkait hal itu saya belum mengetahuinya”ucap wahyu.

Twrpisah dari itu PLT Kades oba,Kecamatan Oba utara M. Saleh Latif mengatakan bahwa pihaknya baru mengetahui hal ini sehingga dirinya akan mengkroscek ke lapangan apabila tidak memiliki izin yang resmi dan juga mencemari lingkungan maka pihaknya akan mengambil sikap tegas bahkan tidak menutup kemungkinan segala aktifitasnya akan diberhentikan.

“saya akan turun langsung ke lokasi dan apabila ditemukan tidak miliki izin resmi baik terkait izin usaha dan pengelolahan limbah maka pihaknya akan berkordinasi dengan pihak pemerintah tikep dalam hal ini dinas terkait untuk diberhentikan aktifitas usaha tersebut hingga semua izin itu lengkapi,”ucapnya mengakhiri..#An

Pemprov Malut Gelar Forum Investasi Pariwisata Di Morotai

Swaramalut.com, Morotai

Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Dinas Parawisata (Dispar) menggelar kegiatan Forum Investasi Parawisata, kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Pulau Morotai bertempat di aula hotel perdana, desa darame, kecamatan morotai selatan, Kamis ((26/09/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Mugianto dari kementrian parawisata bidang Investasi, mewakili dinas parawisata Pemprov Ahmad Yamin, Kadis Parawisata Pulau Morotai Nona N. Duwila, Mewakili Rektor Unipas Irfan Abdurahman dan para peserta pemilik Kuliner dan restoran.

Ketua panitia kegiatan Ahmad Yamin dalam sambutanya mengatakan, kegiatan ini digelar di pulau morotai karena morotai telah mendapat predikat yakni sebagai Kawasan Strategis Keparawisataan, (KSk) juga sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan sebagai sala satu daerah percepatan pengembangan keparawisataan atau di sebut bali baru.

Maka sebagai Bali baru Kata Ahmad, tentunya daerah ini di tuntut untuk dapat meningkatkan perannya yakni tidak saja untuk mensejaterahkan masyarakatnya melalui aktifitas keparawisataan daerah, melainkan lebih jauh akan menjadi sala satu daerah yang berkonstribusi pada ekonomi nasional bangsa Indonesia.

“Disisi lain dengan di tetapkan morotai akan tanggung jawab yang di embanya tersebut kita berharap dapat mendorong daerah-daerah sekitarnya untuk bagaimana mengambil momentum sehingga terjadi kolaborasi, kebersamaan yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendorong keparawisataan Maluku Utara pada umumnya,”Kata Ahmad.

Lanjut dia pula, bahwa kesejateraan masyarakat dari sektor parawisata dapat di sentuh paling tidak dapat diperoleh melalui arus kunjungan wisatawan dan masuknya investasi di daerah. Maka sangat penting bagi forum ini untuk dapat menghasilkan gambaran informasi sejauh mana kondisi faktual di bidang investasi keparawisataan dan bahkan kunjungan wisatawan di daerah saat ini.

“Informasi perkembangam investasi di Kabupaten Pulau Morotai belum terekspose dengan baik, sehingga sangat penting bagi kita semua untuk mengetahui prospek, dan atau peluang serta kendala dalam pembangunan kepariwisataan serta bagaimana strategi peningkatanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahwa dalam rangka meningkatkan investasi daerah maka selain membuka diri dari masuknya investasi secara besar-besaran juga kita mendorong agar adanya peran aktif dari pada pengusaha -pengusaha daerah untuk berinvestasi di segala sector kepariwisataan.

“Peran aktif pengusaha lokal juga berpengaruh sehingga sangat penting diinformasikan kepada semua pihak tentang peluang-peluang investasi di daerah ini yang dapat mendorong meningkatnya lapangan kerja, investasi dan arus kunjungan ke Pulau Morotai,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai Nona N. Duwila mengatakan, untuk menarik investasi masuk ke daerah pulau morotai seharunya ada tiga persaratan yang semestinya kita upayakan bersama misalnya keamanan, kenyaman, serta memiliki kepastian hukum.

“Untuk morotai sendiri dari segi perizinanya sudah di permudah namun, keamannya yang belum terlalu menjamin sehingga belum banyak investor masuk ke Morotai,” kata Nona.

Selain itu dia berharap, daerah ini dapat berkembang dari segi parawisata, namun dibutuh dukungan dari masyarakat agar kita jaga betul keamannya sehingga investor mau berivestasi di Pulau Morotai.

Selain Kadis Pariwisata, hal senada juga di sampaikan Mugianto dari kementrian Pariwisata bidang investasi mengatakan, untuk mendatangkat investor di kabupaten pulau morotai ada tiga hal yang perlu di laksanakan yaitu atraksi, asibilitas dan aminitas.

“Dimana atraksi kata dia, pulau morotai sudah memadai dengan berbagai spot-spot wisata. Sedangkan aksibilitas pemda Pulau Morotai dalam rencana proses peningkatan kapasitas misalnya dari bandara Nasional menuju bandara Internasional begitu juga dengan pelabuhan terangnya,” kata Mugianto.

Lanjut dia, sementara Amenitas sendiri lebih terfokus pada jaminan keamanan, kebersihan dan ketersediaan penginapan dan perhotelan yang saat ini juga suda mulai membaik.

“Intinya orang mau berinvestasi jika ada jaminan keamanan, penginapan dan perhotelan harus siap, yang paling urgensi adalah jamina kepastian hukum,” terangnya..#amt

Khomsan Berharap Semua Para Tenaga Kerja Di Ternate Dilindungi

Swaramalut.com – Ternate

BPJS ketenagakerjaan Kota Ternate, bersama Dinas Penananaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kota Ternate, pagi tadi melaksanakan Sosialisasi perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (OSS) dan Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Ternate, Khomsan Hidayat mengatakan, kerja sama antara BPJS ketenagakerjaan Ternate, bersama DPMPTSP Kota Ternate, ini dengan tujuan adalah untuk memberikan pemahaman program BPJS Ketenagakerjaan, kepada para tenaga kerja.

“Baik berada dalam sektor jasa konstruksi, maupun usaha mikro kecil, usaha mikro menegah dan usaha mikro besar yang ada di Ternate, sehingga mereka lebih memahami lagi program ketenagakerjaan,”ucap Khomsan, siang tadi, usai dari kegiatan di Royal Resto. Kamis (26/09/2019).

Lanjut, agar menimbulkan kesadaran secara tertib untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, maka bagi yang belum mengikuti BPJS ketenagakerjaan setelah sosialisasi ini harus ikut.

Kemudian menyangkut dengan upaya, ia katakan, melalui sosialisasi ini akan ditingkatkan lagi pada pertemuan-pertemuan yang kecil, sehingga lebih fokus lagi, sebab hal ini sesuai banyak usulan-usulan dari peserta, supaya BPJS ketenagakerjaan tersebut bisa sukses di Kota Ternate.

“Ini akan kita tindak lanjuti lagi dalam diskusi-diskusi lebih lanjut di forum-forum kecil yang lebih fokus. Kemudian pemerintah dalam hal ini DPMPTSP sangat mendukung begitu juga dari Asosiasi Kapensi, Inkindo bersama Asosiasi-Asosiasi lain,”katanya.

Hal ini, akan diduduki bersama dengan mereka untuk membicaraka tenaga kerja para sektor jasa konstruksi, sebab resiko yang dihadapi oleh mereka sangat besar seperti saat membangun Gedung dan lain-lain.

“Nah itu kita akan berikan perlindungan kepada para pekerja. Semoga dengan hubungan yang baik dengan pemda dan Asosiasi ini kegiatan-kegiatan berikut-nya berlangsung lebih baik lagi, supaya bisa segera direalisasikan pendaftaran para tenaga kerjanya,”jelas Khomsan.

Khomsan memastikan bahwa para tenaga kerja akan mendapatkan haknya, jika terjadi resiko sosial, kecelakaan dan kematian. “Mereka dipastikan mendapatkan hak, karena sudah diatur dalam ketentuan per-undang-undangan yang berlaku,” jelas Khomsan lagi.

Kepala Kantor berharap, kedepannya semua para tenaga kerja dilindungi khususnya yang ada di Kota Ternate..#MI

Sambut HUT TNI Ke – 74, Kodim Tobelo Bekerjasama Pemkab Morotai, Adakan Gerakan Tanam Buah Serentak

Swaramalut.com, Morotai

Menyambut HUT TNI ke 74 yang diperingati 5 Oktober mendatang, sejumlah rangkaian kegiatan telah dilakukan Kodim 1508/Tobelo salah satunya adalah kegiatan Penghijauan Gerakan Tanam Buah Serentak. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama Kodim 1508/Tobelo dengan Pemda Morotai, bertempat
di 18 Desa Kab. Pulau Morotai, Rabu (25/09/19).

Kegiatan yang dihadiri Bupati Pulau Morotai Benny Laos, Kakanwil Kemenkumham Malut Ramli, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Raymond L.M. Sitanggang, Ketua DPRD Morotai Fahri Haerudin, mewakili Danlanud Leo Wattimena Letda Andi, mewakili Danlanal Morotai Lettu Laut Ismed, Kepala Kantor Kemenag Morotai Kubais Baba, Kabankesbangpol Morotai Lauhin Goraahe, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Morotai M. Rizal Ismail, para Camat Kab. Pulau Morotai, para Kades Kec. Pulau Morotai, para tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Morotai M. Rizal Ismail mengatakan, kegiatan penghijauan ini dilakukan dalam rangka pengembangan kawasan holikultura yang telah diatur sesuai dengan Perbup No. 23 Tahun 2018, memperingati Hari Tani Nasional dan HUT TNI ke-74.

Lanal, Lanud dan Polres Morotai telah melaksanakan kegiatan penghijauan sehingga atas dasar tersebut Pemda Morotai ingin melakukan kegiatan serupa untuk melakukan kerja sama dengan Kodim 1508 Tobelo,ungkapnya.

Harapan kedepan instansi lain juga dapat mengikuti program penanaman ini sehingga dapat berguna dalam mendukung swasembada pangan melalui pengembangan kawasan Holtikultura di Kabupaten Morotai.

Lanjut dikatakan, selama ini kebutuhan buah banyak disuplai dari wilayah Sulawesi dan Jawa, tentunya Pemda ingin memiliki inisiasi untuk melakukan swasembada pertanian melalui bidang holtikultura buah-buahan agar dapat meningkatkan perekonomian di wilayah Morotai.

Sementara Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Raymond L.M. Sitanggang mengatakan, Penanaman buah di 18 Desa secara serentak bisa meningkatkan roda perekonomian masyarakat dalam jangka panjang, seperti apa yang kita dapat sekarang ini merupakan peninggalan dari nenek moyang kita terdahulu.

“Tanaman sangat bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan manusia karena Tumbuhan sebagai penyeimbang dan kita sebagai manusia haruslah menjaga keseimbangan”.

Kegiatan penanaman buah-buahan ini dalam rangka memperingati HUT TNI yang ke 74 dan mengucapkan selamat Hari Tani Nasional ke-59 kepada Dinas Pertanian yang ada di Kab. Pulau Morotai, katanya.

Bupati Pulau Morotai Benny Laos dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan penanaman serentak ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional dan HUT TNI ke-74 yang dilakukan melalui kerja sama dengan Kodim 1508 Tobelo.

Selain itu kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka pengembangan kawasan holtikultura dimana Pemda Morotai telah menargetkan akan melakukan swasembada pangan pada tahun 2022.

“Kedepan, Pemda Morotai selain memiliki fokus pada peningkatan di bidang pariwisata juga akan melakukan peningkatan di bidang pertanian melalui pengembangan kawasan Holtikultura di Kabupaten Morotai”.

Rencananya setelah kegiatan ini juga akan dilakukan gerakan tanam padi serentak karena dalam hal ini Pemda sangat ingin sekali mewujudkan swasembada pangan di Tahun 2022.
Perlu diketahui setidaknya Pemda Morotai telah memperoleh kemajuan dalam mewujdukan swasembada pangan ini dengan meningkatnya produksi telur dari kelompok peternak yang ada di Morotai sehingga diharapkan masyarakat perlu mendukung program ini, katanya.(WYU-1508).

Guru PAUD Di Morotai Ikut Pelatihan Edukasi, Bermakna Dan Bermain Untuk Anak

Swaramalut.com, Morotai

Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Diknasbud) melaksanakan Kegiatan Pelatihan Pembelajaran Edukasi, Bermakna dan Bermain Bagi Pendidik Paut di Pulah Mototai, bertempat di aulah lantai II kantor bupati, Desa Muhajirin Baru, Kec. Morotaia Selatan (Morsel), Rabu (25/08/2019).

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari mulai dari tanggal 24-29 September 2019. Di hadiri oleh, Ketua Umum Himpaudi Pusat Prof Dr. Netti Herawati M.Si. Bunda Paud Kabupaten Pulau Morotai Sherly Tjoanda, Kepala Diknasbud Refi F. Dara, Ketua dan Pengurus Himpaudi Pulau Morotai, Anggota Tim Penggerak PKK Pulau Morotai, Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Pulau Morotai, para tenaga Pendidik Paud Se-Kabupaten Pulau Morotai.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknasbud) Revi F, Dara, dalam sambutanya mengatakan, kegiatan ini di laksanakan sebagai dasar mengacu menurut UU No.20 tahun 2012 Pasal 9 ayat (1) mengatakan bahwa setiap, anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka meningkatkan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat bakatnya.

“Oleh sebab itu, untuk mengimplementasikan peraturan ini baik Pusat maupun Daerah maka berbagai kebijakan di bidang pendidikan terus dilakukan termasuk Kegiatan Pelatihan Pendidik Paud pada hari ini,” Kata Refy.

Sementara Bunda Paud Kabupaten Pulau Morotai Sherly Tjoanda dalam sambutannya mengatakan, tentunya kita sebagai orang tua menginginkan anak kita pergi ke sekolah dan belajar namun anak-anak belum memahami apa dari defenisi belajar itu, anak-anak pergi ke sekolah dengan tujuan hanya bermain dengan teman-temannya oleh sebab itu, langka yang baik harus di lakukan yaitu dengan cara yang meraka inginkan seperti bermain.

“Jadi saya berharap kepada guru pendidik Anak Usia Dini bisa belajar bagaimana mendidik anak dengan belajar sambil bermain dan bukan hanya bermain saja tetapi juga bermakna. Jadi saat anak-anak keluar dari pendidikan paud bukan hanya cerdas mengahafal perkalian, membaca dan lain-lain saja tetapi juga cerdas secara jasmani dan rohani, anak-anak mampu berkomunikasi, mampu berinteraksi, mampu bernegosiasi bahkan dengan penuh sopan santun,” ujar Sherly.

Sebenarnya banyak hal contoh belajar sambil bermain yang harus kita berikan kepada anak-anak misalnya, mengambil daun sambil berhitung, mengambil biji jagung ataupun bisa dengan permaiman tradisional di masa-masa dulu seperti lompat tali sambil berhitung,” sambungnya.

Sementara Ketua Umum Himpaudi Pusat Prof Dr. Netti Herawati M.Si. menyampaikan bahwa saya bersyukur melalui kegiatan bunda PAUD saya bisa datang ke Morotai, Pulau Mutiara di Timur Indonesia.

“Kegiatan seperti ini adalah kegiatan perdana yang saya lakukan, karena selama ini belum perna kita lakukan kegiatan seperti ini ful selama 5 hari, tetapi demi meningkatkan tenaga pendidik dan mamajukan Anak Usia Dini (Paud) di Kabupaten Pulau Morotai maka saya berada di Pulau Morotai ini selama 5 hari sampai kegiatan ini selesai,” jelasnya..#amt