Seorang Pria Puruh Baya Setubuhi Anak Di Bawah Umur 

Swaramalut.com – Halut

Pria puruh baya setubuhi anak di bawah umur, yang telah terjadi di Desa Gulo Kecamatan Kao Utara Kabupaten Halut, akhirnya orang tua korban langsung melaporkan ke pihak yang berwajib, Jumat (6/9/2019).

Hal ini di benarkan oleh pihak polres halut yang di sampaikan melalui Humas Polres Hamahera Utara bahwa Peristiwa persetubuhan anak di bawah umur telah terjadi di hari kamis kemarin (5/9/2019), dengan kronologisnya disaat korban Marliyanti  Fera (14) asal desa Gulo sementara berteduh di depan rumah pelaku karena hujan deras.

Sementara berteduh korban sambil bermain Handpone  tiba tiba pelaku Daniel Koromo (74) asal desa Gulo juga memanggil korban sebanyak 3 kali, namun korban tidak menghiraukannya karena tidak menghiraukan Pelaku langsung menghampiri Korban dan menepuk lengan bagian belakang korban sehingga korban tidak sadarkan diri.pelaku kemudian menarik korban ke dalam kamar lalu melakukan aksinya.

Aksi pelaku dipergok istrinya.melihat hal itu pelaku langsung melarikan diri korban bersama ibu korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian sektor Dum-Dum dan langsung melakukan pemeriksaan divisum..#Jef

Proyek Revitalisasi Pengembangan  Strategis Wilayah Makasar Timur Diduga Ada Proses Pembohongan Warga

Swaramalut.com – Ternate

Pekerjaan proyek revitalisasi pengembangan wilayah strategis kelurahan makassar timur kota ternate tengah di duga ada proses pembohongan terhadap warga.

“Kami sebagai warga yang berada di kelurahan makassar timur merasa pemerintah kota ternate telah melakukan proses pembohongan kepada kami yang berada di kelurahan makassar timur khusus di RT 03 dan RT 04,”ungkap salah satu tokoh masyarakat yang namanya tidak mau disebutkan pada media ini,jumat(6/9/2019).

Dia manjelaskan bahwa sebenarnya asal mula penimbunan tersebut hanya diperiotaskan pada titik-titik pasca kebakaran, ini juga didukung dengan bukti setelah dilaksanakannya pertemuan dengan masyarakat korban kebakaran dan itu ada berita acaranya yang didukung dengan 24 warga korban kebakaran yang ada”katanya.

“Jadi masyarakat yang korban kebakaran kecewa tiba-tiba penimbunan itu hanya berada di beberapa titik-titik tertentu,” cetusnya.

dirinya juga menjelaskan bahwa titik kesepakatan masyarakat awal perencanaan pada saat itu mulai dari kediaman keluarga ustad hairun sampai pada titik yang mereka(PUPR-red) tetapkan.

Setelah dari kesepakatan itu,lahir lagi beberapa pemahaman dengan alasan penimbunan biasa dan pemerintah tidak mau sebab dengan tidak adanya tenaga padahal pada dasarnya masyarakat selalu siap untuk menimbun dibawah rumah mereka.

Atas dasar konfirmasi dengan Kepala bidang PUPR Dalam kontrak kerja harus dilakukan MoU nya terkait dengan kebersihan sampah didalam air maupun di permukaan air,akan tetapi masih saja ada sampah yang belum terangkat namun pekerhaan penimbunan tetap dilanjutkan.

Dia mengatakan atas dasar konfirmasi tersebut namun fakta dilapangan tidak sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh Rosuta  Kabid di dinas PUPR kota ternate bahwa penimbunan dilakukan kalau semua sampah yang ada di laut sudah dibersikan secara keseluruhan.

Dia meminta kepada Kadis PUPR Kota ternate jangan tinggal diam dengan masalah ini,karena kami masyarakat Khusus RT 03 dan 04 Kelurahan Makasar Timur  merasa di bohongi dan kami masyarakat sangat kecewa dengan kehadiran proyek revitalisasi ini.

Dia menambahkan proses penimbunan di lahan kosong di indikasi hanya menutup sampah akan tetapi jangan  keliru akibat penimbunan  yang tidak bersih dengan baik maka sampah begeser dibawah kolong rumah warga.

Kami berharap sebagai pemangku kepentingan proyek segera melakukan peninjaun di lokasi tersebut karena nanti dikemudian hari akan berakibat pada warga.

terpisah dari itu Konsultan pengawas pada proyek itu Anto saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pekerjaan ini telah sesuai dengan prosedur yang ada dan kalaupun ada sampah di permukaan air itu disebabkan oleh kondisi alam.

“Kalaupun masih terdapat sampah itu disebabkan dengan kondisi alam,Misalkan sampah dibersihkan hari ini keesokan harinya  masih terdapat sampah”Jelas anto.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Rival Tribudiyanto  menjelaskan bahwa revitalisasi pelaksanaan khusus peningkatan kwalitas hunian itu bertujuan supaya tidak ada lagi tumpukan sampah sebab disitu juga telah dianggap muara karena air keluar dan pasti ada sampah dan dinas PUPR selalu melakukan pembersihan setiap hari sebelum melakukan penimbunan.

“Petugas PUPR selalu melakukan penimbunan itu ada semua dokumentasi semua yang petugas kami lakukan,”kata kadis.

Ketika disinggung dibawah pemukiman warga Dival mengatakan kalau mau timbun di bawah rumah bagaimana caranya,karena diatas ada rumah,maka ini adalah langka awal dari pemerintah kota agar merivitalisasi makasar timur secara keseluruhan.

“ini baru langka awal pemerintah kota ternate sebab anggaran penimbunan 17,5 M kami baru masuk dengan nilai 3,5 M itu juga baru langka awal pemerintah,” katanya.

Rival tegaskan harus melakukan pembersihan baik didalam air maupun permukaan air secara keseluruhan nama saja melakukan penimbunan

makanya kami sediakan alat untuk mengangkut sedimen-sedimen lumpur yang ada didalam air maupun dipermukaan harus diangkat karena aturannya harus begitu”jelasnya

“Kalau memang masih ada sampah baik yangbrrada di dalam air maupun dipermukaan air terus ditutup begitu saja,saya akan tegur dan langsung panggil kontraktornya,karena ini aturan,”kata rival.

Kami telah berkordinasi dengan masyarakat setempat,kalau tidak berkodinasi dengan mereka  bagaimana kami punya data-data dari kelurahan maupun masyarakat dan masyarakat sendirilah yang menyerahkan data-data terkait dengan sertifikat hak milik rumah tersebut.

“Mami sudah lakikan kordinasi dengan masyarakat dan kelurahan sehingga kita juga miliki sertifikat rumah yang ada dan tidak,”akuinya.

sementara pelaksana proyek edy sampai berita ini ditayangkan belum juga bisa memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut..#An

Aset Daerah Dan Optimasliasi PAD Tak Jelas, Ini Kata Andy Devisi Pencegahan KPK

Swaramalut.com, Morotai

Komisi pemberantasan korupsi (KPK) RI usai menggelar sosialisasi pencegahan Korupsi, Kamis (05/09) di Aulah kantor bupatiPulau Morotai. Ia mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai untuk melaksanakan penertiban pengelolaan aset daerah dan mengobtimalisasi penerimaan daerah.

“Morotai banyak barang milik daerah berupa aset daerah yang tidak di ketahui kejelasannya sehingga kami berkeinginan untuk membereskan ini semua agar tidak ada masalah lagi,” hal ini di ungkapkan ketua tim koordinasi supervisi pencegakan KPK Andy Purwana, Jumat (06/09/2019).

Foto peserta sosialisasi pencegahan korupsi di aulah kantor bupati morotai.

Menurutnya, misalnya ada kendaraan Dinas milik Pemerintah Daerah di berikan ke Kepala Dinas begitu mereka pensiun kendaran juga ikut di bawah pada hal seharusnya ini di kembalikan ke daerah. Nah, itu yang kami ingin selesaikan di pulau morotai ini.

“Belum lagi rumah dinas dan tanah yang merupakan milik pemda, setelah di berikan untuk di tempati saat bertugas tapi, setelah pensiun rumah tidak lagi di serahkan ke pemda, bahkan tanah pemda ketika di bangun rumah langsung di buat sertifikat pribadi ini akan kami betulkan,” kata Andy.

Lanjut dia, semua aset pemda itu harus di benarin jangan sampai aset-aset tersebut jatuh ke pihak ketiga orang-orang yang bermasalah. Jadi ini adalah sala satu program KPK dalam pencegahan korupsi sekaligus Aset Daerah itu harus di benahi.

“Begitu juga dengan optimalisasi pendapatan daerah kami melakukan perbaikan di seluruh Kabupaten Kota di Indonesia termasuk Pulau Morotai karena kami inginkan pajak masuk ke daerah itu lebih banya atau besar terutama pajak hotel dan restoran sehingga dapat mengenjot pendapatan Asli Daerah (PAD),” tuturnya.

Ada beberapa sumber pendapatan yang bisa menghasilkan PAD di pulau morotai, namun saja pengelolaanya yang belum dilakukan secara baik, seperti objek wisata, hotel dan restoran termasuk sental kuliner..#amt

Pencabulan Anak Kandung di Desa Tomares Dibekuk Polisi 

Swaramalut.com – Haltim

Setelah buron selama beberapa hari, pelarian Herryan Layang Alias Heri Alias Marilu berhasil dihentikan kepolisian Sektor Wasile Selatan bersama anggota polres halut Senin (6/9/2019) pukul 05.00 Wit pelaku diamankan langsung oleh Kapolsek dan anggota Wasile selatan di Desa Togasa kecamatan Galela Utara, kabupaten Halmahera Utara.

Pelaku ditangkap atas kasus dugaan perkosaan terhadap anak usia 11 tahun,pekan kemarin. Selama buron, pelaku sering berpindah-pindah dari kerabat yang satu ke yang lainnya, Begitu ditangkap, pelaku langsung digelandang Mapolres Halut dan Saat ini, pelaku sudah diberangkatkan ke polsek wasile selatan untuk diambil keterangan lebih lanjut.

“Betul, pelaku sempat buron beberapa hari atas kasus perkosaan anak di bawah umur yang tak lain anak kandungnya sendiri, Sekarang pelaku masih diperiksa,” ucap kapolsek wasile selatan IPDA AGUSTIAN MAULANA. S.Tr.K  saat dihubungi wartawan media ini melalui pesan whatsapp, Jumat (6/9/2019).

Keterangan yang didapat wartawan media ini melalui rilis yang diberikan Pada hari Kamis tanggal 05/09/2019 pkl 19.00 Wit, Kanit Reskrim Polsek Wasile selatan Mendapatkan Informasi melalui Via Telpon dari salah satu Informan yang berada di Tobelo bahwa tersangka dugaan Persetubuhan Anak di bawah umur An HERRYAN LAYANG alias HERI alias MARILU berada di Desa Togasa Kec. Galela Utara Kab. Halut, pkl 19.10 wit Kanit Reskrim langsung berkordinasi dengan Kapolsek untuk melakukan penangkapan Tersangka.

Pada pkl 21.00 wit Kapolsek dan anggota langsung menuju ke Tobelo dan pada pkl 24.00 wit tiba di Tobelo langsung bertemu dengan seorang Informan untuk mengkorcek secara detail lokasi tempat tinggal Tersangka, pada hari jumat pkl 01.00 wit, Kapolsek dan anggota menuju ke Polres Halut untuk berkordinasi dengan Sat Reskrim Polres Halut dan bertemu dengan IPDA AKTUIN MONIHARAPON. S.Tr.K selaku KBO Reskrim Polres Halut, selesai berkordinasi sekitar Pkl 02.30 wit, Kapolsek dan anggota serta dibantu oleh KBO Sat Reskrim Polres Halut dan dua anggotanya langsung menuju ke Tempat tinggal tersangka yg berada di Desa Togasa Kec. Galela Utara Kab. Halut.

lebih lanjut lagi pada pukul 04.30 wit, Tim tiba di Desa Togasa langsung berkordinasi dengan pemerintah Desa setempat pada Pkl 05.00 wit. Tim langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka selesai melakukan penangkapan tim langsung membawa tersangka ke Tobelo selanjutnya kembali ke Polsek wasile selatan.

Jumlah personil yang terlibat dalam Penangkapan Tersangka HERRYAN LAYANG  diantaranya :

1. Kapolsek Wasile Selatan IPDA AGUSTIAN MAULANA. S.Tr.K

2. Kanit Reskrim Polsek wasile selatan SAFRUDIN ISHAK

3. Babinsa desa Pintatu ALEXANDER UNGGU

4. BA Sabhara Polsek Wasile selatan RISAL SALASIWA

5. BA Pulbaket Polsek Wasile swlatan ERICK. L

Sedangkan dari Personil Polres Halut yang membantu penangkapan Tersangka diantaranya :

1. KBO Satreskrim Polres Halut IPDA AKTUIN MONIHARAPON S.Tr.K

2. BA Reskrim Polres Halut BRIPKA KRISTIAN DILAGO

3. BA Reskrim Polres Halut BRIPTU ISMIT AHMAD

Sampai berita ini diturunkan tersangka masih dalam tahap pemeriksaan di polsek wasile selatan..#Zul