Kas Keliling Bank Indonesia Layani Tukar Uang Lusuh, Menolak Uang Logam Di Pidana

Swaramalut.com, Morotai

Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar kegiatan kas keliling dan juga menggelar sosialisasi tentang kewajiban penggunaan uang rupiah khususnya uang logam kerena di Kabupaten Pulau Morotai tidak lagi di gunakan.

Hal Ini di sampaikan oleh Asisten Manager BI Kantor Wilayah Malut Wahyu Ardi Negara, pada saya menggelar sosialisasi di Pasar Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Kab. Pulau Morotai, Provinsi Maluku (Malut), Kamis (19/09/2019).

Foto Asisten Manager BI Wahyu Ardi Negara saat sosialiasi di Pasar Gotalamo

Menurutnya, kegiatan ini merupakan program BI dimana secara nasional menargetkan mengunjungi pulau terluar yang ada di Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan salah satu tugas BI untuk hadir di seluruh wilayah NKRI, termasuk pulau morotai. Karena Pulau morotai merupakan Pulau terluar, Tugas Tim Kas Keliling BI mengunjungi pulau terluar tersebut untuk melakukan sosialisasi tentang rupiah, serta melakukan penarikan uang lusuh yang tidak layak edar dan diganti dengan uang baru,” kata Wahyu.

Dia menambahkan bahwa sosialisasi tersebut merupakan salah satu upaya BI untuk menyampaikan bahwa tidak boleh menolak uang rupiah khususnya uang logam sebagai alat tukar yang sah dan itu di sambut baik oleh masyarakat. Semoga apa yang di dengar dapat di infornasikan ke masyarakat yang lainnya.

“Jadi uang logam wajib di gunakan sebagai alat tukar yang sah termasuk di pulau Morotai yang selama ini memiliki presepsi yang salah sehingga perlu di luruskan,” jelasnya.

Lanjut dia, jika ada orang menolak ulang logam makan sangat berbahaya karena sesuai dengan undang undang mata uang No 7 Tahun 2011 bahwa uang termasuk uang rupiah dan wajib digunakan diseluruh NKRI.

“Sangsinya apabila menolak rupiah sebagai mata uang yang sah dalam hal ini uang logam maka bisa di pidana minimal 1 tahun penjara dan denda sebesar 200.000.000 rupiah dan sudah berlaku sejak undang-undang ini di tetapkan,” jelas Wahyu.

Harapannya dari sosialisasi yang di lakukan ini tentu saja bagi masyarakat terutama dari kami Tim kas kliring bahwa uang yang beredar di masyarakat kami berharap seluruhnya uang yang di gunakan layak edar dan uang rupiah apa pun itu baik logam maupun uang kertas berlaku di seluruh masyarakat di Pulau Morotai..#amt

PROMO BANK INDONESIA

Mendaftar Ke PDIP dan PKPI,M Nur Lasut Komit Jadikan Partai Sebagai Mitra Membangun Daerah

Swaramalut.com – Haltim

Muhammad Nur Lasut secara resmi mendaftarkan diri ke DPC PDIP dan PKPI Kabupaten Halmahera Timur sebagai bakal calon Bupati Haltim pada Pilkada tahun 2020. dan Ini merupakan bentuk keseriusan dari M.Nur Lasut untuk maju di Pilkada Haltim. Ia pun berkommitmen menjadikan partai politik tidak hanya sebagai pengantar sebagai bupati, tapi akan menjadikan mitra selama kepemimpinan di Haltim.

foto : M.Nur Lasut Bersama Timses Mengembalikan Berkas Di DPC PDIP Haltim

M.Nur Lasut ke Kantor Sekretariat DPC PDIP Haltim di desa Soagimalaha dan DPC PKPI di desa Sangaji Kamis (19/9/2019) Sore Tadi, didampingi timnya dan diterima langsung Ketua DPC PDIP Haltim Djon Ngoraitji dan ketua Tim penjaringan DPC PKPI Talib Elaela bersama jajaran pengurusnya. Kehadiran M.Nur Lasut ini untuk mengembalikan formulir  pendaftaran yang dinilai belum lengkap dan M.Nur Lasut merupakan orang kedua yang formulirnya di anggap lengkap oleh PDIP dan PKPI.

Di hadapan pengurus DPC PDIP Kabupaten Haltim M.Nur Lasut  mengungkapkan komitmennya maju sebagai bakal calon Bupati Haltim Tidak sekadar meramaikan kontestasi pemilihan kepala daerah. Tapi ingin menang dan terpilih sebagai Bupati Haltim periode 2020 – 2025. Karenanya, ia bersama keluarga dan tim solid dalam mempersiapkan pemenangan. Berbagai langkah dan pendekatan dalam meningkatkan elektabilitas serta dukungan telah dilakukan dan dipersiapkan.

foto : M.Nur Lasut Bersama Timses Di Kantor DPC PKPI Haltim

Dengan PDIP dan PKPI ini bukan hal baru bagi saya.Untuk Pilkada ini, saya sudah membangun komunikasi yang intens dengan jajaran pengurus PDIP, dan PKPI ungkap M.Nur Lasut

Ia pun menyampaikan kesiapannya untuk melalui tahapan penjaringan bakal calon Bupati Haltim di PDIP dan PKPI hingga tuntas dan siap memenuhi syarat yang ditetapkan partai. Baginya, PDIP dan PKPI dan partai yang akan saya daftarkan tidak hanya sebagai partai politik untuk mengantarkan sebagai bupati. Tapi akan menjadi mitra dalam membangun Haltim ke depan.

Apalagi semua partai menurut saya memiliki jaringan politik yang solid hingga pusat. Saya ingin menyambung untuk daerah kita. Bagaimana pun, jaringan ini sangat penting di dalam membangun daerah ini ke depan..#red

BI Layani Tukar Uang Tidak Layak Dengan Uang Baru Di Morotai

Swaramalut.com, Morotai

Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku Utara melakukan penarikan uang kusut atau uang tidak layak beredar kemudian menggantikan dengan uang baru yang layak beredar di lingkungan masyarakat.

Kegiatan penukaran uang tersebut di lakukan oleh tim kas keliling dari BI di bantu sejumlah pihak keamanan di pasar gotalamo, Kec. Morotai Selatan (Morsel) Kab. Pulau Morotai, (19/09/2019.

Asisten Managr BI Maluku Utara Wahyu Ardi Negara saat di temuan mengatakan tugas kami sebagai tim kas keliling adalah untuk melakukan penarikan uang rupiah tidak layak beredar atau uang yang sudah kusut di masyarakat kemudian menggantikannya dengan uang layak beredar atau uang baru.

“Saat ini, kami berkunjung ke pasar Gotalamo untuk menyampaikan penukaran uang yang tidak layak beredar agar mereka bisa menukarnya,” kata wahyu.

Lanjut dia, kedatangan kami di sambut antusias oleh warga baik para pedagang maupun para pengunjung pasar pasar tersebut.

“Banyak masyarakat yang menukar uang mereka. Ada yang tukar uang tidak layak huni dan ada pula mereka menukar uang pecahan besar dengan pecahan lima ribuan,” tuturnya.

Dia berharap dengan sosialisasi yang di lakukan tentu saja bagi masyarakat terutama dari kas kliring bahwa uang yang beredar di masyarakat kami harapkan seluruhnya uang yang di gunakan layak edar dan uang rupiah apa pun itu baik logam maupun uang kertas berlaku di seluruh masyarakat di Pulau Morotai..#amt

Jaring Aspirasi, Pemdes Koli Gelar Musdes

Swaramalut.com, – Tidore

Pemerintah Desa (Pemdes) Koli, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulaun menggelar Musyawara Desa (Musdes). Kegiatan tersebut di ikuti oleh seluruh warga dan aparat desa, bertempat di kantor desa koli, Kamis (19/09/2019).

Pada kegiatan Musdes, kepala Desa Koli Firdaus Kuylo melalui pesan singkatnya mengatakan, musdes ini membahas tentang Rencana Kerja Pemerintah Desa (Reker Pemdes) sebagaimana di atur berdasarkan amanat UU tentang desa dan juga berdasarkan Permen no 40 tahun 2006.

“Musdes kita hanya meminta masukan dan usulan kepada seluruh masyarakat Desa koli. Karena tujuan musdes ini bersama masyarakat kita membangun desa,” kata firdaus.

Lanjut dia, setiap regulasi yang di terbitkan baik itu permendagri sampai pada peraturan walikota (perwali) dalam rangka mengawal dan mengaakomodir setiap kebutuhan masyarakat baik untuk kebutuhan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat dan juga dari pemberdayaan guna untuk lebih meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Bahwa perencanaan pembangunan pada desa koli juga harus sesuai dengan kebutuhan warga,” ujarnya.

Firdaus menambahkan, selain permendagri dan perwali, juga ada isyarat undang undang no 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan  pembangun nasional kemudian di tuangkan dalam peraturan pemerintah nomor 40 tahun 2006 tentang tata cara penyusunan rencana pembangunan.

“Penyusunan program Pemdes Koli, kita tetap mengacu pada UU No 25 tahun 2004 dan peraturan pemerintah No 40 tahun 2006,” tuturnya.

Dia berharap dengan adanya musdes ini, semua perencanaan dan program yang di sampaikan pada hari ini dapat meningkatkan perekonomian warga..#an

Lakukan Konsolidasi, BLK Ternate Gelar SDC

Swaramalut.com – Ternate

Konsolidasi kan dunia pendidikan, dunia industri dan pemerintah, BLK Kota Ternate, melaksanakan kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Skil Development Center (SDC) Tahun 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan tema “Menyatukan Tekat Mengurangi Penggangguran Melalui Penyiapan Tenaga Kerja Kompeten, Unggul dan Berdaya Saing di Propinsi Maluku Utara”Ini digelar pagi tadi di Muara Moll. Rabu (18/09/2019).

Kepala bidang pelatihan dan penempatan tenaga kerja Malut, Sri Bagio, S. Sos mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah ingin konsolidasih kan antara dunia pendidikan, dunia industri dan pemerintah, agar kegiatan pendidikan dan pelatihan itu sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

“Makanya dari kegiatan ini kita undang dari tiga unsur diantaranya pemerintah, Akademik, dan pihak industri. Mereka di pangil supaya kita tahu kebutuhan industri tentang tenaga kerja itu berapa banyak,”ucap Sri siang tadi.

Dikatakan, perencanaan SDC ini tahun 2020 sampai 2024. Dan data itu sebagai data awal pengambilan kebijakan untuk menentukan pelatihan di SMK-SMK maupun Deploma.

“Karena pendidikan fokasi ini menjadi satu prioritas pembangunan pemerintahan swit kedua ini dalam pengembangan sumber daya manusia, sebab meskipun ada pendidikan, dan pelatihan, tapi angka penggangguran masih tinggi,”ungkap Kabid.

Lanjut, tentu hal ini ada yang salah, misalkan seperti contoh pendidikan SMK dan diploma, justru penyumbang penggangguran paling besar dan itu di dominan pendidikan SMK dan Diploma.

“Dari dua pendidikan itulah pasar kerja tidak terpenuhi, berarti ada satu hal yang kurang pas dalam memberikan materi atau kurikulum pendidikan-Nya. Maka kedepan kita akan tanya kepada pihak industri kebutuhan-Nya itu apa,”tannya Sri.

Kata Sri, nanti SMK dan lembaga latihan kerja Swasta dan pemerintah itu akan merujuk pada kebutuhan pasar kerja ril. Kemudian kalau dalam SJTO itu prinsip-nya tidak ada pelatihan, dan pendidikan kalau lalu tidak ada penempatan, maka Urjen-Nnya di situ.

“Maka dari itu, kita melakukan kegiatan SDC ini untuk menyatukan presepsi yang nyata bahwa memang pendidikan itu harus di rubah atau pelatihan harus mengikuti kebutuhan pasar yang riil, ya karena SMK-SMK itu banyak melanjutkan ke perguruan tinggi berarti Visi-Misi dari pada pendidikan formal itu tidak benar. Karena tujuannya diploma bekerja itu ternyata hanya lanjut ke perguruan tinggi,”papar Sri lagi.

Selain itu, perusahan-perusahan tambang yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Harita, NHM, Antam. Lalu perusahan Iwip, kemudian 9 SMK yang ada di Kota Ternate. Selanjutnya, SMK Halmahera Tengah, pihak sektor jasa yakni Makmur Utama, dan pihak Hepymart.

“Kemudian ada unsur pemerintah dari Dinas tenaga kerja propinsi, Kabupate/Kota, Dikbud Propinsi, Kota, kemudian BAPEDA Propinsi Kabupaten/Kota,”ujarnya..#MA

Komsos Dari Pusterad Melaksanakan Asistensi Teknis Di Kodim 

Swaramalut.com – Halut

Pusat Teritorial Angkatan Darat (PUSTERAD) menggelar acara Asistensi Teknis Penyelenggaraan Komunikasi Sosial (komsos), yang digelar di aula Kodim 1508/Tbl Jln. Kawasan Pemerintahan Desa MKCM Kec. Tobelo Kab. Halmahera Utara, Rabu (18/09/19).

Tim Pusterad terdiri dari Kolonel Arm Dedi Nurhadiman,S.I.P (Dir Binter Pusterad) serta 1 orang staf Mayor Inf Muhammad Nuryadi.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri mewakili Dandim 1508/Tobelo Mayor Inf Robi Manuel (Kasdim 1508/Tbl), Kasiter Korem 152/Babullah Letkol Inf Laode M. Sabarudin, Pasi Ops Dim 1508/Tbl Kapten Arh Mohamad Ali, para Danramil jajaran Dim 1508/Tbl, Kadis Sosial Pemkab Halut Hedyani Hoata,Sekertaris BLH Pemkab Halut Silvano Hangewa, Kabid Yangkes Dinas Kesehatan Pemkab Halut Fredy J. Lesnussa, Sekertaris Kesbangpol dan Linmas Pemkab Halut Idham Noh, Kabid Distan  Pemkab Halut Natalino Hangewa,  Kasubag TU Kecamatan Tobelo Martini Mokodompit, para Batituud Ramil jajaran Dim 1508/Tbl, para Babinsa Ramil jajaran Dim 1508/Tbl, Sekdes Gamsungi Djon Kumi Kumi, Ketua Bepabri Halut Yusuf Romera, Toga, Todat, Toda, Tomasy, Ormas, Pramuka.

Sambutan Dandim 1508/Tobelo yang disampaikan Mayor Inf Robi Manuel (Kasdim 1508/Tbl) mengatakan, Kodim 1508/Tobelo membawahi 2 Kabupaten yaitu Kab. Halut dengan 17 Kecamatan, 197 Desa serta 4 Koramil 01 – 04 dan Kab.Pulau Morotai dengan 5 Kecamatan, 88 Desa serta 2 Koramil 05 dan 06.

“Pelaksanaan Komsos di Kodim 1508/Tobelo berjalan dengan baik tanpa ada kendala yang berarti antara pemerintah, masyarakat dan seluruh komponen masyarakat”.

Mengharapkan bimbingan dan arahan dari tim Pusterad dalam rangka menyamakan persepsi komando atas, dalam hal ini Pusterad. Sehingga kegiatan teritorial yang kami laksanakan dapat berjalan sesuai dengan Tupoksi TNI AD, ujarnya.

Kepada seluruh Babinsa agar tetap menjaga sinergitas baik dengan instansi pemerintahan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang ada di wilayah. Sehingga, kita dapat menyukseskan program pemerintah yang lebih baik lagi kedepannya, tegasnya.

Sementara, Ketua Tim Kolonel Arm Dedi Nurhadiman,S.I.P pada kesempatan tersebut membacakan amanat Danpusterad mengatakan, maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk bersilaturohmi dan menyamakan persepsi tentang penyelenggaraan Binter di satuan pelaksana, baik satkowil maupun sat non kowil jajaran TNI AD dengan berpedoman pada kebijakan Kasad tahun 2019 bidang Teritorial.

“Peran pembinaan Teritorial dalam hubungan antara TNI AD dengan rakyat sudah berjalan semenjak berdirinya NKRI”.

Lanjut dikatakan, kegiatan pembinaan teritorial merupakan salah satu sarana yang efektif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara guna memelihara dan mempererat hubungan serta meningkatkan hubungan kebersamaan antara TNI AD dengan segenap komponen bangsa serta untuk dapat saling memberikan masukan dan informasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini, sehingga di peroleh kesamaan pandang dalam memahami setiap permasalahan yang terjadi untuk mencari solusi terkait dengan kepentingan pertahanan dan keamanan negara yang harus kita jaga.

TNI AD merupakan garda terdepan dalam menjaga tetap utuhnya NKRI, TNI AD lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat. Kondisi yang stabil dan kondusif adalah prioritas utama bagi TNI AD agar seluruh rakyat Indonesia dapat mengisi pembangunan serta menikmatinya secara merata dan berkeadilan, ujarnya

Saat ini seluruh komponen bangsa dituntut harus cerdas untuk menghadapi kondisi yang sulit diprediksi dan cepat berubah. Hal ini menghadirkan kecenderungan perspektif terhadap ancaman baik ancaman militer maupun ancaman non militer, mengakibatkan instabilitas kemanan yang kemudian dapat menjadi konflik sosial politk nasional, katanya..#Jef

Mencegah Gempa Bumi dan Stunami, BPBD Tikep Lakukan Rekon

Swaramalut.com – Ternate

Kabid pencegahan dan kesiap-siagaan, BPBD Kota Tidore Kepulauan, Ismail Mahmud menyampaikan, kegiatan penyusunan rencana kontijensi menghadapi ancaman bencana Gempa bumi di Tidore Kepulauan, Propinsi Maluku Utara, ini merupakan acara lanjutan.

“Kegiatan pertama kita sudah laksanakan di Tidore Kepulauan (Tikep), kaitan dengan persiapan penyusunan dokumen rencana kajian bencana gempa bumi dan Stunami,”ujar Ismail siang tadi, di Hotel Batik.

Artinya berdasarkan kajian resiko bencana di Kota Tidore Kepulauan kata Ismail, ada sembilan jenis bencana salah satunya gempa bumi. Namun ia menjelaskan pihaknya di fasilitasi oleh BMPB untuk melaksanakan satu jenis bencana untuk di buat Rencana Kontijensi (Rekon).

“Namun kami pilih Gempa Bumi dan Stunami, sebab ahir-ahir ini Gempa Bumi selalu mengancam kita (Malut), karena memang kota Tidore belum membuat renkon tersebut. Sehingga pada tahap kedua nanti kami sudah masuk pada penyusunan-Nya,”ucap Kabid.

Dia katakan, penyusunan mungkin sekitar empat hari akan dilakukan yaitu mulai hari Selasa sampai Jumat nanti. Kemudian untuk upaya-upaya kedepan mengatasi Gempa Bumi dari pihak BPBD sendiri rencananya kontijensi ini akan merekayasa bahwa bisa saja terjadi, bisa saja tidak terjadi.

“Jadi rekon ini kita buat, kemudian nanti di pakai bagaimana cara pencegahan dan kesiap siagaan kita di dalam pencegahan. Karena memang itu di bidang pencegahan dan kesiap-siagaan. Jadi kami juga terlepas di dampingi dengan data-data dari BMKG,”papar Ismail.

Ismail bilang, di Malut sekarang ini bencana yang menonjol adalah Gempa Bumi, sehingga menimbukan berdampak. Dan meskipun Malut, letak antara pulau-pulau, tapi dampaknya lebih besar.

“Sehingga kita lebih cenderung mengarah kesitu, tadi-nya dari sembilan bencana, namun yang baru di fasilitasi baru satu dari BMPB pusat. Jadi mungkin kelanjutannya pemerintah Kota Tidore Kepulauan memfasilitasi,”kata Kabid.

Selain itu, terkait dengan alat pendeteksi gempa, ia ungkapkan, bahwa BPBD Tidore Kepulauan, belum memiliki alat tersebut. Meskipun ada gempa, tapi masih mengarah ke pusat, baru dikirim balik lewat BMKG lalu diberikan data ke BPBD Tidore.

“Jadi ada, alat pendeteksi gempa, tapi tidak langsung. Untuk Stunami belum ada. Lalu menyangkut dengan proses pelaksanaan kegiatan ini, kami berharap dengan kehadiran instansi sekitar 35 Anggota yang ada paling tidak dokumen yang kami hasilkan itu, dokumen betul-betul valit dan baik untuk melakukan kesiap-siagaan kita untuk menyonson bencana,”ucap Ismail.

Ia katakan, mudah-mudahan tidak terjadi gempa yang tidak diinginkan bersama, karena saat gempa itu datang tidak ada tanda-tandanya. “Jadi biasanya gempa itu tergantung kekuatan gempa, jadi kita ambil yang terburuk dengan menyusun permodelan nya. Kita ambil yang terburuk-lah kalau misalkan itu terjadi berarti kita sudah punya standar rekon-Nya,”tuturnya.

Disamping itu, Staf BMKG Kota Ternate, Basri Kamarudin menyampaikan, pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kontijensi gempa bumi yang dilaksanakan oleh BPBD Kota Tidore Kepulauan ini sangat baik.

“Tentu ini sangat bermanfaat untuk kita semua dalam melakukan kesiap-siagaan dan pencegahan bencana. Tentu ini sudah harus disiapkan, dan apa yang dilakukan saat terjadi bencana. Antisipasi-nya seperti itu,”ujar Basri.

Basri katakan, seperti diketahui bahwa Malut adalah daerah yang rawan gempa bumi. Maka kegiatan-kegiatan seperti ini, pihaknya merasa sangat bermanfaat untuk masyarakat, terutama pemerintah sebagai pengambil kebijakan, dan apa yang dilakukan saat terjadi bencana nanti oleh pemerintah.

“Kemudian hal-hal yang disampaikan dalam kegiatan yaitu tindakan yang akan kami lakukan saat terjadi bencana, dalam hal ini fokus kepada Gempa Bumi dan Stunami,”jalas Basri..#MA