Sambut HUT TNI Ke – 74, Kodim Tobelo Bekerjasama Pemkab Morotai, Adakan Gerakan Tanam Buah Serentak

Swaramalut.com, Morotai

Menyambut HUT TNI ke 74 yang diperingati 5 Oktober mendatang, sejumlah rangkaian kegiatan telah dilakukan Kodim 1508/Tobelo salah satunya adalah kegiatan Penghijauan Gerakan Tanam Buah Serentak. Kegiatan yang diselenggarakan atas kerjasama Kodim 1508/Tobelo dengan Pemda Morotai, bertempat
di 18 Desa Kab. Pulau Morotai, Rabu (25/09/19).

Kegiatan yang dihadiri Bupati Pulau Morotai Benny Laos, Kakanwil Kemenkumham Malut Ramli, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Raymond L.M. Sitanggang, Ketua DPRD Morotai Fahri Haerudin, mewakili Danlanud Leo Wattimena Letda Andi, mewakili Danlanal Morotai Lettu Laut Ismed, Kepala Kantor Kemenag Morotai Kubais Baba, Kabankesbangpol Morotai Lauhin Goraahe, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Morotai M. Rizal Ismail, para Camat Kab. Pulau Morotai, para Kades Kec. Pulau Morotai, para tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Morotai M. Rizal Ismail mengatakan, kegiatan penghijauan ini dilakukan dalam rangka pengembangan kawasan holikultura yang telah diatur sesuai dengan Perbup No. 23 Tahun 2018, memperingati Hari Tani Nasional dan HUT TNI ke-74.

Lanal, Lanud dan Polres Morotai telah melaksanakan kegiatan penghijauan sehingga atas dasar tersebut Pemda Morotai ingin melakukan kegiatan serupa untuk melakukan kerja sama dengan Kodim 1508 Tobelo,ungkapnya.

Harapan kedepan instansi lain juga dapat mengikuti program penanaman ini sehingga dapat berguna dalam mendukung swasembada pangan melalui pengembangan kawasan Holtikultura di Kabupaten Morotai.

Lanjut dikatakan, selama ini kebutuhan buah banyak disuplai dari wilayah Sulawesi dan Jawa, tentunya Pemda ingin memiliki inisiasi untuk melakukan swasembada pertanian melalui bidang holtikultura buah-buahan agar dapat meningkatkan perekonomian di wilayah Morotai.

Sementara Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf Raymond L.M. Sitanggang mengatakan, Penanaman buah di 18 Desa secara serentak bisa meningkatkan roda perekonomian masyarakat dalam jangka panjang, seperti apa yang kita dapat sekarang ini merupakan peninggalan dari nenek moyang kita terdahulu.

“Tanaman sangat bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan manusia karena Tumbuhan sebagai penyeimbang dan kita sebagai manusia haruslah menjaga keseimbangan”.

Kegiatan penanaman buah-buahan ini dalam rangka memperingati HUT TNI yang ke 74 dan mengucapkan selamat Hari Tani Nasional ke-59 kepada Dinas Pertanian yang ada di Kab. Pulau Morotai, katanya.

Bupati Pulau Morotai Benny Laos dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan penanaman serentak ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional dan HUT TNI ke-74 yang dilakukan melalui kerja sama dengan Kodim 1508 Tobelo.

Selain itu kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka pengembangan kawasan holtikultura dimana Pemda Morotai telah menargetkan akan melakukan swasembada pangan pada tahun 2022.

“Kedepan, Pemda Morotai selain memiliki fokus pada peningkatan di bidang pariwisata juga akan melakukan peningkatan di bidang pertanian melalui pengembangan kawasan Holtikultura di Kabupaten Morotai”.

Rencananya setelah kegiatan ini juga akan dilakukan gerakan tanam padi serentak karena dalam hal ini Pemda sangat ingin sekali mewujudkan swasembada pangan di Tahun 2022.
Perlu diketahui setidaknya Pemda Morotai telah memperoleh kemajuan dalam mewujdukan swasembada pangan ini dengan meningkatnya produksi telur dari kelompok peternak yang ada di Morotai sehingga diharapkan masyarakat perlu mendukung program ini, katanya.(WYU-1508).

Guru PAUD Di Morotai Ikut Pelatihan Edukasi, Bermakna Dan Bermain Untuk Anak

Swaramalut.com, Morotai

Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Diknasbud) melaksanakan Kegiatan Pelatihan Pembelajaran Edukasi, Bermakna dan Bermain Bagi Pendidik Paut di Pulah Mototai, bertempat di aulah lantai II kantor bupati, Desa Muhajirin Baru, Kec. Morotaia Selatan (Morsel), Rabu (25/08/2019).

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari mulai dari tanggal 24-29 September 2019. Di hadiri oleh, Ketua Umum Himpaudi Pusat Prof Dr. Netti Herawati M.Si. Bunda Paud Kabupaten Pulau Morotai Sherly Tjoanda, Kepala Diknasbud Refi F. Dara, Ketua dan Pengurus Himpaudi Pulau Morotai, Anggota Tim Penggerak PKK Pulau Morotai, Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Pulau Morotai, para tenaga Pendidik Paud Se-Kabupaten Pulau Morotai.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknasbud) Revi F, Dara, dalam sambutanya mengatakan, kegiatan ini di laksanakan sebagai dasar mengacu menurut UU No.20 tahun 2012 Pasal 9 ayat (1) mengatakan bahwa setiap, anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka meningkatkan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat bakatnya.

“Oleh sebab itu, untuk mengimplementasikan peraturan ini baik Pusat maupun Daerah maka berbagai kebijakan di bidang pendidikan terus dilakukan termasuk Kegiatan Pelatihan Pendidik Paud pada hari ini,” Kata Refy.

Sementara Bunda Paud Kabupaten Pulau Morotai Sherly Tjoanda dalam sambutannya mengatakan, tentunya kita sebagai orang tua menginginkan anak kita pergi ke sekolah dan belajar namun anak-anak belum memahami apa dari defenisi belajar itu, anak-anak pergi ke sekolah dengan tujuan hanya bermain dengan teman-temannya oleh sebab itu, langka yang baik harus di lakukan yaitu dengan cara yang meraka inginkan seperti bermain.

“Jadi saya berharap kepada guru pendidik Anak Usia Dini bisa belajar bagaimana mendidik anak dengan belajar sambil bermain dan bukan hanya bermain saja tetapi juga bermakna. Jadi saat anak-anak keluar dari pendidikan paud bukan hanya cerdas mengahafal perkalian, membaca dan lain-lain saja tetapi juga cerdas secara jasmani dan rohani, anak-anak mampu berkomunikasi, mampu berinteraksi, mampu bernegosiasi bahkan dengan penuh sopan santun,” ujar Sherly.

Sebenarnya banyak hal contoh belajar sambil bermain yang harus kita berikan kepada anak-anak misalnya, mengambil daun sambil berhitung, mengambil biji jagung ataupun bisa dengan permaiman tradisional di masa-masa dulu seperti lompat tali sambil berhitung,” sambungnya.

Sementara Ketua Umum Himpaudi Pusat Prof Dr. Netti Herawati M.Si. menyampaikan bahwa saya bersyukur melalui kegiatan bunda PAUD saya bisa datang ke Morotai, Pulau Mutiara di Timur Indonesia.

“Kegiatan seperti ini adalah kegiatan perdana yang saya lakukan, karena selama ini belum perna kita lakukan kegiatan seperti ini ful selama 5 hari, tetapi demi meningkatkan tenaga pendidik dan mamajukan Anak Usia Dini (Paud) di Kabupaten Pulau Morotai maka saya berada di Pulau Morotai ini selama 5 hari sampai kegiatan ini selesai,” jelasnya..#amt

Aksi Tolak RKUHP Berakhir Tragis, Seorang Mahasiswa IAN Ternate Dilarikan Ke RSUD 

Swaramalut.com – Ternate

Aksi Penolakan Revisi Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), UU KPK dan UU PKS, yang dilakukan oleh Mahasiswa berakhir tragis,seorang Mahasiswa IAN ternate Sugianto Ahanasi (26). Harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boeshoirie Ternate, untuk mendapatkan perawatan medis.

Pasalnya, korban yang kini sebagai Mahasiswa di Institusi Agama Islam Negeri (IAN), Ternate, itu diduga terkena selongsong peluru gas air mata, pada mata bagian kiri, sehingga bercucuran darah, saat mengelar aksi demontrasi didepan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate. Rabu (25/09/2019).

Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda saat ditemui mengatakan, di dalam aksi tersebut ada penembakan gas air mata, namun tentu akan dilakukan penyelidikan berdasarkan fakta-fakta hukum yang ada.

“Agar  tidak menimbulkan asumsi atau opini yang ada di luar sana, kami akan mengecek apakah ini peluru gas air mata yang baru atau peluru lama,”ucap Azhari kepada awak media.

Lanjut,  juga akan melakukan visum kepada korban apakah ini tembakan gas air mata atau benda tumpul lainnya.

Azhar bilang, tidak menutup kemungkinan jika ada anggota yang salah, maka akan dilakukan tindakan sesuai dengan pelanggaran anggota tersebut, apakah itu hukuman disiplin atau kode etik.

“Kemudian terkait dengan peluru gas air mata sudah amankan. Sementara yang sekilas tidak sama dengan apa yang ada di kita, jadi kami akan melakukan penyelidikan untuk mencari fakta-fakta hukum yang benar,”kata Kapolres.

Selain itu, dirinya juga katakan, ia akan siap menanggung semua biaya pengobatan, jika ada Mahasiswa yang menjadi korban. “Selaku Kapolres Ternate, siapa pun yang menjadi korban hari ini, itu akan menjadi tanggung jawab saya selama mereka berada di rumah sakit,”jelas Azhari..#MA

Dinkes Morotai Gelar Sosialisasi Pemberian Tablet Tamba Darah Untuk Temaja Putri

Swaramalut.com, Morotai

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulau Morotai menggelar kegiatan sosialisasi pemberian tablet tamba darah pada remaja putri, bertempat di Hotel Perdana, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Rabu (25/09/2019.

Narasumber dalam kegiatan tersebut Jamaludin, S.Km sebagai kepala bidan kesehatan masyakat dinas kesehatan dan KB. Peserta yang hadir Kepala Sekolah SMP dan SMA Sederajat, Guru UKS, para Kepala Puskesmas Pulau Morotai, Lintas Sektor Dinas PMD, Bappeda, Dinas Pendidikan dan Kemenag.

Sekretaris Dinkes dr. Novindra A.J Humbas, pada saat membuka acara mengatakan denga adanya sosialisasi ini Dinkes Morotai berupaya perbaikan gizi masyarakat sebagaimana di sebutkan dalam undang-undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan, bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi serta kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi.

“Katanya dalam rangka gerakan nasional percepatan perbaikan gizi yang tertuang pada peraturan presiden No 42 tahun 2013 upaya kesehatan dan gizi di prioritaskan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak,” sambungnya.

Foto peserta saat mendengarkan materi dari narasumber

Intervensi gizi dan kesehatan kata Novindra, harus di lakukan pada setiap tahap siklus kehidupan untuk mencapai kesehatan yang optimal dan di lakaukan secara berkelanjutan pada masa prakonsepsi, hamil, neonatal, bayi, balita, anak usia sekolah, dan remaja.

“Sedangkan pada remaja putri dan Wanita Usia Subur (WUS) sangat penting dilakukan karena akan menentukan kualitas sumber daya manusia generasi berikutnya. Remaja putri yang sehat dan tidak anemia akan tumbuh dan berkembang menjadi calon ibu yang sehat dan melahirkan bayi yang sehat,” Kata Novindra.

Sementara Jamaludin, S.Km sebeagai narasumber dalam penyempaian materi, mengatakan bahwa sosialisai pemberian tablet tamba darah pada remaja putri yang di lakukan sasaranya mengara pada remaja putri kenapa demikian? Karena remaja putri merupakan  generasi yang mengalami masa transisi dari kanak-kanak ke usia dewasa yang di sertai dengan perubahan biologis, konektif dan perubahan mental.

“Sehingga perlu adanya asupan gizi yang optimal untuk pertumbuhan dan  perkembangannya agar tidak berkurangnya hemoglobin dalam darah yang mengakibatkan darah kurang dari normal dan berakibat pada kurangnya asupan darah dari jantung ke otak,” kata Jamal sapaan.

Lanjut dia, di usia wanita remaja juga akan mengalami masa menstruasi yang mengakibatkan kekurangan darah merah (HB) dalam jumlah yang banyak dan dapat menimbulkan anemia darah pada remaja putri. Oleh karena itu remaja putri sangat membutuhkan tablet tambah darah untuk membantu mereka lebih bugar.

“Hal itu dibutuhkan karena untuk mengatasi anemia pada remaja puteri agar berprestasi di sekolah. Karena remaja putri memang mudah terkena anemia yang ditandai dengan tubuh mudah lemas ataupun mudah pingsan, karena mengalami menstruasi,” ujarnya.

“Kondisi itu membuat sel darah berkurang yang ditambah dengan gizi yang tidak seimbang,” sambungnya.

Lebih lanjut, tujuannya dilakukan sosialisasi dan pemberian tablet tamba darah agar supaya kebutuhan akan homoglobin darah dapat tercukupi secara baik kepada remaja putri dan juga ibu hamil. Sehingga apabila ada masalah bagi remaja putri dan ibu hamil selalu melakukan kosultasi baik di puskesmas setempat maupun di rumah sakit.

“Kita berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini dapat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi tablet tamba darah pada remaja putri. Selain itu pula di perlukan peningkatan peran guru UKS terhadap anak sekolah di usia remaja tentang pemanfaatan tablet tambah darah,” harapnya..#amt

Pokja Staf Khusus Bupati Morotai Di Kritik, Gaji Besar Kerja Hanya Selfie

Swaramalut.com, Morotai

Kinerja kelompok kerja (Pokja) Staf khusus bupati yang selama ini dianggap tidak profesional akhirnya mendapat kritikan dari salah satu Koordinator Alansi Penegak Hukum Kabuapten Pulau Morotai, Taufik Sibua saat diwawancarai awak media di kantor bupati pulau morotai, Rabu (25/9/2019)

Kritikan tersebut dilontarkan Taufik karena dianggap kinerja Pokja staf khusus Bupati Kabupaten Pulau Morotai tidak profesional dalam menjalankan tupoksi mereka, sebab kinerja pokja sangat tidak terarah.

“Saya sudah banyak memberikan pertimbangan dan masukan terhadap bupati Beny Laos, kira-kira apa saja yang dilakukan oleh pokja selama ini, karena yang namanya pokja itu adalah bagaimana bisa merumuskan kinerja bupati sehingga ada tren pembangunan di morotai,” ucap pria yang akrab disapa opu itu.

Ketika ditanya, soal kinerja mereka sejauh ini terkait dengan kerja-kerja pokja, opu mengakui belum ada yang nampa positif dari apa yang di kerjakan kelompok kerja tersebut.

“Sejauh ini, yang pasti belum ada yang nampak dan sesutu yang positif bagi pokja sendiri padahal tunjangan mereka (pokja) itu besar,” kata opu.

Terkait dengan kerja-kerja yang dilakukan tim pokja yang hanya melihat pembangunan infrastruktur kemudian menjadikan pembangunan tersebut sebagai latar untuk berselfie dan di push ke media sosial, opu mengatakan bahwa harusnya tidak seperti itu cara kerja mereka.

“Saya sudah sampaikan kebupati bahwa kerja-kerja pokja itu tidak sekedar memberikan dukungan baik dimedia sosial, karena itu bukan prestasi. Pokja harusnya lebih kreatif dalam memberikan pandangan, pikiran serta solusi kepada bupati terkait dengan kebijkan yang ada di pemerintah daerah,” ujarnya.

Opu berharap, agar bupati bisa segera mengevaluasi dan memberikan ketegasan terhadap kerja-kerja pokja tersebut, karena sejauh ini kerja pokja hanya sekedar selfi-selfi lalu dipublikasikan ke media sosial (facebook) karena itu tidak rasional dan bukan merupakan fungsi pokja tutup opu..#amt

Ketua DPR-RI Pastikan Pemerintah Akan Kaji Ulang Pasal KUHP Terkait Pers

Swaramalut.com – Jakarta

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo  memastikan pihak legislatif bersama eksekutif akan meninjau kembali berbagai pasal yang menjadi sorotan publik dalam RUU KUHP. Pasal-pasal yang dianggap berpotensi menghalangi kebebasan kehidupan jurnalistik dan pers sebagai pilar keempat demokrasi juga tak luput dari pembahasan.

“Kemerdekaan pers adalah prasyarat utama bagi tumbuh-kembangnya kehidupan demokrasi di Indonesia. Karenanya, tak mungkin DPR RI mematikan gairah jurnalistik. Apalagi saya juga masih tercatat sebagai wartawan. Jika pun ada pasal-pasal yang dianggap berpotensi menghambat pertumbuhan insan pers, DPR RI siap membuka pintu dialog selebarnya,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (25/9/2019).

Bamsoet sempat menerima Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yadi Hendriana, Ketua Dewan Pertimbangan IJTI Imam Wahyudi, Direktur LBH Pers Ade Wahyudi, pengurus LPDS Hendrayana, Direktur PWI Pusat Edi Yoga, dan Dewan Pers Jamal Hisan.

Bamsoet lalu menjelaskan, berbagai pasal yang menjadi sorotan insan pers, antara lain Pasal 219 tentang Penghinaan terhadap Presiden, Pasal 241 tentang Penghinaan terhadap Pemerintah, Pasal 247 tentang Hasutan Melawan Penguasa, Pasal 262 tentang Penyiaran Berita Bohong, Pasal 263 tentang Berita Tidak Pasti. Selain itu, ada Pasal 281 tentang Penghinaan terhadap Pengadilan, Pasal 305 tentang Penghinaan terhadap Agama, Pasal 354 tentang Penghinaan terhadap Kekuasaan Umum atau Lembaga Negara, Pasal 440 tentang Pencemaran Nama Baik, serta Pasal 446 tentang Pencemaran Orang Mati.

“Komisi III DPR RI sebagai leading sector pembahasan RUU KUHP nanti bisa memanggil Dewan Pers, IJTI, AJI, LBH Pers, dan organisasi pers lainnya untuk menyerap lebih lanjut aspirasi mereka. Termasuk juga perwakilan pers bisa mengetahui lebih jauh latar belakang hadirnya pasal-pasal tersebut sehingga pers tidak berburuk sangka kepada DPR RI. Dialog yang saling mencerahkan harus terjadi diantara DPR RI dengan pers sehingga tidak ada dusta di antara kita,” tutur Bamsoet.

Bamsoet menegaskan RUU KUHPpada dasarnya dirancang bukan untuk mengebiri hak warga negara apalagi pers. Dia mengatakan RKUHP direvisi untuk menghadirkan kepastian hukum, menguatkan harmoni kehidupan masyarakat sehingga bisa tercipta keamanan dan ketertiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Berbagai pasal-pasal yang menjadi sorotan insan pers tadi, kita pastikan bukan untuk mengebiri kebebasan berpendapat maupun kemerdekaan pers. Karena pers juga punya tanggung jawab memberitakan sesuai fakta yang terjadi di lapangan, bukan mengabarkan berita hoax, apalagi propaganda menyesatkan yang bisa mengadu domba rakyat,” ucap Bamsoet.

“Perumusan pasal-pasal tersebut akan kita kaji kembali dengan melibatkan insan pers sehingga niat baik dari DPR RI dan pemerintah bisa sejalan dengan niat baik pers,” pungkas Bamsoet..# sumber detiknews.