Guru PAUD Di Morotai Ikut Pelatihan Edukasi, Bermakna Dan Bermain Untuk Anak

PENDIDIKAN/KESEHATAN SWARA MOROTAI SWARA TERKINI

Swaramalut.com, Morotai

Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Diknasbud) melaksanakan Kegiatan Pelatihan Pembelajaran Edukasi, Bermakna dan Bermain Bagi Pendidik Paut di Pulah Mototai, bertempat di aulah lantai II kantor bupati, Desa Muhajirin Baru, Kec. Morotaia Selatan (Morsel), Rabu (25/08/2019).

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari mulai dari tanggal 24-29 September 2019. Di hadiri oleh, Ketua Umum Himpaudi Pusat Prof Dr. Netti Herawati M.Si. Bunda Paud Kabupaten Pulau Morotai Sherly Tjoanda, Kepala Diknasbud Refi F. Dara, Ketua dan Pengurus Himpaudi Pulau Morotai, Anggota Tim Penggerak PKK Pulau Morotai, Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Pulau Morotai, para tenaga Pendidik Paud Se-Kabupaten Pulau Morotai.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknasbud) Revi F, Dara, dalam sambutanya mengatakan, kegiatan ini di laksanakan sebagai dasar mengacu menurut UU No.20 tahun 2012 Pasal 9 ayat (1) mengatakan bahwa setiap, anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka meningkatkan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat bakatnya.

“Oleh sebab itu, untuk mengimplementasikan peraturan ini baik Pusat maupun Daerah maka berbagai kebijakan di bidang pendidikan terus dilakukan termasuk Kegiatan Pelatihan Pendidik Paud pada hari ini,” Kata Refy.

Sementara Bunda Paud Kabupaten Pulau Morotai Sherly Tjoanda dalam sambutannya mengatakan, tentunya kita sebagai orang tua menginginkan anak kita pergi ke sekolah dan belajar namun anak-anak belum memahami apa dari defenisi belajar itu, anak-anak pergi ke sekolah dengan tujuan hanya bermain dengan teman-temannya oleh sebab itu, langka yang baik harus di lakukan yaitu dengan cara yang meraka inginkan seperti bermain.

“Jadi saya berharap kepada guru pendidik Anak Usia Dini bisa belajar bagaimana mendidik anak dengan belajar sambil bermain dan bukan hanya bermain saja tetapi juga bermakna. Jadi saat anak-anak keluar dari pendidikan paud bukan hanya cerdas mengahafal perkalian, membaca dan lain-lain saja tetapi juga cerdas secara jasmani dan rohani, anak-anak mampu berkomunikasi, mampu berinteraksi, mampu bernegosiasi bahkan dengan penuh sopan santun,” ujar Sherly.

Sebenarnya banyak hal contoh belajar sambil bermain yang harus kita berikan kepada anak-anak misalnya, mengambil daun sambil berhitung, mengambil biji jagung ataupun bisa dengan permaiman tradisional di masa-masa dulu seperti lompat tali sambil berhitung,” sambungnya.

Sementara Ketua Umum Himpaudi Pusat Prof Dr. Netti Herawati M.Si. menyampaikan bahwa saya bersyukur melalui kegiatan bunda PAUD saya bisa datang ke Morotai, Pulau Mutiara di Timur Indonesia.

“Kegiatan seperti ini adalah kegiatan perdana yang saya lakukan, karena selama ini belum perna kita lakukan kegiatan seperti ini ful selama 5 hari, tetapi demi meningkatkan tenaga pendidik dan mamajukan Anak Usia Dini (Paud) di Kabupaten Pulau Morotai maka saya berada di Pulau Morotai ini selama 5 hari sampai kegiatan ini selesai,” jelasnya..#amt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *