Pemprov Malut Gelar Forum Investasi Pariwisata Di Morotai

Swaramalut.com, Morotai

Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Dinas Parawisata (Dispar) menggelar kegiatan Forum Investasi Parawisata, kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Pulau Morotai bertempat di aula hotel perdana, desa darame, kecamatan morotai selatan, Kamis ((26/09/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Mugianto dari kementrian parawisata bidang Investasi, mewakili dinas parawisata Pemprov Ahmad Yamin, Kadis Parawisata Pulau Morotai Nona N. Duwila, Mewakili Rektor Unipas Irfan Abdurahman dan para peserta pemilik Kuliner dan restoran.

Ketua panitia kegiatan Ahmad Yamin dalam sambutanya mengatakan, kegiatan ini digelar di pulau morotai karena morotai telah mendapat predikat yakni sebagai Kawasan Strategis Keparawisataan, (KSk) juga sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan sebagai sala satu daerah percepatan pengembangan keparawisataan atau di sebut bali baru.

Maka sebagai Bali baru Kata Ahmad, tentunya daerah ini di tuntut untuk dapat meningkatkan perannya yakni tidak saja untuk mensejaterahkan masyarakatnya melalui aktifitas keparawisataan daerah, melainkan lebih jauh akan menjadi sala satu daerah yang berkonstribusi pada ekonomi nasional bangsa Indonesia.

“Disisi lain dengan di tetapkan morotai akan tanggung jawab yang di embanya tersebut kita berharap dapat mendorong daerah-daerah sekitarnya untuk bagaimana mengambil momentum sehingga terjadi kolaborasi, kebersamaan yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendorong keparawisataan Maluku Utara pada umumnya,”Kata Ahmad.

Lanjut dia pula, bahwa kesejateraan masyarakat dari sektor parawisata dapat di sentuh paling tidak dapat diperoleh melalui arus kunjungan wisatawan dan masuknya investasi di daerah. Maka sangat penting bagi forum ini untuk dapat menghasilkan gambaran informasi sejauh mana kondisi faktual di bidang investasi keparawisataan dan bahkan kunjungan wisatawan di daerah saat ini.

“Informasi perkembangam investasi di Kabupaten Pulau Morotai belum terekspose dengan baik, sehingga sangat penting bagi kita semua untuk mengetahui prospek, dan atau peluang serta kendala dalam pembangunan kepariwisataan serta bagaimana strategi peningkatanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahwa dalam rangka meningkatkan investasi daerah maka selain membuka diri dari masuknya investasi secara besar-besaran juga kita mendorong agar adanya peran aktif dari pada pengusaha -pengusaha daerah untuk berinvestasi di segala sector kepariwisataan.

“Peran aktif pengusaha lokal juga berpengaruh sehingga sangat penting diinformasikan kepada semua pihak tentang peluang-peluang investasi di daerah ini yang dapat mendorong meningkatnya lapangan kerja, investasi dan arus kunjungan ke Pulau Morotai,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai Nona N. Duwila mengatakan, untuk menarik investasi masuk ke daerah pulau morotai seharunya ada tiga persaratan yang semestinya kita upayakan bersama misalnya keamanan, kenyaman, serta memiliki kepastian hukum.

“Untuk morotai sendiri dari segi perizinanya sudah di permudah namun, keamannya yang belum terlalu menjamin sehingga belum banyak investor masuk ke Morotai,” kata Nona.

Selain itu dia berharap, daerah ini dapat berkembang dari segi parawisata, namun dibutuh dukungan dari masyarakat agar kita jaga betul keamannya sehingga investor mau berivestasi di Pulau Morotai.

Selain Kadis Pariwisata, hal senada juga di sampaikan Mugianto dari kementrian Pariwisata bidang investasi mengatakan, untuk mendatangkat investor di kabupaten pulau morotai ada tiga hal yang perlu di laksanakan yaitu atraksi, asibilitas dan aminitas.

“Dimana atraksi kata dia, pulau morotai sudah memadai dengan berbagai spot-spot wisata. Sedangkan aksibilitas pemda Pulau Morotai dalam rencana proses peningkatan kapasitas misalnya dari bandara Nasional menuju bandara Internasional begitu juga dengan pelabuhan terangnya,” kata Mugianto.

Lanjut dia, sementara Amenitas sendiri lebih terfokus pada jaminan keamanan, kebersihan dan ketersediaan penginapan dan perhotelan yang saat ini juga suda mulai membaik.

“Intinya orang mau berinvestasi jika ada jaminan keamanan, penginapan dan perhotelan harus siap, yang paling urgensi adalah jamina kepastian hukum,” terangnya..#amt

Khomsan Berharap Semua Para Tenaga Kerja Di Ternate Dilindungi

Swaramalut.com – Ternate

BPJS ketenagakerjaan Kota Ternate, bersama Dinas Penananaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kota Ternate, pagi tadi melaksanakan Sosialisasi perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (OSS) dan Sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Ternate, Khomsan Hidayat mengatakan, kerja sama antara BPJS ketenagakerjaan Ternate, bersama DPMPTSP Kota Ternate, ini dengan tujuan adalah untuk memberikan pemahaman program BPJS Ketenagakerjaan, kepada para tenaga kerja.

“Baik berada dalam sektor jasa konstruksi, maupun usaha mikro kecil, usaha mikro menegah dan usaha mikro besar yang ada di Ternate, sehingga mereka lebih memahami lagi program ketenagakerjaan,”ucap Khomsan, siang tadi, usai dari kegiatan di Royal Resto. Kamis (26/09/2019).

Lanjut, agar menimbulkan kesadaran secara tertib untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, maka bagi yang belum mengikuti BPJS ketenagakerjaan setelah sosialisasi ini harus ikut.

Kemudian menyangkut dengan upaya, ia katakan, melalui sosialisasi ini akan ditingkatkan lagi pada pertemuan-pertemuan yang kecil, sehingga lebih fokus lagi, sebab hal ini sesuai banyak usulan-usulan dari peserta, supaya BPJS ketenagakerjaan tersebut bisa sukses di Kota Ternate.

“Ini akan kita tindak lanjuti lagi dalam diskusi-diskusi lebih lanjut di forum-forum kecil yang lebih fokus. Kemudian pemerintah dalam hal ini DPMPTSP sangat mendukung begitu juga dari Asosiasi Kapensi, Inkindo bersama Asosiasi-Asosiasi lain,”katanya.

Hal ini, akan diduduki bersama dengan mereka untuk membicaraka tenaga kerja para sektor jasa konstruksi, sebab resiko yang dihadapi oleh mereka sangat besar seperti saat membangun Gedung dan lain-lain.

“Nah itu kita akan berikan perlindungan kepada para pekerja. Semoga dengan hubungan yang baik dengan pemda dan Asosiasi ini kegiatan-kegiatan berikut-nya berlangsung lebih baik lagi, supaya bisa segera direalisasikan pendaftaran para tenaga kerjanya,”jelas Khomsan.

Khomsan memastikan bahwa para tenaga kerja akan mendapatkan haknya, jika terjadi resiko sosial, kecelakaan dan kematian. “Mereka dipastikan mendapatkan hak, karena sudah diatur dalam ketentuan per-undang-undangan yang berlaku,” jelas Khomsan lagi.

Kepala Kantor berharap, kedepannya semua para tenaga kerja dilindungi khususnya yang ada di Kota Ternate..#MI