Gelar Tablik Akbar, Pemkab Morotai Sukses Hadirkan Mama Dedeh Di Peringati Tahun Baru Islam

Swaramalut.com, Morotai –

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai menggelar Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah yang dilaksanakan di taman kota daruba, Kec. Morotai Selatan (Morsel), Senin (30/09/2019) pukul 21.00 wit.

Tabligh Akbar kali ini, Pemkab Pulau Morotai menghadirkan Mamah Dedeh untuk mengisi tausiah dalam acara tersebut.

Turut hadir Bupati Benny Laos, wakil bupati Asrun Padoma beserta istri dan ketua DPRD Pulau Moroai Fahri Haerudi, serta Forkompinda Pulau Morotai, OPD Pulau Morotai, ketua MUI H. Arsad Haya dan ribuan masyarakat kabupaten Pulau Moroai.

Bupati Benny Laos saat memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Bupati Benny Laos mengatakan, satu Muharram adalah momentum berharga yang bersifat Universal. Momen yang selalu kontekstual bagi semua golongan: Dalam hal ini adalah seluruh agama yang diakui pemerintah tidak hanya Muslim.

“Saya sendiri dapat merasakan, betapa momen hijrah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau 1441 tahun lalu dapat dimaknai hari ini, sebagi upaya mentransformasi diri, dari yang sebelumnya kurang baik agar terus menjadi lebih baik. Disamping sebagai sarana introspeksi diri, hijrah juga dapat bermakna sebagai sarana melakukan reformasi tatakelola pemerintahan ke arah lebih melayani,” kata Benny.

Di tambahkan kata dia, sebagai outsider, atau orang di luar Islam melihat ajaran Islam adalah ajaran pembawa kesejukan. Sebagaimana mereka mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk bergandengan tangan merawat kerukunan antar ummat beragama.

“Saya sedang belajar (meski tidak secara langsung) dari Tokoh-tokoh publik dari kalangan Islam yang membawa kesejukan. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari mereka terutama merajut kebersamaan dalam bingkai kebersamaan,” ujarnya.

Selain itu, dalam tablim akbar dia juga mengajak kepada masyarakat untuk senantiasa menjalin silaturrahim serta memperkuat jalinan Ikhuwah Islamiah, Ukhuwah Wathoniah dan Ukhuwah Basyariah sebagai modal pembangunan menuju Kabupaten Pulau Morotai yang maju, adil, makmur dan berkualitas.

Ustazah Mama Dedeh saat memberikan tausiah

Sementara itu, dalam Tausiah yang disampaikan Mamah Dedeh, mengatakan didalam agama islam keistimewaaan bulan Muharram diantaranya Hijrah Nabi, ceramah kemudian diisi dengan curhat masyarakat kepada Mamah Dedeh. Tausiah dilaksanakan selama 2 jam lebih, yang dihadiri ribuan masyarakat memadati taman Kota daruba..#amt

Mahasiswa Unipas Kembali Menggelar Aksi Unjuk Rasa, Menolak RKUHP Dan Revisi UU KPK

Swaramalut.com, Morotai

Ratusan Mahasisiwa Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai kembali menggelar aksi unjuk rasa tentang penolakan RUU KUHP. Para mahasiswa ini, melakukan aksi dengan berjalan kaki mulai dari halaman kampus unipas hingga di halaman Kantor DPRD Morotai, Jln. Siswa, Desa Darame, Kec. Morotai Selatan (Morsel), Senin (30/09/2019) pada pukul 10.00 wit.

WAksi tersebut adalah aksi serentak seluruh mahasiswa Unipas dalam merespon dinamika bangsa yang terjadi akibat dari ketimpangan kebijakan yang dapat mempengaruhi segala sektor kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini di ungkapkan koordinator Lapangan (Korlap) Krisnadi Whairo.

Mahasiswa Unipas pada saat unjuk rasa tolak RUU KPK dan RUU KUHP

Dalam orasinya ratusan Mahasiswa itu, mereka menuntut agar kebijakan terkait Revisi UU KPK, P-KS, KUHP, Permasyarakatan dan Pertanahan justru menyebabkan krisis keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat karena dinilai bertentangan dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan UUD dan Pancasila.

“Pinta masa aksi Pemerintah harus segera mencabut kebijakan tersebut sehingga tidak ada lagi rakyat yang merasa disusahkan dan kesejahteraan rakyat dapat diperjuangkan,” kata krisnadi.

Menurutnya, kebijakan tersebut, juga dinilai hanya berisi kepentingan dari segelintir kelompok salah satunya pada kebijakan RUU Pertanahan yang dianggap lebih menguntungkan investor asing.

“Mahasiswa hanya ingin menyampaikan kebenaran dan aspirasi terkait permasalahan RUU jadi jangan dinilai bahwa aksi yang dilakukan mahasiswa adalah sebuah ancaman yang dapat mengganggu stabilitas Negara,” ujarnya.

Lanjut dia, kehadiran polisi yang harusnya mengayomi dan melindungi masyarakat, justru melakukan tindakan represif dan kriminalisasi terhadap mahasiswa di beberapa daerah di seluruh Indonesia hingga jatuhnya korban jiwa. Oleh Kerena itu, mereka menuntut agar pemerintah segera mengungkap kasus tersebut.

“Adapun tuntutan massa aksi yang di sampaikan antara lain, Cabut RUU Pertanahan, Sahkan RUU PKS, Cabut RUU KPK, Tolak RUU KUHP, Cabut RUU Ketenagakerjaan, Tolak RUU Kemasyarakatan, Tolak kenaikan iuran BPJS, Adili oknum pelanggaran HAM, Hentikan represifintas dan kriminalisasi terhadap aktivitas mahasiswa dan gerakan rakyat lainnya,” tutup Korlap..#amt

Delapan Rumah Warga Sabatai Di Hantam Angin Puting Beliung, Kepala BPBD Cuek

Swaramalut.com, Morotai

Angin Puting Beliung yang menghantam rumah warga di desa sabalah dan desa sabatai, kecamatan morotai selatan (Morsel) pada hari Sabtu (28/09) lalu pukul 19.15 wit. Akibat fenomena tersebut, delapan rumah warga rusak.

Rumah tersebut masing-masing milik keluarga Naim Belang, Mursit S Latuconsina, Marwia Sibua, Juragang Keti, Ibu Awi Sibua, Um Boleu dan dua rumah di desa batai.

Menurut Mursid S. Latuconsina warga desa sabala yang rumahnya di hantam angin puting beliung pada wartawan, Senin (30/09/2019 mengatakan sejak angin puting beliung menghantam delapan rumah warga desa sabala dan desa sabatai, belum juga ada perhatian Pemda pulau morotai pada warga tersebut.

“Hingga saat ini, belum ada upaya pemerintan dalam hal ini BPBD untuk turun menyaksikan langsung dan mendata kerusakan delapan rumah warga itu,” kata mursid.

Lanjut dia, kerugian rumah warga desa sabala dan desa sabatai akibat angin puting beliung itu, di perkirakan berkisar ratusan juta rupiah.

“Pemerintah belum ada yang turun, apalagi mendata berapa besar kerugian material. Data ratusan juta itu dari kami, data yang kami lakukan dari masing-masing rumah,” ujarnya.

Sementara kepala BPBD Pulau Morotai Dalik Gafur saat di hubungi wartawan melalui telepon genggamnya sedang berada di luar jangkauan, hingga berita ini terbit..#amt