Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba,Resmikan Kantor Sinode GMIH 1949 Halut

Swaramalut.com – Halut

Gubernur Maluku Utara(Malut) KH.Abdul Gani Kasuba resmikan kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) 1949.yang bertempat di jln kemakmuran tobelo,kamis,(31/10/2019).

Turut dalam acara tersebut Wakapolda Maluku Utara, Bupati Halut Frans Manery, Wakil Bupati Halut Muchlis TapiTapi, mantan Ketua Umum Sinode GMIH yang juga selaku Ketua Umum PGIW Maluku Utara Pdt Anton Piga, Ketua Umum Sinode GMIH Pdt Demianus Ice, Forkopimda Halut, pimpinan OPD Pemkab Halut, seluruh pimpinan Jemaat Lingkup GMIH 1949 dan tamu, undangan lainnya.

Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada panitia, karena keberhasilan pembangunan Kantor Sinode GMIH untuk wilayah ini.”Kita semua tahu agama memaknai kita secara pribadi berbeda, jangan sampai kita terpecah, namun kita harus satu walaupun kita berbeda agama.

Lanjut Gubernur bahwa Ini yang saya terapakan sebagai moto hidup dalam menghadapi berbagai cobaan. Termasuk di Gedung ini ada beda pendapat organisasi. Keluarga GMIH, Kristen semuanya punya hak yang sama. Saya hanya ingin Maluku Utara ini tidak ada yang berbeda pandangan,” ucap Gubernur.

“Agama kita telah mengajarkan kita berbeda tapi sesungguhnya kita ini adalah satu, dan saya yakin GMIH haya satu saja di Maluku Utara,” tandasnya.

Terpisah dari itu Ketua Umum Sinode GMIH 1949 Pdt.Demianus Ice juga mengatakan bahwa ucapan syukur dipanjatkan kepada Tuhan yang telah menyatakan kuasaNYA kepada kita sebagai yang awal dan yang akhir, sehingga proses Penthabisan dan Peresmian Kantor Sinode GMIH boleh berlangsung secara ritual dan seremonial.

“Dengan peresmian Gedung Gereja ini kita dan menyimak apa yang di katakan pak gubernur bahwa GMIH hanya satu. Apa yang disebut dengan yang satu itu adalah Kantor Sinodenya di jalan Kemakmuran dan karna itu, jika sesuai khotbah dan atau penjelasan Gubernur, jika karna ada perbedaan pendapat dan untuk sementera kita berpisah rumah marilah sekarang untuk kembalilah ke rumah yang sebenarnya,” tutupnya..#Jef

Resmi Jadi PNS Halsel, 195 PNS Terima SK 100 Persen 

Swaramalut.com – Halsel

Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) H. Bahrain Kasuba serahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan 100 Persen secara simbolis kepada 195 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Halsel kamis (31/10/2019).

Sebanyak 195 PNS yakni 35 orang Guru Garis Depan (GGD) Pegawai formasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tenaga Kesehatan sebanyak 153 orang bidan, 3 dokter dari Kementerian Kesehatan serta dari lulusan STPDN 4 orang.

Pada kesempata itu Bupati dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada ASN yang telah menerima SK PNS seratus persen. Dirinya juga menyerukan kepada para aparatur yang telah menerima SK PNS 100 Persen tersebut untuk selalu bersyukur atas rahmat dan nikmat yang diberikan Allah SWT tersebut.

“Bersyukurlah kepada Allah, sebab ini semua merupakan rahmat-Nya. Selanjutnya, bekerjalah secara baik, disiplin, sungguh-sungguh, dan memberikan pengabdian terbaik kepada seluruh masyarakat”, ungkap Bupati Halsel.

Bahrain juga berharap kepada Para ASN yang baru menerima SK 100 persen agar dapat tidak meninggalkan tugas dan tanggung jawab, karena untuk PNS sendiri sesuai dengan ketentuan dan peraturan harus mengabdi paling lama 15 tahun.

“Tidak ada alasan untuk meninggalkan Pemerintah Kabupaten Halsel, dan harus siap ditempatkan tugas dimana saja, sesuai dengan sumpah PNS yang telah dibacakan, ” jelasnya.

Penyerahan SK 100 Persen yang berlangsung di Lobi Kantor Bupati tersebut disaksikan Para Asisten, Pimpinan SKPD, serta ASN dilingkup Pemkab Halsel..#Tox

Fahrudin M Banyo: Revolusi Mental ASN Di Kecamatan Morja, Jadi Prioritas

Swaramalut.com, Morotai

Setelah di lantik beberapa waktu lalu Camat Morotai Jaya (Morja) Fahrudin M Banyo bakal melaksanakan berbagai programnya salah satunya adalah mereformasi birokrasi dan inovasi di Kecamatan Morotai Jaya.

Hal tersebut di sampaikan Camat Morotai Jaya Fahrudin M. Banyo saat dirinya di temui wartawan di kantor Bupati Desa Muhajirin Kecamatan Morotai Selatan kamis, (31/10/2019).

Menurut Dia jabatanya,  sebagai Camat adalah sebuah amanah yang patut di jalangkan secara institusi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh karena itu, untuk mencapai hal tersebut kita harus mengabdi dengan tujuan agar Morotai lebih baik kedepan.

“Sebagai kepala wilayah pemerintahan di Kecamatan Morotai Jaya secara moril menjadi tanggung jawabnya, sehingga terutama bagi seluruh ASN yang berkantor harus mengutamakan kedisiplinan dalam bekerja,” kata Fahrudin.

“Kalau sudah di siplin tentunya kita mengatur pemerintahan akan lebih maksimal lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Lanjut Dia, untuk mencapai program pemerintah Daerah perlu menerapkan revolusi mental sehingga kepentingan masyarakat menjadi prioritas dalam meningkatkan pelayanan publik.

“Dalam revolusi mental itu kita mulai dari aparat pemerintahan kecamatan kemudian di lanjutkan pada pemerintah Desa di 14 Desa yang ada di Kecamatan Morotai Jaya agar pelayanan kepada masyarakat itu lebih efektif dan efesien,” jelasnya.

Dia berharap dengan revolusi mental dan pembinaan yang di lakukannya masyarakat dapat saling hormat menghormati, saling menghargai, saling toleransi antara sesama umat beragama serta mengutamakan kejujuran dan kedisiplinan.

“Itu yang menjadi kunci dalam revolusi mental, agar tujuan yang ingin di capai kedepan menjadi daerah harmoni dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dalam mencapai program morotai bangkot,” turunya..#amt

 

Benny Laos Meletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja Exodus Sambiki Baru

Swaramalut.com, Morotai

Bupati Pulau Morotai Benny Laos melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Exodus Sambiki Baru, Desa Sambiki Baru, Kecamatan Morotai Timur (Mortim), Rabu (30/10/19).

Bupati bersama rombongan di sambut dengan tarian Cakalele, yang dibawakan oleh Masyakat Desa Sambuki Baru sekaligus pengalungan bunga kepada bupati benny Laos.

Pendeta Frits Utubulang dalam sambutannya mengatakan peletakan batu pertama ini adalah kita membuat nazar dengan Tuhan untuk membangun rumah Tuhan.

“Harus ada kekompakan dan kerjamasa kita sekalian dan harus satu pikiran, kita tinggalkan ego kita untuk membangun rumah Tuhan dengan hati yang ikhlas,” kata Frits

Sementara Bupati Benny Laos, menyampaikan bahwa dalam pembangunan Gereja, segala beban harus kita tinggalkan barulah kita datang kepada Tuhan karena hanya kekudusan yang dapat melihat Allah bukan gedung mewah atau kekayaan.

“Di dalam kekristenan itu bukan akal atau ego yang hatus kita utamakan melainkan kehendak Allah, hidup dalam Roh Kudus, tidak ada kebencian, iri hati serta hidup penih dengan kasih sebab Kebenaran itu adalah absolut,” ujar benny.

Benny berharap bahwa bukan gedung yang menjadi ukuran bahwa kita sudah suci, karena yang Tuhan melihat yaitu hati kita. Menurutnya kerajaan Allah bukan soal memberi dan diberi akan tetapi soal kebenaran.

“Di atas batu karang ini akan di jadikan jemaat, maksudnya jamaat harus kuat hidup dalam godaan setan, bukan fondasi bangunannya yang kuat,” tegasnya

“Bahwa pihaknya bakal memberikan bantuan berupa Semen, Besi, Seng dan bahan lainnya, sesuai dengan volume Gedung Gereja,” tambahnya lagi.

Hadir pada saat peletakan baru pertama pembangunan oleh Kepala Kementerian Agama Pulau Morotai Hi.M.Qubais Baba, Anggota DPRD Pulau Morotai Deny Garuda, Ketua Sinode yang diwakili Pendeta Exodus Sambiki Baru Frits Utubulang, Para Pimpinan SKPD, Camat Morotai Timur, Para Majelis Gereja Exodus, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan serta Masyatakat Desa Sambiki Baru..#amt

Jelang Pilkada 2020, Direktur Dit-Pamobvit Polda Malut Tampilkan Peralatan Baru

Swaramalut.com, Ternate

Demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda Maluku Utara, jelang pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Rabu (30/10/2019) pagi tadi, Kepolisian daerah (Polda) Maluku Utara, melalui Direktorat Pengamanan objek vital (Dit-Pamovit), gelar Konferensi pers.

Dalam Konferensi tersebut, Dit-Pamovit menampilkan sejumlah sarana pendukung proses pengamanan objek untuk tamu VIP dan kepala daerah di Wilayah hukum Polda Malut.

Direktur Dit-Pamobvit Polda Maluku Utara, Kombes (Pol) Dulfi Muis kepada awak media mengatakan, menjelang tahapan Pilkada tahun 2020, Dit-Pamovit memiliki fungsi tugas pengamanan dan pengawalan terhadap kepala daerah maupun tamu VIP.

“Meski pun tamu VIP sudah memiliki pengawalan, tapi Dit-Pamobvit tetap melakukan pengawalan sebagai bentuk person terhadap kepala daerah,”ujar Dulfi dalam keterangan resminya di aula Mapolda Malut. Saat didampingi bersama Kabid Humas Polda Malut, AKBP Yudi Rumanto.

Kombes (Pol) Dulfi mengatakan, kalau tamu VIP dari Menteri, dan kepala daerah datang, maka akan berkoordinasi dengan Dit Pomobvit untuk membantu melakukan pengawalan.

“Nah jadi kita perlu mempersiapkan peralatan kami untuk pengawalan tamu VIP, baik itu dari Menteri maupun kepala daerah. Namun yang pasti mereka meminta bantu kepada Dit Pomobvit untuk membeckup pengamanan dan peralatan yang dimiliki,” kata Dulfi

Dia juga membeberkan, peralatan baru yang dimiliki Polda Malut untuk mendukung pengamanan tamu VIP baik itu kepala daerah maupun pada Pilkada yang akan digelar tahun depan yaitu diantanya tuxedo level III 20 buah, mini z 1 unit, security scan 1 unit, walk through metal sec door 6 unit, impulse gun 4 unit, tuxedo 24 buah.

“Peralatan baru di antaranya mesin kompresor 1 unit, tabung angin 5 unit, metal detector besar 6 unit, metal detector sedang 2 unit, metal detector kecil 4 unit, kamera saku 8 unit, tabung air 4 unit, senjata pelantor 4 unit, hansfree headset 15 unit, alkom ht Motorola 15 unit, hansfree headset 15 unit,” jelas dia.

“Sedangkan alkom ht Motorola 15 unit, batrai cadangan 10 unit, repiter 1 unit, radio mobil 3 unit, X-ray 7 unit, security door cellsense 4 unit, security door pintu 2 unit, pengukur radiasi 3 unit, senpi gengam laras pendek jenis sig sauer 20 unit,” tamba dia.

Kemudian untuk jenis kenderaan yang dimiliki oleh Dit Pomobvit yaitu kendaraan roda empat sus Mmd 4 unit, roda empat patroli 1 unit, roda empat sus mmcp 1 unit, roda empat 9 unit, roda empat Dir dan Wadir 2 unit, roda empat double cabin 1 unit, roda enam truck box 1 unit, roda dua 8 unit, roda empat pat pam 3 unit, roda empat pat pam 2 unit Dan roda empat pat pam 3 unit.

Lanjud dia, dengan adanya penambahan alat-alat Dit Pamobvit Polda Malut ini, supaya dapat membantu pelaksanaan pengamanan bagi tamu VIP, Menteri dan kepala daerah saat datang ke Maluku Utara.

“Kemudian untuk personil kami sudah latih sesuai dengan kemampuan mereka, guna menjaga dan mengawal pengamanan kepala daerah,” pungkasnya..#MA

Irwan Soleman Di Depak Dari Kepengurusan KNPI Pulau Morotai, Firman Laduane Di Angkat Jadi Karteker


Swaramalut.com, Morotai

Komite  Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pulau Morotai di bawah kepengurusan Irwan Suleman dan Sekretaris Indra Lesang akhirnya di bekukan dan di gantikan dengan karteker Firman Laduane.

Hal itu di lakukan, karena kepengurusan KNPI sebelumnya mengalami fakum, di sebabkan ada dua hal penting yang tidak di jalankan oleh Ketua Dan Sekretaris KNPI Pulau Morotai. Ungkap Karteker Firman Laduane saat di temui wartawan di Kantor Bupati, Rabu (30/10/2019).

Menurut dia, dua faktor penting tersebut yang menjadi kendala di Internal KNPI Pulau Morotai diantaranya adalah pertama bahwa kepengurusan KNPI Morotai yang ada saat ini berafiliasi dengan kepengurusan yang tidak sah di DPP maupun DPD berdasarkan hasil kongres yang terbaru yaitu kongres 15 di Bogor kemarin.

“Jadi itu faktor utama yang menyebabkan KNPI di Pulau Morotai di bekukan,” jelasnya.

Lanjut dia, kedua secara organisasi kepengerusan yang sebelumnya kelihatan tidak lagi berjalan secara baik, sehingga kepengurusan sebelumnya di bekukan dan di gantikan.

Penunjukan dirinya sebagai Karteker dengan tujuan untuk melanjutkan kepengurusan yang sudah ada, karena di lihat konsolidasi Organisasi Kepemudaan (OKP) maupun kerja-kerja organisasi mengalami kemandekan di Pulau Morotai pada hal sebagai organisasi Kepemudaan harus mampu merangkul seluh OKP-OKP yang ada di Pulau Morotai.

“Sementara yang di gantikan hanya unsur pimpinan saja. Saya langsung di tunjuk oleh DPD I untuk persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) yang di tergetkan akhir tahun 2019 bulan desember atau pada awal januari 2020 mendatang,” tutur Firman.

Dia berharap, seluruh kader KNPI yang ada Pulau Morotai harus tunduk dan patuh serta menjalankan tugas sesuai mekanisme. Kerena KNPI merupakan wadah untuk berhimpun seluruh OKP sehingga perlu kita pahami agar kerja-kerja organisasi kepemudaan dapat berjalan dengan baik..#amt

Polda Malut Ciduk Enam Pelaku Bom Ikan

Swaramalut.com, Ternate

Terkait penangkapan terduga pelaku Distructive Fhising dengan mengunakan bahan peledak (Bom), Kepolisian daerah (Polda) Maluku Utara, melalui Kepala bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas), melaksanakan Press Release. Selasa, (29/10/2019).

Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Maluku Utara, AKBP Yudi Rumanto mengatakan, untuk kronologis berawal dari salah satu warga yaitu Basri, selaku kepala dusun tanjung paramasan, Kabupaten Halmahera Selatan.

“Informasi ini melalui Handponed, pada Rabu 23 Oktober 2019,”ucap Kabid Humas, saat didampingi Kaur Mitra Subbid Penmas Eksan Umanailo, siang tadi diruang Konferensi Pers Polda Malut.

Basri menjelaskan melalui Kabid Humas Yudi, bahwa sekitar pukul 08.00 Wit, ada sebuah longboat melakukan pemboman ikan disekitar perairan Paramasan dengan mengunakan tiga longboat yang sering melakukan aktifitas di daerah tersebut.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, pada kamis 24 Oktober, sekitar pukul 07.00 Wit, personil Polairud Polda Malut Marnit Bacan bersama personil KP XXX-2003 melaksanakan patroli gabungan menuju TKP tanjung paramasan,” paparnya.

Yudi menjelaskan, sekitar pukul 08.20 Wit, tepatnya di perairan tanjung Gurango, personil melihat longboat mencurigakan. Lanjut, patroli gabungan langsung lakukan pengejaran dan penangkapan. Dari pengejaran itu, ia katakan, berhasil mengamankan longboat yang terdapat dua orang terduga pelaku bom ikan.

Kemudian pada pukul 09.25 Wit, personil kembali menangkap satu unit longboat dengan 4 orang terduga pelaku bom ikan. Dalam proses penangkapan terduga pelaku membuang tas kelaut yang di duga bom, sehingga personil melakukan pencarian atau penyelaman dengan kedalaman 10 meter dan berhasil menemukan barang bukti (Bom).

“Untuk barang bukti yang diamankan diantarnya longboat 2 unit, mesin 40 PK 2 buah, 2 buah kompressor, bom sebanyak 9 botol, kolbox delta 6 buah, dan ikan 150 kg. Sedangkan para terduga yakni Lutfi (30), Safrudin, Ifan, Haslim, Ahmad, dan Sarman,” ungkap Yudi.

Karena melakukan penangkapan ikan dengan mengunakan bahan peledak yang dapat merugikan atau membahayakan kelestarian sumber daya ikan, maka pasal yang disangkakan kepada mereka yaitu 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor. 12 tahun 1951 tentang mengubah “Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen”.

“Kemudian (STBL. 1948 No. 17) dan UU RI Dahulu No.8 tahun 1948 dan Pasal 84 ayat (1) UU No. 31 tahun 2004 tentang perikanan yang telah di perbaharui oleh UU No. 45 tahun 2009 Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,”tuturnya..#MA

Miniatur Jakarta Mulai Didatangkan Wisatawan Asing 

Swaramalut.com – Halsel

Tidak hanya menarik perhatian wisatawan lokal, Miniature Jakarta yang berada di areal kawasan Gelora Bahrain Kasuba (GBK) ini, juga menarik perhatian Wisatawan Mancanegara (Wisman).

Tourist yang berasal dari Jerman Mr. Frits dan Mrs. Margarate terlihat mengunjungi miniature Jakarta dan mengabadikan moment dengan berphoto, pada siang tadi, Senin, (28/10/19).

Mr. Frits saat ditanyai kesan terkait kunjungannya di Miniatur Jakarta, ia pun menjawab bahwa dirinya merasa kagum dengan miniatur dan taman bunga yang ada di kawasan Gelora Bahrain Kasuba tersebut. ” It’s amazing to see miniature of Jakarta and various flower gardens here (sungguh menakjubkan melihat miniatur jakarta dan berbagai taman bunga disini) “, ungkapnya.

Pasangan suami isteri yang tengah berdiri menikmati pemandangan taman bunga Lavender dan Anggrek ini, mengaku bahwa hal ini membuat mereka merasa seperti berada di Negara sendiri (Jerman) .. # Humas.

Tinggal Menghitung Hari, Partai Golkar Belum Putuskan Nama Wakil Ketua DPRD Pulau Morotai

Swaramalut.com, Morotai

Meskipun Proses Pelantikan DPRD Kabupaten Pulau Morotai tinggal menghitung hari (4 nov, red), namun Partai Golongan Karya (Golkar) belum juga menentukan pimpinan DPRD Pulau Morotai periode 2019 – 2024.

Ketua DPD II Kabupaten Pulau Morotai Fahri Haerudin pada swaramalut.com di kantor DPRD Pulau Morotai, Senin (28/10/2019) mengatakan hingga kini belum ada keputusan resmi dari DPP Partai Golkar terkait siapa yang akan menjadi wakil ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai.

Dia beralasan, butuh waktu yang cukup lama untuk menentukan sosok yang akan menjadi wakil Ketua DPRD Pulau Morotai, karna itu berada di DPP Partai Golkar.

“Di dalam ketentuan Partai Golkar, Batas Kewenangan yang ada di kami, hanyalah batas untuk mengajukan. Dan Sesuai aturan kami harus mengajukan nama minimal tiga Orang untuk menjadi unsurnya pimpinan DPRD,” kata Fahri yang juga sebagai ketua DPRD Morotai.

Dia menjelaskan berdasarkan rapat pleno partai pemenang pemilu 2019 di Kabupaten Pulau Morotai itu, partai Golkar hanya bisa dapat wakiln ketua DPRD Pulau Morotai.

“Ada tiga nama yang kami usulkan di DPP Partai Golkar di antaranya saya sendiri (Fahri Haerudin), Mahmud Kiat dan Edy Eferson Hape. Namun sampai saat ini belum ada keputusan DPP Partai Golkar siapa yang akan menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai,” jelasnya..#amt

Krisis Air Bersih, Puluhan Mahasisiwa Demo Tuntut Fungsi Kontrol DPRD Morotai

Swaramalut.com, Morotai

Dalam memperingati hari sumpah pemudah tepatnya pada tanggal 28 oktober 2019, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial  (Gamhas) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD, Jln. Seswa, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel), Senin (28/10/2019).

Unjuk rasa yang di lakukan puluhan mahasiswa tersebut dipimpin kordinator lapangan (Korlap) Janherlin Panelada. Dalam unjuk rasa tersebut mereka menuntut agar persoalan krisis air bersih segerah di atasi dikubupaten Pulau Morotai dan juga mereka berharap DPRD memiliki sikap tegas dalam melaksanakan fungsi controlnya.

Menurut mereka DPRD pulau Morotai lemah dalam menjalangkan fungsi kontrol sehingga persoalan krisis air bersih yang terjadi di beberapa Desa dan kecamatan di Pulau Morotai di biarkan begitu saja, terutama yang terjadi di dua Desa di Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar) yaitu Desa Tiley dan Desa Usbar.

Nasib dua Desa ini di antaranya Desa Tiley dan Usbar yang dalam kurun waktu satu tahun ini tidak lagi menikmati air bersih pada hal telah di atur dalam regulasi tentang kesejateraan dan perlindungan konsumen, ini sengaja tidak di hiraukan oleh lembaga-lembaga terkait di Kabupaten Pulau Morotai.

“Problem air bersih ini, di sebabkan karena pembangunan jembatan di tahun 2018 lalu telah merusak pipa yang hingga sampai saat ini belum ada tindakan perbaikan oleh pihak PDAM, padahal PDAM memiliki fungsi distribusi yang telah di atur dalam Undang-undang,” kata janherlin

Selama Ini, lanjut korlap Pemda Pulau morotai hanya memberikan janji palsu kepada masyarakat desa tiley dan usbar bante. Oleh karena itu, mereka memintah untuk melakukan hearing dengan DPRD dan disambut baik oleh Ketua DPRD Fahri Hairudin dan beberapa anggota DPRD lainya.

Ketua DPRD Fahri Haerudin Saat Temui Masa Aksi. Foto Ahmad M Ali

Pada kesempatan hearing itu, Fahri Hairudin menyampaikan pada prinsipnya DPRD menerima apa yang di sampaikan oleh teman-teman mahasiswa dan kami akan memanggil direktur PDAM untuk dimintai keterangan mengenai air di desa tiley dan usbar, agar di ketahui sudah sejauh mana pihak PDAM melaksanakan pekerjaanya.

“Berikan waktu kepada kami agar dapat memanggil direktur PDAM sehingga bisa menayakan langsung apa kendalanya dan sudah sejauh mana PDAM melakukan perbaikan,” ujar Fahri.

Adapun tuntutan dan sikap puluhan masa aksi di antaranya, pembangunan tempat penampungan air bersih, jalangkan fungsi distribusi PDAM (untuk memperbaiki kerusakan pipa di Desa Tiley dan Usbar), perlu peningkatan fungsi kontrol Pemda terhadap persoalan air bersih, dan tuntaskan persoalan air bersih di beberapa kecamatan..#amt