Bentuk Forum CSR, Begini Kata Kadinsos Malut

EKONOMI/PEMBANGUNAN SWARA TERKINI SWARA TERNATE

Swaramalut.com, Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui dinas Sosial (Dinsos) mengelar pertemuan dan koordinasi Potensi Dunia Usaha sekaligus pelantikan pengurus Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kesejahteraan Sosial, pada Selasa (22/10/2019).

Kadinsos Malut Andrias Thomas, ketika dikonfirmasi di Royal Resto usai pertemuan, mengatakan, terbentuknya Forum CSR ini melibatkan tiga unsur yakni Masyarakat, Pemerintah dan Dunia Usaha. Dan secara langsung forum ini menjadi mitra kami (Dinsos).

“Tujuannya, untuk pemerataan sosial tersebut pengunaan dana CSR, karena kita tahu dalam penangganan pembangunan kesejahteraan sosial harus melibatkan tiga unsur,” ujar Andrias.

Andrias juga mengakui, tugas yang diemban Dinsos sangat besar, yaitu mengurangi penyandang masalah kesehatan sosial, kemiskinan, ketunaan (Cacat) dan anak-anak terlantar serta memperkuat potensi kesejahteraan sosial, ketenagakerjaan dan sebagainya.

“Semoga dengan lahirnya forum ini dapat mengatasi masalah kesejahteraan sosial dan mengurangi angka kemiskinan di Malut, karena selama ini perusahaan yang memiliki CSR hanya menangani atau menanggulangi pada bidang pendidikan dan kesehatan saja sementara bidang yang lainkurang diperhatikan,” jelasnya.

Untuk itu diharapkan kepada pengurus Forum agar dapat bekerja sama atau melakukan mediasi dengan perusahan-perusahaan yang memiliki CSR, khususnya di bidang pembangunan kesejahteraan sosial, juga dapat menyusun program dan melaksanakan tugas-tugas yang sudah tertuang di dalan Surat Keputusan (SK) tersebut.

“Kepada perusahaan yang memiliki CSR aga punya tanggung jawab di bidang sosial namun bukan seperti pengunaan CSR sebelumnya, sementara kepada pihak Bank, Hotel yang memiliki CSR bisa di gunakan untuk pembangunan kesejahteraan sosial baik dalam penanggaan kemiskinan, keterlantaran, ketunaan, maupun yang lain-lain,” cetus Andrias.

Terpisah Ketua terpilih Forum CSR Malut HI. M. Kasim Haya mengatakan, tugas dari forum ini sebagai penghubung antara pemerintah bersama masyarakat dan perusahaan, dan melaksanakan berbagai program yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial, tetapi tidak mengelola CSR.

“Karena pihaknya hanya menyediakan data untuk membantu pihak Dinsos agar tidak salah sasaran dalam memberikan program CSR,” sebutnya, saat dikonfirmasi melalui via telepon.

Kasim juga, menjelaskan, pada prinsipnya kita (Forum CSR) juga memiliki program yaitu melakukan survei atau meminta data kepada dinas sosial Kabupaten/ Kota, untuk lebih mengetahui di daerah-daerah mana terdapat masyarakat miskin.

“Jadi dalam segala aspek operasional perusahan yang menangani masalah ekonomi dan sosial lingkungan, itu menjadi kebutuhan masyarakat. Maka dari itu CSR berhubungan erat dengan pembanggunan berkelanjutan,” ucap ketua forum CSR Malut.

“Saya selaku ketua, sangat berharap setiap perusahan baik itu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), atau BUMN yang masing-masing telah memiliki CSR itu, agar dapat di peruntuhkan untuk masyarakat miskin yang ada di daerah-daerah terpencil,” pinta Kasim.

Sekedar diketahui, dalam temu Koordinasi Potensi Dunia Usaha tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Malut, Ali Yasin Ali dan fungsionaris dari Dinas Sosial Provinsi Malut.#MA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *