banner 140x600
banner 140x600
SWARA DAERAH

Melalui Rakor Pamsimas III Wilayah Malut, Satukan Persepsi Program Nasional Dan Desa

54
×

Melalui Rakor Pamsimas III Wilayah Malut, Satukan Persepsi Program Nasional Dan Desa

Share this article
banner 336x280

Swaramalut.com, Ternate

Provincial Coordinator ROMS-17 Provinsi Maluku Utara (Malut) menggelar Rapat Kordinasi (Rakor) bersama tim fasilitator Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas III) bersama dengan perwakilan kabupaten/kota di provinsi Maluku Utara (Malut). Rakor tersebut dengan tema “Memaksimalkan pendamping, pengendalian dan pemutakhiran data sebagai strategi percepatan dan keberlanjutan program”.

“Untuk menyatuhkan presepsi terhadap pembahasan-pembahasan Nasional dan desa, maka hari ini dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Fasilitator tingkat Provinsi Maluku Utara (Malut) pada program PASIMAS III tahun 2019, Hal ini disampaikan Alwi Yudin, selaku Provincial Koordinator ROMS-17 Malut, bertempat di Muara Mol, Ternate, Rabu (06/11/2019).

“Rakor ini satu agenda rutin untuk melakukan pendampingan program penyedian Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), disetiap Provinsi,”ujar Alwi saat ditemui sore tadi di Muara Mol, Kita Ternate, Selasa (06/11/2019).

Menurutnya, ada beberapa program yang ditargetkan harus rampung di akhir tahun 2019 ini, dimana terdapat di 8 kabupaten/kota yang tersebar di 82 desa di provinsi Maluku ia tara (Malut).

“Diantaranya Halmahera Barat, dan Halmahera Utara, dengan masing-masing 8 desa, yang bersumber dari Anggaran APBN. Sementara di pulau Morotai 13 desa, Halmahera Tengah 12 desa, Kepulauan Sula 7 desa, dan Taliabu 9 desa,” kata Alwi.

“Untuk Pulau Morotai ada 13 desa, Halmahera Tengah 12 desa, Halmahera Selatan 12 desa, Kepulauan Sula 7 desa, dan Taliabu 9 desa,” tambahnya.

Sedangkan untuk Tidore Kepulauan salah satu wilayah sasaran pamsimas yang sudah tidak di intervensi lagi. Kenapa demikian, karena begitu pamsimas memasuki Periode Fase Ketiga, kota Tidore tidak terjadi lagi perubahan dalam fase ketiga.

“Tidore Kepulauan (TIkep) ada Aset PAMSIMAS yang terletak di 43 desa, maka perlu melakukan Fasilitator di Tikep, untuk membantu pemerintah Tikep, dalam hal pendampingan desa-desa yang sudah diselesaikan pada Fase PAMSIMAS I dan PAMSIMAS II,” harap dia.

“Pasimas I dan II ini rentangnya 2008 sampai 2012, lalu masuk fase ke II 2012 sampai 2016. Tapi pada tahun 2016 ke 2019 Kota itu di lepas tinggal Kabupaten,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan Musbah Hi. Umar ROMS-17 PAMSIMAS III Malut, mengatakan, Rakor Fasilitator ini sebagai rapat terakhir di unjung tahun 2019.

“Rakor ini tujuannya untuk memaksimalkan kinerja rekan-rekan, karena program ini di harapkan bisa berlanjut sampai pasca fase pertama 2020. Jadi intinya kita memantap kan teman-teman dalam rangka persiapan menuju pasca,” kata Musbah.

Kemudian hal-hal yang disampaikan dalam Rakor tersebut yaitu terkait Aouput yang selama ini didampingi oleh rekan-rekan, bersama dengan fasilitator, lalu isu sentral saat ini adalah pemutahiran data.

“Karena data ini sangat mendukung untuk menindaklanjuti keberlanjutan program tersebut,” tuturnya..#ma

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!