Akibat Pandemi Covid-19 Pendapatan Penjahit Sepatu Swito Menurun

SWARA TERKINI SWARA TERNATE

Swaramalut.com – Ternate

Akibat ditengah-tengah pandemi Covid -19, para penjahit sepatu yang berada diemperan toko, tepatnya di Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, kini pendapatannya menurun.

Hal tersebut juga dialami Swito Suwadi penjahit sepatu. Pria asal Jember ini mengatakan, sebelum adanya Covid-19 pendapatan sangat cukup lumayan baik.

“Tapi dengan adanya wabah Covid-19 ini omset yang saya peroleh menurun yaitu kadang Rp. 30 ribu, Rp. 25 ribu, dan Rp. 50 ribu. Adakalanya tidak ada omset,” ucap Swito kepada media ini penuh dengan senyum. Rabu, (17/06/2020).

Ia bilang, dulu sebelum adanya pandemi, pendapatan yang diraub Rp.100 ribu lebih dalam satu hari. Tapi saat ini, kata Swito, karena sepi Omset menurun. Kemudian untuk menjahit sepatu per pasang ini harganya Rp. 25 ribu.

Selain itu, Swito juga menjelaskan, kalau dirinya bersama keluarga sudah lama menetap di Kota Ternate, Maluku Utara, sejak Tahun 1971 sampai saat ini.

“Istri saya asli Ternate dan saat ini sudah memiliki lima orang anak. Dua perempuan, tiga laki-laki. Mereka semua sudah ber rumah tangga,” ujar Swito.

Saat ditannya kedepan apakah akan kembali ke Jawa, ia menyampaikan, karena sudah menikah Ternate, maka harus menetap di sini. Apa lagi sudah lama tidak kembali ke Jawa Timur.

Swito mengisahkan, dulu selama ia di Jawa pekerjaannya petani yaitu dengan menanam Padi, Kedelai, dan Jagung. Pendapatan lumayan bagus, tapi kata dia, menunggu hasilnya lama.

“Jadi saat kita menanam sekali-kali hasilnya bagus, namun kadang tidak bagus karena di makan Hama,”ungkap Swito.

Disentil selama ditengah-tengah Corona pernakah mendapatkan bantuan sembako, ia katakan, perna waktu itu hari raya Idhul Fitri. Tapi saat ini sudah tidak ada lagi.

“Saya berharap, ditengah pandemi dan sudah memasuki New Normal, omset lebih baik lagi seperti sebelumnya, dan semoga pandemi Covid-19 ini cepat berakhir,” harap Swito yang kini sudah berumur 70 Tahun lebih.

Pria kelahiran Kabupaten Jember, ini menambahkan, saat ini ia telah hidup bersama Isterinya di rumah saudara.

“Dulu saya inggin buat rumah, tapi saudara bilang jangan dulu, karena di rumah tidak ada orang, jadi kami tempat rumah tersebut sampai saat ini, hingga memasuki usia senja,”pungkasnya..#MA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *