Menager SPBU Togola Wayoli Kabur, Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka Baru

HUKUM/KRIMINAL SWARA HALBAR SWARA TERKINI

Swaramalut.com, Halbar – Sebelum Ayub Keno tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite kabur, manager Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Togola Wayoli Kecamatan Ibu, Noviristan Dion telah kabur setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Penetapan Noviristan sebagai tersangka baru berdasarkan pada fakta persidangan dengan terdakwa Riko dan Bayu yang divonis berbeda oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ternate.

Kajari Halbar Solomina Meyke Saliama

“Jadi pada persidangan Riko dan Bayu tercuat adanya tersangka baru yakni Manager SPBU Togola Wayoli, karena telah menjual BBM keluar dari SPBU,” Kata Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Barat (Kajari Halbar), Solomina Meyke Saliama, kepada wartawan diruang kerjanya Selasa, 14 Juli 2020.

Dengan adanya fakta tersebut, kami (Kejari) melalui Jaksa Penuntut Umum menyurat secara resmi ke Penyidik Polres Halbar guna dilakukan penyelidikan lanjut dengan tersangka Noviristan.

“Tetapi, setelah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan fakta persidangan, yang bersangkutan dikabarkan menghilangkan dan pihak penyidik Polres juga sudah mengeluarkan DPO (Daftar Pencarian Orang) untuk yang bersangkutan,” jelas Solomina.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Halbar AKP Rasid Usman, yang dikonfirmasi via pesan singkat seluler terkait perkembangan surat dari Kejaksaan atas penetapan tersangka baru dan DPO dalam perkara dugaan tersebut, dirinya mengakui belum mengetahui karena baru saja menjabat sebagai kasat reskrim polres Halbar.

“Silahkan bapak konfirmasi ke penyidik di unit Tipidter karena kasus itu bergulir bahkan surat dari pihak JPU tersebut saya belum menjabat sebagai kasat reskrim sehingga belum ketahui hal itu. mungkin penyidik sebelum saya yang dapat menjelaskan hal tersebut,” pintanya..

Sekedar diketahui, kedua terdakwa yakni Riko telah terbukti melanggar pasal 53 huruf p undangan-undangan nomor 23 tahun 2001 tentang Migas dan dijatuhi hukum selama 6 bulan kurungan penjara dan Denda sebesar Rp 5 juta subsider 2 bulan sementara terdakwa Bayu terbukti melanggar pasal 55 undangan-undangan nomor 23 tahun 2001 tentang Migas dan dijatuhi hukum badan 2 bulan lebih rendah dan denda sebesar Rp 5 juta subsider 2 bulan kurungan penjara. #red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *