Kejari Halbar Bidik Dugaan Penyalahgunaan BOK Halbar 2018

Swaramalut.com, Halbar – Dugaan Korupsi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) tahun 2018 yang menjadi temuan Inspektorat Halbar tersebut mulai dibidik pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Halbar.

Penyerahan dokumen hasil audit inspektorat dan LHP BPK 2018 ke Kejari Halbar

Kajari Halbar Salomina Meyke Saliama ketika ditemui wartawan, membenarkan adanya penyerahan sejumlah Dokumen hasil audit Inspektorak Halbar kepada pihaknya pada hari ini Jumat (11/09/2020), yakni dugaan penyalahgunaan Dana BOK 2018, Dana Desa (DD) di beberapa Desa dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tahun 2018.

“jadi dari dokumen hasil audit yang diserahkan ke kami (Kejari) ini sangat membantu, Jadi dari hasil temuan yakni penyalahgunaan Dana BOK tahun 2018 akan kami telah bersama pihaknya,” katanya.

Lanjutnya “Sama halnya dengan dugaan penyalahgunaan DD desa Ulo tahun 2018 – 2019 maupun LHP BPK tahun 2018 yang sudah kami terima ini,” ujarnya.

Sementara itu,  Kepala Inspektorat (Inspektur) Halbar Julius Marau (JM), ketika dikonfirmasi, mengatakan tujuan dari penyerahan Dokumen hasil audit ke Kejaksaan guna dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan mereka.

“Karena dari hasil temuan tersebut pihaknya sudah memberikan waktu selama 60 hari untuk dikembalikan sesuai dengan PP nomor 12 tahun 2017, namun tidak ditindaklanjuti oleh pihak terkait sehingga diserahkan ke Kejaksaan,” jelasnya.

Dan dokumen yang diserahkan ke kejaksaan yakni terkait dugaan penyalahgunaan Dana BOK tahun 2018 sebesar kurang lebih Rp. 100 juta yang tersebar di seluruh Puskesmas se – Halbar, Dana Desa Ulo tahun 2018 senilai kurang lebih Rp. 200 juta dan Dana Desa Bobane Dano tahun 2017 sebesar kurang lebih 100 juta.

“Sedangkan untuk Laporan Hasil Pemeriksaan  Badan Pemeriksaan Keuangan (LHP BPK) tahun 2018 diserahkan, karena masih banyak pihak atau Dinas terkait belum menindaklanjuti hasil temuan tersebut hingga batas waktu pengembalian,” ucap JM. #chull