Komisi I Tanggapi Soal Rencana Peresmian Loteng

Swaramalut.com, Halbar – Terkait dengan rencana Peresmian Kecamatan Loloda Tengah (Loteng) Pemerintah daerah melalui Bupati Danny Missy beberapa pekan kemarin mendapat tanggapan dari Komisi I Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Halmahera Barat (DPRD Halbar).

Menurut Sekretaris Komisi I DPRD Halbar Joko Ahadi, Terkait dengan rencana Peresmian Kecamatan Loteng, memang rananya Pemda, namun persyaratan pendukung belum juga lengkap, karena usulan pemekaran Loteng oleh Pemda bersama DPRD itu hingga saat ini baru sebatas persetujuan melalui Kemendagri, anggaran pemekaran juga belum dibahas oleh DPR.

“Jadi pemerintah dalam hal ini Bupati Danny agar tidak lagi membodohi masyarakat Loloda, karena sampai saat ini belum ada kodefikasi dan registrasi Kecamatan, maupun masih dilengkapi syarat pendukungnya sebagaimana yang diminta oleh Kemendagri,” ungkapnya.

Lanjut Joko, Untuk itu, diharapkan kepada Pemda Halbar agar tidak membuat program hayalan, dan kalaupun Pemda memaksa melakukan peresmian Loteng, maka itu akan menjadi temuan sebab anggaran peresmiannya belum di Bahas.

“Karena Peresmian itu bukan hal yang urgen, tetapi tingkat kejelian Dinas Terkait dalam mengawal kodefikasi Kecamatan dan melengkapi persyaratan yang diminta Kemendagri, agar kodefikasi tersebut secepatnya dikeluarkan oleh Kemendagri karena itu urgensi,” kata politisi Partai Golkar Halbar.

Senada juga diungkapkan oleh Ketua Fraksi Demokrat Frangki Luang, menurutnya, langkah yang diambil Pemkab Halbar itu sangat terburu-buru dan terkesan mengejar pencitraan di momentum Pilkada serentak.

Sebab peresmian kecamatan hanya menguras keuangan daerah, lebih baik Bupati Danny Missy diakhir masa jabatanya fokus pada peningkatan jalan Goin-Kedi yang hingga saat ini tak kunjung tuntas.

“Masyarakat Loloda saat ini butuh akses jalan, soal pemekaran alangkah baiknya menunggu terbitnya kodefikasi Kecamatan. Jangan menjanjikan sesuatu yang belum ada kepastian,”cetusnya.

Frangki yang juga anggota komisi I DPRD menambahkan,kaitan dengan pemekaran Loteng sendiri, selain diperlukan adanya kodefikasi Kecamatan melalui Kemendagri, yang nantinya ditindaklanjuti oleh DPRD melalui paripurna,” cetusnya. #chull

Soal Tower, Pemda Halbar Didemo Mahasiswa Banau

Swaramalut.com, Halbar – Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian dan Kewirausahaan (STPK) Banau Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) yang tergabung dalam Komando Barisan Banau terpaksa turun ke jalan guna menyuarakan persoalan Janji manis Pemerintah Daerah (Pemda) Halbar terkait Pembangunan Tower mini.

Menurut masa aksi yang dikoordinir oleh Cristian, Pemerintah Halbar kurang berperan dalam mengedepankan Dunia Pendidikan hal itu dibuktikan dengan kurangnya pelayanan atau sarana pendukung dalam konteks pendidikan khususnya fasilitas jaringan internet di Kampus.

Karena kita tahu pada masa pendemi Covid-19 semua proses pembelajaran menggunakan jaringan internet atau sistem online, dan Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan telah menganggarkan biaya pendidikan untuk membeli kuota internet.

Jadi Bagaimana nanti kuota internet tersebut bisa dapat digunakan, sementara sara pendukungnya tidak ada, untuk itu diharapkan adanya perhatian dari pemerintah daerah dengan secepatnya mengadakan akses jaringan internet 4G yakni dengan membangun tower di seputaran Kampus yang berada di Desa Goal Kecamatan Sahu Timur dan Desa sekitarnya.

suasana hering Komando Barisan Banau bersama Perwakilan Pemkab Halbar

“Kami merasa dianak-tirikan, olehnya itu kami ingin menanyakan pembuatan tower oleh Bupati Danny Missy yang dijanjikan itu sudah sampai dimana, apakah ini cuma sebatas janji atau permainan politik yang kembali lagi untuk mengaitkan masyarakat,” ujar Cristian saat hering bersama perwakilan Pemda.

Dia juga mengakui, dalam aksi hari bukan hanya dari mahasiswa tetapi ada perwakilan dari masyarakat desa disekitar kampus yang sudah merasa resah kepemimpinan Bupati yang sekarang.

Salah satu masa aksi juga mengatakan sesuai dengan dituntut oleh Zaman terkait belajar -mengajar yakni secara daring (Online) dan Bupati telah berjanji akan membuat tower di Desa Goal. jadi bagaimana kita bisa memenuhi tuntutan Zaman sementara tidak ada jaringan internet,  dan ini harus  menjadi perhatian khusus dari Pemda Halbar.

Janji Bupati Danny Missy ini juga dipertegas oleh Pemdes Golago Kusuma yang mengatakan janji tersebut disampaikan Bupati pada Bulan Juni 2019 lalu saat  open house lebaran idul Fitri.

Sementara salah satu Dosen STPK Fony Samad,  juga menyatakan sekarang ini semuanya membutuhkan akses secara daring, yang mana akses internet menjadi masalah, dan solusinya  apa sehingga tercapainya tujuan terutama untuk mahasiswa dengan menjalani pembelajaran daring.

” Dan kami perlukan disini yaitu jaringan internet kalau untuk telepon saja itu pun susah hanya dilokasi tertentu saja kalau sudah bergeser tidak ada jaringan lagi,” terangnya.

Sementara itu Kadis Kominfo, Kehumasan Statistik dan Persandian Halbar Chuzaemah DJauhar menyatakan program yang diusulkan itu untuk daerah-daerah yang blank spot yang tidak ada jaringan sama sekali.

“Ketika kami dan Badan Aksebilitas Dan Informasi (Bakti) turun survey dan melihat ada jaringan satu saja memang tidak bisa, untuk daerah Goal dari pihak teknisi mereka tidak mau untuk pembuatan tower disana karena daerah Goal itu ada jaringan tiga sampai empat batang, jadi menurut mereka tidak bisa kalau masih ada jaringan karena menurut mereka harus daerah yang blank spot atau tidak ada jaringan sama sekali,” katanya. #chull