Tim Pemenang HT-UMAR Siapkan 4.000 Saksi di Pilkada Kepsul 2020

Swaramalut.com-KEPSUL

Tim pemenangan pasangan Calon Bupati – Wakil Bupati, Hendrata Thes– Hi Umar Umabaihi (HT-UMAR), menyiapkan 4.000 saksi yang akan bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada kepulauan Sula 2020, tanggal  9 Desember depan.

Ketua Tim Pemenangan Paslon HT-UMAR Bustamin Sanaba mengatakan, pelatihan atau pembekalan saksi TPS ini diikuti 4.000 orang yang terdiri dari saksi TPS 400 orang, saksi di luar TPS 1.600 orang, dan 2.000 saksi penggerak pemilih.

Foto : Bustamin Sanaba Ketua Tim Pemenang Paslon No Urut 1 HT-UMAR

Jadi tiga kelompok itu jumlahnya 4.000 orang dari masing-masing relawan dan partai pendukung yang akan kita latih mulai 03 Desember sampai 5 Desember 2020,” kata Bustamin.

Tim Pemenangan HT-UMAR juga menyiapkan saksi dari partai gabungan, yakni dari Partai Demokrat, Gerindra, PAN, PKB, Perindo serta PKPI sejumlah 1.600 orang.

Selain itu, dari struktur Tim pemenang dan Relawan HT-UMAR serta Tim 25 juga menyiapkan sejumlah 2.000 orang regu penggerak pemilih.

Foto : Ilustrasi Pemungutan Suara di TPS

Jadi totalnya secara keseluruhan  ada 2.400 orang dan dari partai gabungan 1.600 orang. Jadi kita menyiapkan saksi di TPS itu sebesar 4.000 orang,” terang dia.

Bustamin Sanaba  menambahkan, untuk saksi resmi di dalam TPS nanti Tim Pemenang akan menempatkan 2 sampai 4 orang.

Selanjutnya 10 sampai 25  orang  saksi yang memiliki tugas sebagai regu penggerak pemilih, ditempatkan di tiap TPS untuk memantau pergerakan.

“Saat ini, seluruh partai koalisi baik itu Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional serta partai pengusung dan pendukung yang lain tengah melakukan hal yang sama di tiap kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sula,” ungkapnya.

“Jadi tugas saksi nanti mengawal dan mengamankan perolehan suara dari Paslon 01 sebab banyak isu yang beredar akan adanya kecurangan yang akan di lakukan di salah satu paslon. Selain itu target kemenangan kita nanti 55-60 persen,” tutup Bustamin mengakhiri..#red

Tim FAM-SAH Diduga Catut Nama KPK dalam Melakukan Kampanye

Swaramalut.com- KEPSUL

Salah Satu Timisukses (Timses) Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Kepulauan Sula nomor urut 03, Fifian Adeningsi Mus dan M.Saleh Marasabesi (FAM-SAH) diduga mencatut nama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),sebagai juru kampanye Paslon FAM-SAH. Pencatutan nama itu, rupanya Timses FAM-SAH tanpa melakukan konfirmasi ke yang lembaga terkait.

Pasalnya pencatutan nama KPK bertentangan dengan aturan Undang Undang  tentang larangan komisioner atau Anggota KPK terlibat dalam politik praktis.

Dalam pencatatan nama KPK jurkam 03 mengatakan bahwa selesai pilkada tanggal 9 Desember 2020 Pak Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes akan di periksa dan di tangkap, padahal ini hanya Hoax untuk mengambil simpatisan warga saja.

Terkait dengan pencatutam nama KPK, Ketua Partai Perindo Kepulauan Sula  M.Husni Sapsuha mengatakan bahwa sekarang ini jangan terlalu membohongi masyarakat dengan isu-isu murahan, apalagi jurkam tersebut harus paham bahwa itu telah sudah masuk dalam rana pidana.

” Kalau melakukan kampanye jangan hanya menceritakan keburukan orang padahal diri sendiri juga lebih buruk, jangan mencelah orang, mau ambil hati masyarakat jangan pakai trik seperti itu sebab masyarakat sekarang sudah cerdas, dan sekali lagi saya katakan tidak ada tangkap dan di periksa sebab apa yang di kerjakan pak Hendrata selama ini bisa di buktikan sendiri dengan pembagunan yang ada di kabupaten sula jadi jangan tebarkan kebohongan karena lambat lain kebohongan diri sendiri akan terungkap”ucap Babatopa Panggilan Akrab ketua Perindo ini.

Babatopa berharap Warga Masyarakat Sula jangan terprovokasi dengan isu-isu yang tidak berbobot, yakin dan percaya Paslon HT-UMAR akan jadi pemenang di Tanggal 9 Desember nanti yang tinggal 8 hari lagi..#red

Tim FAM-SAH Diduga Catut Nama KPK dalam Melakukan Kampanye

Swaramalut.com- KEPSUL

Salah Satu Timisukses (Timses) Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Kepulauan Sula nomor urut 03, Fifian Adeningsi Mus dan M.Saleh Marasabesi (FAM-SAH) diduga mencatut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),sebagai juru kampanye Paslon FAM-SAH. Pencatutan nama itu, rupanya Timses FAM-SAH tanpa melakukan konfirmasi ke yang lembaga terkait.

Pasalnya pencatutan nama KPK bertentangan dengan aturan Undang Undang  tentang larangan komisioner atau Anggota KPK terlibat dalam politik praktis.

Dalam pencatatan nama KPK jurkam 03 mengatakan bahwa selesai pilkada tanggal 9 Desember 2020 Pak Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes akan di periksa dan di tangkap, padahal ini hanya Hoax untuk mengambil simpatisan warga saja.

Terkait dengan pencatutam nama KPK, Ketua Partai Perindo Kepulauan Sula  M.Husni Sapsuha mengatakan bahwa sekarang ini jangan terlalu membohongi masyarakat dengan isu-isu murahan, apalagi jurkam tersebut harus paham bahwa itu telah sudah masuk dalam rana pidana.

” Kalau melakukan kampanye jangan hanya menceritakan keburukan orang padahal diri sendiri juga lebih buruk, jangan mencelah orang, mau ambil hati masyarakat jangan pakai trik seperti itu sebab masyarakat sekarang sudah cerdas, dan sekali lagi saya katakan tidak ada tangkap dan di periksa sebab apa yang di kerjakan pak Hendrata selama ini bisa di buktikan sendiri dengan pembagunan yang ada di kabupaten sula jadi jangan tebarkan kebohongan karena lambat lain kebohongan diri sendiri akan terungkap”ucap Hi Kedo Pangilan Akrabnya.

Hi Kedo berharap Warga Masyarakat Sula jangan terprovokasi dengan isu-isu yang tidak berbobot, yakin dan percaya Paslon HT-UMAR akan jadi pemenang di Tanggal 9 Desember nanti yang tinggal 8 hari lagi..#red

Tercatat 9 Orang di Halbar Terinfeksi HIV, Rata – Rata Didominasi IRT

Swaramalut.com, Halbar – Di tahun 2020 tercatat sebanyak 9 orang di wilayah Halmahera Barat (Halbar) terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Foto bersama usai kegiatan workshop

Dari total yang terinfeksi virus yang menyebabkan penyakit yang merusak kekebalan tubuh atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), dan didominasi oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan usia rata 25 – 30 tahun keatas.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Halbar Rahmad Patty di sela-sela kegiatan Workshop terkait Tatalaksana Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) yang dilaksanakan Dinkes Halbar dalam rangka peringati hari AIDS sedunia yang dilangsungkan dilokasi wisata Rappa Pelangi, Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo, Selasa 1 Desember 2020.

” Dan rata – rata yang terinfeksi didominasi oleh IRT karna adanya perilaku ‘penyimpangan’,” ujarnya.

Pendataan angka warga Halbar yang terinfeksi virus yang hingga kini belum ditemukan obat yang menyembuhkan pasien secara 100 persen ini, karena tidak adanya keterbukaan dari para pasien.

“Nanti sampai sudah parah baru pasien yang terinfeksi HIV datang ke Puskesmas baru kita bisa mengetahui,” terang Rahmad.

Untuk itu diharapkan kepada para peserta yang hadir dapat melakukan langkah penanganan dan pencegahan terhadap virus yang sangat berbahaya ini.

“Jadi harus perbiasakan pola hidup bersih dan sehat serta kepada para pasutri (Pasangan suami -Istri) agar setia terhadap pasangan hidupnya yakni tidak melakukan perilaku penyimpangan seksual dan kembali ke agama-agama kita masing-masing terkait larangan perilaku menyimpang tersebut,” pintanya.

Sekedar diketahui, berdasarkan data  warga Halbar yang terinfeksi HIV selama 4 tahun terakhir yakni dari tahun 2017 – 2019 dibandingkan di tahun 2020 mengalami penurunan.

Yakni di tahun 2017 tercatat sebanyak 12 orang yang terinfeksi HIV dengan rincian 5 orang Laki-laki dan 7 perempuan, di tahun 2018 sebanyak 19 orang dengan rincian 6 Laki-laki dan 13 perempuan, di tahun 2019 sebanyak 12 orang dengan rincian 6 Laki-laki dan 6 perempuan.

Sementara pada tahun 2020 tren angka warga Halbar yang terinfeksi HIV mengalami penurunan yakni tercatat sebanyak 9 orang dengan rincian 3 orang laki-laki dan 6 perempuan. #chull