Dugaan Ada Upaya Curang di Pilkada Halbar, Tim Pemenangan JUJUR Beri Warning

Swatamalut.com, Halbar – Dugaan adanya upaya kecurangan hasil  pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) 2020 oleh salah satu pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Halbar, seluruh Tim pemenangan, para pendukung dan simpatisan paslon James Uang dan Djufri Muhammad  (JUJUR) beri warning.

Ketua Tim Pemenangan paslon dengan jargon JUJUR, Rustam Fabanyo, kepada wartawan, Jumat 1 Desember 2020, mengakui, terkait dengan kemenangan yang telah dicapai oleh Paslon JUJUR dalam Pilkada serentak Halbar pada tanggal 9 Desember kemarin, disinyalir ada salah satu paslon yang mencoba mengganggu.

“Jadi diharapkan kepada para Tim Pemenangan maupun Penduduk dan simpatisan JUJUR, agar tetap memantau dan mengawal tahapan Pleno kecamatan yang sementara berlangsung hingga ditingkat Kabupaten nantinya,” ungkapnya.

Karena dugaan upaya kecurangan yang dimainkan oleh salah satu Paslon tersebut mengamankan anggota PPK guna memanfaatkan ribuan sisa surat suara dan menganti berita acara serta form C1 Plano.

“Untuk itu, Tim pemenangan dan pendukung serta simpatisan JUJUR tidak boleh lengah, sebab saat ini kita (JUJUR) sudah memang,” pintanya.

Dan adanya dugaan tersebut, pihak penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu Halbar di warning, serta ikut mengawasi sehingga pesta demokrasi ini bisa berjalan aman, jujur dan adil.

“Kalaupun hal tersebut ditemukan atau coba dimainkan oleh Paslon tertentu ataupun Penyelenggaraan, maka pihaknya akan memproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas mantan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Halbar,” tegasnya.

” Sebab pada Pilkada serentak Halbar 2020 ini, Paslon JUJUR memperoleh suara terbanyak dari partisipasi pemilih Halbar 66.624 jiwa atau 100 persen dari total DPT : 78.662 jiwa, yakni, Paslon JUJUR :  22.615 suara atau 33,94 persen, Paslon DAMAI dengan 21.002 suara atau 31,52 persen, Paslon Zaman-Pay 12.832 suara atau 19, 26 persen dan Paslon Desain 10.175 suara atau 15,27 persen,” tambah Rustam.

Selain itu Rustam juga menyampaikan tabulasi perolehan suara dari para Paslon dimasing-masing Kecamatan berdasarkan data Form C 1 yang dikantongi tim JUJUR yaitu :

Kecamatan Jailolo

  • DPT : 22.329 jiwa
  • Paslon JUJUR : 6.150 suara
  • Paslon DAMAI : 4.550 suara
  • Paslon Zaman-Pay : 4.930 suara
  • Desain : 2.825 suara
  • Total : 18.455 suara

Kecamatan Jailolo Selatan

  • DPT : 13.056 jiwa
  • Paslon JUJUR : 3.287 suara
  • Paslon DAMAI : 3.767 suara
  • Paslon Zaman-Pay : 2.044 suara
  • Desain : 1.351 suara
  • Total : 10.449 suara

Kecamatan Sahu

  • DPT : 7.265 jiwa
  • Paslon JUJUR : 1.010 suara
  • Paslon DAMAI : 3.003 suara
  • Paslon Zaman-Pay : 1.953 suara
  • Desain : 516 suara
  • Total : 6.482 suara

Kecamatan Sahu Timur

  • DPT : 6.226 jiwa
  • Paslon JUJUR : 1.487 suara
  • Paslon DAMAI : 1.863 suara
  • Paslon Zaman-Pay : 1.127 suara
  • Desain : 900 suara
  • Total : 5.337 suara

Kecamatan Ibu Selatan

  • DPT : 8.502 jiwa
  • Paslon JUJUR : 2.473 suara
  • Paslon DAMAI : 2.566 suara
  • Paslon Zaman-Pay : 934 suara
  • Desain : 1.252 suara
  • Total : 7.225 suara

Kecamatan Ibu

  • DPT : 7.245 jiwa
  • Paslon JUJUR : 2.512 suara
  • Paslon DAMAI : 1.694 suara
  • Paslon Zaman-Pay : 1.017 suara
  • Desain : 1.085 suara
  • Total : 6.308 suara

Kecamatan Ibu Utara (Tabaru)

  • DPT : 6.259 jiwa
  • Paslon JUJUR : 3.206 suara
  • Paslon DAMAI : 1.151 suara
  • Paslon Zaman-Pay : 215 suara
  • Desain : 991 suara
  • Total : 5.562 suara

Kecamatan Loloda

  • DPT : 7.799 jiwa
  • Paslon JUJUR : 2.490 suara
  • Paslon DAMAI : 2.408 suara
  • Paslon Zaman-Pay : 613 suara
  • Desain : 1.255 suara
  • Total : 6776 suara  #chull

Dana Insentif Imam dan Pdt se- Halbar Patut Dipertanyakan

Swaramalut.com, Halbar – Dana insentif Imam dan Pendeta (Pdt) se- Kabupaten Halmahera Barat (se-Halbar) tahun 2020 patut dipertanyakan.

Pasalnya, anggaran insentif imam dan Pdt per bulan Januari – Juni tahun 2020 sudah dicairkan melalui Surat Perintah Pencarian Dana (SP2D) Dinas Sosial (Dinsos) Halbar tertanggal 8 Desember 2020 belum pernah diterima oleh Imam dan Pdt se-Halbar. Hal tersebut perkuat dengan pengakuan beberapa Imam diwilayahnya Jailolo.

“Jadi tong bolong pernah terima gaji (Insentif Iman dan Pendeta) selama satu tahun,” kata salah satu Imam.

Dan yang lebih aneh lagi daftar penerima insentif Imam dan Pendeta se-Halbar yang dikantongi wartawan, itu sudah dibubuhi tanda tangan Imam dan Pdt dengan besaran Rp. 500.000 perbulan jadi total yang akan diterima sebesar Rp. 3.000.000.

Kepala Dinsos Halbar Samsuri Majid saat dikonfirmasi, membenarkan telah dilakukan permintaan pencarian dana.

“Tapi anggarannya masih ada di BANK dan rencana hari Senin pekan depan baru dibagikan,” aku Samsuri melalui via WhatsApp. #chull

Rapat Pleno PPK Sanana Tegang, Saksi Paslon 01 dan 02 Protes Jumlah Pemilih Yang Tidak Sesuai

Swaramalut.com- SANANA

Rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara pemilihan umum (Pemilu) pemilihan bupati dan wakil bupati kepulauan Sula(Kepsul) 2020, tingkat Kecamatan Sanana di gedung pertemuan kantor kecamatan sanana, berlangsung tegang,Jumat(11/12/2020).

Dua satu saksi dari Paslon nomor urut 1 Hardi dan Salman memprotes dengan pembacaan hasil jumlah pengunaan hak pilih di TPS 03 desa Mangon yang tidak sesuai dengan jumlah yang tertera di Forum C1 yang ada di mereka.

” Kami merasa sangsi dengan jumlah yang melambung tinggi sehingga kami minta Bawaslu agar membuat rekomendasi agar surat suara di hitung secara manual” jelas Hardi.

Lanjut Hardi, kami menduga ada rekasasa surat suara atau pengelembungan suara di TPS 03 desa Mangon,oleh sebab itu kami meminta agar pleno perhitungan di TPS 03 desa Mangon di pending sebab banyak indikasi yang kurang jelas.

Seperti yang kita ketahui bahwa pada pleno tingkat kecamatan sudah 2 TPS yang ada di desa Mangon sudah di tangguhkan yang pertama terdapat di TPS 02 dan yang ke dua di TPS 03.

Dari hasil pantauan wartawan.media.ini rekapitulasi tingkat kecamatan untuk desa Mangon masih berjalan alot dan banyak instruksi yang terjadi.

Sampai berita ini di turunkan proses perhitungan rekapitulasi masih masuk pada desa Mangon yang di mulai sejak pukul 09.00 WIT, walaupun kotak suara TPS 03 telah di buka Selisih surat suara di TPS 03 belum di juga temukan..#red

Terkait Tidak Tersedianya Hasil Rekapan TPS, Rapat Pleno PPK Sanana Ricuh

Swaramalut.com- SANANA

Kericuhan mewarnai rapat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Sanana, Jumat (11/12/2020). Saksi dari Paslon No urut 1 HT-UMAR dan Paslon No urut 2 ZADI-IMAM mendesak Panitia Pemilihan Kecamatan Sanana agar menyiapkan alat bantu atau hasil rekap sebelum perhitungan di mulai.

” Kami dari saksi paslon no urut 1 HT-UMAR meminta agar PPK harus menyediakan Hasil rekap sebelum perhitungan di mulai sebab ini menjadi dasar kami” Tegas Salman S.Naipon.

Bahkan sikap protes dari saudara Salman juga sempat ricu sebab Salman dengan ketegasan membantah Paslon nomor urut 3  Munir banapon yang meminta rapat pleno hari ini tetap di jalankan sehingga ketua PPK sempat mengusir saksi paslon no urut 1.

Hal yang sama juga di katakan oleh saksi no urut 2 Idzi Asrul Tabina bahwa PPK harus menyiapkan hal itu sebelum di laksanakan sebab jangan memaksakan keadaan sebab proses tahapan ini masih ada di hari esok, sebab jangan sampai kami dari para saksi menilai PPK memaksakan keadaan agar proses ini terus berjalan.

Terkait hal itu ketua PPK Ramli Sapsuha mengatakan tidak tersedianya hasil rekap di semua TPS di sebabkan jaringan yang tidak maksimal.

Mendengar pernyataan dari ketua PPK saksi paslon no urut 1 dan 2 sepakat agar proses perhitungan ini harus di tunda

Sampai berita ini di publikasikan suasana di rapat pleno Kecamatan Sanana masih ricuh dan belum ada keputusan yang kongrit terkait permasalahan tersebut.

Dalam tahapan rapat pleno tingkat kecamatan Sanana di kawal ketat oleh petugas kepolisian..#red

.