Apabilah Terbukti Lakukan TSM, FAM Bakal di Diskualifikasi

Swaramalut.com-SANANA

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Maluku Utara  memastikan Bawaslu Kabupaten Sula akan membatalkan pencalonan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kepulauan Sula Nomor urut 3 Fifian Adeningsi Mus dan Saleh Marasabesi(FAM-SAH) jika terbukti melakukan pelanggaran secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Hal ini dikatakan ketua Bawaslu provinsi Malut Muksin Amrin,SH.MH apabilah berkas  laporan tim hukum kedua Paslon di Sula dilimpahkan maka kami secara langsung akan meninjau dan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai dengan aturan.

Menurut dia, pelimpahan berkas laporan sesuai dengan Peraturan Bawaslu Pasal 3 dan 14, Nomor 9 Tahun 2020 tentang tata cara penanganan pelanggaran administrasi Pilgub, Pilbup, Pilwako, yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

” Betul, di aturannya memang TSM bisa dilakukan register di kabupaten dan tindaklanjuti provinsi”  ujar Muksin saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp,Minggu (13/12/2020).

Menurut Muksin apabilah laporan sudah di limpahkan ,dalam lima hari setelah menerima pelimpahan laporan, pihaknya akan melakukan penelitian, pengkajian, dan pemeriksaan terhadap saksi baik pelapor maupun terlapor. Selanjutnya diterbitkan keputusan atau rekomendasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk ditindaklanjuti.

Seperti yang kita ketahui Tim kuasa hukum dari Paslon nomor urut 1 dan 2 di pemilihan bupati dan wakil bupati Kepsul telah memasukan pelaporan ke Bawaslu kabupaten Kepsul siang tadi yang di serahkan langsung oleh kedua tim hukum Paslon tersebut apalagi sekarang ini juga kuat dugaan BKN Manado belum mengeluarkan surat pengunduran diri Fifian Adeningsi, Berdasarkan Catatan Bawaslu bahwa pada tanggal 13 November 2020 Bawaslu telah mengeluarkan REKOMENDASI terhadap Laporan nomor 15/Reg/LP/PB/Kab/32/08/XI/2020–Terlapor Fifian ade Ningsih Mus– DUGAAN PELANGGARAN SK PEMBERHENTIAN Saudari Fifian Ade ningsih Mus sebagai PNS. Telah ditindak lanjuti dan dinyatakan  PELANGGARAN ADMINISTRASI pada sejak  tanggal 13 November 2020..#red

Saksi Paslon Nomor Urut 1 dan 2 Tolak Hasil Rekapitulasi Suara PPK Mangoli Tengah

Swaramalut.com-SANANA

Ajrin Duwila dari saksi pasangan calon nomor urut 1 dan HT-UMAR dan Iki S.Tukoboya dari saksi paslon nomor urut 2 ZADI-IMAM, menyatakan penolakan atas rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Bupati dan Wakil bupati kepulauan Sula(Kepsul) ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mangoli Tengah.

Penolakan tersebut disampaikan Ajrin Duwila dan Iki s. Tukoboya  saat PPK Mangoli Tengah usai  membacakan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Bipati dan Wakil Bupati ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mangoli tengah pada rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Bupati dan Wakil bupati yang digelar di kantor kecamatan setempat,Minggu (13/12/2020)siang tadi.

Alasan penolakan tersebut, kedua saksi itu menyampaikan bahwa di Kecamatan Mangolibtengah pihaknya menemukan adanya indikasi kecurangan dalam pemungutan suara yang digelar tanggal 9 Desember 2020.

Temuan itu, terkait banyaknya pengguna KTP  tidak sesuai dengan orang yang menyalurkan hak suara ke TPS. Tak hanya itu, menurut Ajrin dan Iki, banyak angka-angka yang telah beruba serta jumlah DPT yang semakin membludak.

Atas temuan timnya itu, Kedua saksi itu meminta kepada Panwas untuk mengeluarkan rekomendasi pemilihan ulang di Kecamatan Mangoli ” kami meminta kepada Panwas untuk mengeluarkan rekomendasi Pemilihan ulang khusus di TPS 1,2 dan 3 desa Mangoli, TPS 01 desa jere, TPS 1,2,3 Desa Capalulu dan 1 TPS desa Wailoba yang berada di Kecamatan mangoli tengah karena ada indikasi kecurangan ” kata Ajrin dan Iki.

Permintaan Kedua saksi tersebut berdasarkan Forum keberatan yang sudah di lontarkan beberapa kali ke PPK,oleh sebab itu saksi Paslon nomor urut 1 dan 2 secara tegas menolak hasil rekapitulasi perhitungan suara tingkat kecamatan Mangoli tengah dengan tidak menandatangani berita acara pleno tersebut..#red

Tim Hukum Paslon 1 dan 2 , Laporkan Puluhan Pelanggaran Ke Bawaslu Sula

Swaramalut.com-SANANA

Tim Hukum paslon Bupati dan wakil Bupati Kepulauan Sula nomor urut 1 Hendrata Thes dan Hi Umar Umabaihi(HT-UMAR)serta Paslon nomor urut 2 Zulfahri Abdullah  Duwila dan Ismail Umasugi (ZADI-IMAM)Minggu (13/12/2020)siang tadi melaporkan temuan puluhan pelanggaran yang terjadi di Pilkada Kepulauan Sula.

” Tim Hukum pasangan HT-UMAR Amirudin Yakseb dan Kuswandi Buamona telah menemukan pelanggran kecurangan yang semakin masif, dan itu sudah kita inventarisir. Ada sekitar 50 pelanggaran yang kita temukan,” kata Amirudin dan Kuswandi.

Temuan terbaru pelanggran yang dilakukan adalah, penggunaan suara sisa sehingga partisapasi pemilih mencapai 100 persen. Hal tersebut tentu menyalahi peraturan, karena memanfaatkannya untuk menambah suara paslon tertentu. Ia juga menyayangkan sikap Bawaslu Kepsul yang belum mengetahui pelanggaran tersebut.

” Terus suara-suara sisa itu digunakan semua, berati partisipasi 100 persen ini yang menjadi tanda tanya sehingga menguntungka paslon tertentu. Masih banyak juga yang perlu kita laporkan satu di antaranya Forum C7 yang tidak pernah di berikan saat saksi meminta agar diperlihatkan”jelasnya.

” Terkait Pilkada kepsul, asasnya sama harus jujur dan adil. Nah kejujuran itu adalah sesuata yang diatur dalam konstitusi sekecil apapun penyelenggara itu. Melakukan ketidak jujuran dan ketidak adilan, maka harus diperbaiki. Sekecil apapun, meskipun tidak akan berpengaruh pada hasil suara,” pungkasnya..#red