Terdakwa Penyelundupan Unggas di Halbar Divonis 6 Bulan Percobaan

Swaramalut.com, Halbar – Terdakwa kasus penyelundupan unggas jenis ayam philipana, Rudi Jonas (38) warga Kelurahan Guraping Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan(Tikep) divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ternate 6 Bulan Percobaan.

Kasi Pidum Kejari Halbar, Reza Fikri Darmawan

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Halmahera Barat (Kasdum Kejari Halbar) Reza Fikri Dharmawan, ketika dikonfirmasi, Rabu, 30 Desember 2020, membenarkan terdakwa Penyelundupan Unggas jenis ayam philipana sebanyak 15 ekor Rudi Jonas divonis majelis hakim pidana penjara 1 bulan lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Halbar.

“Dimana pada persidangan sebelumnya terdakwa dituntut JPU 3 bulan pidana penjara dan denda sebesar Rp. 5 juta subsider 1 bulan pidan penjara dengan masa percobaan 6 bulan,” ungkapnya.

Dan berdasarkan pada fakta persidangan terdakwa terbukti melanggar pasal 35 ayat 1a, dan huruf c, Undang-undang  Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa.

“Namun majelis hakim yang ketua Ulfa Rery, Hakim Anggota Khadijah AmalZain Rumalean, Kadar Noh, mempunyai pendapat lain dan menjatuhi hukum kepada terdakwa 2 bulan penjara, denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurang penjara dengan masa percobaan 6 bulan,” kata Reza.

Memang putusan hakim lebih ringan dari tuntutan JPU, namun terdakwa masih wajib membayar denda kalau tidak maka harus menjalani subsider dari denda tersebut, sementara barang bukti dirampas oleh negara.

“Sebenarnya, kami sudah melelang barang bukti tersebut, tetapi salinan putusan baru kami terima, maka lelang baru kami laksanakan pada pekan depan sekaligus mengeksekusi atas denda tersebut,” ujar Kasdum Kejari Halbar. #chull

Wartawan Halbar Ditikam, Ketua KJH Desak Polisi Tangkap Para Pelaku

Swaramalut.con, Halbar – Terkait kasus dugaan penikaman dan pemukulan yang dilakukan Ilyas Dany bersama kawan-kawan terhadap wartawan Cermat Partner Kumparan.com biro Halbar, Rabu 30 Desember 2020 dinihari tadi, mendapat tanggapan serius dari Komunitas Jurnalis Halmahera Barat (KJH).

Menurut Ketua KJH Halbar, Ruslan Habsy, kasus dugaan penikaman dan pemukulan yang diduga dilakukan oleh beberapa pendukung pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Halbar yang berakronim JUJUR ini, pihak Kepolisian dalam hal ini Kepolisian Sektor Jailolo Selatan (Polsek Jalsel).

“Karena ini merupakan tidak melawan hukum dan sudah dilaporkan secara resmi oleh korban (Zulfikar), maka pihak Polsek Jalsel harus mengusut kasus ini hingga tuntas,” kata Ruslan, kepada wartawan, Rabu 30 Desember 2020 pagi tadi.

Dan terkait kasus kekerasan terhadap wartawan kali ini tidak biasa, karena pelaku secara terang-terangan membawa senjata tajam (Sajam) dan langsung menikam dan menganiaya korban.

“Olehnya itu, saya atas nama wartawan dan mewakili seluruh Jurnalis, berharap pihak penegak hukum dapat cepat mengamankan para pelaku, sehingga tidak terjadi kepada rekan pewarta yang lain, karena bisa saja terjadi kembali yang dapat mengancam keselamatan dari pewarta sendiri,” ujar Lan.

Sementara itu korban, Zulfikar Sahman, juga membenarkan terkait kasus pemukulan dan penikaman terhadap dirinya itu sudah laporkan secara resmi kepada pihak yang berwajib dalam hal ini Polsek Jalsel.

“Laporan saya sudah diterima, dan sudah dilakukan permintaan visum,” ucapnya.

Zul sapaan akrab Zulfikar, juga mengisahkan kronologis kejadian tersebut berawal sekitar pukul 01.30 WIT, dirinya sementara duduk disebuah warung makan di Desa Moiso Kecamatan Jalsel, tiba- tiba datang sebuah mobil Avanza dengan nomor polisi DM 1814 DB yang dikendarai Irwan yang juga merupakan salah satu pendukung paslon JUJUR.

“Berselang tak lama, turun sekitar 4 orang dan langsung melakukan penganiayaan terhadap saya dengan cara mengunakan kepalang tangan dan salah satu diantara pelaku bernama Ilyas Dany langsung menikam saya dengan pisau (kris),” jelasnya.

Namun atas kejadian tersebut dirinya mengalami luka memar dan luka robek di bagian wajah akibat terkena Sajam (kris).

“Tapi saya juga bersyukur, karena saat kejadian tersebut ada warga desa setempat sehingga dapat melerainya, dan saya langsung mendatangi Mapolsek Jalsel guna melaporkan kejadian tersebut,” tuturnya.

Kapolsek Jalsel Ipda Ikra Patamani, saat dikonfirmasi, memberikan adanya laporan penganiayaan terhadap salah satu wartawan.

“Kini pihaknya sudah meminta keterangan korban dan melakukan permintaan visum di Puskesmas Sidangoli,” terangnya. #chull