Polisi  Tembak  Mati Terduga Teroris Dekat Ruang Kapolri Bekerja

Swaramalut.com-NASIONAL

Seorang terduga teroris berhasil ditembak mati saat memasuki komplek Mabes Polri di Jalan Trunojoko, Jakarta Selatan, sekitar pukul 16.30 WIB, Rabu (31-03-2021).

Sebelumnya, aksi terorisme kembali terjadi. Tak tanggung-tanggung, kali ini terduga teroris tersebut menyerang Mabes Polri.

Berdasarkan video yang beredar, terduga teroris yang memakai baju hitam dengan memakai cadar dilumpuhkan oleh aparat kepolisian yang berjarak 10 meter dari kantor kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.

Foto : Terduga Teroris yang tertangkap kamera saat di sekitar mabes polri sebelum di lumpuhkan

Dugaan sementara terduga teroris tersebut masuk lewat pintu belakang dan berjalan menuju depan tepat di gedung kantor tempat kapolri bekerja.

Seperti diketahui Polri telah berhasil menangkap sejumlah terduga teroris pasca-bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Total, ada 13 terduga teroris yang ditangkap.

Ke-13 terduga teroris itu ditangkap di Makassar, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jakarta, dan Kabupaten Bekasi, dengan rincian 4 ditangkap di Makassar, 5 di NTB, serta 4 di Jakarta dan Kabupaten Bekasi.

Sampai berita ini ditayangkan Humas Polri belum memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut dan jenazah terduga teroris yang menyerang mabes polri sudah di bawah oleh tim forensik..#Sumber

Pemda Kepsul Resmi Umumkan Hasil Seleksi Berkas 406 Cakades

Swaramalut.com-SANANA

Hasil seleksi berkas 406 orang Calon Kepala Desa (Cakades) telah resmi di umumkan oleh Pemda Kepsul melalui Kantor Bagian Pemerintahan,rabu (31/03/2021).

Pantauan Swaramalut.com, nama-nama 406 orang Cakades yang lulus seleksi berkas dan tidak lulus seleksi berkas di tempel di depan Kantor Bagian Pemerintahan.Empat ratus enam Cakades tersebut tersebar di 78 Desa di 12 Kecamatan.

Berikut nama-nama Desa dan Kecamatan serta jumlah Cakades yang lulus seleksi berkas.

Kecamatan Sanana, Desa Mangon 7 orang lulus, Desa Waibau 4 orang lulus, Desa Fagudu 5 orang lulus, Desa Falahu 3 orang lulus, Desa Fatce 6 orang lulus, Desa Fogi 7 orang, 6 orang lulus,1 orang tidak lulus seleksi berkas, Desa Waihama 4 orang lulus, Desa Waiipa 5 orang lulus berkas, Desa Umaloya 9 orang lulus, Desa Pastina 3 orang lulus, Desa Wailau 8 orang, 7 orang lulus, 1 orang tidak lulus.

Foto : Daftar Pengumuman Hasil Cekades

 

Kecamatan Sanana Utara, Desa Pohea 3 orang lulus,Desa Bajo 5 orang lulus,
Desa Mangega 4 orang, 3 orang lulus satu orang tidak lulus,Desa Fukweu 5 orang lulus,Desa Malbufa 4 orang Lulus,
Desa Wainin 4 orang lulus,Desa Fokalik 6 orang lulus.

Kecamatan Sulabesi Tengah,Desa Waiboga 5 orang lulus,Desa Soamole 5 orang lulus,Desa Waiman 7 orang, satu orang tidak lulus,Desa Fatiba 6 orang lulus,Desa Bega 7 orang lulus,Desa Manaf 3 orang lulus.

Kecamatan Sulabesi Timur,Desa Baleha 4 orang lulus,Desa Wailia 6 orang, satu orang tidak lulus,Desa Fatkauyon 3 orang lulus,Desa Sama 2 orang lulus,
Desa Waisepa 2 orang lulus,
Desa Waigoiyofa 7 orang lulus.

Kecamatan Sulabesi Selatan,Desa Fuata 9 orang lulus,Desa Waigai 9 orang, dua orang tidak lulus,Desa Waitamua 8 orang lulus,Desa Wainib 4 orang lulus,Desa Sekom 9 orang lulus.

Kecamatan Sulabesi Barat,Desa Kabau Pantai 7 orang lulus,Desa Kabau Darat 4 orang lulus,Desa Ona 4 orang lulus, Desa Waiina 6 orang, 1 orang tidak lulus,Desa Nahi 6 orang lulus,Desa Paratina 2 orang lulus.

Kecamatan Mangoli Utara Timur,Desa Waisakai 9 orang, satu orang tidak lulus,
Desa Pelita Jaya 6 orang lulus,Desa Kawata 5 orang lulus,Desa Waisum 5 orang lulus.

Kecamatan Mangoli Timur,Desa Waitina 4 orang lulus,Desa Karamat Titdoi 6 orang lulus,Desa Naflo 2 orang lulus,Desa Kou 5 lulus,Desa Waitamela 5 orang lulus.

Kecamatan Mangoli Tengah,Desa Mangoli 9 orang lulus,Desa Urifola 4 orang lulus,Desa Capalulu 5 lulus,Desa Baruakol 4 orang lulus,Desa Waitulia 4 orang, satu orang tidak lulus,Desa Waiu 5 orang lulus,Desa Paslal 4 orang lulus
Desa Jere 6 orang lulus,Desa Wailoba 5 orang lulus.

Kecamatan Mangoli Selatan,Desa Buya 5 orang lulus,Desa Auponhia 4 orang,1 orang tidak lulus,Desa Waikafia 8 orang, satu orang tidak lulus,Desa Wailab 4 orang lulus,Desa Kaporo 4 orang lulus.

Kecamatan Mangoli Barat,Desa Dofa 9 orang lulus,Desa Pelita 3 orang lulus,Desa Lekokadai 8 orang lulus, Desa Leko Sula 2 orang lulus,Desa Pasipa 8 orang lulus,Desa Johor 2 orang lulus,
Desa Lilyaba 3 orang lulus.

Kecamatan Mangoli Utara,Desa Falabisahaya 6 orang lulus,Desa Pastabulu 6 orang, satu orang tidak lulus,Desa Modapia 4 orang, satu orang tidak lulus,Desa Modapuhi 5 orang lulus,
Desa Desa Modapuhi Trans 4 orang, satu orang tidak lulus,Desa Saniahaya 5 orang lulus,Desa Minaluli 6 orang, satu orang tidak lulus..# EDL

Besok, 481 Siswa MI Halsel Akan Ikut Ujian Secara Serentak

Swaramalut.com-HALSEL

Memasuki akhir pelaksanaan tahun ajaran 2020/2021, seluruh siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan bakal mengikuti Ujian Madrasah(UM)yang akan dilaksanakan secara serentak besok.

Pelaksanaan ujian mulai dari tanggal 1 – 9 April 2021. Kepala Seksi Pendidikan Islam Husain Jafar saat ditemuai Swaramalut.com diruang kerjanya, Rabu, (31/03/2021)  mengatakan bahwa pelaksanaan ujian Madrasah tingkat MI akan diikuti oleh 481 Siswa, terdiri dari 241 siswa laki-laki dan 240 siswa perempuan yang tersebar di 29 Madrasah Ibtidaiyah baik negeri maupun swasta.

Foto : Husain Jafar (Kepala Seksi Pendidikan Islam )

“Ujian Madrasah tingkat MI diselenggarakan di masing-masing satuan pendidikan yakni madrasah. Tidak ada Madrasah bergabung, seluruh madrasah MI di Halmahera Selatan sudah akreditasi sehingga pelaksanaan ujian dapat berlangsung dimasing-masing Madrasah. “Untuk pembukaan UM akan dipusatkan di MIS Nurul Hasnah Kupal Baru, dan selanjutnya akan dilakukan pemantauan ke seluruh Madrasah dalam Kota Labuha dan sekitarnya, oleh Kepala Kantor yang diwakili Kepala Seksi Pendidikan Islam”. Jelas Husain Jafar

Husain menyampaikan, Pada tahun ini pelaksanaan ujian madrasah sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, dimana  pelaksanaan UM dilakukan secara mandiri, mulai dari penyusunan soal, penggandaan sampai pada pelaksanaan dan penetuan kelulusan dengan tetap berpedoman pada Kepetusuan Dirjen Pendis Nomor : 752 Tahun 2021, Tentang POS Penyelenggaraan Ujian Madrasah Tahun 2020/2021.

“Setelah penyelenggaraan Ujian Madarasah, seluruh Madrasah diwajibkan membuat dan menyampaikan laporan secara berjenjang ke Kantor Kemenag Kabupaten Halmahera Selatan dan selanjutnya pihaknya akan menindak lanjuti dengan menyampaikan laporan  ke Kanwil Kementerian Agama Prov. Maluku Utara untuk disampaikan kepusat,”ujarnya.

Husain bilang terkait pembiayaan pada Ujian Madrasah, dirinya mengharapkan agar pihak Madrasah harus memikirkan keuangan Madrasah

“Jangan hanya berharap dari Dana Bantuan Operasinal Sekolah (BOS), sehingga jika terjadi keterlambatan dalam pencairan tidak akan berpengaruh pada pelaksanaan kegiatan di Madarsah seperti pelaksanaan Ujian sekarang,”cetus dia.

“Pembiayaan UM bersumber dari anggaran BOS, Komite dan Madrasah,  kemudian Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN), Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan/atau sumber lain yang sah dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,”tambahnya..#iL

Tahun 2020 DPMPTSP Kepsul Terbitkan 234 SIUP Mikro Serta 72 SIUP Perusahan Non Peserorangan

Swaramalut.com-KEPSUL

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut) di tahun 2020 telah resmi menerbitkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Mikro kepada 234 perusahan perseorangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Nasrun kepada Swaramalut.com,selasa (30/03/2021) di ruang kerjanya.

Dia menjelaskan, semua usaha yang tidak membutuhkan akta penderian perusahan itu dia masuk dalam izin usaha perseorangan,”Jelasnya.

Selain itu, di tahun 2020 DPMPTSP juga menerbitkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk 72 perusahan non peraeorangan,” Kalau CV, PT, Yayasan dan Koperasi, itu masuk dalam non perseorangan,”Paparnya.

Sementara untuk tahun 2021 kami dari DPMPTSP juga belum tau berapa jumlah orang yang mendaftar untuk pembuatan izin perusahan karena sekarang sistem nya sudah online,”Jadi kalau kita mau tau itu terkecuali di bulan-bulan mei atau juni baru sistem rekapan nya muncul.

Selain itu, Nasrun yang di tanya soal pencabutan izin usaha bagi perusahan yang terjerat masalah hukum. Dia mengatakan bahwa, apabila ada perusahan yang terjerat masalah hukum atau pelanggaran apa saja maka di kembalikan kepada SKPD terkait.

Misalnya CV atau PT yang bergerak di bidang perkebunan kemudian dia melanggar undang-undang lingkungan maka kita tinggal menunggu rekomendasi dari Dinas Linkungan Hidup (DLH) untuk mencabut izin lingkungan nya, tapi tidak di cabut secara keseluruhan, kita cabut satu persatu,”Tapi izin usaha kalau sudah di cabut satu izin maka sudah tidak bisa bergerak lagi.

Contohnya seperti usaha perkebunan, disitu kan ada beberapa izin, seperti izin lingkungan, izin lokasi kemudian IPK yang di keluarkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi. Jika ada satu izin saja yang di cabut berarti sudah tidak bisa beroprasi lagi,”Tuturnya..# EDL

Abrasi Ancam Pemukiman Warga Kelurahan Rua

Swaramalut.com, TERNATE – Abrasi mengancam pemukiman warga di Lingkungan Monge RT 08 / RW 04 Kelurahan Rua Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara (Malut).

Tanggul ambruk akibat abrasi pantai

Berdasarkan pantauan Swaramalut.com, Selasa 30 Maret 2021, Akibat kuatnya gelombang dan arus laut sehingga mengancam puluhan rumah yang berada di pesisir pantai lingkungan tersebut. Bahkan jarang bibir pantai dengan beberapa rumah warga tinggal kurang lebih 3 meter.

Salah satu warga Lingkungan Monge (RT 08/RW 04) Djunaidi Kasim, mengeluhkan terkait kondisi tersebut dan meminta adanya perhatian dari pemerintah setempat.

“Jadi dengan kondisi ini, tentunya kami sangat membutuhkan perhatian dan upaya penanganan agar rumah warga terhindar dari ancaman abrasi,” ungkapnya.

Dan bila tidak ada upaya penanganan dengan membuat breakwater (tanggul pemecah gelombang) atau semacamnya bisa dipastikan rumah warga disekitar lingkungan ini akan hilang.

“Sebab lahan yang berada di lingkungan warga ini sudah cukup panjang sekitar 10 meter yang terkikis akibat abrasi,” jelas warga adat lingkungan Monge.

Karena pohon Capilong atau Nyamplung (penahan abrasi laut) juga sudah banyak yang roboh, bahkan bangunan swering (tanggul) yang dibangun sebahgian sudah ambruk.

“Olehnya itu, penanganan dari pemerintah daerah sangat diharapkan dalam mengatasi kondisi tersebut,” pinta Djunaidi. #Red

Resmi Dilantik, Perbakin Halsel Siap Cetak Atlet-Atlet Terbaik  

Swaramalut.com-HALSEL

Pengurus persatuan penembak sasaran dan berburu (Perbakin) Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara Resmi di lantik dan dikukuhkan. Pelantikan itu dipimpin oleh Ketua 1 Perbakin Provinsi Maluku Utara Agus Supriyadi. Tepatnya di aula hotel jenisi,Senin (29/3/2021).

Kegiatan pelantikan dihadiri Bupati Halmahera Selatan mewakili Asisten 3, terlihat Danramil 1509-01/ Bacan Kapten Aga Galela, kegiatan tersebut dengan tema.” Upaya mendorong atlet-atlet penembak terbaik Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam sambutannya Ketua Perbakin Halsel Aswin Adam, diwakili Ketua 1 Sarjan Taib, mengurasi sejarah lahirnya Perbakin didirikan di Jakarta pada tahun 1960, kemudian berdirinya perbakin di Provinsi maluku utara pada tahun 1996 dan kemudian tahun 2014 didirikan di Halmahera Selatan pada massa kepemimpian Ahmad Purbaya. Di tahun yang sama kata Sarjan berhasil mengirimkan dua atlet untuk mengikuti even tingkat Nasional.

“Sayangnya seiring berjalannya waktu bapak Ahmad Purbaya pindah tugas disitulah kemudian mandet kerja-kerja perbakin,”akunya.

Dengan begitu Lanjut Sarjan, dirinya berharap kepada kepengurusan yang baru untuk kerjasama yang baik sehingga mendorong atlet-atlet terbaik di Kabupaten Halmahera Selatan.

“Tentu di Halmahera Selatan ini banyak potensi-potensi yang dimiliki masyrakat sangat banyak, hanya saja kemandetan wadah ini akhirnya kita tidak mengorganisir potensi-potensi yang dimiliki,”ujar ketua Bapan itu.

Sementara itu, ketua 1 Perbakin Provinsi Maluku Utara Letnan Jenderal TNI Agus Supriyadi, mengucapkan selamat bagi seluruh anggota pengurus yang baru saja dilantik. Dia berharap kepercayaan yang sudah diberikan ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh anggota pengurus untuk mengembangkan olahraga menembak serta membantu atlet olahraga menembak meraih prestasi di masa-masa yang akan datang.

“Memasuki era digital ini tentu tidak mudah untuk mencapai semua itu, seluruh komponen baik sumber daya manusia dan sumber daya lainnya harus disatukan, harus langkah bersama dan seiramah untuk mewujudkan cita-cita besar yaitu mencetak atlet-atlet terbaik di Kabupaten Halmahera Selatan,” jelasnya.

Organisasi Perbakin kata Agus, berbeda dengan organisasi pada umumnya kenapa. Karena Organisasi Perbakin berkaitan dengan Senjata.

“Saya terus menyampaikan senjata itu adalah seni ya. Jadi kalau dalam pisikologis senjata-senjata itu tidak berbahaya, yang berbahaya itu adalah kejiwaan kita,”terangnya.

Di internal Pengurus perbakin sendiri itu mampu menata hatinya, pisikologinya, dalam mengelola dan merawat senjata sehingga tampa sengaja kalau kita lalai menggunakan senjata bisa mencelakai orang.

“Oleh karena itu anggota perbakin harus taat betul terhadap organisasi ini,”tutupnya mengakhiri..#iL

Lima Cakades Kou Representasi Dari Desa Harus Diseleksi Secara Profesional

Swaramalut.com-SANANA

Tahapan Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Sula yang diselenggarakan secara serentak di 78 Desa tahun 2021. Oleh Pemerintah Daerah tinggal sepekan bakal dihelat.

Untuk menjaga hajatan pemerintah daerah tersebut harapannya harus berjalan sesuai dengan asas demokrasi selalu diinginkan oleh masyarakat di Desa.

Oleh karena itu, pada tahapan seleksi Cakades khusunya di Desa Kou Kecamatan Mangoli Timur. Pemuda Desa Kou M. Rismit Teapon meminta Kepada panitia seleksi Pilkades ditingkat Kabupaten. Untuk harus bekerja secara transparan, obyektif dan profesional sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Alhamdulillah di Desa Kou yang ikut Daftar dan bertarung dalam Pesta Demokrasi atau Pilkades tahun ini. Sebanyak 5 orang Cakades, ke 5 figur tersebut masing-masing memiliki SDM dan mereka merupakan representasi dari masyarakat Desa Kou. Untuk itu tahapan seleksi berkas hingga tes tulis dan wawancara oleh Pantia Kabupaten. Saya meminta agar dilakukan secara profesional sesuai dengan aturan,” ungkap Pemuda Desa Kou ini kepada wartawan, Sabtu (27/3/2021).

Pemuda Desa Kou itu menjelaskan proses Pilkades di Desa Kou berdasarkan pengalaman 5 tahun lalu. Kata dia, desa Kou demokrasinya sangat cacat. Sebab, lanjut Dia, dari hasil seleksi oleh panitia Kabupeten tahun lalu, tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh masyrakat Desa Kou.

Bahkan kata Jurnalis Sula ini, pada hari pemilihan masyarakat yang ikut memberikan hak pilih hanya 200 orang. Padahal di Desa jumlah jiwa pilih sekitar 700 lebih.

“Pengalaman kita di Desa Kou tahun-tahun lalu sangat mencederai proses Demokrasi kita di tingkat Desa yang ikut nyoblos tidak sesuai, belum lagi ada saudara-saudara dan orang-orang tua kita ada yang nyaris adu jotos,” ungkapnya.

Rismit berharap kepada 5 Cakades yang ikut bertarung pada Pilkades Tahun 2021, jika terpilih nanti selalu mengedepankan amanah dari rakyat dan tranparansi untuk mengolah Dana Desa.

“Harapannya semoga 5 Cakades Kou. Jika terpilih nanti harus memegang amanah serta Transparansi dalam mengelolah Dana Desa. Kemudian yang diamanahkan oleh rakyat harus bertanggung jawab. Bukan berarti jadi Kades kemudian yang diamanahkan oleh rakyat itu dikebiri,”harapnya

Untuk diketahui 5 Cakades Kou yang ikut mendaftar sebagai Calon yaitu Nadir Teapon, Latifa Gailea, Imin Buamona, Jufri Duwila dan Amrul Duwila..#Is

Dinkes Halsel Gelar Sosialisasi Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Swaramalut.com-HALSEL

Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara (Malut) melakukan sosialisasi dan evaluasi pelaksanaan Vaksinasi covid-19 tepatnya di aula Dinas Kesehatan Halsel.

Melalui kabid P2 Dinas Kesehatan Hi. Latahan, mengatakan dalam revisi petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi covid-19 disebutkan bahwa pentahapan kelompok prioritas penerima vaksinasi covid-19 adalah 1. Petugas kesehatan januari – minggu 3 februari 2021 2. Lansia dan petugas publik minggu ke-4 februari 2021 dan 3. Masyarakat rentan mulai mei – juli 2021. 4. Masyarakat lainnya mulai agustus – desember 2021.

“Untuk saat ini Kelempok sasaran penerima vaksin itu kategori usianya mulai dari 18 – 59 tahun dan lansia, dan usia 60 tahun ke atas,”ujarnya kepada Swaramalut.com.

Latahan menuturkan, Indikasi dari vaksinasi covid-19 untuk mengendalikan penularan covid-19 dan diberikan kepada orang yang berusia 18 -59 tahun dan lansia.

“Untuk Halsel sudah menerima distribusi vaksin covid-19 dari dinas kesehatan provinsi maluku utara sebanyak 5.520 dosis dan semuanya sudah di distribusi ke Rumah Sakit, Puskesmas dan klinik yang ada di Halmahera Selatan,”ucapnya.

Berdasarkan data per tanggal 24 maret 2021 yang sudah divaksinasi 1.Tenaga kesehatan,  dosis ke-1 sebanyak 1838 orang dengan capaian cakupan sebesar 89% sedangkan dosis ke-2 sebanyak 1359 orang dengan capaian cakupan sebesar 66%. 2. Lansia 4 orang 3. Petugas publik, dosis ke-1. 915 orang dosis ke-2  27 orang.

“Efek samping Vaksin covid-19  hampir sama degan vaksin lainnya ada efek lokal dan efek sitemik, namun beberapa orang yang divaksinasi melaporkan mengalami nafsu makan bertambah dan mengantuk,”katanya.

Kendala yg dihadapi Ketersediaan vaksin covid-19 masih terbatas dan masih adanya penolakan masyarakat untuk divaksinasi  kemudian adanya pemberitaan-pemberitaan yg beredar dimedia sosial yang tidak dapat dipertanggung jawabkan alias (Hoax)

Ia menambahkan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Fasyakes pelaksana vaksinasi covid-19 di Halsel sebanyak 38 fasyankes dengan sasaran Nakes sebanyak 2.054 otang Lansia sebanyak 6.445 orang petugas publik sebanyak 20.198 orang totalnya  28.697 orang..#iL

Sidang Perdana, DKPP Periksa Ketua , Anggota KPU dan Bawaslu Kepulauan Sula 

Swaramalut.com-TERNATE

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memeriksa Ketua, Anggota KPU Kabupaten Kepulauan Sula dan Bawaslu Kabupaten kepulauan sula dalam sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) untuk empat perkara , jumat (26/03/2021) pukul 09.00 WIT.

Lima Anggota KPU Kabupaten kepulauan sula, yaitu Yuni Yuningsi Ayuba(Ketua), Ramli K Yakup, Ifan Sulabessy Baimona. Samsul Bhari Teapon, Hamida Umalekhoa, berstatus sebagai Teradu dalam perkara 32-PKE-DKPP/II/2021 . Perkara ini diadukan oleh Abdul Fattah Fataruba, Bustamin Sanaba dengan memberi kuasa kepada Kuswandi Buamona dan Rajamin Solisa.

Foto : Kuasa Hukum Kuswandi Buamona dan Rajamin Solisa dkk.

Dalam perkara ini, Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Kepulauan Sula diadukan atas dugaan tidak menindaklanjut rekomendasi Bawaslu Kabupaten kepulauan Sula Ter tanggal 13 November 2020 terkait pelanggaran Administrasi calon bupati dan tidak menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu terkait pungutqn suara ulang(PSU)Pada TPS 01, 02, 03, 04, 05 desa Mangoli Dan TPS 1 desa Waitulia Kec.mangoli tengah kabupaten Kepsul Maluku Utara.

Sedangkan tiga Anggota Bawaslu Kabupaten kepulauan sula diperiksa sebagai Teradu dalam perkara nomor 86-KEP-DKPP/II/2021 dan 87-KEP-DKPP/II/2021 Ketiganya yaitu Iwan Duwila(Ketua), Ajuan Umasugi dan Risman Buamona.

Sidang kali ini majelis memeriksa anggota dan Ketua KPU kabupaten Kepulauan Sula sebagai teradu dengan pokok perkara Nomor : 32-PKE-DKPP/I/2021, 70-PKE-DKPP/II/2021, 86-PKE-DKPP/II/2021, dan 87-PKE-DKPP/II/2021.

Para teradu juga diduga membocorkan nomor SK penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Kepulauan Sula 2020 kepada Bupati Kabupaten Pulau Taliabu

Selain itu, teradu diduga tidak menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu Kabupaten Kepulauan Sula tanggal 13 November 2020 terkait pelanggaran administrasi calon bupati, dan tidak menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu terkait Pungutan Suara Ulang (PSU) pada TPS 01, 02, 03, 04, 05 Desa Mangoli dan TPS 1 Desa Waitulia Kecamatan Mangoli Tengah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Foto : Surat dari Pengadilan Makassar

Pokok perkara selanjutnya nomor 70-PKE-DKPP/II/2021, disebutkan teradu yang tidak berkepastian hukum dan profesional dalam melakukan verifikasi syarat pencalonan pada salah satu calon Bupati Kepulauan Sula tahun 2020 nomor urut 3, yakni Fifian Adeningsih Mus sesuai surat keterangan tidak sedang dinyatakan pailit yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Makassar Nomor :814/SK/HK/09/2020/PN. Mks, tanggal 2 September 2020.

Para teradu juga  diduga tidak melaksanakan rekomendasi Nomor. 599/K.BAWASLU-KS/PM.05.02/XII/2020 tertanggal 13 Desember 2020 perihal Pemungutan Suara Ulang di  enam TPS yakni di TPS 01, 02, 03, 04, 05, Desa Mangoli dan di TPS 01 Desa Waitulia, Kecamatan Mangoli Tengah, Kab. Kepulauan Sula.

Sementara itu Teradu I (Ketua KPU) diduga mengetahui mobilisasi pengumpulan E-KTP para pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT yang dilakukan oleh petugas pemilu (KPPS) di TPS 08, Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.

Yang ketiga, dalam perkara nomor 86-PKE-DKPP/II/2021 disebutkan teradu memberikan arahan bahwa tidak bisa dilakukan pergeseran surat suara sehingga dapat diwakilkan oleh salah satu anggota keluarga dari peserta pemilih penyandang disabilitas maupun orang sakit atau/ yang tidak bisa hadir untuk datang mencoblos di TPS.

Yang ke empat perkara Nomor 87-PKE-DKPP/II/2021,Para Teradu dilaporkan atas dugaan tidak menindaklanjuti Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Kepulauan Sula dengan Nomor : 597/K.BAWASLU-KS/ PM.05.02/XII/2020 tentang Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada TPS 01, 02, 03, 04,05,06 Desa Mangoli dan TPS 01 Desa Waitulia.

Kuasa hukum Termohon juga menyampaikan sidang putusan terhadap perkara dugaan kode etik ini akan dilanjutkan pada pekan depan. “Kami menunggu panggilan DKPP pekan depan pada sidang putusan perkara ini,” jelas Kuswandi

Selain itu, Kuswandi menambahkan bahwa upaya yang dilakukan saat ini agar ada efek jera bagi penyelenggara Pemilu di Kepulauan Sula ke depan.

“Kami bermaksud memberikan efek jera, sehingga masyarakat Sula yang tergabung dalam penyelenggara pemilu bisa mewujudkan pemilu yang demokratis,” tutup Wandi mengakhiri..#red

Marves Bakal Perjuangkan Tambang  Kusubibi Agar Dilegalkan Pemerintah

Swaramalut.com-HALSEL

Asisten Deputi Pertambangan Kemenko Marves Tubagus Nugraha, menegaskan akan memperjuangkan tambang Desa Kusubibi untuk dilegakan.

Hal itu disampikan dalam sambutannya pada acara tatap muka bersama dengan kelompok penambang Rakyat di Desa kusubibi pada, (Jumat/26/3/2021). Sore tadi.

Merven mengatakan, ia sudah menghadirkan pihak aneka tambang mewakili negara pihak perbangkan sebagai bentuk dari keseriusan untuk membantu mengurus ijin tambang Desa Kusubibi.

“Artinya, apa pemerintah sudah serius mengurus terkait izin tambang Kusubibi, kita seharusnya bisa berkaca di Gunung Botak yang tidak mau diatur,”ujarnya.

Marven lantas membeberkan, pengalaman buruk yang sampai di tinggkat Presiden yaitu tambang yang ada di Gunung Botak, bagaimna tidak cukup rumit problem permasalahannya. tak sampai disitu, bahakan dibeberapa wilayah seperti selawesi, jawa kalimantan, sumatra, dalam konteks legalnya itu belum juga ada.

“Akibat tuntutan ekonomi kehidupan, akhirnya masyarakat melakukan aktivitas tambang lantas apa aturan itu ada, jawabannya ada.

Peraturan masih, lanjut Marven, undang-undang nomor 11 tahun 67 mengatur tentang pertambangan rakyat, kemudian undang-undang nomor 4 tahun 2009 itu juga mengatur tentang pertambangan rakyat.

“Ada aturan terbaru yang mau dibahas yaitu undang-undang yang akan mengatur bagaimana pertambangan se- indonesia dikerjakan. Muda mudahan dalam beberapa waktu mendatang pemerintah akan tetapkan itu semua.

Sementara itu, sekertatis jendral DPP Asosiasi Penambang Rakyat Indonesian Imran S. Malang, dalam sambutannya mengatakan, kabupaten Halmahera Selatan sebagai kabupaten ditetapkan pemerintah Pusat masuk Lumbung Ikan Nasional (LING).

“Itu komitmen pemerintah pusat dan pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yaitu Halmahera Selatan harus bebas dari mercurry.”jelasnya.

Ia juga berharap, kehadiran pemerintah pusat di Desa Kusubibi kabupaten Halmahera Selatan ini bisa menangungi dan membina demi legalnya tambang di Desa Kusibibi ini..#iL