Ini Tanggapan Bupati Halsel Terpilih Usman Sidik Terkait Pembangunan JSN di Pulau Obi

Swaramalut.com JAKARTA

Polemik pembangunan jalan strategis Nasional antara PT. Harita dan Balai Peningkatan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara akhrinya ditanggapi Bupati terpilih Usman Sidik. Dalam tanggapan Usman Sidik melalui mediasi dengan PT. Harita Nikel.

Hi Usman Sidik mengatakan dirinya siap membela masyarakat Obi terkait pembangunan Jalan Strategis Nasional(JSN) maka dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu atau informasi yang tidak benar.

“Saya akan tetap konsisten membela masyarakat Obi, maka komunikasi dan koordinasi saat intens dilakukan dengan PT. Harita agar projek jalan untuk kepentingan masyarakat itu bisa terealisasi,”tandas Usman seperti dilansir dari media Liputanmalut.com

Lanjut politisi PKB ini mengatakan,  yang jadi polemik sekarang ini terkait lokasi pembangunan jalan karena pihak balai menginginkan jalan itu dibangun di pesisir pantai tetapi PT. Harita menginginkan harus membela gunung karena alasan pesisir pantai masuk dalam kawasan Izin usaha pertambangan (IUP) mereka.

“Harita menginginkan harus bela gunung, sementara balai juga bersikukuh harus membangun di pesisir pantai maka itu tinggal diselesaikan. Jadi, bukan PT. Harita menolak tetapi mereka inginkan jalan itu dibangun diluar areal IUP Harita maka harus dicarikan solusi karena informasinya DPRD Halsel juga menginginkan jalan itu dibangun di pesisir pantai,”cetusnya

Masih menurut Bupati terpilih, kalau polemik soal lokasi pembangunan jalan strategis Nasional ini tidak disediakan maka anggaran itu terancam akan ditarik oleh kementerian PU Pusat. “Saya sebagai Bupati Halsel terpilih sangat prihatin dengan persoalan ini, karena satu sisi PT. Harita sudah ditetapkan sebagai ojek vital Nasional. Tetapi, apapun alasannya pembangunan jalan strategis Nasional harus di bangun di Kepulauan Obi,”pungkasnya..#iL

Agus Heriawan : Dana Program Distan-KP Halsel Tersisa Rp. 4,8 Miliyar Untuk DAU

Swaramalut.com HALSEL

Pemerintah pusat telah melakukan refocusing angaran di Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Refocusing itu dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 di tahun 2021 ini.

Sala satunya di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kabupaten Halmahera Selatan, diwawancarai swaramalut.com, Kamis, (8/4/2021), Kepala Dinas Agus Heriawan, mengatakan total anggaran di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebesar Rp. 28 Miliar Dana Alokasi Umum (DAU) Rp. 6 milar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp. 22 miliar yang di refocusing untuk anggaran DAU Rp. 1,2 miliar.

“Jadi kami punya anggaran DAU tersisa Rp. 4,8 miliar padahal itu dana program yang mau kami jalankan,”sebutnya.

Agus bilang, Pemerintah Pusat targetkan refocusing penanganan covid-19 di Kabupaten Halmahera Selatan totalnya sebesar Rp. 50- 60 milyar dari total itu sesuai pengalaman tahun lalu.”Bisa saja ada refocusing tambahan karena untuk memenuhi capain target, ditetapkan pusat,”pungkasnya.

Sekertaris Daerah Halmahera Selatan Helmi Surya Boututehe, dikonfirmasi swaramalut. Melalui catt watshapp terlihat pesan dibacan namun tidak ditanggapinya..#il

Jelang Ramadhan Koramil 03/Jailolo Gelar Karya Bhakti di Masjid Nurul Iman Desa Tauro 

Swaramalut.com-HALBAR

Dalam Rangka memasuki bulan suci ramadhan 1442 Hijriah Koramil 03/Jailolo Kodim 1501/Ternate bersama warga setempat melakukan Karya Bhakti pengecoran dek di masjid Nurul Iman desa Tauri kecamatan Jailolo kabupaten Halmahera barat, Kamis (8/4/2021).

Danramil 03/Jailolo Kapten Inf Suprapto mengatakan kegiatan Karya bakti pengecoran dek masjid Nurul Iman di Desa Tauro ini memang atas permintaan dari Kepala Desa dan warga masyarakat Desa Tauro untuk membantu kegiatan pengecoran dek masjid Nurul Iman dengan menurunkan 10 orang Babinsa dan untuk sama-sama membantu melaksanakan kerja bakti membantu serta memberikan motivasi kepada warganya dikarenakan tidak lama lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan.

Kapten Inf Suprapto juga menambahkan apa bila warga masyarakat yang ada wilayah Jailolo dan Jailolo Selatan apa ingin melaksanakan kerja bakti apa saja dan memerlukan bantuan silahkan jangan segan-segan untuk menghubungi dan menyampaikan kepada kami untuk kita sama-sama membangun daerah kita dan saya akan dukung sepenuhnya untuk mengerahkan para anggotanya..

Imam masjid Nurul Iman Desa Tauro Bapak Rasyid Togolobe menyampaikan terima kasih kepada Danramil Jailolo dan para Babinsa yang sudah melaksanakan kegiatan pengecoran dan pembersihan masjid di Desa kami dalam mengahadapi bukan suci Ramadhan sehingga masjid ini jadi bersih dan semoga jamaah dalam menjalankan ibadah puasa semakin tenang dan khusuh.

Semoga kegiatan yang telah dilaksanakan mejadi amal ibadah khususnya untuk Bapak-bapak Babinsa dan Danramil. Harapan Saya Bersama warga semoga kedepan Bapak-bapak TNI bisa membantu lagi karena pembangunan masjid ini belum selesai 100 persen..#Dn

Unkhair dan Harita Nickel Tanam Lebih Dari 3.000 Bibit Mangrove

Swaramalut.com HALSEL

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Khairun (Unkhair) bersama Harita Nickel melakukan penanaman 3.800 bibit mangrove di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini digelar dalam rangka Hari Nelayan Nasional yang diperingati setiap 6 April.

Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan beserta sekitar seratus warga Desa Soligi turut serta dalam menyukseskan acara ini.
Penanaman bibit mangrove dilakukan di beberapa wilayah pesisir Desa Soligi yang dianggap rentan terjadi pengikisan tanah. Bibit mangrove yang digunakan adalah endemik Maluku Utara, yang didatangkan langsung dari Sofifi, Kota Tidore Kepulauan.

Para mahasiwa Unkhair membawanya ke Desa Soligi secara berkala dengan tetap menjaga kualitas bibit. Pemilihan bibit ini diharapkan dapat membuat pertumbuhan mangrove menjadi optimal karena kondisi alam yang tak jauh berbeda dengan daerah asalnya.

Rektor Unkhair Prof. Dr. Husen Alting mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian perguruan tinggi terhadap masyarakat. Ia pun berharap semua pihak dapat turut serta menjaga program rehabilitasi mangrove.

“Tidak ada manfaatnya kita menanam, jika kita tidak mau menjaganya. Kita harus bersama-sama mewujudkan lingkungan yang lebih baik,” ungkap Husen, seraya mengatakan dalam waktu dekat berencana mengirimkan mahasiswa untuk melakukan KKN tematik di Desa Soligi, khusus untuk membina program kelautan dan perikanan.

Sementara itu, Wakil Bupati Halmahera Selatan, Iswan Hasjim, mengapresiasi program rehabilitasi mangrove ini. Menurutnya mangrove begitu penting untuk diperhatikan dan dipertahankan keberadaannya.“Mangrove adalah hutan pertahanan bagi kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Ia pun berterima kasih kepada Unkhair dan Harita Nickel yang telah bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera selatan untuk bersama-sama mewujudkan program strategis ini.

Kegiatan peduli lingkungan ini tidak berakhir sampai di penanaman. Setelah seluruh bibit mangrove tertancap, tujuh kelompok konservasi akan terus melakukan pemantauan. Kelompok yang beranggotakan remaja Desa Soligi ini dibina oleh Pemerintah Desa dan mahasiswa Unkhair. Para remaja sengaja dirangkul agar memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Mereka bertugas untuk memastikan bahwa seluruh mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat bagi Desa Soligi di masa yang akan datang.

Harita Nickel melalui Megah Surya Pertiwi, Halmahera Persada Lygend, Harita Jaya Feronikel, serta Trimegah Bangun Persada selalu berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Selain penanaman 3.800 bibit mangrove di Hari Nelayan Nasional ini, Harita Nickel juga akan mendukung penanaman 6.000 bibit mangrove yang akan diselenggarakan pada 26 Juli mendatang, tepatnya pada Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove.

Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas, mengatakan bahwa rehabilitasi mangrove bukan hanya menjadi isu nasional, tetapi juga isu internasional. Ia pun bersyukur dapat turut serta dalam mewujudkan langkah konservasi ini.

Lebih lanjut Stevi menekankan bahwa konservasi flora dan fauna selalu menjadi prioritas utama Harita Nickel. “Kami berterima kasih kepada Universitas Khairun Ternate yang telah melakukan kegiatan ini dengan melibatkan banyak pihak dari Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan dan perusahaan, terlebih lagi masyarakat Soligi. Kegiatan seperti ini sesuai dengan komitmen kami dalam pemeliharaan lingkungan,” pungkas Stevi.

Rehabilitasi mangrove sangat penting bagi kelestarian alam yang berkelanjutan. Sebagaimana diketahui, mangrove dapat mencegah pengikisan permukaan tanah oleh aliran air (erosi) dan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut (abrasi). Mangrove juga berfungsi sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi berbagai jenis hewan. Sinergi yang baik antara perusahaan, pemerintah daerah, beserta masyarakat membuat proses rehabilitasi mangrove menjadi optimal.

Sekedar diketahui Harita Nickel merupakan bagian dari Harita Group yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Harita Nickel memiliki IUP dan juga pabrik peleburan (smelter) yang terintegrasi di Obi. Komitmen Harita Nickel dalam hilirisasi sumber daya alam ditunjukkan dengan beroperasinya smelter Megah Surya Pertiwi (MSP) sejak 2016 dengan memanfaatkan potensi nikel yang dikelola oleh Trimegah Bangun Persada (TBP) dan Gane Permai Sentosa (GPS) yang semuanya terletak di Pulau Obi. Saat ini, melalui Halmahera Persada Lygend (HPAL), Harita Nickel mengembangkan industri pengolahan dan pemurnian (refinery) nikel dengan sistem hidrometalurgi yang memanfaatkan nikel kadar rendah..#iL

Agus Heriyawan :Jelang Ramadhan 1442 H. Harga Pangan di Halsel Mencukupi

Swaramalut.com HALSEL

Ketersedian dan harga pangan di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara terbilang cukup menjelang bulan suci Ramadhan 1442 H, 2021 M.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Selatan Agus Heriyawan dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis, (8/4/21), mengatakan, dinas pertanian dan ketahanan pangan pada saat turun melakukan pengecekan di setiap pasar di kota Labuha stoknya tersedia baik Pangan maupun Barito dan juga daging.

“Dari data ketersediaan distribusi dan harga Pangan Dinas Petanian dan Ketahan Pangan dimana bahan produk seperti beras tersedia 252 ton, jagung 5 ton, bawang merah 29 ton, basang putih 11 ton, cabay besar, 3,5 ton, cabay rawit 2 ton, daging sapi 0,5 ton, 2,5 ton, telur ayam ras, 7 ton, gula pasir 7o ton, minyak goreng, 85 ton,”rincinya.

Meski demikian ketersedian Beras 252 Ton belum memenuhi kebutuhan, sebab kebutuhan warga Halmahera Selatan seharunya 299.00 Ton.

“Kemungkinan Beras minggu kedua jelang Ramadhan akan ada tambahan juga,”akunya.

Sementara persedian daging ayam untuk Ramadhan sebanyak 70 ton yang sementara suda berada di kota Labuha, selain daging ayan juga tersedia Tomat di pasar tuokona Kecamatan Bacan Selatan sebanyak 60 ton menyambut Ramadhan.

“Untuk Tomat Rp. 10 ribu 1 kg, cuman kami temukan ada perbedaan harga dengan Pasar di Kota Amasing di Pasar toakona Rp. 10 ribu di Pasar Amasing 20 ribu 1 kg, harga itu karena memang Pasar Amasing ambil stok di Pasar Toakona,”tuturnya.

Agus bilang, daging Ayam maupun daging Sapi, rata-rata masyarakat di Halmahera Selatan dalam setiap awal Ramadhan kurang konsumsi daging.”Kepala Puasa itu paling-paling 4-5  ekor sapilah yang dipotong, dekat-dekat lebaran idul fitri itu lebih bahkan sampai 10 ekor sapi..#il