Dinkes Halsel Gelar Pelatihan dan Bimtek Aplikas eHDW Di 3 Kecamatan

Swaramalut.com HALSEL

Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan(Halsel)menggelar kegiatan Pelatihan dan Bimtek Aplikasi Elektronik Human Development Worker (eHDW), Konvergensi stunting cluster ditiga Kecamatan yakni Kecamatan Kasiruta Barat, Obi Timur dan Bacan Timur Tengah Kabupaten Halmahera selatan Provinsi Maluku Utara.

Kegiatan yang berlangsung di ruangan aula hotel jenisy desa Tomori kecamatan Bacan ini, kegiatan ini buka langsung oleh Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, yang di wakilkan oleh kabid kesehatan masyarakat Aslima Kasuba.

Kepala Bidang Kemasyarakatan di Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Aslima Kasuba, pada sambutannya, memeberikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan karena meskipun dirinya bukan mempunyai jurusan kesehatan, tetapi karena ia dengan itikad baik dan niatan yang sama guna menekan angka stunting di kabupaten Halmahera selatan.

“Kali pertama kegiatan kegiatan Bimtek karena selama ini, kita selalu berkutat dengan agenda sosialisasi stunting,”kata Ima sapaanya.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada seluruh desa khususnya 3 kecamatan yang turut mengambil peran dan menjadi peserta dalam kegiatan pada kesempatan hari ini dan berlangsung selama kurang lebih 2 hari ini.

“Ini sebenarnya kegiatan berskala komprehensif, Halmahera selatan sejak tahun 2018 sudah menjadi lokus stunting dan terhitung sudah 3 tahun berjalan,”terang Ima.

Sementara itu, Dani M Samsudin Tenaga Ahli pelayanan sosial dasar, yang Membidangi pendidikan dan Kesehatan Kabupaten Halmahera selatan, ketika di konfirmasi swaramalut.com, pada (09/04/2021) mengatakan, konvergensi Stunting ini adalah upaya bersama dari semua lintas sektor. Fokus kepada dinas kesehatan ini cuman 30%,intervensi yang bisa di lakukan sedangkan yang 70 % lainnya di kembalikan kepada lintas sektor. Dalam Hal ini adalah Disperkim, Pendidikan, Pemberdayaan Perempuan dan anak, dinas sosial kemudian juga ke Desa.

“Kami dari pendamping juga akan berupaya semaksimal mungkin mendorong pemerintah Daerah, agar supaya kepentingan konvergensi ini bisa lebih mengambil peran. Nah upaya ini,tidak terlepas dari peran-peran lintas sektor dalam hal ini Bappeda, BPMD, Dinas Kesehatan, kemudian P3MD mulai dari tenaga ahli Kabupaten, pendamping Kecamatan, maupun pendamping di Desa,”ujarnya.

“Sinergitas kami upayakan bagaimana desa memanfaatkan itu dan alhamdulilah berhasil bahkan sampai pada tingkat pengadaan Hp android sebagai sarana penopang untuk oprasionalkan aplikasi eHDW,”sambung Dani.

Dengan begitu Dani berharapa dengan adanya Bimtek, Kader-kader yang mendapat penguatan pada kegiatan tersebut bisa maksimal dalam melakukan pemantauan terhadap Gizi masyarakat, dalam hal ini sasarannya adalah ibu hamil, anak 2 tahun-6 tahun keatas

“Karena dari hasil pemantauan, data -data yang diinput diaplikasi dapat digunakan oleh lintas sektor. Hal ini karena, ada Daspor kabupaten yang saya adalah pengelolanya akan memberikan informasi kepada dinas terkait,yang barkaitan dengan kondisi kesehatan sehingga lintas sektor bisa melakukan intervensi ke desa,” pungkas tutup Dani..#iL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *