Peran APRI Di Desa Kusubibi Jadi Buah Bibir Masyarakat dan Para Pelaku Usaha

Swaramalut.com-HALSEL

Terkait Tugas dan fungsi Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia(APRI) Halsel yang bermitra dengan pihak pemerintah desa Kusubibi kini menjadi buah bibir masyarakat didesa tersebut.

Kepala Desa(Kades) Kusubibi Kecamatan Bacan Barat,Kabupaten Halmahera Selatan M.Abdul Fatah, mengaku menerima keluhan dari Warga dan sejumlah pengusaha Tromol tentang sepak terjang Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia(APRI) yang ada.

Foto : Posko Covid-19 Yang dialih Fungsikan Oleh APRI

Pasalnya menurut warga APRI sudah terlalu mengintervensi hal-hal yang ada di desa tersebut dan ini telah menjadi buah bibir masyarakat yang ada.

” Ia benar saya dapat keluhan dari warga dan sejumlah pemilik tromol serta pekerja tambang terkait legalitas,fungsi dan tugas APRI, menurut mereka kenapa bisa APRI dapat berbuat apa saja bahkan APRI juga sudah masuk mengintervensi hal-hal desa baik sisi keamanan dan lain-lain” ucap Kades.

Foto : Kantor Desa yang Juga di tempati APRI

Hal yang sama juga dirasakan oleh salah satu masyarakat yang kebutulan bekerja di pertambangan tersebut Yusri mengatakan bahwa kehadiran APRI kan sebagai mitra untuk bisa mengurus agar pertambangan didesa Kusubibi bisa mendapatkan izin untuk menjadi pertambangan rakyat, bukan untuk menguasai dan bertindak semaunya “ucapnya.selasa(4/5/2021).

Sayangnya, menurut Yusri ada Oknum-Oknum di APRI telah menyalahgunakan makna dari Wadah masyarakat tersebut. Sejatinya,APRI itu adalah organisasi yang bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa berorientasi meraih keuntungan dari kegiatan tersebut.

Dari hasil pantauan media ini dilokasi pertambangan di desa Kusubibi memang benar ada hal yang aneh tampak di desa tersebut, diantaranya pos pelayanan Covid-19 telah di ubah menjadi Pos Satgas MRC APRI, bahkan tugas dan fungsi keamanan didesa pun telah diambil alih padahal didesa tersebut telah ada Babinsa dan babinkanthibmas.

Foto : Logam Emas Jadi Yang diduga Sebagai Sampel

Bukan hanya itu saja semua fasilitas didesa itu sudah dialih fungsikan menjadi posko APRI, dari Kantor desa, Posko pelayanan Covid-19 dan lain-lain” ucap Ipul yang juga merupakan pimpinan umum dari media swaramalut.com dan MGTV Online.

Ipul juga menambahkan bahwa dirinya juga mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada oknum dari APRI pernah mendatangi para pengusaha tromol dan meminta sampel untuk di bawah ke kementerian,akan tetapi sampel yang dibawah itu adalah bahan emas yang telah jadi bukan berupa bongkahan batu Yang beratnya 4,6Ons dan itu merupakan hal yang aneh dan itu diduga telah menipu warga”ucapnya.

” Saya minta agar aparat kepolisian bisa mengusut tuntas terhadap aktivitas APRI sebab kuat dugaan ada Oknum-oknum di APRI yang mengambil kesempatan itu untuk keuantungan pribadi dan menipu warga penambang yang ada didesa tersebut”tutupnya mengakhiri..#red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *