Warga Kusubibi Minta APRI Jelaskan Keberadaan Sampel 4,6 Ons Emas Yang Diambil

Swaramalut.com-HALSEL

Warga dan para pelaku usaha tromol desa Kusubibi kecamatan Bacan Barat kabupaten Halmahera Selatan (Halsel)Provinsi Maluku Utara meminta Agar Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia(APRI) Halsel bisa menjelaskan Dimana Sampel emas seberat 4,6 ons yang diberikan ke kementerian.

Pasalnya hingga sekarang keberadaan dan hasil dari sampel yang pada awalnya akan di berikan dikementerian untuk pengurusan izin tersebut hilang dan sampai sekarang tidak ada titik terangnya.

Salah satu pengusaha tromol didesa Kusubibi yang tidak mau namanya dipublis juga membenarkan bahwa ada oknum dari APRI datang dan meminta sampel agar dibawah dan diberikan dikementerian untuk proses perizinan, namun anehnya sampel yang diambil oknum tersebut bukanlah bongkahan material emas namun biji emas yang sudah jadi dan beratnya 4,6 ons”ucapnya saat ditemui di lokasi pertambangan,Minggu (2/5/2021)kemarin.

” Benar, beberapa bulan yang lalu ada oknum dari APRI datang dan meminta sampel untuk diberikan di kementerian dijakarta.namun anehnya sampel yang mereka bahwah bukanlah bongkahan material namun ampas emas yang sudah dikelolah di Tong dan sudah jadi dengan berat 4,6 ons”jelasnya.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa berat 4,6 ons sama halnya dengan 406 gram dan kalau kita rupiahkan berarti Kita kalikan dengan harga emas sebelum LM dengan harga terkecil 400.000X406 =Rp 162,400,000 dan itu merupakan angka yang fantastis”ucapnya.

Dari informasi yang didapat wartawan media ini dilapangan bahwa bukan hanya warga dan para pelaku usah yang terlibat menyediakan ampas emas untuk di kelolah dan dibawah ke kementerian namun pihak keamanan seperti Babinsa pun ikut bekerja demi pengurusan izin untuk pertambangan rakyat.dan sampai sekarang batang emas seberat 4,6 ons masih menjadi tanda tanya besar.

” Kami tetap optimis, kami akan selalu tanyakan bagaimana progresnya dan akan kami rapatkan juga untuk mencari tau kebenarannya apakah sampel itu memang benar diberikan dikementerian ataukah sampel itu dibawah kejakarta dan langsung dijual.itu akan kami usut dan kalaupun terbukti mereka hanya mencari keuntungan maka kami akan proses sesuai hukum yang berlaku”jelas salah satu pelaku usaha tromol desa Kusubibi..#red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *