Warga Kusubibi Protes Kehadiran Satgas RMC APRI Karena Alasan Ini

Swaramalut.com-HALSEL

Warga Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan(Halsel) bakal memprotes kehadiran Tim dari satuan tugas Responsible Mining Collective Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia(Satgas RMC APRI) didesa Tersebut. alasannya kehadiran Satgas MRC APRI ini sudah tidak menghormati adanya Pemerintah desa dan pihak keamanan didesa setempat.

Foto : Posko Tim Satgas RMC APRI di Samping Pintu Masuk Pelabuhan Desa

“Ngapain juga coba sampai ada tim Satgas RMC APRI diwilayah kami, kan didesa ada Babinsa, Babinkamtibmas serta perangkat desa dalam hal ini pihak keamanan desa. Lihat sendiri kan. Semua harus seizin APRI fungsi keamanan dan perangkat desa pun sudah diambil alih dan lebih parah lagi. Fasilitas kantor desa pun sudah dialih fungsikan sebagai kantor mereka. Itukan Aneh” kata Abang Her(nama samaran-red) salah satu perwakilan warga Kusubibi lewat saluran Handpone, Jumat (7/5/2021) pagi tadi.

Her mengatakan, kehadiran Tim Satgas RMC APRI sudah membuat “keresahan sosial bagi warga penambang dan warga desa setempat”.

Foto : Kantor Desa yang sudah dialih fungsikan menjadi Kantor RMC APRI

Menurut dia, jika sudah ada kesepakatan mengenai pemutusan kerjasama oleh pihak pemerintah desa denga pihak APRI saat rapat nanti, maka kita harus dengan tegas meminta agar APRI harus angkat kaki dari desa kita dan terkait masalah perizinan nanti semua kami akan berusaha bahu membahu menyelesaikannya. Daripada kami hanya dijanjikan terus tanpa ada kepastian padahal banyak yang telah di korbankan” ucapnya.

Foto : Kantor Desa yang sudah dialih fungsikan

” Kami desak agar pemerintah desa khususnya harus mengambil langka agar persoalan ini bisa teratasi sebab kegiatan mereka(APRI-red) diwilayah Kusubibi membuat warga menjadi resah”.

Her menambahkan bahwa Pada awalnya warga setempat mendukung kerja sama pemerintah desa dengan APRI, namun lambat laun kegiatan mereka penuh tanda tanya sebab begitu besar pengorbanan warga baik dari sisi materi sudah banyak terkuras habis namun sampai sekarang ini semuanya nihil dan tidak ada titik terangnya” namun sebelum angkat kaki dari desa, pihak APRI harus buat pertanggungjawaban dulu terkait aliran dana yang di keluarkan oleh masyarakat penambang dan pemerintah desa supaya jelas” tutup Her mengakhiri..#red

 .