Terkait Konsep Pembangunan Usman-Bassam, M.Yunus Nasar Sebut Muliansyah Mimpi Disiang Bolong

Swaramalaut.com – HALSEL

Pernyataan Muliansyah yang mengatakan Bupati Usman Sidik dan wakil Bupati Hassan Ali Bassam Kasuba, tidak memiliki konsep yang jelas ditanggapi sekertaris DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Halmahera Selatan M.Yunus Najar, M.Si.

Pernyataan Muliansyah seperti dikutip di media online koridormalut.com “Saya melihat pasangan ini semenjak berdebat kandidat hingga saat kampanye, kelihatanya pasangan Usman – Bassam tidak punya konsep membangun Halmahera Selatan, terakhir di 100 hari kerja ini juga tidak siap mejalankannya” ujar Muliansyah Sabtu, (12/6/2021)

Menanggapi pernyataan Muliansyah. Dalam konferensi persnya di cafe Fatima, Sabtu, (12/06/21). Yunus Najar mengatakan, pernyataan Muliansyah disampaikan di media online itu terlalu dini, tidak berdasar dan bahkan mengambarkan ke tidak tahuan visi dan misi sarta program 100 hari kerja Bupati H.Usman Sidik dan wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba diKabupaten Halmahera Selatan.

“Sudara (Muliansyah/red) ibarat baru bangun tidur, jadi ibarat mimpi disiang bolong,”sebut Yunus Najar.

Selain itu pernyataan Muliansyah yang mengatakan “Konsep apa sebenarnya dipakai oleh Usman–Bassam ini, padahal Halsel memiliki potensi alam yang melimpah, mulai dari potensi ekonomi unggulan seperti cingke, pala, coklat, kelapa, maupun pariwisata.

Menanggapi pernyataan terkait konsep pembangunan Usman-Bassam, Mantan anggota DPRD dua Periode ini menjelaskan, bahwa terkait dengan 100 hari kerja Bupati H.Usman Sidik dan wakil bupati  Bassam Kasuba, memiliki konsep yang jelas yakni. Pertama pengendalian covid-19, kedua pemulian ekonomi, merevatilisasi sistem, kemendirian ekonomi yang bertumpuh pada potensi lokal, ketiga, penataan birokrasi sebagai upaya meningkatkan kualitas sistem pemerintahan dengan memperhatikan prinsip reformasi birokrasi dan tatakelolah pemerintahan yang baik serta berbasis kenerja, keempat, penyusunan dokumen rancangan awal pembangunan kawasan perkotaan Labuha yang disebut sebagai smart city.

“Jadi saat ini, bupati dan wakil bupati Usman-Bassam sudah punya program rencana strategi (Renstra) RPJMD sudah disusun Bappelingbangda Halsel, dan dokumen Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD yang sementara sudah disusun oleh Universitas Muhamadiyah Maluku Utara,”ungkap Najar

Dengan demikian arah kebijakan pembangunan kedepan peridde 2021-2024 telah siap dilaksanakan, “InsyaAllah dalam satu bulan kedepan RPJMD Halsel telah rampung,”tegas Najar.

Selain itu Lanjut M Najar, Dalam penyusunan dokumen pembangunan 5 tahun kedepan dirinya menegaskan Bupati Usman Sidik dan wakil Bupati Bassam Kasuba sudah berkerja sama dengan dua perguruan tinggi yakni Universita Muhamadiyah Maluku Utara Saiful Deni, dan Sekolah tinggi pertanian (STP) Labuha Yudi Eka Prasetia, M. Si. Bentuk kerja sama ini telah di lakukan dimana telah ditandatangani kerja sama antara pemerintah daerah Halsel, dengan kedua perguruan tinggi pada hari ulang tahun Kabupaten Halmahera Selatan ke 18 pada tanggal 09 Mei 2021 kemarin.

“Sebelum saran di sampaikan Muliansyah ke Pemda Halsel, kami sudah membangun komunikasi dan bekerjasama dengan kedua perguruan tinggi yang ada di Ternate dan Halsel,”tandasnya.

Dirinya menambahkan, Soal pembangunan Parawisata, salah satu program prioritas dan program stategis Usman-Bassam adalah, revitalisasi kota tua peningalan kota tua peninggalan kesultanan Bacan yang kedepan akan di tetapkan sebagai kawasan stratigis wisata, kawasan stategis sosial budaya yang akan menjadi bagian dari kita mengembangkan wisata perkotaan.#ilham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *