GPM Malut Desak Kejati dan AGK  Serius Telusuri Proyek PUPR Terkait Ruas Jalan Rum dan Rum Balibunga

Swaramalut.com-TERNATE

ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Marhaenis (DPD-GPM) Provinsi Maluku Utara (Malut) Sartono Halek. Kembali mendesak kepala kejakasaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, Mr. Dadde Ruskandar dan Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba,Lc(AGK) untuk telusuri kembali proyek ruas jalan Kelurahan Rum dan Rum Balibunga, Kecamatan Tidore Utara.

Menurutnya, Dugaan kasus korupsi dalam Proyek ruas jalan Kelurahan Rum dan Rum Balibunga dimasa kepemimpinan Kejati Maluku Utara sebelumnya Erly Prima Putra Agoes melalui Tim Penyidik Asisten Inteljen Kejati Malut suda Periksa beberpa saksi.

“Saksi yang diperiksa diantaranya pihak ketiga dan Kepala Bidang (Kabid) Bina Merga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Maluku Utara, Daut Ismail,” ujar Sarto Halek seperti dilansir Pilaraktual.com dan segmen.co.id  Kamis (02/09/2021).

Sartono Menambahkan kepala Kejati Maluku Utara yang baru ini yakni, Mr. Dadde Ruskandar sempat menyampaikan akan perintahkan suruh jajaranya untuk membasmi dugaan kasus korupsi di Maluku Utara

Untuk itu Kejati Malut harus berkomitmen dan segera tuntaskan dugaan kasus proyek ruas jalan rum dan rum Balibunga kota tidore Utara.

“Kajati sudah berkomitmen untuk membasmi kasus Kurupsi di Maluku Utara dan segera tuntaskan dugaan proyek ruas jalan rum dan rum Balibunga,” jelasnya

Dirinya juga mendesak kepada Gubernur Abdul Ghani Kasuba untuk segera mengevaluasi kepala dinas PUPR dan copot Kepala Bidang Bina Marga PUPR Malut, Daut Ismail dari jabatannya.

“Karena pembangunan proyek ruas jalan rum dan rum Balibunga, itu dinilai melanggar ketentuan perpes No 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.dan pasal 2 pasal 3 bab II UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi,” Tandasnya.

Hingga berita ini di publis Pihak Kejati Malut dan Dinas PUPR malut Masih Upaya dikonfirmasi..#red

Wabup Bassam Kasuba Hadiri Kegiatan OSPEK STP Labuha

Swaramalut.com-HALSEL

Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba menghadiri kegiatan Orentasi Pengenalan Kampus (OSPEK) Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Labuha tahun 2021.

Kegiatan OSPEK ini diusung tema “pembentukan krakter dan perilaku SDM yang berbasis riset dan berdaya saing bersama mewujudkan Kampus STP labuha menjadi kampus rempah-rempah” sekaligus membuka dengan resmi, pada Kamis (02/09/2021) di aula STP Labuha yang beralamat di Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur, kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam sambutan wakil Bupati Halsel mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru di kampus STP Labuha mudah-mudahan apa yang diharapkan menjadi cita-cita yang di tanamkan. Kita harus bersyukur karena sampai saat ini kita masih merasa terpangil untuk bisa melanjutkan Pendidikan yang dijenjang lebih tinggi, sebagimana realitas yang terjadi kita dapatkan di daerah ini bahwa keinginan generasi muda untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

“Pemerintah saat ini sangat mendorong kepada seluruh generasi muda yang setelah menyelesaikan sekolah SMA, punya keinginan besar melanjutkan ke perguruan yang lebih tinggi, selain meningkatkan kualitas SDM kita di Halsel, tetapi juga sebagai pencerahan masa depan adik-adik kita” ucap Wakil.

Orang nomor dua di Halsel itu juga mempunyai keinginan bagimana semua anak muda di kabupaten Halmahera Selatan Harus kuliah demi kelangsungan masa depan, karena STP Labuha ini hadir dan melahirkan prodi-prodi yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang di miliki oleh daerah Halsel.

“Halsel mempunya sumber daya alam mulai dari Kehutanan, Perikanan dan Agrebisnis sehingga dengan harapan bagimana pasca kuliah di STP ini generasi muda punya kontribusi buat daerah, karena daerah ini maju dan tidaknya tergantung tangan anak-anak muda yang akan meneruskan stafet yang di berikan oleh kaum tua” tuturnya

Diwaktu yang sama, Yudi Eka Prasetia selaku Rektor STP Labuha dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada wakil Bupati yang berkesempatan hadiri kegiatan Orintasi ini. Hari ini sesuatu mementum yang luar biasa, terutama bagi mahasiswa baru sebentar lagi menginjakkan kakinya ke kampus, yang sebelumnya di dunia sekolah.

“Dulu kalian masih di sekolah kalian di dikte tetapi sekarng kalian di persilahkan memilih dan memilah, dan berdiri di kaki sendiri, tidak boleh cengeng, mengeluh karena kalian belajar untuk bagimana menjadi manusia yang kuat. Ospek kali ini bagimana mengasah dan mendidik serta membinah kalian” ungkapnnya

Rektor STP juga berpesan bahwa, kalian harus banyak bersukur karena di antra banyak siswa kalian yang terpangil untuk melanjutkan perkuliahan di STP Labuha, dengan beasiswa yang kalian akan terima. Kalian harus sabar untuk menjalangkan proses blajar mengajar, kalian akan di didik dan di bina, sdhingga menjadi mahasiswa yang tampil serta kritis dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Sekedar di ketahui yang hadir dalam jegiatan tersebut adalah, Ketua Sekolah Tinggi Pertanian (STP) Labuha Yudi Eka Prasetia, Ketua yayasan Nurul Hasan Muhammad Zaki Wahab, Kadis Pertanian dan penanganan pangan Agus Heriawan, dan Pembantu-pembantu ketua serta seluruh Dosen STP Labuha.

Peserta Ospek tahun ini berjumlah 40 orang terdiri dari program Agrebisnis 21 orang, Perikanan 6 orang dan Kehutanan 13 orang, ospek ini dilaksanakan selama tiga hari dimulai pada hari ini tanggal 02 sampai 04 September.#ilham

 

Reporter : Ilham
Reporter : Ilham

Soal Pembangunan Jalan Lingkar Obi, Bupati Usman: Pemprov Malut Kebakaran Jenggot

Swaramalut.com-HALSEL

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dan Balai Peningkatan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara memiliki kepedulian terhadap masyarakat Obi Kepulauan.

Hal itu ditandai dengan telah terbangunnya akses jalan yang sementara ini dikerjakan. Namun, kepedulian tersebut tampaknya dihambat oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Bupati Halsel Usman Sidik, dari siar persnya, Kamis, (02/09/2021), mengatakan, status ruas jalan lingkar Pulau Obi itu kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan selama ini tidak pernah dibebaskan. Padahal, mereka paham dan mengerti soal status jalan itu. Kalau Pemprov tidak mau lepaskan maka harus hibahkan ke Pemerintah Pusat supaya pembangunan jalan lingkar Obi jalan tanpa kendala.

“Sekarang Pemerintah Pusat sudah bangun melalui Balai, baru Pemerintah Provinsi kebakaran jenggot, lalu membuat polemik soal IPPKH atau Amdal dan macam-macam alasan,”tandasnya

Lanjut Bupati, Pemerintah Provinsi juga tau bahwa dasar pembangunan jalan lingkar Pulau Obi itu karena ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 tahun 2020 tentang perubahan ketiga ats peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek Strategis Nasional yang ditetapkan di Jakarta 17 November 2020 oleh Presiden Republik Indonesia,Joko Widodo. Dimana dalam lampiran Peraturan Presiden tersebut secara jelas tertuang pada nomor urut 102, kawasan industri Pulau Obi Maluku Utara masuk dalam kawasan percepatan pelaksanaan proyek Nasional.

“Jadi, Pemerintah Provinsi harus legowo dan duduk bersama dengan Pemerintah Kabupaten karena ini demi kepentingan masyarakat jangan membuat polemik yang terkesan ada rencana mau gagalkan proyek Nasional itu. Sebab, kita Kabupaten Halmahera Selatan sudah berupaya demi kepentingan masyarakat. Apa gunanya mau jadi pemimpin kalau tidak berpihak kepada masyarakat,”tambah Bupati

Masih menurut Politisi PKB ini mengatakan, karena adanya polemik tersebut maka anggaran pembangunan jalan lingkar Pulau Obi tahun 2022 terancam gagal karena seluruh dokumen tidak disiapkan oleh Pemerintah Provinsi dan itu yang menjadi kendala. “Jadi, kalau Pemerintah Provinsi tidak mampu urus bebaskan lahan segera hibahkan ke Pemerintah Pusat atau Pemda Halsel biar kita siapkan seluruh dokumen supaya akses jalan Obi tetap dibangun hingga selesai,”pungkas Bupati.#ilham

 

Reporter : Ilham
Reporter : Ilham