Ketua LBH Edvegbert Hoata Pertanyakan Kinerja Penyidikan Polres Halut

Swaramalut.com- Halut

Berawal Pembayaran pesangon yang tak kunjung dibayar akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak pada salah satu UD sederhana, sempat ditangani Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Halmahera Utara.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan (NB) tersebut diketahui telah bekerja selama 20 tahun namun tidak menerima pesangon dari UD sederhana.

Diketahui polemik kasus tersebut berawal dari berhentinya karyawan (NB) di UD sederhana, dan di pindahkan ke perusahan lain. Serta karyawan (NB) berupaya meminta uang pesangon ke-UD sederhana tetapi tak kunjung diberikan. Ia pun langsung mengadukan kepihak berwajib.

Disaat yang sama, polemik kasus tersebut pada saat itu disiarkan di Radio Syalom News, karena pihak UD sederhana merasa dirugikan dengan tuduhan pencemaran nama baik dan pemerasan. Pimpinan UD sederhana inisial (RW) pun akhirnya melaporkan ke-Polisi.

Menanggapi hal tersebut, menurut Ketua LBH, Edvegbert Hoata, SH pemberitaan Radio Syalom News telah mengikuti kaidah – kaidah dan kode etik jurnalis, karena melibatkan semua pihak terkait (Cover both side).

Tidak hanya itu, dirinya pun mempertanyakan terkait kinerja dari aparat kepolisian karena membuat keputusan sebelum mengetahui fakta yang relevan Mengenai objek tersebut (prejudice).

“Seharusnya ada mekanisme Mediasi, hak jawab hingga keterlibatan Dewan Pers apabila tidak selesai. ruang  – ruang ini tidak diberikan terhadap (NB) kemudian sudah dalam proses penyidikan” kesal Edvegbert Saat diwawancarai, Rabu (08/09/2021).

Selanjutnya terkait tenaga kerja, dirinya mengatakan sudah menjadi kewajiban untuk diberikan kepada setiap karyawan yang bekerja ” kalau orang menuntut hak masa dilaporkan pemerasan, pemerasan di mana itu?” Tegasnya.

Terlepas itu, disinggung juga laporan LBH tentang kasus Korban tindakan penganiayaan Oleh tersangka (AM alias Unta) terhadap (AA) dan Investasi bodong Terlapor (DI, HD dan HD). Menurutnya hingga kini pihak polisi enggan memberikan sentuhan hukum sementara laporan berinisial (RW) dengan Cepat ditangani. “Banyak janji sampe sekarang tidak tau perkembangannya Bagaimana”. Katanya

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Halmahera Utara, Ipda Muhammad Kurniawan, S.Trk mengungkapkan

“Saat ini pihak Kepolisian belum bisa banyak memberikan keterangan karena sementara ini dalam tahap penyidikan ” singkatnya.

Dengan demikian setelah dikonfirmasi pihak UD sederhana berinisial (RW) melalui Via Telepon mengatakan sedang sibuk dan belum mau untuk ditemui..#jojo

Reporter : Niklas.H

Meski Diguyur Hujan Bupati Usman Sidik Tetap Tinjau Puluhan Rumah Rusak di Desa Tawa Akibat Angin Puting Beliung

Swaramlut.com-HALSEL

Puluhan rumah di Desa Tawa Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Rabu, (08/09/21) pagi tadi dihantam angin puting beliung.
Rumah warga yang dihantam angin puting beliung itu mengalami rusak berat (RB), rusak sedang (RS) dan rusak ringan (RR).

Memperoleh informasi telah terjadi bencana angin puting beliung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan dipimpin Kepala Badan, Abukarim Latara dan sejumlah stafnya langsung turun ke lokasi untuk mendata dan memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya dihantam angin puting beliung.

Tak lama kemudian Bupati Halsel Usman Sidik didampingi sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga turun ke Desa Tawa guna memastikan kondisi warga yang dihantam angin puting beliung.

Setibanya di Desa Tawa, Bupati Halsel dan rombongan diguyur hujan tetapi tidak mengurangi semangat Bupati untuk meninjau langsung puluhan rumah yang rusak. Bupati Usman Sidik rela basah dan keliling di rumah-rumah yang rusak kemudian menemui warga dan meyakinkan warga agar tidak perlu sedih karena ini musibah yang sudah terjadi.

“Pemkab Halsel akan tuntaskan seluruh rumah yang rusak baik ringan, sedang maupun berat. Jadi, Saya datang ini mau lihat secara langsung dan bukti memang terjadi angin puting beliung,”tandas Bupati dihadapan ratusan warga Desa Tawa Kecamatan Gane Barat Selatan

Lanjut Bupati Usman Sidik, untuk sementara ini Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) memberikan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) kepada warga yang rumahnya sudah rusak. “Hari ini saya berikan bantuan sembako kepada warga yang rumah rusak,”tambah Bupati

Orang Nomor satu di Pemkab Halsel ini juga menyatakan bahwa setelah kembali dari Desa Tawa, dirinya akan mengundang tim Anggaran pemerintah daerah (TAPD) guna membahas anggaran yang dialokasikan untuk penanganan rumah rusak di desa tawa.

“Saya himbau semua warga yang rumahnya sudah rusak agar jangan sedih, karena semua ini sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah untuk membantu warga,”pungkasnya

Disela itu Kepala BPBD Halsel, Abukarim Latara, mengatakan pihaknya bersama staf di tim reaksi cepat (RMC) lebih awal sudah turun ke lokasi yang dilanda bencana angin puting beliung dan sudah melakukan pendataan rumah warga yang rusak. “Untuk rumah rusak berat 14 unit, rusak sedang 9 unit dan rusak ringan 28 unit maka total rumah warga yang rusak sebanyak 51 unit,”cetusnya.#ilham

 

Reporter : Ilham
Reporter : Ilham

Gandeng Dinkes Halut, Polwan Sosialisasi Pencanangan Vaksinasi di Sekolah

Swaramalut.com- Halut

Polisi Wanita (polwan) Polres Halut bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Halmahera Utara gelar sosialisasi terkait Pencanangan Vaksin Covid-19.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan sehubungan dengan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 12 – 17 Tahun, di rumah adat Hibualamo, Rabu (08/09/21)

Sesudahnya, giat tersebut dilaksanakan di beberapa tempat, yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen Tobelo.

Menurut dr. Amanda Ray Ray, bahwa saat ini di seluruh Dunia sedang dilanda Wabah Pandemi dan Indonesia sendiri sedang berjuang melawan Virus Covid-19 dengan menggencarkan Program Vaksinasi dengan tujuan untuk memimalisir dampak apabila terpapar Virus Covid-19.

“ini yang harus diketahui oleh adik – adik sekalian kenapa Torang bikin sosialisasi di sekolah” jelas Amanda.

Selain melakukan Vaksinasi, harus tetap mematuhi Protokoler Kesehatan (prokes) dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Sementara itu, Pihak Sekolah tidak bisa memberikan Data Valid mengenai Keikutsertaan para Siswa atau Siswi untuk mengikuti Pencanangan Vaksinasi. Selanjutnya, giat selesai dilaksanakan dalam keadaan aman, tertib dan lancar.##jojo

 

Reporter : Niklas.H