Ini Alasan Polsek Tobelo Lepaskan Dua Orang Warga Terduga Pemburu Satwa Liar di Hutan

Swaramalut.com- Halut

Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara melalui Polisi Sektor(Plsek) Tobelo berhasil mengamankan dua warga yang diduga terlibat pemburuan satwa jenis burung mata merah secara Ilegal dihutan.

Seperti yang kita ketahui bersama Sebelumnya aktivis Peduli lingkungan telah mengambil langkah untuk berkordinasi dengan Wakapolres Halut terkait kegiatan perburuan malam yang masif dilakukan oleh beberapa warga. Sebab, katanya kegiatan berburu terutama berkaitan dengan senapan angin tentu melanggar aturan berdasarkan dengan Peraturan kapolri nomor 8 Tahun 2012, pasal 4 ayat (3).

Selanjutnya, kegiatan menembaki satwa liar jenis burung mata merah pun tak kunjung dihentikan dan tetap terus dilakukan.

Berkaca dengan beberapa kasus penembakan menggunakan senapan angin terjadi selama dua tahun terakhir ini, Kapolsek Tobelo, Ipda Aktuin Moniharopan langsung menggerakkan beberapa anggota Polisi setelah menerima laporan dari salah seorang warga sekitar jam 10 dan langsung mengamankan dua orang yang sedang melakukan kegiatan pemburuan beserta barang bukti.

“Mamang kalau di BKSDA itu, burung mata merah tidak masuk satwa yang dilindungi tapi otomatis dia punya peran dalam rantai makanan dan Dia adalah burung hama” jelas Kapolsek saat ditemui di ruang kerja, (10/09/21).

Anggota Polsek langsung memberikan edukasi kesadaran bahwa kegiatan tersebut melanggar Undang – Undang, karena itu sesuai dengan SOP maka harus Ada Izin yang diberikan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Saat itu, mereka akhirnya diizinkan pulang Untuk tidak melakukan lagi kegiatan tersebut. ”  Ia pak karena kami tidak tau, sambil ucapkan terima kasih” Tandasnya dua orang warga tersebut..#jojo

Reporter : Niklas.H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *