Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Kota Ternate Terendam Banjir

Swaramalut.com-TERNATE

Hujan deras kurang lebih  beberapa jam yang mengguyur Kota Ternate mengakibatkan sejumlah ruas jalan diternate terendam banjir yang terjadi Selasa Sore(14/9/2021) sekitar pukul 15.00 WIT.

Hasil pantauan swaramalut.com penyebab terjadinya banjir karena tumpukan sampah yang ikut mengalir di selokan-selokan tersangkut yang membuat air meluap.

Wati, salah satu warga yang melakukan aktifitas di kota Ternate tengah tepatnya di gamalama yang juga terkena dampak banjir, kepada media ini mengungkapkan, saat hujan terjadi, air mulai masuk dari arah depan pusat pertokoan, sehingga membuat panik karena air yang masuk itu disertai dengan kayu dan sampah lainnya.

Saya panik, karena air sudah mulai datang dari dua arah yang bersamaan sehingga air dengan cepat naik kurang lebih 1/2 meter. Hal ini membuat  sepeda motor terendam banjir” tambahnya dengan raut wajah sedih.

Sementara Abdul , yang sepeda motornya juga terendam banjir mengatakan, bencana banjir ini baru pertama kali terjadi dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter orang dewasa bahkan kalau ada kendaraan roda empat yang melintas sepeda motor yang di parkir di badan jalan pun ikut roboh terseret air.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Babullah Maluku Utara mengatakan kondisi hujan lebat terpantau dari citra radar dan satelit yg terjadi sejak pukul 15.00 WIT hingga pukul 17:00 WIT, di Kota Ternate.

Berdasarkan pantauan BMKG angin di lapisan 3000 feet, terdapat angin konvergen di wilayah Maluku Utara, diakibatkan adanya palung yang terbentuk di Samudera Pasifik sebelah timur laut Maluku Utara, dan Typhoon “CHANTU” (980 HPA, MAX 65KT) di bagian utara semakin menjauhi wilayah Filipina.

Untuk itu pihaknya mengimbau apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, masyarakat diminta untuk menjauh dari tubuh air (misal pantai) dan dari lereng rawan longsor. Selain itu guna mencegah terjadinya banjir semakin memburuk pada waktu berikutnya, disarankan untuk bekerjasma membersihkan saluran irigasi di setiap kelurahan.

Seperti yang kita ketahui bersama Hujan dengan intensitas deras yang terjadi pada  pukul 15.00 WIT sampai pukul 19.20 WIT mengakibatkan terjadinya genangan di sejumlah titik di antaranya di kecamatan Ternate tengah Kampung Pisang, Pasar Gamalama dan Pasar Higienis atau Pasar Tradisional, dan Ternate selatan di kelurahan mangga dua dan kelurahan bastiong..#red

Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek, Minggu Ini Komisi IV DPRD Malut Akan Panggil Imam Mahdi Bersama Ramli Litiloly

Swaramalut.com-SOFIFI

Terkait Isu Dugaan jual beli jabatan kepsek di dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Malut yang marak diperbincangkan seminggu ini membuat Komisi IV DPRD Provinsi Malut sesegera mungkin memanggil kepala dinas pendidikan dan kebudayaan(Kadikbud) Malut Imam Mahdi Bersama Kepala Perwakilan Cabang dinas Halbar Ramli Litiloly.

Hal ini dikatakan langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) dr. Hariyadi Ahmad kepada sejumlah awak media,Selasa (14/9/2021) bahwa dalam minggu ini akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan kepala perwakilan cabang Dinas di Halbar untuk mengklarifikasi isu jual beli jabatan kepala sekolah.

“Dalam minggu ini Komisi IV akan memanggil Kadis Dikbud untuk dimintai penjelasan atau klarifikasi terkait isu jual beli jabatan kepala sekolah pada dinas yang dipimpinnya. Jika ada oknum yang melakukan hal itu maka kami minta segera dievaluasi bahkan dicopot jabatannya,” kata Hariyadi.

Menurut Hariyadi terkait informasi adanya jual beli jabatan kepsek dan apabila semua itu benar maka dunia pendidikan di Maluku Utara tercoreng. ”Makanya Kadis harus dipanggil dan memberikan klarifikasi. Bagaimana kita mau perbaiki dan tigkatkan kualitas pendidikan kalau pelaku pendidikannya berprilaku seperti itu,” tandasnya.

Hariyadi juga mengatakan bahwa DPRD akan akan berkunjung ke Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Barat untuk meminta penjelasan kepala perwakilannya Ramli Litiloly yang disebut mengkoordinir pengumpulan uang para calon kepala sekolah sebelum pelantikan saat itu.

” Ada sembilan orang Kepsek Halbar yang dilantik tujuh bulan lalu yang disebut dimintai uang pelicin juga akan dipanggil untuk memberikan penjelasan”jelasnya.

Ketua Komisi IV DPRD Malut sangat mengharapkan kebanaran isu jual beli jabatan Kepsek dapat terkuak setelah DPRD meminta penjelasan dari Kepala Cabang Dinas Halbar maupun Kadis Dikbud Malut.

“Akan terbaca kebenaran isu jual beli jabatan Kepsek itu setelah Kepala Perwakilan Cabang Dikbud Halbar dan Kadis Dikbud Malut memberikan keterangan dan  kalau ditemukan kebenarnya bahwa telah terjadi jual beli jabatan, maka Komisi IV DPRD akan merekomendasikan kepada Gubernur untuk mengganti oknum pejabat yang melakukan atau terlibat praktik jual beli jabatan itu,” tutup Haryadi mengakhiri..#red