Kepsek Dan Satu Guru Honorer SMPN 61 Halsel Desa Silang Diduga Lakukan Pungli Ke Siswa Yang Ikut AKM 

Swaramalut.com HALSEL

Kuat dugaan melakukan pungutan liar (Pungli) dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah SMP Negeri 61 Halmahera Selatan desa Silang Kecamatan Bacan Timur Selatan, terhadap murid peserta yang mengikuti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Dilaksanakan di SMA Bibinoi Kecamatan Bacan Timur Tengah.

Informasi dari sumber terpercaya kepada swaramalut. Jum’at, (08/10/21) menyebutkan, Kepsek bersama sala satu guru honorer SMPN 61 Halsel diketahui bernama Musa A. Sangaji, keduanya, diduga telah melakukan Pungli terhadap peserta Asesmen Kompetensi Minimum sebesar 250 ribu rupiah per siswa.

“Kami mendapat informasi dari orang tua bahwa Kepsek guru honor meminta uang dari peserta sebesar 250 ribu.”ungkap sumber.

Pungutan liar ini kata sumber, tanpa penjelasan yang jelas dari pihak sekolah.” Tidak ada kejelasan mereka (kepsek dan guru honorer/ red), minta uang untuk bayar apa.? meka cuma minta bayar.”ungkap sumber.

Sekedar diketahui siswa-siswi SMPN Halsel desa Silang Kecamatan Bacan Timur Selatan, yang mengikuti Asesmen Komputensi Minimum sebanyak 17 orang.

Hingga berita ini diturunkan, kepala sekolah SMPN 61 Halmahera Selatan masi berusaha di konfirmasi..#ilham

 

Reporter : Ilham
Reporter : Ilham

Irfan dan Ananta, Bertekad Satukan Tiga Kubu KNPI di Halsel

Swaramalut.com HALSEL

Plt Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Selatan, Irfan Abdurahim dan sekertaris Ananta Rizky Raya Perdana Sidik, bertekad menyatukan tiga kubu KNPI di Halmahera Selatan menjadi satu, menyusul perpecahan yang selama ini terjadi pada tubuh organisasi kepemudaan tersebut.

“KNPI ini beberapa kali dipecah belah akibat intervensi dan sekarang kesempatan bagi kita untuk memperbaiki ini dengan Musda yang akan kita gelar sehari dua nanti,” kata Irfan Abdurahim melaluikonfrensi persnya, dikedai katu pada, Jum’at (8/21) kemarin

KNPI Halsel dalam waktu dekat membentuk Pimpinan Pimpinan KNPI Kecamatan (DPK) dan juga akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) guna memilih ketua.

Dikatan Ivan, organisasi kepemudaan KNPI di Halmahera Selatan ada tiga versi, yang satunya diketuai oleh Bung Fahrizal Rahmadi, satu lagi diketuai oleh Husen Al-Hadad dan dirinya Irfan Abdurahim.

“Saya akan menyurat ke mereka, yakni Bung Fahrizal dan Bung Husen untuk mengelar Musda Bersama kita akan bersaing pada pemilihan nanti,” ujar Ivan Pers sapaan PLT Ketua KNPI Halsel Ifan Abdurahim.

Ivan Pers sapaannya, berujar KNPI Halsel harus terbebaskan dari kepentingan dan campur tangan pihak eksternal, serta pemuda Halsel harus memiliki prinsip, sikap maupun pendirian yang kuat.

Pria lulusan IAIN Ternate itu optimis akan mengantongi sekitar puluhan rekomendasi dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda serta rekomendasi OKP di Halsel.

Sementara Sekretaris KNPI Halsel, Ananta Rizky Raya Perdana Sidik juga berbicara soal kemajuan dan kemandirian pemuda Halsel yang harus disertai sumber daya manusia berkualitas, siap kerja, serta produktif menghadapi tantangan kedepannya.

Hal lain yang menjadi perhatian putra sulung Bupati Halsel ini, yakni meningkatkan ketangguhan, daya saing, kontribusi pemuda dalam kegiatan daerah, mempersatukan keberagaman dan kesetaraan hak maupun kewajiban dalam berorganisasi.

Untuk hubungan eksternal, Ananta Rizky Raya Perdana Sidik akan memperkuat jalinan komunikasi dengan organisasi kepemudaan lainnya dan mendukung program pemerintah dalam kepentingan Halsel senyum sebagai mitra, serta terbebas dari konflik kepemudaan.

Ananta Rizky Raya Perdana Sidik juga bertekad akan membawa pemuda Halsel pada kemandirian yang berintegritas, turut serta memakmurkan kehidupan berorganisasi melalui karyanya.

“Saya ingin menjadikan perpecahan di tubuh organisasi KNPI Halsel ini sebagai pengalaman sekaligus pelajaran sehingga tidak perlu terjadi lagi konflik internal,” harap Ananta..#ilham

 

Reporter : Ilham
Reporter : Ilham

Ini Penjelasan Ketua Umum Dr. Iksan Subur Eksistensi IKDT Halsel Dibentuk

Swaramalut.com HALSEL

Stigma desa secara umum sangat buruk. Karena dianggap desa sebagai sebuah habitat yang kecil dan terbelakang serta terpencil dan tertinggal. Bahkan juga dikatakan sebagai desa gelap dan tak maju maju serta mengalami kemunduran.

Saat ini desa telah di hargai dan diposisikan sebagai konsep yang mewah, karena telah memiliki Undang-undang tersendiri yaitu tentang Desa yang terus mengalami perubahan dari etape ke etape atau dari zaman orde baru sampai era reformasi saat ini bahwa desa telah menjadi perhatian pemerintah.

Demikian disampaikan ketua Ikatan Komunitas Desa Togale IKDT Kabupaten Halmahera Selatan Dr. Iksan Subur. Kepada swaramalut.com, Sabtu, (09/10/2021).

Keberadaan desa itu sendiri Iksan mengurai, dapat dilihat pada posisi desa yang berada dalam kawasan daratan dan kawasan kepulauan. di Halmahera selatan sendiri desa-desanya berada pada kawasan kepulauan dan pesisir. Tentunya memiliki perkembangan dan kemajuan yang berbeda. Kabupaten Halmahera selatan 95 persen berada pada wilayah pesisir dari 249 desa.

“Dalam pandangan ekonomi bahwa desa-desa yang berada pada wilayah pulau adalah wilayah kutukan karena bila dibangun tentunya memiliki cost yang besar terutama dalam akselerasi pembangunan yang utuh. Tapi bagi pandangan para wisata menilai bahwa desa desa yang berada pada posisi pulau pulau itu adalah sebuah Rahmad yang bisa dibuat destinasi wisata,”jelas kadis DKP Halsel ini.

Dengan begitu Ikatan Komunitas Desa Togale menilai bahwa eksistensi desa pada wilayah geografis seperti ini di Halmahera Selatan ini merupakan sebuah potensi yang perluh di gagas bersama pemerintah di semua level. Apalagi konsep desa menurut pemerintah pusat bahwa membangun NKRI mulai dari desa, dengan kata lain Majunya Desa pasti Majunya Negara atau majunnya desa pasti majunya Halmahera selatan.

“Berdasarkan data sekunder ditemukan bahwa Halmahera selatan memiliki desa terbanyak adalah desa togale sebanyak 88 desa togale dari total desa 249 di kabupaten Halmahera selatan.”aku mantan ketua Umum Ikatogale Halsel periode 2005-2011 ini.

Dari 249 desa 88 desa Togale tersebar di Halmahera Selatan tentu peran Ikatan Komunitas Desa Togale adalah melakukan kegiatan survei dan riset terhadap 88 desa togale untuk mengetahui secara pasti tentang dinamika pembangunan disetiap desa itu sendiri.

“Peran ini dibuat dalam rangka menyiapkan data Based togale untuk dibuat diskursus spesial bersama para pengambil kebijakan di desa dan di daerah.”ujarnya Iksan Subur menutup..#ilham