Jelang Penutupan STQN Ke XXVI Malut, Kafilah Bali Gelar Wisata Religi Ke Pulau Tidore

Swaramalut.com-SOFIFI

Jelang agenda penutupan STQ ke- XXVI Tingkat Nasional, Sofifi Maluku Utara(Malut) Kafilah Bali melakukan Wisata Religi ke Pulau Tidore,Kamis (21/10/2021).

Sebanyak 14 Kafilah Bali ke tidore bersama Liason Official yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman(Disperkim) Provinsi Maluku Utara(Malut) Yunus Badar.

Di Tidore para kafilah menyempatkan diri mengunjungi Kedaton Kesultanan Tidore dan berfoto bersama. Bahkan beberapa dari meraka unjuk kemampuan melantunkan ayat suci Alquran didalam bagunan bersejarah itu.

Selain melihat langsung kondisi kadaton tidore, para kafilah ingin berjumpa langsung dengan , Jou Husain Alting Syah Sultan Tidore ke-36   .Namun niat mereka tidak kesampaian lantaran Sultan diketahui tak berada ditempat sehingga hanya bertemu dengan para bobato.

Para kafilah merasa senang dan takjub dengan kesultanan tidore sebab tidore merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar di nusantara  yang masa kejayaannya, menguasai sebagian besar Pulau Halmahera selatan, Pulau Buru, Pulau Seram, dan banyak pulau-pulau di pesisir Papua barat.

Kordinator kontingen STQN Provinsi Bali,Wasis Setiono kepada sejumlah awak media mengaku, kedatangan rombongannya ke tidore merupakan wisata religi di sisa waktu mereka berada di Maluku Utara.

” Sangat luar biasa tadi kita bisa sempat ke Tidore,melihat lihat Kadaton dan sungguh indah panoramanya bisa melihat laut dan pulau Halmahera yang begitu cantik,” Ucapnya.

Dirinya mengaku meski tidak bisa masuk ke final di ajang STQ XXVI ,namun hal itu tidak menjadi target Bali melainkan wadah mempererat ikatan silahturahim antar khafilah se-Indonesia untuk membumingkan Al-Qur’an.

Sementara itu Kadis Perkim,Yunus Badar  selaku LO Provinsi Bali mengapresiasi langkah Bali di pegelaran STQN yang mana sebagai minoritas dan tanpa dukungan daerah meraka mampu melangkahkan kaki hingga ke Malut untuk ikut serta dalam pegelaran event nasional itu.

Bukan hanya itu saja Kadis Perkim Juga melanjutkan dengan memberikan motivasi kepada Kafilah Bali. Ia meminta kepada peserta STQ asal Provinsi bali tersebut untuk terus meningkatkan kualitas kemampuannya dalam membaca dan memahami Al-Quran kedepannya. “Semangat terus untuk belajar, semua peserta harus terus berjuang untuk maju. Ilmu harus dikejar. Saya mengajak kepada semuanya untuk terus berupaya menjadi lebih baik dari hari ini sebab kalah Menang itu hal yang biasa” Ucap Yunus

“Jangan sangka orang besar itu mereka berasal dari orang hebat yang hidupnya sudah kaya raya. Umumnya mereka pernah menjalani hidup sederhana di masa lalu. Saya megharapkan dari diri peserta semua masing-masing untuk maju, Kekuatan diri lah yang membuat kita bisa maju. Tetapi apapun hasilnya saat ini tentu ada hikmah dibaliknya yang bisa diambil.”tutur Yunus.

Awal rencana, wisata religi dilanjutkan dengan berkeliling ke beberapa tempat peninggalan sejarah di Pulau tidore, namun karena diguyur hujan sehingga selaku Koordinator  Liaison Official(LO) untuk Kontingen Bali Yunus Badar memutuskan agar rombongan wisata religi untuk kembali ke sofifi setelah selesai makan siang bersama dengan makanan khas daerah Maluku utara. “Semoga wisata religi ini memberikan makna yang mendalam kepada kafilah provinsi Bali agar kedepannya semakin lebih baik walaupun dengan segala keterbatasan”tutup Yunus mengakhiri..#red

1.755 Tiket Kemenangan “GANTI” Menjadi Kades Gosoma

Swaramalut.com- Halut

Pemilihan Kepala Desa Gosoma, melalui Panitia telah sukses menyelenggarakan rapat Pleno terbuka penetapan calon terpilih, di Kantor Desa, Kamis(21/10/2021).

Atas dasar Rekapitulasi penghitungan suara dari 11 tempat pemungutan suara (TPS), Otniel Kofia terpilih sebagai kepala Desa (Kades) Gosoma Dengan perolehan suara terbanyak 1.755. sementara, Ferdi Lahura 1.033 suara.

Otniel Kofia mengungkapkan, masyarakat Desa Gosoma merasa bangga atas proses pelaksanaan Pilkades yang berjalan aman dan lancar, karena penantian dari sejak 2019, kini bisa terwujud.

“Saya berharap setelah proses pemilihan ini, kita sama -sama membangun Desa Gosoma lebih baik kedepan dengan aman, saling menghormati dan menghargai sesama pendukung,” Pintanya.

Terpisah, Senada dengan pemilihan tersebut, Menurut Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Gosoma, Orgenes Tonga mengatakan, pemilihan kepala Desa (Pilkades ) Gosoma dilaksanakan berjalan aman dan lancar sesuai jadwal yang dicanangkan panitia.

“Patut kami syukuri karena proses pemilihan Kepala Desa dimulai jam 7.00 pagi hingga 7.00 malam boleh berjalan sesuai dengan harapan kami, dan juga masyarakat Desa Gosoma,” katanya.

Sementara itu, rapat pleno terbuka dihadiri semua anggota panitia Pilkades Gosoma, Tokoh Masyarakat, dan juga TNI Polri ini, menetapkan Calon Kepala Desa (Cakades) No Urut 02 (Dua) Bapak Otniel Kofia sebagai pemenang.Tandasnya..#jojo

 

Reporter : Niklas.H

Warga Tuding Dinas PMD Halut Tidak Transparan Seleksi Cakades

Swaramalut.com- Halut

Sejumlah warga yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Pemerhati Desa, melakukan aksi ujuk rasa di depan Kantor Bupati Halamahera Utara, Kamis (21/10/2021).

Dalam aksi unjuk rasa itu menyerukan tuntutan Penolakan hasil seleksi calon kepala Desa (Cakades) yang diselenggarakan oleh panitia pemilihan tingkat Kabupaten Halmahera Utara, menurut massa aksi, barometer dalam proses tahapan pikades yang diselenggarakan oleh panitia Kabupaten tidak sesuai Permendagri nomor 112 tahun 2014 tentang pemilihan Kepala Desa pasal 5 ayat 2 bahwa, tidak ada kewenangan panitia Kabupaten untuk menetapkan atau mengesahkan Cakades.

Selain itu proses pelaksanaan seleksi Pilkades yang mengacu pada Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2015, ini berlaku untuk Pilkades 2015 dan 2019, maka perlu adanya kejelasan Hukum yang digunakan panitia Kabupaten dalam Pilkades serentak 2021.

“Kami minta kejelasan terkait dengan sandaran hukum yang dipakai oleh panitia Kabupaten dalam proses pelaksanaan seleksi Pilkades 2021. Karena Perda nomor 5 tahun 2015 relevansinya Pilkades 2015 dan 2019, jika demikian pun, ada transparansi dari panitia kepada Cakades dengan bidang seleksi yang tidak mencapai ambang batas nilai,” kata Decky Ice.

Tambanya, Massa aksi menilai Kadis PMD Wenas Rompis dan seluruh panitia Kabupaten, tidak profesional dan ada tendensi politik lantaran dendam pada Pilkada Halmahera Utara baru baru ini.

Akibat dari kekecewaan sejumlah Desa diantaranya Desa Pediwang, Kusuri, Gulo dan Doro, maka Surat keputusan nomor 141/11/PAN-PIILKADES/HU/2021, tentang calon kepala Desa yang lulus tes tertulis, wawancara, dan tes peraturan baris berbaris, dinilai cacat Hukum. Dengan begitu massa aksi tersebut berharap agar surat keputusan segera dibatalkan.

“Karena perbedaan politik pada Pilkada Kemarin, sehingga pendekatannya suka sama suka,” ungkap masa aksi.

Menanggapi aspirasi tersebut, menurut Kepala Dinas PMD Wenas Rompis mengatakan bahwa, peraturan Daerah masih tetap digunakan sebagai sandaran hukum lantaran belum dibatalkan, selain itu juga ada peraturan Bupati nomor 10 dan 11 maupun 12 yang mengatur pelaksanaan Pilkades 2021. Tidak hanya itu, dirinya mengungkapkan ada Peraturan Bupati tentang Covid-19, penyebaran suara sama diwilayah pemilih yang lebih luas, dan interval pemilihan kades secara bertahap, maupun Peraturan menteri dalam negeri.

“Jadi tudingan tentang tendensi politik itu tidak ada hubungan dengan Pilkada kemarain, terbukti ada sejumlah Cakades yang berseberangan pada momentum pilkada Kemarin juga lulus, dan sebaliknya ada Cakades yang pro Kepala Daerah terpilih, tapi tidak lulus. Untuk itu tidak benar,” Tegasnya saat mengakhiri..#jojo

Kafilah DKI Jakarta Terbanyak di Final, Tuan Rumah Satu Kafilah

Swaramalut.com-SOFIFI

Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke XXVI yang dipusatkan di Sofifi, Maluku Utara, Kamis (21/10/2021) telah memasuki babak final.

Pada babak final ini, tercatat sebanyak 21 daerah yang mengikuti lomba STQ Nasional, tersisa 60 peserta (Kafilah) yang berhasil lolos pada babak ini.

Terdapat 4 (empat) cabang lomba dalam pelaksanaan STQ Nasional ini, diantaranya cabang Musabaqah Tilawatil Quran dengan golongan anak-anak dan dewasa, cabang Musabaqah Hifdzil (hafalan) Quran golongan 1 dan 5 juz tilawah, golongan 10, 20 dan 30 juz, cabang Musabaqah Tafsir Quran golongan bahasa Arab dan cabang Musabaqah Hadits masing-masing golongan hafalan 100 Hadits dengan Sanad dan hafalan 500 Hadits tanpa Sanad.

Untuk pada babak final, Kafilah dari daerah DKI Jakarta yang menempati urutan teratas peserta terbanyak lolos di babak final. Tercatat 9 orang Kafilah DKI Jakarta yang lolos di final, urutan kedua ditempati Jawa Timur dengan 8 Kafilah, urutan ketiga ada dari Sumatera utara dengan 6 Kafilah, urutan keempat berhasil ditempati oleh Kepulauan Riau dan Riau dengan 5 Kafilah.

Selanjutnya daerah Banten berada di posisi kelima dengan 4 Kafilah, diurutan keenam ada dari daerah Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dengan jumlah 3 Kafilah, diurutan ketujuh ada Jawa Tengan dan Nusa tenggara Barat dengan jumlah Kafilah masing-masing 2 orang, sementara daerah Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Lampung, Maluku Utara, Papua, Sulawesi Tengah dan Sumatera Barat hanya berhasil mengirim masing-masing 1 orang Kafilah kebabak final.

Sekadar diketahui, STQ Nasional yang direncanakan berakhir pada 23 Oktober 2021 ini, akan di tutup oleh Wakil Menteri Agama RI. Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi. Dalam acara penutupannya nanti, akan ditempilkan beberapa artis musik religi papan atas dari Ibukota Jakarta..#sumber media cantre