- SWARA HALBAR, SWARA TERKINI

Bangun Dermaga Wisata Tidak Sesuai Petunjuk Kemenpar,Fenni Anggap ini Hal Biasa

Swaramalut.com, Halbar

Proyek Pembangunan Dermaga wisata desa gamtala kecamatan jailolo kabupaten Halmahera Barat(Halbar) Provinsi maluku utara(Malut) milik Dinas Pariwisata yang dikerjakan CV. Kalipare dengan Nilai kontrak Rp.232.000.200,diduga tidak sesuai ketentuan didalam  peraturan kemenpar terkait pengelolaan DAK fisik bidang pariwisata.Jumat(10/8/2018).

Pembangunan Dermaga wisata yang harusnya difokuskan untuk membangun dermaga ternyata diapakai juga untuk membangun swering dipesisir Air panas desa gamtala.

Tak hanya itu, pembangunan dermaga ini juga tidak sepenuhnya sesuai dengan peraturan menteri pariwisata RI nomor 3 tahun 2018 tentang petunjuk Operasional pengelolaan Dana Alokasi Khusus Bidang Pariwisata.

Sepeti yang terlihat dikawasan pembangunan,bangunannya bukan seperti dermaga melainkan seperti ruang tunggu kecil  yang beratap rumbia .

Apalagi jika dilihat dari sisi design yang tidak sesuai dengan pola penempatan untuk setiap tipe dermaga yang sudah ditentukan sesuai petunjuk kemenpar.

Kepala Dinas Pariwisata Halbar, Fenni kiat saat dikonfirmasi baru-baru ini mengatakan,awal pekerjaan dermaga wisata desa gamtala hanya berubah titik lokasi dalam kawasan air panas gamtala,”sementara terkait dengan design dan RAB hanya miss komunikasi dengan konsultan dan hal ini telah di revisi kembali.

Lanjut fenni, dan pekerjaan ini telah di laksanakan sesuai dengan petunjuk maupun ketentuan yang di atur dalam peraturan menteri tentang pelaksanaan DAK fisik tahun anggaran 2018.

Fenni juga menambahkan,Sebelum tandatangan kontrak,sudah dilakukan penyesuaian dulu.

Menurut fenni,Kesalahan itu hanya disebabkan dokumen tertukar antara gamtala dan bobanehena.”hal ini kan manusiawi dan hal biasa.Apalgi item juga sama,tetapi langsung segera disesuaikan ulang.

Terpisah,Kabid Pengembangan destinasi Asril,S,STP,M.Ec.Dev, selaku PPTK kepada swaramalut.com baru-baru ini menuturkan, pengembangan bidang pariwisata memang harus sesuai karakteristik desa wisata tidak mungkin bisa sama di semua daerah. tiap kawasan kan berbeda-beda kondisi geografisnya.

Asril juga menjelaskan dermaga wisata di Desa gamtala di design untuk menjadi daya tarik wisatawan tetapi tidak keluar dari petunjuk kemenpar jadi dengan melihat keadaan d desa gamtala makanya kita sesuaikan design nya yang fungsinya tetap dermaga wisata.

“Sementara didesa bobanehena kita sesuaikan juga dengan keadaan geografis bedanya di gamtala dermaga wisata fungsinya wisatawan menyusuri kawasan mangrove sedangkan dermaga wisata bobanehena fungsinya sebagai titik labuh kapal/perahu diving/snorkeling bisa juga untuk titik labuh kapal yacht,”kata Asril.

“proyek dermaga wisata ini telah dikerjakan sesuai petunjuk teknis yang diatur dari kemenpar, designnya bisa d kondisikan sesuai karakteristik desa wisata. fungsinya yang kita jaga tetap sebagai dermaga wisata jadi bentuknya beda dengan proyek dermaga milik perikanan atau bidang lain,”terangnya.#iin

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!