- SWARA MOROTAI, SWARA TERKINI

BKKBN dan Polda Malut, Gelar Bhakti Sosial Pelayanan KB Gratis

Swaramalut.com, Morotai

BKKBN Provinsi Maluku Utara (Malut) bersama Polda Malut dan BKKBN Pulau Morotai menggelar Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dalam rangka Bhakti Sosial KB-Kesehatan- Polda Provinsi Malut Kab. Pulau Morotai. Acara ini di pusatkan di Depan Puskesmas Daruba, Desa Yayasan Kec. Morotai Selatan (Morsel), Rabu (14/11/2018).

Sebelum acara dimulai para hadirin menyayikan lagu Indonesia raya dan Mars BKKBN. Pada kesempatan itu, kepala perwakilan BKKBN Provinsi Malut Drs. Putut Riatno, M.Kes, dalam sambutannya mengatakan, pelayanan KB gratis ini dalam rangka Bhakti sosial KB Kesetahan Polda Malut bekerjasama dengan BKKBN Provinsi dan Pemda, sehingga dengan adanya pelayanan KB gratis  dapat memotivasi warga agar mau memasang implan, Suntik dan Pill KB.

“Dikatakan Ruang pelayanan KB gratis di pusatkan di Puskesmas daruba pada salah satu ruang yang telah disiapkan oleh Pemda Pulau Morotai. Nantinya ruangan yang disiapkan ini, akan menjadi tempat pelayanan KB gratis,”Ucapnya.

Untuk memperkenalkan pelayanan KB gratis ini, pada warga pulau morotai perlu dilakukan sosialisasi karena hal ini di atur dalam Undang-Undang Nomor 52 tahun  1999 dan Undang-Undang No 23 tahun 2012 tentang program KB yang wajib dilakukan oleh Pemda,” jelasnya.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum Muchlis Baay pada sambutanya sekaligus membuka secara resmi pelayanan KB gratis di pulau morotai. 

Menurutnya, berbagai upaya Pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk yaitu dengan menggalakkan program KB. Program ini bertujuan untuk mengatur jarak kelahiran, meningkatkan dan kesejahteraan keluarga, serta membantu program nasional dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Dengan perencanaan keluarga yang matang, dapat meningkatkan kesejahteraan pendidikan dan kesejahteraan keluarga itu sendiri dalam hal ini penggalangan program KB, sangat besar manfaatnya bagi keluarga, masyakat dan negara lebih khusu daerah pulau morotai,”Ujarnya.

Lanjut dia, jika keluarga memiliki anak terlalu banyak dengan jarak yang terlalu dekat (Kurang dari 2 tahun), maka hal ini sangat berpengaruh terdapat tingkat kesehatan ibu dan bayi serta pengawasan terhadap pendidikan dan tumbuh kembang anaknya juga kurang baik sehingga timbul masalah anemia pada ibu dan berdampak pada keadaan stunting pada bayi yang dilahirkan Sardi ibu yang anemi dan kurang asupan gizi pada saat hamil.

Hadir kepala perwakilan BKKBN Provinsi Malut Drs. Putut Riatno, M.Kes, Asisten I Bidang Pemerintahan Dan Hukum Muchlis Baay, Kabag Sumda Kompol Sumantri Saifudin, Sekretaris Dinas Kesehatan Novindra AJ Humbas, Wakil ketua PKK Rosita La Sidji..#amt

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!