Jelang Ramadhan Koramil 03/Jailolo Gelar Karya Bhakti di Masjid Nurul Iman Desa Tauro 

Swaramalut.com-HALBAR

Dalam Rangka memasuki bulan suci ramadhan 1442 Hijriah Koramil 03/Jailolo Kodim 1501/Ternate bersama warga setempat melakukan Karya Bhakti pengecoran dek di masjid Nurul Iman desa Tauri kecamatan Jailolo kabupaten Halmahera barat, Kamis (8/4/2021).

Danramil 03/Jailolo Kapten Inf Suprapto mengatakan kegiatan Karya bakti pengecoran dek masjid Nurul Iman di Desa Tauro ini memang atas permintaan dari Kepala Desa dan warga masyarakat Desa Tauro untuk membantu kegiatan pengecoran dek masjid Nurul Iman dengan menurunkan 10 orang Babinsa dan untuk sama-sama membantu melaksanakan kerja bakti membantu serta memberikan motivasi kepada warganya dikarenakan tidak lama lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan.

Kapten Inf Suprapto juga menambahkan apa bila warga masyarakat yang ada wilayah Jailolo dan Jailolo Selatan apa ingin melaksanakan kerja bakti apa saja dan memerlukan bantuan silahkan jangan segan-segan untuk menghubungi dan menyampaikan kepada kami untuk kita sama-sama membangun daerah kita dan saya akan dukung sepenuhnya untuk mengerahkan para anggotanya..

Imam masjid Nurul Iman Desa Tauro Bapak Rasyid Togolobe menyampaikan terima kasih kepada Danramil Jailolo dan para Babinsa yang sudah melaksanakan kegiatan pengecoran dan pembersihan masjid di Desa kami dalam mengahadapi bukan suci Ramadhan sehingga masjid ini jadi bersih dan semoga jamaah dalam menjalankan ibadah puasa semakin tenang dan khusuh.

Semoga kegiatan yang telah dilaksanakan mejadi amal ibadah khususnya untuk Bapak-bapak Babinsa dan Danramil. Harapan Saya Bersama warga semoga kedepan Bapak-bapak TNI bisa membantu lagi karena pembangunan masjid ini belum selesai 100 persen..#Dn

Koramil 1501-03/Jailolo Karya Bakti Bangun Jalan Kampung

Swaramalut.com-HALBAR

Sebanyak 5 Orang Personel Bintara Pembina Desa Koramil 1501-03/Jailolo dibawa pimpinan Pelda Sarif Subu bersama warga melaksanakan karya bhakti gotong royong membangun jalan Kampung di Desa Moiso Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), sepanjang 100 meter dan lebar 4 meter.

Danramil Jailolo Kapten Inf Suprapto didampingi Babinsa Desa Moiso Pelda Sarif Subu menerangkan, pihaknya terpanggil dan prihatin setelah melaksanakan tinjau medan melihat kondisi jalan itu.

“Sehingga bersama Kades dan perangkat Desa kami berkoordinasi untuk dilaksanakan pembangunan melalui karya bhakti bersama anggota TNI khusunya Koramil 1501-03/Jailolo dengan anggaran swadaya masyarakat,” ujar Danramil.

Menurutnya, kegiatan di lakukan mengingat jalan tersebut sudah rusak dan perlu di lakukan perbaikan guna mendukung kelancaran para warga yang beraktifitas sehari-hari didesa tersebut.

“Dilakukan perbaikan pemasangan talud dan pengerasan jalan agar kedepan jalan tersebut bisa di lalui kendaraan roda empat,” jelas Danramil Jailolo Kapten Inf Suprapto di Moiso, Kamis (11/03/2021).

Kepala desa (Kades) Moiso Bpk Arif meyampaikan terimakasih atas kerja sama dengan Koramil Jailolo

“Mereka selalu peduli dan ikut membantu dalam menyelesaikan permasalahan di desa kami. Sehingga warga kami bekerja dengan penuh semangat karena mendapat dukungan dari bapak-bapak Koramil. Dengan kerjasama tersebut akan mempererat hubungan antara warga dan TNI Khususnya Babinsa sehingga Kemanunggalan TNI-RAKYAT bisa tercipta,” Pungkasnya..#red

Terdakwa Penyelundupan Unggas di Halbar Divonis 6 Bulan Percobaan

Swaramalut.com, Halbar – Terdakwa kasus penyelundupan unggas jenis ayam philipana, Rudi Jonas (38) warga Kelurahan Guraping Kecamatan Oba Utara Kota Tidore Kepulauan(Tikep) divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ternate 6 Bulan Percobaan.

Kasi Pidum Kejari Halbar, Reza Fikri Darmawan

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Halmahera Barat (Kasdum Kejari Halbar) Reza Fikri Dharmawan, ketika dikonfirmasi, Rabu, 30 Desember 2020, membenarkan terdakwa Penyelundupan Unggas jenis ayam philipana sebanyak 15 ekor Rudi Jonas divonis majelis hakim pidana penjara 1 bulan lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Halbar.

“Dimana pada persidangan sebelumnya terdakwa dituntut JPU 3 bulan pidana penjara dan denda sebesar Rp. 5 juta subsider 1 bulan pidan penjara dengan masa percobaan 6 bulan,” ungkapnya.

Dan berdasarkan pada fakta persidangan terdakwa terbukti melanggar pasal 35 ayat 1a, dan huruf c, Undang-undang  Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa.

“Namun majelis hakim yang ketua Ulfa Rery, Hakim Anggota Khadijah AmalZain Rumalean, Kadar Noh, mempunyai pendapat lain dan menjatuhi hukum kepada terdakwa 2 bulan penjara, denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurang penjara dengan masa percobaan 6 bulan,” kata Reza.

Memang putusan hakim lebih ringan dari tuntutan JPU, namun terdakwa masih wajib membayar denda kalau tidak maka harus menjalani subsider dari denda tersebut, sementara barang bukti dirampas oleh negara.

“Sebenarnya, kami sudah melelang barang bukti tersebut, tetapi salinan putusan baru kami terima, maka lelang baru kami laksanakan pada pekan depan sekaligus mengeksekusi atas denda tersebut,” ujar Kasdum Kejari Halbar. #chull

Wartawan Halbar Ditikam, Ketua KJH Desak Polisi Tangkap Para Pelaku

Swaramalut.con, Halbar – Terkait kasus dugaan penikaman dan pemukulan yang dilakukan Ilyas Dany bersama kawan-kawan terhadap wartawan Cermat Partner Kumparan.com biro Halbar, Rabu 30 Desember 2020 dinihari tadi, mendapat tanggapan serius dari Komunitas Jurnalis Halmahera Barat (KJH).

Menurut Ketua KJH Halbar, Ruslan Habsy, kasus dugaan penikaman dan pemukulan yang diduga dilakukan oleh beberapa pendukung pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Halbar yang berakronim JUJUR ini, pihak Kepolisian dalam hal ini Kepolisian Sektor Jailolo Selatan (Polsek Jalsel).

“Karena ini merupakan tidak melawan hukum dan sudah dilaporkan secara resmi oleh korban (Zulfikar), maka pihak Polsek Jalsel harus mengusut kasus ini hingga tuntas,” kata Ruslan, kepada wartawan, Rabu 30 Desember 2020 pagi tadi.

Dan terkait kasus kekerasan terhadap wartawan kali ini tidak biasa, karena pelaku secara terang-terangan membawa senjata tajam (Sajam) dan langsung menikam dan menganiaya korban.

“Olehnya itu, saya atas nama wartawan dan mewakili seluruh Jurnalis, berharap pihak penegak hukum dapat cepat mengamankan para pelaku, sehingga tidak terjadi kepada rekan pewarta yang lain, karena bisa saja terjadi kembali yang dapat mengancam keselamatan dari pewarta sendiri,” ujar Lan.

Sementara itu korban, Zulfikar Sahman, juga membenarkan terkait kasus pemukulan dan penikaman terhadap dirinya itu sudah laporkan secara resmi kepada pihak yang berwajib dalam hal ini Polsek Jalsel.

“Laporan saya sudah diterima, dan sudah dilakukan permintaan visum,” ucapnya.

Zul sapaan akrab Zulfikar, juga mengisahkan kronologis kejadian tersebut berawal sekitar pukul 01.30 WIT, dirinya sementara duduk disebuah warung makan di Desa Moiso Kecamatan Jalsel, tiba- tiba datang sebuah mobil Avanza dengan nomor polisi DM 1814 DB yang dikendarai Irwan yang juga merupakan salah satu pendukung paslon JUJUR.

“Berselang tak lama, turun sekitar 4 orang dan langsung melakukan penganiayaan terhadap saya dengan cara mengunakan kepalang tangan dan salah satu diantara pelaku bernama Ilyas Dany langsung menikam saya dengan pisau (kris),” jelasnya.

Namun atas kejadian tersebut dirinya mengalami luka memar dan luka robek di bagian wajah akibat terkena Sajam (kris).

“Tapi saya juga bersyukur, karena saat kejadian tersebut ada warga desa setempat sehingga dapat melerainya, dan saya langsung mendatangi Mapolsek Jalsel guna melaporkan kejadian tersebut,” tuturnya.

Kapolsek Jalsel Ipda Ikra Patamani, saat dikonfirmasi, memberikan adanya laporan penganiayaan terhadap salah satu wartawan.

“Kini pihaknya sudah meminta keterangan korban dan melakukan permintaan visum di Puskesmas Sidangoli,” terangnya. #chull

Pembangunan Puskesmas Baru Jadi Temuan BPK, Kadinkes : Itu Sudah Ditindaklanjuti

Swaramalut.com, Halbar – Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Maluku Utara (BPK Malut) menemukan adanya kerugian negara cq Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Pemkab Halbar) pada Pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Desa Baru Kecamatan Ibu Selatan tahun 2019 sebesar Rp. 255.828.909, 46.

Bukti pengembalian temuan BPK atas Proyek Pembangunan Puskesmas Baru

Dugaan tersebut berdasarkan laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK perwakilan Malut atas laporan keuangan Pemkab Halbar tahun 2019 nomor : 17.C/LHP/XIX.TER/06/2020, tertangal 16 Juni 2020.

Dimana dalam LHP BPK tersebut ditemukan adanya kerugian pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Halbar senilai Rp. 255.828.909, 46 atas proyek pembangunan Puskesmas Baru yang dianggarkan melalui APBD Halbar tahun 2019 sebesar Rp. 6.808.267.870,00.

Dari total yang menjadi temuan BPK perwakilan Malut tersebut diantaranya
kelebihan pembayaran sebesar Rp. 255.594.432.71 dan denda keterlambatan selama 6 hari setelah masa Addendum berakhir yakni sebesar Rp. 234.476,75 atau 6/1000 x (0,574% x Rp6.808.267.870,00).

Kadinkes Halbar Rosfintje Kalengit

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Halbar Rosfintje Kalengit, ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu 23 Desember 2020, membenarkan adanya temuan tersebut.

“Namun temuan tersebut, kami (Dinkes) sudah menindaklanjuti ke pihak Kontraktor dan mereka telah menyelesaikan atau membayar temuan tersebut baik itu Kelebihan pembayaran maupun keterlambatan pekerjaannya,” ungkapnya.

“Jadi pengembalian temuan BPK Malut, baik kelebihan pembayaran maupun keterlambatan pekerjaan, itu langsung dilakukan oleh PT Makmur Konstruksi Pratama (MKP) ke Kas Umum Daerah melalui Bank Maluku – Maluku Utara tertanggal 16 Desember 2020 kemarin,” jelas Fien sapaan akrab Kadinkes Halbar.

Terkait temuan BPK atas proyek pembangunan Puskesmas Baru juga sempat menjadi sorotan dari Sekertaris Jendral DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malut M Idhar Bakri.

Menurut dia, terkait dengan temuan tersebut, pihak penegak hukum harus secepatnya menindaklanjutinya, karna itu temuan BPK perwakilan Malut,” kata Idhar saat dikonfirmasi wartawan, Selasa, 22 Desember 2020 kemarin. #chull

Soal TPG 2020, Ini Penjelasan Diknas Halbar

Swaramalut.com, Halbar – Terkait dengan tunjangan profesi guru (TPG) triwulan empat tahun 2020 yang menjadi sorotan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Halmahera Barat (DPRD Halbar) tersebut mendapat tanggapan dari Dinas Pendidikan (Diknas) Halbar.

Menurut Sekertaris Diknas Halbar, Marten Manuti, terkait dengan hak – hak khusus guru, seperti, TPG, tunjangan daerah terpencil (Dacil) dan Tambah penghasilan, itu terjadi di seluruh wilayah khususnya triwulan empat.

“Dan saat ini kita hanya akan memproses hak – hak guru yang di triwulan tiga yang masih nunggak,” ungkapnya.

Jadi, yang diharapkan oleh Ketua Komisi I DPRD Halbar menyangkut hak – hak guru khususnya TPG triwulan empat dibayarkan pada tahun ini sehingga tidak menjadi utang bawaan di 2021, itu tidak mungkin.

“Karena dari hasil koordinasi kami dengan kementrian Pendidikan, belum bisa dibayarkan pada tahun ini,” jelas Marten.

Bahkan mereka, (Kementerian) menyarankan, kalau Pemda setempat mampu untuk membayar silahkan dibayarkan walaupun sebulan, tetapi tidak sanggup nanti dibayarkan pada tahun depan, yakni paling lambat di bulan Februari 2021 mendatang.

” Untuk itu, saya ingin menyampaikan menyangkut hak khusus guru seperti TPG triwulan empat belum bisa kami bayarkan pada tahun ini dan akan menjadi utang bawaan di tahun 2021,” ucapnya.#chull

Tunjangan Sertifikasi Guru Belum Dicairkan, Ketua Komisi I DPRD Halbar Angka Bicara

Swaramaut.com, Halbar – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Halmahera Barat (DPRD Halbar) menyoroti terkait tunjangan sertifikasi guru triwulan empat tahun 2020 yang belum dicairkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Halbar.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Halbar Atus Sandiang, kepada sejumlah wartawan, Selasa 20 Desember 2020.

Menurut Atus, terkait dengan hak – hak Aparat Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Halbar terutama hak – haln guru dan kepala Desa tidak boleh terbawah dalam utang di tahun berikutnya.

“Jadi terkait dengan tunjangan sertifikasi guru triwulan empat tahun ini (2020) yang belum dibayar agar secapat dibayar,” ungkapnya.

Sehingga tunjangan ASN terutama guru tahun 2020 ini tidak terbawa atau menjadi utang bawaan Pemda Halbar di tahun 2021 mendatang.

“Untuk itu diharapkan kepada Dinas Pendidikan (Diknas) Halbar agar secepatnya memproses tunjangan sertifikasi guru triwulan akhir tersebut,” katanya.

Politisi Gerindra Halbar juga menyayangkan dengan Diknas Halbar kenapa belum membayar tunjangan sertifikasi guru- guru di Halbar.

“Seharusnya pihak Diknas harus mengambil langkah paling lambat dalam Minggu ini untuk membayar tunjangan sertifikasi guru triwulan empat tersebut, saya khawatir hak – hak guru ini akan menjadi utang bawaan di Tahun 2021,” tandasnya. #chull

Menjelang Natal, Harga Sembako di Halbar ‘Melambung’

Swaramalut.com, Halbar – Menjelang Hari raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021,  Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) melambung alias melonjak naik.

Salah satu penjual Sembako di Pasar Guaemaadu Kecamatan Jailolo, Nadi, membenarkan adanya kenaikan harga sembako menjelang Natal dan tahun baru.

“Biasa kalau menjelang Natal dan tahun baru harga sembako naik dan itu bukan hanya Natal dan tahun baru tapi menjelang perayaan hari besar lainnya seperti, Idul Fitri atau Idul adha,” ungkapnya, saat dikonfirmasi wartawan, Senin 21 Desember 2020.

Jadi saat ini harga sembako yang sudah naik itu, seperti minyak goreng 5 kg sebelum Rp. 53.000 naik menjadi Rp. 55.000, Telur per Rak Rp. 55.000 naik menjadi Rp. Rp.73.000, Tepung Terigu per Sak sebelumnya Rp. Rp. 195.000 naik sebesar Rp. 3.000, Gula perkilo Rp. 15.000 naik sebesar Rp 1.000, sementara bawang merah dan Bawang putih naik sebesar Rp. 5.000 perkilo.

“Namun dengan adanya kenaikan harga sembako, pelanggan tetap ramai berbelanja, karena ini menyambut perayaan hari raya Natal dan kebutulan harga kopra juga naik,” katanya.

Dia juga berharap agar harga kopra di Halbar tetap stabil seperti saat ini, sehingga masyarakat juga bisa sejahtera.

Tetapi saat disentil terkait dengan pendapat perharinya berapa ?

“Kalau biasanya sebesar Rp 4 juta – Rp. 5 juta dan sekarang bisa mencapai Rp. 8 juta – Rp. 9 juta,” terang Nadi.

Terpisah, salah satu pedagang Bawang, Rica dan Tomat (Barito) Nurmin, mengakui untuk saat ini harga Barito masih stabi atau tidak naik.

“Yakni, harga bawang merah perkilo Rp 50.000, bawang Putih Perkilo Rp 50.000, rica Karibo Rp 50.000 perkilo, Tomat Rp 15000,” ucapnya. #chull

Nasabah NSS Jailolo Ancam Kembalikan Motor

Swaramalut.com, Halbar – Salah satu nasabah Dealer Motor Honda Nusantara Surya Sakti (NSS) cabang Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Haliknuddin ancam Kembalikan Motor.

Pasalnya motor yang dibelinya secara cash pada awal tahun ini, hingga saat ini belum juga dikeluarkan perlengkapan atau surat – surat kendaraannya.

“Bayangkan, sudah hampir setahun saya beli motor, tapi sampai saat ini BPKB maupun STNK juga belum dikeluarkan dengan alasan yang tak masuk akal,” ungkapnya.

Bahkan, pelayanan servis seperti ganti oli juga tidak pernah diberikan, karena dengan pelayanan yang amburadul ini sehingga dirinya akan mengembalikan motor yang sudah dibeli secara cash kemarin itu.

“Karena ini sudah bagian dari pembohongan atau penipuan, maka motor yang saya beli akan saya kembalikan,”ancaman Halik sapaan Nasabah Dealer NSS Jailolo

Terpisah salah satu karyawan NSS Jailolo, ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, dirinya tidak memberikan tanggapan apa.

“Langsung saja konfirmasi ke Daeler Ternate,” pintanya, sambil mempersilahkan wartawan untuk duduk.

Berdasarkan hasil pantauan wartawan, setelah didesak nasabah dengan ancaman mengembalikan motornya, pihak dealer NSS cabang Jailolo mengeluarkan BPKB dan STNK motor, namun nomor polisi (Plat nomor) belum diberikan.#chull

Bawaslu Halbar Kembali Didemo

Swaramalut.com, Halbar – Terkait dengan dugaan penanganan pelanggaran Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) seratak Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) tahun 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Halbar kembali didemo, Senin 21 Desember 2020.

Aksi yang dikoordinir Sahrir Jasmin menuntut adanya transparansi Bawaslu Halbar dalam proses setiap dugaan pelanggaran Pilkada Halbar 2020, baik yang menjadi temuan Bawaslu maupun yang dilaporkan.

Dimana masa aksi mendesak pihak Bawaslu Halbar agar mengklarifikasi informasi berupa foto, video dan berita yang dikaitkan dengan politik uang Paslon tertentu dan menindaklanjuti tuduhan terhadap Komisioner Bawaslu Halbar Aknosius Datang ke Pihak Kepolisian.

Bawaslu Halbar juga diminta agar memperbaiki sistem pelayanan komunikasi terkait mekanisme pelaporan yang terbuka dan tidak kaku, serta mengedepankan independen, profesional dan nilai-nilai Demokrasi dalam menangani setiap laporan masyarakat.

Dan masa aksi juga menegaskan, Jika tuntutan ini tidak ditindak lanjuti, akan dilanjutkan ke Bawaslu Provinsi, Bawaslu RI dan DKPP, agar segera mencopot seluruh komisioner Bawaslu Halbar.

Salah satu Orator aksi Ardi dalam orasinya, mempertanyakan kinerja Bawaslu yakni melakukan pencegahan pelanggaran pemilukada dan pencegahan sengketa proses pemilukada sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Karena dalam Proses penyelenggaraan Pilkada di Halbar dipenuhi dengan segala macam informasi buruk yang beredar di masyarakat.

“Diantaranya, informasi tentang adanya kecurangan pemilu, keberpihakan Bawaslu terhadap Paslon tertentu, intimidasi, kekerasan simbolik, sampai pada ancam- mengancam yang melibatkan antar pendukung pasangan calon,” ujarnya.

Dan semua informasi yang dapat mematikan nilai demokrasi di Halbar ini disebabkan institusi Bawaslu sebagai pengawas pemilu, tidak mampu meluruskan informasi yang dapat mengancam soliditas masyarakat Halbar,” kata Ardi.

Usai menyampaikan unek-unek selama kurang lebih satu jam, masa aksi dibubarkan dengan alasan masih situasi Pandemi Covid-19.

Sekadar diketahui, masah aksi saat melakukan aksi dilengkapi dengan 3 spanduk yang bertuliskan yakni :
1. “Bawaslu adalah sumber Kekacauan di negeri ini”.
2. ” Nikodemus dan Aknosius Datang sapa yang betul”.
3. ” Seribu kali Bawaslu yang mati dari pada masyarakat”. #chull