Cakades Desa Mangon Bakri Titdoi Dapat Dukungan Penuh Dari Toko Agama

Swaramalut.com-SANANA

Pejabat Kepala Desa Mangon Kecamatan Sanana Bakri Titdoi kembali mendapat dukungan penuh dari toko agama dan toko adat serta toko masyarakat untuk maju kembali mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Defenitif priode 2021-2027.

Bakri Titdoi yang berstatus sebagai PNS tersebut, awalnya tidak lagi mau mencalonkan diri sebagai Cakades namun karena kembali mendapat dukungan dari toko agama, toko adat dan toko masyarakat maka dia pun kembali mencalonkan diri sebagai Cakades untuk memenuhi permintaan tersebut.

Berdasarkan hasil wawancarai awak media Swaramalut.com, Rabu (07/04/2021) dengan sejumlah toko agama di Desa Mangon, diantaranya Imam Masjid Al Muhajidin Muhamad Arifin, dia mengatakan bahwa, Bakri Titdoi itu kami yang meminta nya untuk maju kembali sebagai Kepala Desa.Kenapa kami meminta nya untuk maju, karena kalau dia tidak maju maka kami mau harap dengan siapa lagi, oleh nya itu dia harus maju kambali.

Foto : Dukungan dari toko Agama

Muhamad Arifin Mengatakan bahwa, kenapa kami dari toko agama masi menginginkan Bakri Titdoi, itu karena selama menjadi Pejabat Kepala Desa, kita mau berkomunikasi saja gampang,itu yang membuat kami sukai,”Setiap kami ada perlu dan kami komunikasi meskipun hanya melalui via telepon dia langsung layani.

Pemimpin seperti Bakri ini yang kita mau dan yang kita inginkan karena orang nya komukatif,” Dari sejumlah kandidat Cakades Mangon, Bakri Titdoi sudah teruji karena dia sudah berbuat dan itu sangat sesuai dengan keinginan kami toko agama serta masyarakat.

Mantan Kepala Sekolah SD 2 Negeri Desa Mangon yang telah pensiun itu mengatakan bahwa, orang jujur ini banyak tapi orang yang terbuka itu sulit untuk kita dapati. Bakri Titdoi adalah orang yang terbuka serta jujur dalam hal apapun,” Seorang pemimpin kalau suka dengan keterbukaan maka sudah pasti dia jujur, dan itu kita sudah lihat dan buktikan dari seorang Bakri dari awal menjabat sebagai Pejabat Kades Mangon sampai saat ini.

Selama Bakri menjadi Pejabat Kades, kita dari Badan sarah sangat bangga, karena pakaian adat kami di Desa Mangon semua telah disiapkan. Oleh nya itu ketika setiap acara-acara keagamaan atau acara pernikhan dan lain-lain kami sudah bisa tampil dengan pakaian adat kami.

Selain itu dukungan juga datang dari Imam Masjid Riyadatussha Alihyin Desa Mangon Ajhar Soamole, dia mengatakan bahwa, sebagai toko agama maka kami tidak ada pilihan lain selain Bakri Titdoi. Kami mendukung dia karena hanya dia yang mampu membangun Desa dan hanya dia mampu melihat suka dan duka kami di dalam desa, dan itu sudah dia lakukan selama menjadi Pejabat Desa Mangon.

Kemudian salah satu badan Sarah Masjid Riyadatussha Alihyin Desa Mangon Hi.Syukur Umasugi juga mengatakan bahwa, Bakri Titdoi selama menjadi Pejabat Kades Mangon dari pertama sampai saat ini sangat bagus, selain mampu membangun desa, dia juga punya pembawaan terhadap masyarakat sangat bagus, dia tidak memilih orang tua atau anak mudah, semua nya dia rangkul, semua nya dia bangun komunikasi.

Oleh nya itu, kami kembali meminta nya untuk maju sebagai Kepala Desa defenitif dengan harapan dia bisa lolos dari semua tahapan, baik berkas maupun skrening sehingga kami bisa memilih nya kembali menjadi Kepala Desa.

Kemudian salah satu toko Masyarakat Desa Mangon Kaidat Umamit, juga mengatakan bahwa, apabila Bakri Titdoi tidak lolos dari tahapan skering maka kami satu keluarga akan golput alias tidak memilih,”Kalau Bakri tidak maju maka saya dan keluarga golput, karna saya tidak mau memilih orang-orang pemabuk dan tidak paham agama,”Tegasnya..# EDL

Pemkab Kepsul Berhasil Raih Dua Penghargaan Dari Kemenkeu RI Tahun 2020

Swaramalut.com-TERNATE

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula(Kepsul) meraih dua penghargaan sekaligus dari Menteri Keuangan Republik Indonesia (Kemekeu RI) melalui Dirjen Kekayaan Negara kantor Wilayah DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara dalam Kategori Pelayanan Penilaian Terbaik dan Pelayanan Lelang Terbaik Tahun 2020 yang diterima secara langsung oleh Sekertaris Daerah kabupaten Kepulauan sula Syafrudin Sapsuha,SP.M.Si yang mewakili Bupati Kabupaten Kepulauan Sula dan Kepala BPKAD Kabupaten Kepulauan Sula Drs Hardiman Teapon, M.Si.

Penghargaan itu diserahkan oleh Kepala Kanwil DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara Oloysius Yanis Dhaniarto dalam Acara penyerahan Apresiasi Stakeholder KPKNL Ternate yang bertempat di Gedung KPKNL Ternate, Selasa(6/4/2021)Pagi Tadi.

Penghargaan yang diraih oleh Pemkab Kepsul tersebut, yaitu penghargaan Kategori Pelayanan Penilaian Terbaik dan Pelayanan Lelang Terbaik Pada tahun 2020.

Dirjen Kekayaan Negara(Dirjend KN) Isa RachmaTarwata, dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Kanwil DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara Oloysius Yanis Dhaniarto mengatakan, “Moment apresiasi ini merupakan tolak ukur supaya kita bisa menyatukan pandangan Bahwa tidak peduli sekecil apapun peran kita dalam Pengelolaan Kekayaan Negara, kinerja yang baik akan menjadi sumbangsih besar bagi pembangunan Indonesia”.

Ini juga merupakan apresiasi dari Kementerian Keuangan kepada Kementerian Negara/Lembaga dan Pemerintah Daerah yang Laporan Keuangannya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), serta kepada Kementerian Negara/Lembaga dengan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) terbaik”lanjutnya.

Terpisah dari itu Sekertaris Daerah Kepsul Syafrudin Sapsuha, mengatakan bahwa pihaknya merasa bersyukur atas pencapaian Pemkab Kepsul pada tahun 2020 ini yang telah memperoleh 2 penghargaan tinggi sekaligus dari Kementerian Keuangan RI Kanwil DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara.

Atas nama pemerintah daerah kami menyampaikan terimakasih kepada Pihak Kementerian Keuangan dalam hal ini Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kantor Wilayah DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utata yg telah memberikan Pengharaan ini.

” Pemda Sula diundang bersama Stakeholders lainnya di Maluku Utara termasuk Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Provinsi Maluku Utara.
Penilaian ini indenpenden dan realistis berdasarkan kondisi real dilapangan. Ini juga menjadi indikator bahwa pengelolaan Kekayaan Negara semakin membaik dalam hal ini juga termasuk pengelolaan aset daerah”jelasnya.

“Kami mengapresiasi penghargaan dan pencapaian tersebut. Penghargaan ini tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak terkait. Ini menandakan bahwa penyusunan laporan keuangan dan pengelolaan BMN di Kepsul dilakukan secara serius dan ada peningkatan, dan ini harus kita pertahankan. Kami berharap juga agar ke depan pengelolaan BMN atau aset milik negara di Kepsul ini dapat dikelola lebih optimal. Oleh karena itu perlu ada terobosan dan inovasi dari unit kerja yang menanganinya,” kata Syafrudin.

Semoga dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Akhirnya saya mengajak semua pihak utk terus berbenah dengan segala potensi yang ada untuk kemajuan negeri”Tambahnya.

Seperti yang kita ketahui bahwa Diantara stakeholders yg diundang dalam forum ini hanya kabupaten Kepulauan Sula yang menerima dua penghargaan sekaligus..#red

Kemenag Kepsul Dan Kesra Mulai Jajaki Lokasi Pantau Hilal Jelang Ramadhan

Swaramalut.com-SANANA

Kementrian Agama (Kemenag) Kepulauan Sula dan Pemerintah Daerah Kepulauan Sula melalui Kantor Bagian Kesra,Kamis (01/04/2021) mulai menjajaki lokasi pemantauan Hilal untuk penetapan awal Ramadhan 1442 H/2021 M.

Kapala Bagian (Kabag) Kesra Basiludin Labessy,S.AP melalui Press Release nya, menyebutkan, bahwa sementara kami baru menjajaki di dua lokasi, yakni di pesisir pantai Desa Sekom Kecamatan Sulabesi Selatan (Subsel) dan di pesisir pantai Desa Waiina Kecamatan Sulabesi Barat (Sulbar).

Selain di pesisir pantai dua Desa itu,Kami juga akan lanjutkan di pesisir pantai Desa Kabau dan di Desa Ona Kecamatan Sulbar untuk mencari lokasi yang paling tepat untuk pemantauan Hilal atau Rukyatul Hilal.

Lanjut Basiludin, setelah melihat titik lokasi yang paling baik,maka selanjut nya akan disampaikan kepada pimpinan untuk menyetujui lokasi yang akan disiapkan nanti sebagai tempat pantauan Hilal,” Insyaallah semua lembaga terkait akan dilibatkan untuk bersama-sama kelokasi yang disiapkan, kemudian bersama-sama kita melakukan pengamatan Hilal.

“Melalui inisiatif Kasi Bimas Islam Kemenag Kepsul,Bobi Fachrudin,S.Ag, oleh nya itu dia mengajak untuk mencoba melihat titik Hilal. Kemudian,mengingat baru pertama kali dilakukan,oleh nya itu kita belum memeliki tempat yang resmi.

Basiludin bilang, mereka lebih memilih wilayah Kecamatan Sulabesi Barat karena wilayah itu memiliki medan pandangan yang luas ke arah barat serta tidak terbatasi oleh halangan (obstacles) tertentu di cakrawala, baik berupa bukit, gunung, maupun sekadar pepohonan tinggi.

Mantan Wartawan itu juga memaparkan bahwa,penampakan bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Selain itu, Kata dia, Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Kemudian Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam.

Dia menjelaskan,Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak.

Bulan Ramadhan akan datang dalam hitungan hari, para pemuka agama, masyarakat, serta ilmuwan bersama-sama melakukan rukyatul hilal (melihat hilal).

Oleh nya itu, Metode pertama adalah menggunakan mata telanjang, tanpa alat bantu optik sama sekali, sehingga menghasilkan fenomena kasatmata telanjang. Kemudian metode kedua dilakukan dengan menggunakan alat bantu optik terutama teleskop, namun tetap mengandalkan penglihatan mata.

Metode terakhir adalah dengan menggunakan alat optik terutama teleskop yang terangkai dengan sensor/ kamera,”Dari ketiga metode tersebut, yang paling populer adalah penggunaan metode mata telanjang dan mata yang dibantu oleh alat optik khususnya teleskop,”Paparnya..# EDL

Pemda Kepsul Resmi Umumkan Hasil Seleksi Berkas 406 Cakades

Swaramalut.com-SANANA

Hasil seleksi berkas 406 orang Calon Kepala Desa (Cakades) telah resmi di umumkan oleh Pemda Kepsul melalui Kantor Bagian Pemerintahan,rabu (31/03/2021).

Pantauan Swaramalut.com, nama-nama 406 orang Cakades yang lulus seleksi berkas dan tidak lulus seleksi berkas di tempel di depan Kantor Bagian Pemerintahan.Empat ratus enam Cakades tersebut tersebar di 78 Desa di 12 Kecamatan.

Berikut nama-nama Desa dan Kecamatan serta jumlah Cakades yang lulus seleksi berkas.

Kecamatan Sanana, Desa Mangon 7 orang lulus, Desa Waibau 4 orang lulus, Desa Fagudu 5 orang lulus, Desa Falahu 3 orang lulus, Desa Fatce 6 orang lulus, Desa Fogi 7 orang, 6 orang lulus,1 orang tidak lulus seleksi berkas, Desa Waihama 4 orang lulus, Desa Waiipa 5 orang lulus berkas, Desa Umaloya 9 orang lulus, Desa Pastina 3 orang lulus, Desa Wailau 8 orang, 7 orang lulus, 1 orang tidak lulus.

Foto : Daftar Pengumuman Hasil Cekades

 

Kecamatan Sanana Utara, Desa Pohea 3 orang lulus,Desa Bajo 5 orang lulus,
Desa Mangega 4 orang, 3 orang lulus satu orang tidak lulus,Desa Fukweu 5 orang lulus,Desa Malbufa 4 orang Lulus,
Desa Wainin 4 orang lulus,Desa Fokalik 6 orang lulus.

Kecamatan Sulabesi Tengah,Desa Waiboga 5 orang lulus,Desa Soamole 5 orang lulus,Desa Waiman 7 orang, satu orang tidak lulus,Desa Fatiba 6 orang lulus,Desa Bega 7 orang lulus,Desa Manaf 3 orang lulus.

Kecamatan Sulabesi Timur,Desa Baleha 4 orang lulus,Desa Wailia 6 orang, satu orang tidak lulus,Desa Fatkauyon 3 orang lulus,Desa Sama 2 orang lulus,
Desa Waisepa 2 orang lulus,
Desa Waigoiyofa 7 orang lulus.

Kecamatan Sulabesi Selatan,Desa Fuata 9 orang lulus,Desa Waigai 9 orang, dua orang tidak lulus,Desa Waitamua 8 orang lulus,Desa Wainib 4 orang lulus,Desa Sekom 9 orang lulus.

Kecamatan Sulabesi Barat,Desa Kabau Pantai 7 orang lulus,Desa Kabau Darat 4 orang lulus,Desa Ona 4 orang lulus, Desa Waiina 6 orang, 1 orang tidak lulus,Desa Nahi 6 orang lulus,Desa Paratina 2 orang lulus.

Kecamatan Mangoli Utara Timur,Desa Waisakai 9 orang, satu orang tidak lulus,
Desa Pelita Jaya 6 orang lulus,Desa Kawata 5 orang lulus,Desa Waisum 5 orang lulus.

Kecamatan Mangoli Timur,Desa Waitina 4 orang lulus,Desa Karamat Titdoi 6 orang lulus,Desa Naflo 2 orang lulus,Desa Kou 5 lulus,Desa Waitamela 5 orang lulus.

Kecamatan Mangoli Tengah,Desa Mangoli 9 orang lulus,Desa Urifola 4 orang lulus,Desa Capalulu 5 lulus,Desa Baruakol 4 orang lulus,Desa Waitulia 4 orang, satu orang tidak lulus,Desa Waiu 5 orang lulus,Desa Paslal 4 orang lulus
Desa Jere 6 orang lulus,Desa Wailoba 5 orang lulus.

Kecamatan Mangoli Selatan,Desa Buya 5 orang lulus,Desa Auponhia 4 orang,1 orang tidak lulus,Desa Waikafia 8 orang, satu orang tidak lulus,Desa Wailab 4 orang lulus,Desa Kaporo 4 orang lulus.

Kecamatan Mangoli Barat,Desa Dofa 9 orang lulus,Desa Pelita 3 orang lulus,Desa Lekokadai 8 orang lulus, Desa Leko Sula 2 orang lulus,Desa Pasipa 8 orang lulus,Desa Johor 2 orang lulus,
Desa Lilyaba 3 orang lulus.

Kecamatan Mangoli Utara,Desa Falabisahaya 6 orang lulus,Desa Pastabulu 6 orang, satu orang tidak lulus,Desa Modapia 4 orang, satu orang tidak lulus,Desa Modapuhi 5 orang lulus,
Desa Desa Modapuhi Trans 4 orang, satu orang tidak lulus,Desa Saniahaya 5 orang lulus,Desa Minaluli 6 orang, satu orang tidak lulus..# EDL

Tahun 2020 DPMPTSP Kepsul Terbitkan 234 SIUP Mikro Serta 72 SIUP Perusahan Non Peserorangan

Swaramalut.com-KEPSUL

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut) di tahun 2020 telah resmi menerbitkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Mikro kepada 234 perusahan perseorangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Nasrun kepada Swaramalut.com,selasa (30/03/2021) di ruang kerjanya.

Dia menjelaskan, semua usaha yang tidak membutuhkan akta penderian perusahan itu dia masuk dalam izin usaha perseorangan,”Jelasnya.

Selain itu, di tahun 2020 DPMPTSP juga menerbitkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk 72 perusahan non peraeorangan,” Kalau CV, PT, Yayasan dan Koperasi, itu masuk dalam non perseorangan,”Paparnya.

Sementara untuk tahun 2021 kami dari DPMPTSP juga belum tau berapa jumlah orang yang mendaftar untuk pembuatan izin perusahan karena sekarang sistem nya sudah online,”Jadi kalau kita mau tau itu terkecuali di bulan-bulan mei atau juni baru sistem rekapan nya muncul.

Selain itu, Nasrun yang di tanya soal pencabutan izin usaha bagi perusahan yang terjerat masalah hukum. Dia mengatakan bahwa, apabila ada perusahan yang terjerat masalah hukum atau pelanggaran apa saja maka di kembalikan kepada SKPD terkait.

Misalnya CV atau PT yang bergerak di bidang perkebunan kemudian dia melanggar undang-undang lingkungan maka kita tinggal menunggu rekomendasi dari Dinas Linkungan Hidup (DLH) untuk mencabut izin lingkungan nya, tapi tidak di cabut secara keseluruhan, kita cabut satu persatu,”Tapi izin usaha kalau sudah di cabut satu izin maka sudah tidak bisa bergerak lagi.

Contohnya seperti usaha perkebunan, disitu kan ada beberapa izin, seperti izin lingkungan, izin lokasi kemudian IPK yang di keluarkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi. Jika ada satu izin saja yang di cabut berarti sudah tidak bisa beroprasi lagi,”Tuturnya..# EDL

Lima Cakades Kou Representasi Dari Desa Harus Diseleksi Secara Profesional

Swaramalut.com-SANANA

Tahapan Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Sula yang diselenggarakan secara serentak di 78 Desa tahun 2021. Oleh Pemerintah Daerah tinggal sepekan bakal dihelat.

Untuk menjaga hajatan pemerintah daerah tersebut harapannya harus berjalan sesuai dengan asas demokrasi selalu diinginkan oleh masyarakat di Desa.

Oleh karena itu, pada tahapan seleksi Cakades khusunya di Desa Kou Kecamatan Mangoli Timur. Pemuda Desa Kou M. Rismit Teapon meminta Kepada panitia seleksi Pilkades ditingkat Kabupaten. Untuk harus bekerja secara transparan, obyektif dan profesional sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Alhamdulillah di Desa Kou yang ikut Daftar dan bertarung dalam Pesta Demokrasi atau Pilkades tahun ini. Sebanyak 5 orang Cakades, ke 5 figur tersebut masing-masing memiliki SDM dan mereka merupakan representasi dari masyarakat Desa Kou. Untuk itu tahapan seleksi berkas hingga tes tulis dan wawancara oleh Pantia Kabupaten. Saya meminta agar dilakukan secara profesional sesuai dengan aturan,” ungkap Pemuda Desa Kou ini kepada wartawan, Sabtu (27/3/2021).

Pemuda Desa Kou itu menjelaskan proses Pilkades di Desa Kou berdasarkan pengalaman 5 tahun lalu. Kata dia, desa Kou demokrasinya sangat cacat. Sebab, lanjut Dia, dari hasil seleksi oleh panitia Kabupeten tahun lalu, tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh masyrakat Desa Kou.

Bahkan kata Jurnalis Sula ini, pada hari pemilihan masyarakat yang ikut memberikan hak pilih hanya 200 orang. Padahal di Desa jumlah jiwa pilih sekitar 700 lebih.

“Pengalaman kita di Desa Kou tahun-tahun lalu sangat mencederai proses Demokrasi kita di tingkat Desa yang ikut nyoblos tidak sesuai, belum lagi ada saudara-saudara dan orang-orang tua kita ada yang nyaris adu jotos,” ungkapnya.

Rismit berharap kepada 5 Cakades yang ikut bertarung pada Pilkades Tahun 2021, jika terpilih nanti selalu mengedepankan amanah dari rakyat dan tranparansi untuk mengolah Dana Desa.

“Harapannya semoga 5 Cakades Kou. Jika terpilih nanti harus memegang amanah serta Transparansi dalam mengelolah Dana Desa. Kemudian yang diamanahkan oleh rakyat harus bertanggung jawab. Bukan berarti jadi Kades kemudian yang diamanahkan oleh rakyat itu dikebiri,”harapnya

Untuk diketahui 5 Cakades Kou yang ikut mendaftar sebagai Calon yaitu Nadir Teapon, Latifa Gailea, Imin Buamona, Jufri Duwila dan Amrul Duwila..#Is

Sidang Perdana, DKPP Periksa Ketua , Anggota KPU dan Bawaslu Kepulauan Sula 

Swaramalut.com-TERNATE

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memeriksa Ketua, Anggota KPU Kabupaten Kepulauan Sula dan Bawaslu Kabupaten kepulauan sula dalam sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) untuk empat perkara , jumat (26/03/2021) pukul 09.00 WIT.

Lima Anggota KPU Kabupaten kepulauan sula, yaitu Yuni Yuningsi Ayuba(Ketua), Ramli K Yakup, Ifan Sulabessy Baimona. Samsul Bhari Teapon, Hamida Umalekhoa, berstatus sebagai Teradu dalam perkara 32-PKE-DKPP/II/2021 . Perkara ini diadukan oleh Abdul Fattah Fataruba, Bustamin Sanaba dengan memberi kuasa kepada Kuswandi Buamona dan Rajamin Solisa.

Foto : Kuasa Hukum Kuswandi Buamona dan Rajamin Solisa dkk.

Dalam perkara ini, Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Kepulauan Sula diadukan atas dugaan tidak menindaklanjut rekomendasi Bawaslu Kabupaten kepulauan Sula Ter tanggal 13 November 2020 terkait pelanggaran Administrasi calon bupati dan tidak menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu terkait pungutqn suara ulang(PSU)Pada TPS 01, 02, 03, 04, 05 desa Mangoli Dan TPS 1 desa Waitulia Kec.mangoli tengah kabupaten Kepsul Maluku Utara.

Sedangkan tiga Anggota Bawaslu Kabupaten kepulauan sula diperiksa sebagai Teradu dalam perkara nomor 86-KEP-DKPP/II/2021 dan 87-KEP-DKPP/II/2021 Ketiganya yaitu Iwan Duwila(Ketua), Ajuan Umasugi dan Risman Buamona.

Sidang kali ini majelis memeriksa anggota dan Ketua KPU kabupaten Kepulauan Sula sebagai teradu dengan pokok perkara Nomor : 32-PKE-DKPP/I/2021, 70-PKE-DKPP/II/2021, 86-PKE-DKPP/II/2021, dan 87-PKE-DKPP/II/2021.

Para teradu juga diduga membocorkan nomor SK penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Kepulauan Sula 2020 kepada Bupati Kabupaten Pulau Taliabu

Selain itu, teradu diduga tidak menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu Kabupaten Kepulauan Sula tanggal 13 November 2020 terkait pelanggaran administrasi calon bupati, dan tidak menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu terkait Pungutan Suara Ulang (PSU) pada TPS 01, 02, 03, 04, 05 Desa Mangoli dan TPS 1 Desa Waitulia Kecamatan Mangoli Tengah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Foto : Surat dari Pengadilan Makassar

Pokok perkara selanjutnya nomor 70-PKE-DKPP/II/2021, disebutkan teradu yang tidak berkepastian hukum dan profesional dalam melakukan verifikasi syarat pencalonan pada salah satu calon Bupati Kepulauan Sula tahun 2020 nomor urut 3, yakni Fifian Adeningsih Mus sesuai surat keterangan tidak sedang dinyatakan pailit yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Makassar Nomor :814/SK/HK/09/2020/PN. Mks, tanggal 2 September 2020.

Para teradu juga  diduga tidak melaksanakan rekomendasi Nomor. 599/K.BAWASLU-KS/PM.05.02/XII/2020 tertanggal 13 Desember 2020 perihal Pemungutan Suara Ulang di  enam TPS yakni di TPS 01, 02, 03, 04, 05, Desa Mangoli dan di TPS 01 Desa Waitulia, Kecamatan Mangoli Tengah, Kab. Kepulauan Sula.

Sementara itu Teradu I (Ketua KPU) diduga mengetahui mobilisasi pengumpulan E-KTP para pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT yang dilakukan oleh petugas pemilu (KPPS) di TPS 08, Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.

Yang ketiga, dalam perkara nomor 86-PKE-DKPP/II/2021 disebutkan teradu memberikan arahan bahwa tidak bisa dilakukan pergeseran surat suara sehingga dapat diwakilkan oleh salah satu anggota keluarga dari peserta pemilih penyandang disabilitas maupun orang sakit atau/ yang tidak bisa hadir untuk datang mencoblos di TPS.

Yang ke empat perkara Nomor 87-PKE-DKPP/II/2021,Para Teradu dilaporkan atas dugaan tidak menindaklanjuti Rekomendasi Bawaslu Kabupaten Kepulauan Sula dengan Nomor : 597/K.BAWASLU-KS/ PM.05.02/XII/2020 tentang Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada TPS 01, 02, 03, 04,05,06 Desa Mangoli dan TPS 01 Desa Waitulia.

Kuasa hukum Termohon juga menyampaikan sidang putusan terhadap perkara dugaan kode etik ini akan dilanjutkan pada pekan depan. “Kami menunggu panggilan DKPP pekan depan pada sidang putusan perkara ini,” jelas Kuswandi

Selain itu, Kuswandi menambahkan bahwa upaya yang dilakukan saat ini agar ada efek jera bagi penyelenggara Pemilu di Kepulauan Sula ke depan.

“Kami bermaksud memberikan efek jera, sehingga masyarakat Sula yang tergabung dalam penyelenggara pemilu bisa mewujudkan pemilu yang demokratis,” tutup Wandi mengakhiri..#red

Pengelolaan DD Tahun 2016 Dijadikan Senjata Untuk Menjatuhkan Cakades Incumben Lekokadai

Swaramalut.com-SANANA

Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2021 yang bakal digelar dalam waktu dekat ini, Calon Kepala Desa (Cakades) incumben Lekokadai Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Amrin Ode Meko Arham mulai di serang oleh lawan tanding nya.

Amrin Ode yang digadang-gadang masi kuat dalam perhelatan Pilkades Lekokadai itu mulai mendapat serangan melalui lawan tanding nya menggunakan pengelolaan Dana Desa (DD) tahun 2016.

Seperti yang di beritakan di beberapa media online beberapa hari lalu bahwa Kades Amrin Ode Meko Arham tidak membayar tunjangan aparat desa selama tiga triwulan atau 9 bulan, bahkan Armin juga diduga menggelapkan puluhan juta Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) yang tertuang dalam APBDes tahun 2016 untuk beberapa item kegiatan.

Melalui pemberitaan tersebut, Kades Amrin Ode pun kembali meluruskan hal tersebut. Kepada sejumlah media, minggu (21/03/2021), Amrin meluruskan bahwa, beberapa item kegiatan yang di muat dalam APBDes yang mereka angkat sebagai berita itu adalah APBDes yang belum masuk dalam postingan,”Jelasnya.

Lanjut dia, APBDes yang mereka angkat itu belum masuk dalam postingan sehingga beberapa item kegiatan seperti pengadaan kursi desa, pengadaan tiang gawang lapangan bola itu tidak masuk dalam program kerja saya di saat itu. Kemudian item anggaran untuk majelis talim yang mereka angkat juga. Disini saya juga mau sampaikan bahwa, anggaran untuk majelis talim saat itu Rp.6 juta lebih, saya sudah perintakan bendahara untuk membayar dan itu sudah selesai, bahkan semua itu sudah di periksa oleh Inspektorat,”Ucapnya.

Amrin mengatakan bahwa, disini yang saya herankan, persoalan yang tidak pernah di angkat, bahkan sudah selesai di periksa oleh inspektorat, tapi tiba-tiba mereka angkat lagi, bahkan orang yang mengangkat kembali persoalan ini di media adalah orang yang sama, yakni orang yang dulu nya melapor tentang persoalan ini.

Tambah dia, ini merupakan upaya mereka untuk bagaimana saya bisa gugur di saat pelaksanaan skrening pilkades saat ini dengan cara mengangkat kembali program-program kegiatan yang sudah selesai di periksa,”Ujarnya.

Saya juga mau meluruskan terkait dengan pemberitaan yang menyebut bahwa saya tidak membayar tunjangan aparat desa selama 9 bulan.

Tunjangan aprat desa yang belum di bayar awalnya 4 orang, bukan saja Kaur Umum Markus Dingga. Yang jelas nya kita di desa ini Kantor desa tetap aktif, namun disaat mereka sebagai aparat desa tidak aktif berarti kita memberi surat teguran untuk menahan gaji mereka.

Bahkan pa Markus ini tidak masuk kantor bukan saja dengan bulan tapi dengan tahun tidak masuk kantor, jadi apabila kalau kita membayar tunjangan nya berarti bisa berpengaruh kepada yang lain,”Paparnya.

Meskipun begitu, tapi selaku Kepala desa saya berinensiatif baik untuk menyelesaikan tunjangan mereka, dan itu saya sudah sampaikan kepada pa Markus, tapi ternyata mereka malah datang dan memasukkan laporan dengan cara lain dengan tujuan saya bisa gugur dalam pelaksanaan skrening.

Kemudian perlu di ketahui juga bahwa,tunjangan pa Markus yang belum di bayar itu bukan 9 bulan tapi hanya tiga bulan, bahkan dalam tiga bulan itu, pa Markus juga sudah ambil 1 juta lebih,” Jadi laporan mereka 9 bulan itu hanya isu yang dimainkan untuk menjatuhkan saya,” Tutupnya..# EDL

Cakades Incumbent Desa Lekokadai Belum Bayar Tunjangan Aparat Desa Selama Tiga Triwulan

Swaramalut.com-SANANA

Kepala Desa Leko Kadai Kecamatan Mangoli Barat (Malbar), Amrin Ode Meko Arham yang saat ini kembali maju sebagai Calon Kepala Desa ternyata belum membayar tunjangan aparat desa selama tiga triwulan pada tahun 2020.

Hal ini di ungkapkan oleh salah satu perwakilan aparat desa, yakni Kaur Umum Markus Dingga alias Om Mako kepada wartawan media ini, selasa (16/03/2021).

Tunjangan kami selaku aparat desa selama 3 triwulan atau 9 bulan pada tahun 2020 belum dibayar oleh Kepala Desa Amrin Ode,” Sampai saat ini kami belum terima gaji selama sembilan bulan dan memang tidak dibayar oleh kepala Desa,”Ungkapnya.

Om Mako menjelas bahwa, tunjangan mereka per satu bulan Rp.2.030.000.00, jadi total yang tidak di bayar selama 9 bulan Rp.18.270.000.00″Paparanya.

Kaur Umum itu lantas bercerita bahwa, pada tahun 2020 setiap Kades Amrin Ode bepergian ke Sanana,ia selalu menjanjikan akan membayar tunjangan kami setelah ia balik,”Setiap Kepala Desa berangkat ke Sanana, dia bilang nanti bale dari sanana baru bayar tunjangan kami selama 9 bulan, tapi sampai sudah memasuki tahun 2021 juga tidak di bayar,”Ungkapnya.

Om Mako bilang, bukan saja saya selaku Kaur Umum yang tidak di bayar tunjangan oleh Kades, tapi teman-teman aprat desa yang lain juga mengalami hal yang sama seperti saya. Oleh nya itu hari ini saya juga berbicara mewakili sejumlah teman-teman aprat desa yang tunjangan mereka juga tidak di bayar oleh Kades agar di ketahui oleh pemerintah dan masyarakat luas,”Tutupnya..#Edl

Penantang Baru Siap Tumbangkan Incumbent di Pilkades Desa Pohea

Swaramalut.com-SANANA

Pencalonan Kepala Desa Pohea Kecamatan Sanana Utara semakin seruh. Bahkan suasa nya berbeda dengan pencalonan Kepala desa di desa-desa yang lain.

Calon Kepala Desa incumbent Rudi Duwila yang awal nya di gadang-gadang kuat dan dipastikan akan melawan kotak kosong karena tidak ada lagi yang berani melawan nya itu, kini bisa dipastikan bakal sulit untuk merebut kembali posisi nya sebagai orang nomor 1 di Desa pohea lagi, karena telah hadir salah satu figur muda angkatan tahun 2010 yang menjadi penantang nya,yakni Sarif Fatgehipon,S.Hi.

Kehadiran Sarif Fatgehipon dengan Jargon’ BERSAF’ itu telah mendapat dukungan yang luar biasa dari sebagian besar warga pohea, baik orang tua,anak mudah serta toko-toko politisi di desa setempat juga ikut nengantarkan Sarif menduduki kursi Kepala Desa pohea.

Pencalonan Kepala desa pohea sendiri nuansa nya seperti pencalonan Bupati, bahkan berbeda dengan pencalonan di desa-desa yang lain. Bisa di bilang, Pikades rasa Pilkada itu hanya ada di Desa pohea.

Pantauan media ini,senin (15/03/2021), Sarif Fatgehipon yang pergi mendaftar saja di antar ratusan masa pendukung, baik orang tua maupun anak muda menggunakan mobil dan motor. Bahkan yang lebih seruh lagi, mobil oben cup di lengkapi sondsisten dan musik mengiringi pendaftaran Sarif hingga selesai. Usai pendaftaran dilanjutkan dengan pawai keliling kampung.

Ketua Tim Bersaf, Junaing Umamit kepada media ini, mengatakan bahwa saat ini warga butuh pemimpin baru dari kaum muda yang cerdas untuk menjadi motor penggerak perubahan di Desa pohea. Saat ini hampir sebagian besar warga yakin bahwa melalui semangat dan tangan dingin nya Sarif maka ia akan manpu menyulap desa pohea menjadi maju gemilang dengan segudang prestasi baru,”Ungkapnya.

Lanjut dia,Berbicara berbaur maka warga pohea sudah tau siapa Sarif, dia adalah sosok anak muda yang cerdas serta sangat berbaur dengan semua warga, baik tua maupun muda.

Tambahnya, saat ini kami telah menyiapkan kekuatan penuh serta berbagai strategi untuk menumbangkan incumbent,” Kami optimis menang karena hampir sebagian besar warga desa pohea telah mendukung Sarif Fatgehipon,” Paparnya.

Sementara salah satu warga desa pohea, Ari Tamrin Sangadji kepada media ini mengatakan bahwa, sudah saat nya warga desa pohea mengangkat pemimpin baru dari kaum muda yang mempunyai kemampuan membawah desa pohea agar dapat bersaing dengan desa-desa yang lain. Oleh nya itu kami yakin Sarif adalah figur yang tepat untuk memimpin desa pohea,”Ungkapnya..#Edl