Dikabulkan, Sidang PHP Kepsul Dilanjutkan 2 Pekan Depan Untuk Mendengar Keterangan Pihak Terkait

Swaramalut.com-Jakarta

Sidang gugatan Perselisihan Hasil Pilkada (PHP) kabupaten Kepulauan Sula(Kepsul) dengan pemohon paslon Hendrata Thes-Hi Umar Umabaihi (HT-UMAR) digelar pada Jum’at (29/01/2021) oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Sidang perdana dengan agenda pembacaan permohonan pemohon dibacakan kuasa hukum paslon HT-UMAR Julhan Salim,SH berserta Amirudin Yakseb,SH.MH dkk.

Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Kepulauan Sula teregistrasi di MK dengan nomor 90/PHP.BUP-XIX/2021 itu digelar di gedung MK-RI.

Setelah mendengar seluruh permohonan pemohon yang dibacakan kuasa hukmumnya, hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arif Hidayat  yang memimpin persidangan  menyatakan mengabulkan permohonan pemohon.

“Permohonan pemohon dikabulkan dan selanjutnya akan dilanjutkan pada sidang berikut pada Senin, (08/02/2021)pukul 08.00 WIB, pekan depan dengan agenda mendengar keterangan pihak terkait. Bila seluruh bukti dokumen pemohon sudah dianggap lengkap maka akan disahkan pada hari ini juga, tapi kalau belum dilengkapi maka dilengkapi kemudian disahkan,” ungkap Arif Hidayat Hakim MK sebagaimana dilansir dari kanal youtube resmi MK..#red

Resmi di Terima dan Diregistrasi MK, KPUD Kepsul Bakal Buka Kotak Suara Untuk Alat Bukti

Swaramalut.com,Jakarta

Permohonan perselisihan hasil pemilihan Bupati dan Wakil bupati Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara resmi diterima dan diregistrasi oleh Mahkama Konstitusi (MK) pada, Senin (18/1/202)pada pukul 10.00 WIB.

MK menerima gugatan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepsul sebagaimana akta registrasi perkara konstitusi dengan nomor 90/PAN.MK/ARPK/01/2021, yang diajukan oleh Paslon nomor urut 1, Hendrata Thes dan Hi Umar Umabaihi(HT-UMAR).

Dengan demikian, sengketa Pilkada Kepsul siap untuk disidangkan oleh MK sesuai dengan jadwal sidang pendahaluan yakni tanggal 26-29 Januari 2021 mendatang.

Untuk menghadapi sidang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepsul diduga bakal menjadwalkan untuk membuka Kotak Suara untuk persiapan alat bukti di persidangan.

Seperti yang kita ketahui bahwa pembukaan kotak suara berdasarkan PKPU nomor 19 Tahun 2020 pasal 71 menyebutkan, KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota dapat membuka kotak suara untuk mengambil formolir yang digunakan sebagai alat bukti dalam penyelesaian hasil pemilihan.

Dan dalam Pembukaan kotak suara, sebagaimana ayat (1) dibuka dengan beberapa ketentuan diantaranya harus berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten Kota serta pihak Kepolisian setempat.

Jumlah kotak suara yang akan dibuka itu berdasarkan check list Daftar Alat Bukti (DAB) termohon dalam hal ini KPU Kepsul yang direkomendasikan MK berdasarkan laporan pemohon pasangan nomor urut 01 HT-UMAR.

Jadi jumlah kotak suara yang akan dibuka oleh KPU itu berdasarkan check list. Dan kotak suara dibuka kemudian formolirnya di foto copy dan asilnya dikembalikan ke kotak suara, sementara copy-nya dijadikan sebagai alat bukti pada persidangan nanti.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak KPU Kepsul terkait di terimanya gugatan HT-UMAR untuk di sidangkan di MK..#red

Sula Jangan Menambah Sejarah, MK Pernah DisKualifikasi Pemenang Pemilu 

Swaramalut.com-JAKARTA

Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang perdana sengketa Pilgub,Pilbub dan Pilwali pada Januari mendatang Sengketa ini diajukan oleh pasangan Pilgub,Pilbub dan pilwako dimana ada yang masih dianggap melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) sehingga digugat ke MK

Salah satu tuntutan Paslon HT-UMAR menginginkan supaya MK membatalkan kemenangan FAM-SAH Sehingga pemohon berharap tuntutan itu dikabulkan.

Dalam sejarah, MK pernah membuat putusan membatalkan kemenangan pasangan calon setelah paslon dimenangkan oleh KPU. Namun, kasusnya adalah pemilihan kepala daerah atau Pilkada. Seperti putusan MK tentang sengketa Pilkada 2010 di Kotawaringin Barat atau Kobar.

Pembatalan itu disahkan lantaran pemenang Pilkada Kobar terbukti melakukan kecurangan TSM. Sepanjang sejarah sengketa Pemilu, baru Pilkada Kobar yang dibatalkan kemenangannya oleh MK. Hingga saat ini belum ada lagi pemenang yang didiskualifikasi MK.

Pada tahun 2010 lalu, Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar pemilihan kepada daerah (Pilkada) dengan dua pasangan calon. Pasangan itu adalah Sugianto-Eko Soemarno dengan nomor urut satu dan Ujang Iskandar-Bambang Purwanto nomor urut dua.

Usai pelaksanaan pemungutan suara 5 Juni 2010, KPUD Kobar melakukan penghitungan suara atas dua pasangan calon itu. Hasilnya, pasangan petahana Sugianto-Eko Soemarno menang dengan perolehan suara lebih tinggi dibanding lawannya. Di mana pasangan Sugianto-Eko berhasil meraup 67.199 suara, sementara Ujang-Bambang hanya memperoleh 55.281 suara.

Sugianto-Eko dinilai melakukan pelanggaran yang sangat berat dan serius seperti adanya praktik politik uang.

Dari semua saksi yang dihadirkan di sidang MK, beberapa di antaranya mengatakan telah terjadi praktik-praktik politik uang. Kejadian tersebut terjadi saat pembentukan sebuah relawan yang terdiri dari 78.238 orang atau 62,09 persen dari Daftar Pemilih Tetap. Pengorganisiran tersebut juga diiming-imingi sejumlah dana sebesar Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per orang. Selain itu, adanya ancaman kekerasan terhadap para pemilih jika tak memilih petahana atau pasangan Sugianto-Eko.

Oleh karena itu, pasangan Ujang Iskandar-Bambang Purwanto memohon agar MK mendiskualifikasi Sugianto-Eko sebagai pemenang Pilkada Kobar 2010.

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan seluruh permohonan gugatan kepala daerah Kabupaten Kotawaringin Barat yang diajukan pasangan Ujang Iskandar-Bambang Purwanto. Dalam vonisnya MK mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 1 atas nama Sugianto-Eko Soemarno sebagai pemenang pemilihan kepala daerah Kotawaringin Barat.

Mendiskualifikasi Pasangan Calon Nomor Urut 1 atas nama, H. Sugianto dan H. Eko Soemarno, SH., sebagai Pemenang Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujar Ketua Majelis Hakim MK, yang saat itu dijabat Mahfud MD, di Gedung MK Jakarta, Rabu (7/7/2010).

Kala itu majelis hakim mengabulkan seluruh permohonan lantaran pemenang terbukti melakukan pelanggaran yang sangat berat. Pilkada Kobar 2010 tidak dilakukan pemungutan suara ulang karena pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif terjadi di seluruh wilayah kabupaten.

Pelanggaran yang dilakukan petahana tidak bisa ditolerir. Sehingga MK memutuskan pemenang Pilkada Kobar 2010 adalah Ujang Iskandar-Bambang Purwanto.

Kasus Pilkada Kobar 2010 merupakan satu-satunya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendiskualifikasi pemenang pemilu yakni pasangan Sugianto-Eko Soemarno. Hal ini juga dibenarkan oleh mantan hakim MK Hamdan Zoelva.

Dan satu-satunya kasus itu, putusan demikian hanya satu itu sepanjang sejarah MK,” katanya beberapa waktu lalu.

Putusan serupa bisa terjadi apabila penggugat dapat membuktikan kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif, jadi yang melakukan TSM dan menang harus berhati-hati jangan sampai anda merupakan Paslon kedua yang akan masuk kedalam daftar tersebut, sebab MK tidak pernah memilih, apakah Incambent atau bukan apabila terbukti maka nasib kalian akan seperti itu..#sumber/ red

TIM Hukum Paslon HT-UMAR Yakin Gugatan Pilbub Kepsul di Kabulkan MK

Swaramalut.com-JAKARTA

Tim kuasa hukum Pasangan calon(Paslon)Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula Nomor Urut 01 Hendrata Thes-Hi Umar Umabaihi, Amiruddin Yakseb,SH yakin memenangkan gugatan sengketa Pemilihan Bupati (Pilbub) 2020.

“Pasti menang, Insya Allah dengan berbagai ikhtiar yang sudah dilakukan, doa, argumentasi-argumentasi, dan bukti-bukti,” ujar Amiruddin di Jakarta setelah selesai melakukan registrasi gugatan di MK, Senin(21/12/2020) kemarin.

Amiruddin berharap Mahkamah Konstitusi (MK) dapat memberikan putusan yang sejalan dengan kebenaran dan keadilan.

Kendati selisih suara antara paslon nomor urut 01 Hendrata Thes-Umar Umabaihi dan Paslon nomor urut 03 Fifian Adeningsi Mus-Saleh Marajabesi cukup banyak, namun menurut Amiruddin hal itu tidak relevan jika dilihat dari argumentasi kualitatif.

” Angka itu tidak relevan, yang penting dalam argumentasi kualitatif adalah ada kucurangan pemilu yang melanggar asas-asas konstitusi pasal 22 ayat 1,” kata Amiruddin.

” Kalau argumentasi kualitatif, suara Anda selisih 2 ribu itu satu faktor. Tapi Anda melakukan kecurangan pemilu yang melanggar luber dan jurdil itu yang tidak boleh dilakukan,” imbuhnya.

Selanjutnya, ada argumentasi kuantitatif.

Amiruddin mengungkap jika pihaknya telah membuktikan adanya DPT bermasalah, DPT fiktif, NIK dari luar daerah, Jumlah pemilih Disebilitas serta melambungnya pengunaan KTP hingga Money Politik.

” Itu gimana cara membuktikannya? Ya kalau itu dikatakan hadir di dalam TPS pada tanggal 09 Desember kemarin, kami meminta KPUD menghadirkan absen, itu adalah formulir C7, C5 dan Formulir pendamping” katanya.

Namun rupanya, kata Amiruddin termohon, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) justru nanti kelabakan sebab di Pleno kecamatan dan kabupaten saja mereka tidak mau menghadirkan bukti C7, C5 dan Pemilih tambahan serta lain-lain yang di minta saksi pada pleno waktu itu.

” Itu artinya, dalil kami bahwa ada masalah di beberapa kecamatan itu tidak bisa dibantah oleh termohon karena tidak menghadirkan absensi di TPS,” ujarnya kembali.

Untuk itu saya bersama dengan teman-teman Tim kuasa hukum Paslon HT-UMAR sangat optimis bahwa semua yang kami dalilkan akan membuat pihak penyelengara dalam hal ini KPUD Sula tidak bisa membuktikannya sebab sudah terbukti di pleno kecamatan dan kabupaten pun semua rapat selalu berjalan alot tanpa di hadirkan apa yang saksi mintahkan..#red

7 Lembaga Survey Menang Telak, HT-UMAR Dianggap Paslon Istimewa

Swaramalut.com- Nasional

Tujuh Lembaga survei Nasiaonal  telah merilis keunggulang 8 calon bupati/walikota di Maluku Utara(Malut). Salah satunya di Kabupaten Kepulauan Sula(Kepsul)

Ada 40 Lembaga survei resmi yang terdaftar di KPU namun hanya tujuh lembaga yang melakukan survey di Maluku Utara yakni :

– Lembaga Survey Kelompok diskusi   dan kajian opini publik Indonesia (KedaiKopi)

– Poltracking Indonesi

– Indonesia Research And Survey(IRES)

– Indikator Politik Indonesia

– Indekstat Konsultan Indonesia

– Lembaga Survey Independent     Malut (LSIM)

– Jaringan Suara Indonesia

itu menunjukkan keunggulan pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, HT-UMAR Terbaik dan Istimewa atas dua rivalnya, Paslon nomor urut 2 Zulfahri Duwila dan Ismail Umasugi (Zadi-Imam) dan Paslon nomor urut 3 Fifian Adeningsi Mus dan M. Saleh Marasabessy (FAMSAH)  dengan persentase  HT-UMAR : 51.01persen, ZADI-IMAM : 19.00 persen dan FAM-SAH : 22.04 persen sedangkan yang belum mengunakan pilihannya lebih menurun tinggal 7.05 persen

Jubir Paslon HT-UMAR Hi Faruk Bahanan saat di hubungi via telepon,Kamis(03/12/2020)menerangkan, hasil survei dari tujuh lembaga survey nasional  juga diperkuat dengan rilis survei internal kami dan beberapa pihak lain. Dimana, rata-rata menunjukkan keunggulan Paslon HT-UMAR.

Dengan hasil survei itu menunjukan HT-UMAR adalah Paslon istimewa,” kata Faruk.

Faruk menuturkan, paslon HT-UMAR ditempatkan pasda posisi calon istimewa karena, nama Hendrata Thes sangat melekat di masyarakat pedesaan dan pelosok serta memori pemilih pada uji top of mind. Kemudian, memiliki popularitas tertinggi.

Ia menerangkan, hasil survei yang dirilis tujuh lembaga adalah survei ilmiah yang bertanggung jawab, dilakukan oleh lembaga kredibel. Survei dari lembaga kredibel dan tersertifikasi seperti ini cenderung selalu berbanding lurus dengan hasil akhir yang diumumkan lembaga penyelenggara pemilu.

Hasil survei dari tujuh lembaga ini yang menunjukkan  keunggulan Paslon HT-UMAR sebesar 51,01 persen, mendekati angka capaian target yang ditetapkan yakni 55-60  persen,” sebutnya.

Menurutnya, hasil survei ini tidak saja menambah optimisme, tapi juga bisa jadi suplemen untuk memenuhi target kemenangan bagi Paslon HT-UMAR. Selain itu, terdapat kesesuaian hasil survei tujuh lembaga dengan hasil analisa faktual relawan berdasarkan data pemilih tetap di seluruh posko di desa-desa.

“Hasil analisa relawan dengan basis DPT cukup detail. Peta dukungan pemilih terhadap kontestan terlihat lebih fokus. Secara umum Paslon HT-UMAR masih tetap dominan jelang hari pencoblosan,” ungkapnya.

Paslon HT-UMAR sesungguhnya sudah berada di posisi aman. Bukan menang, tetapi unggul. Nah, saat ini yang perlu dijaga adalah mempertahankan hasil survei itu, karena hanya ” Rupiah ” yang bisa membali keadaan ini.

“Paslon HT-UMAR bisa dikalahkan ketika terjadi praktek curang transaksional. Apalagi, swing voter sebesar 31,1 persen berdasarkan hasil survei tujuh lembaga adalah potensi besar yang bisa dan mudah diarahkan dengan uang,” tukasnya..#red

Tercatat 9 Orang di Halbar Terinfeksi HIV, Rata – Rata Didominasi IRT

Swaramalut.com, Halbar – Di tahun 2020 tercatat sebanyak 9 orang di wilayah Halmahera Barat (Halbar) terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Foto bersama usai kegiatan workshop

Dari total yang terinfeksi virus yang menyebabkan penyakit yang merusak kekebalan tubuh atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), dan didominasi oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) dengan usia rata 25 – 30 tahun keatas.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Halbar Rahmad Patty di sela-sela kegiatan Workshop terkait Tatalaksana Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) yang dilaksanakan Dinkes Halbar dalam rangka peringati hari AIDS sedunia yang dilangsungkan dilokasi wisata Rappa Pelangi, Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo, Selasa 1 Desember 2020.

” Dan rata – rata yang terinfeksi didominasi oleh IRT karna adanya perilaku ‘penyimpangan’,” ujarnya.

Pendataan angka warga Halbar yang terinfeksi virus yang hingga kini belum ditemukan obat yang menyembuhkan pasien secara 100 persen ini, karena tidak adanya keterbukaan dari para pasien.

“Nanti sampai sudah parah baru pasien yang terinfeksi HIV datang ke Puskesmas baru kita bisa mengetahui,” terang Rahmad.

Untuk itu diharapkan kepada para peserta yang hadir dapat melakukan langkah penanganan dan pencegahan terhadap virus yang sangat berbahaya ini.

“Jadi harus perbiasakan pola hidup bersih dan sehat serta kepada para pasutri (Pasangan suami -Istri) agar setia terhadap pasangan hidupnya yakni tidak melakukan perilaku penyimpangan seksual dan kembali ke agama-agama kita masing-masing terkait larangan perilaku menyimpang tersebut,” pintanya.

Sekedar diketahui, berdasarkan data  warga Halbar yang terinfeksi HIV selama 4 tahun terakhir yakni dari tahun 2017 – 2019 dibandingkan di tahun 2020 mengalami penurunan.

Yakni di tahun 2017 tercatat sebanyak 12 orang yang terinfeksi HIV dengan rincian 5 orang Laki-laki dan 7 perempuan, di tahun 2018 sebanyak 19 orang dengan rincian 6 Laki-laki dan 13 perempuan, di tahun 2019 sebanyak 12 orang dengan rincian 6 Laki-laki dan 6 perempuan.

Sementara pada tahun 2020 tren angka warga Halbar yang terinfeksi HIV mengalami penurunan yakni tercatat sebanyak 9 orang dengan rincian 3 orang laki-laki dan 6 perempuan. #chull

Penambahan Infrastruktur, RSUD Jailolo Usulkan Penambahan DAK 49 M

Swaramalut.com, Halbar – Guna menambah infrastruktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo di Tahun 2021 mendatang, Direktur RSUD Jailolo DR. H. Syafrullah Radjilun mengusulkan penambahan Anggaran ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Penambahan anggaran yang diajukan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemenkes tahun 2021 berkisar kurang lebih Rp 49 miliar.

“Dan permintaan penambahan anggaran sudah kami sampaikan ke Kemenkes, tinggal menunggu informasi dari Pusat saja,” ungkap DR. Ulla sapaan akrab Dirut RSUD Jailolo, kepada wartawan, Rabu 04 November 2020.

Karena pada bulan Desember mendatang anggaran pusat sudah ditetapkan, mudah-mudahan usulan kami (RSUD) bisa diakomodir.

Permintaan penambahan anggaran melalui DAK sebesar Rp 49 miliar lebih ini, diperuntukkan pada peningkatan atau penambahan Infrastruktur Rumah Sakit.

“Diantaranya, rehab ruang kebidanan dan ruang anak maupun ruang laboratorium,” terang DR. Ulla.

Sebab pada tahun kemarin RSUD Jailolo hanya dikucurkan DAK sebesar Rp 10 miliar, yang mana digunakan untuk pembangunan ruang IGD serta ruang radiologi.

“Dan rencana penambahan ruang di tahun 2021 mendatang saling berkaitan yakni untuk penanganan pasien, sehingga kami usulkan penambahan DAK agar pelayanan pasien di RSUD Jailolo lebih ditingkatkan, karena status RSUD Jailolo sendiri yaitu tipe C,” tutur DR. Ulla. #chull

Pengiriman Ikan Dari Halbar di 2020 Meningkat 150 Persen

Swaramalut.com, Halbar – Pengiriman Ikan dari Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) ke luar daerah selama tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 150 persen dibandingkan di tahun 2019 lalu.

Hal tersebut terlihat pada daftar Surat Keterangan Asal Ikan (SKAI) yang dikeluarkan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Halbar tahun 2019 dan 2020.

Kepala DKP Halbar Agustinus Maholle, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan diruang kerjanya, membenarkan adanya peningkatan pengiriman Ikan dari Halbar.

“Jadi ditahun 2020 ini pengiriman Ikan keluar daerah sebanyak 500 ton atau sebesar 150 persen dibandingkan di tahun 2019 yang hanya 200 ton,” jelasnya.

Selain banyaknya jumlah ikan yang meningkat, jenis ikan yang dikirim pada tahun 2020 juga mengalami penambahan.

“Yakni di tahun 2019 jenis ikan yang dikirim Cumi (Ceplahopoda), Layur (Trichiurus Lepturus) dan Kembung (Restallinger) sedang pada tahun 2020 ditambah Ikan Layang (Decapterus), Cakalang (Catsuwonus Pelamis) dan Tongkol (Euthynnus Affinis),” ujar Agustinus.

Bahkan perusahaan pengelola ikan tahun 2020 juga mengalami penambahan 2 perusahaan yakni PD Batuna Nusantara dan
PT. Kaukas Cahaya Intek Perkasa Perdana, sementara pada tahun 2019 hanya 1 perusahaan pengelola yakni
KSU Fomakudodara.

“Dan jumlah ikan yang dikirim di tahun 2020 lebih didominasi oleh Cumi yakni sebanyak 416,3 ton, Layur sebanyak 5 Ton, Layang sebanyak 8 ton, Cakalang sebanyak 6 ton, Tongkol sebanyak 19 ton,” ucap Agustinus.

Sementara di tahun 2021 mendatang pengiriman Ikan dari Halbar ke luar daerah ditargetkan mencapai 1000 ton, bahkan bisa lebih tergantung pada sarana pendukung seperti conteiner.

“Karena pada tahun 2021 mendatang perusahaan pengiriman Ikan di Halbar bertambah lagi yaitu PT. Ocean Mega Persada dengan wilayah operasi di Desa Dodinga Kecamatan Jailolo Selatan,” ucap Agustinus.#chull

KKSS dan IWSS Gelar Maulid Nabi 1442 Hijriyah

Swaramalut.com, Halbar – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKS) dan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar)
menggelar Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1442 Hijriyah di Masjid Raya Jailolo, Jumat 30 Oktober 2020 malam.

Ketua IWSS Halbar, Hj Nurtina Arjuna kepada wartawan disela-sela kegiatan, mengatakan, perayaan yang digelar oleh KKSS dan IWSS merupakan bentuk kecintaan kami terhadap Nabi Besar Muhammad SAW yakni dengan merayakan hari lahirnya Rasulullah SAW.

Memang, peringatan Maulid setiap setiap tanggal 12 Rabiul Awal tahun Hijriyah yang jatuh pada tanggal 29 Oktober kemarin, namun kami (IWSS dan KKSS) mengelar pada Jumat hari ini.

“Dengan dilaksanakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini, semoga menambah kecintaan kita semua terutama yang hadir, atas junjungan kita Rasulullah SAW,” pinta Hj. Ondeng sapaan akrab Hj Nurtina Arjuna.

Sementara Ketua KKSS Halbar Hi Idris, mengakui, sekarang ini masih Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), semoga dengan dilaksanakan Maulid sebagai bentuk kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW, Allah SWT segera mengangkat virus yang mewabah di Wilayah Indonesia.

“Mudah-Mudahan melalui Maulid Nabi ini lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta mempererat tali silaturahmi persaudaraan keluarga Sulawesi Selatan lebih khususnya di Halbar,” ujarnya.

Sekedar diketahui, acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan pencaramah Ustadz Zulkifli dan pembaca Doa Ustadz Dasri Naimur tersebut dihadiri ratusan orang.#chull

KPU Halbar Tetapkan DPS 2020 Sebanyak 78.897 Jiwa

Swaramalut.com, Halbar – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Halmahera Barat (KPU Halbar) mengelar rapat pleno rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) dan Penetapan Daftar Pemilih  Sementara (DPS) pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, Selasa (08/09/2020) malam.

Dalam rapat yang dilangsungkan di ruang pleno KPU Halbar di Desa Hoku-Hoku Kie Kecamatan Jailolo dipimpin oleh Ketua KPU Halbar Miftahudin Yusuf yang didampingi seluruh Komisioner KPU, dan dihadiri oleh seluruh Komisioner Bawaslu, perwakilan partai politik dan Anggota PPK se-Halbar.

Dimana dalam rapat tersebut KPU Halbar menetapkan sebanyak 78.897 jiwa dan tidak memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 12.719 jiwa yang tersebar di 8 Kecamatan se-Halbar.

Miftahudin saat sambutan sekaligus membuka rapat pleno mengatakan, Rapat pleno yamg digelar hari ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Desa dan Kecamatan.

” jadi hari ini kita lanjutkan pada tingkat Kabupaten, namun penyampai hasil per Kecamatan akan disampaikan secara langsung oleh masing – masing Ketua PPK se -Halbar,” ungkap ketua KPU Halbar.

Sementara Itu, Ketua Bawaslu Halbar, Alwi Ahmad usai rapat pleno, mengakui terkait dengan jumlah pemilih berdasarkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Halbar sebesar 91.616 jiwa itu dinilai tidak wajar.

“Namun berdasarkan pada rapat rekapitulasi ini terdapat sebanyak 12.917 jiwa yang tersebar di semua Kecamatan se – Halbar, itu angka pemilih yang masih wajar ketimbang sebelumnya,” katanya.

Dan ini rincian Daftar Pemilih sementara (DPS) hasil rekapitulasi per Kecamatan se – Halbar yakni :

* Kecamatan Jailolo
Jumlah Desa : 34
Jumlah TPS : 74
Jumlah Pemilih Laki-laki : 10.834
Jumlah Perempuan : 11.404
Total  : 22.238

* Kecamatan Jailolo Selatan :
Jumlah Desa : 22
Jumlah TPS : 60
Jumlah Pemilih Laki-laki : 6.670 Jiwa
Jumlah Pemilih Perempuan : 6.354 Jiwa
Total : 13.034 Jiwa

* Kecamatan Sahu
Jumlah Desa : 19
Jumlah TPS : 29
Jumlah Pemilih Laki-laki : 3.654 jiwa
Jumlah Perempuan : 3.592 jiwa
Total  : 7. 246 jiwa

* Kecamatan Sahu Timur
Jumlah Desa : 18
Jumlah TPS : 23
Jumlah Pemilih Laki-laki : 3. 086
Jumalah Pemilih Perempuan : 3.158  jiwa
Total :  6. 244 jiwa

*  Kecamatan Ibu Selatan
Jumlah Desa : 16
Jumlah TPS : 31
Jumlah Pemilih Laki-laki : 4. 414 jiwa
Jumlah Pemilih Perempuan : 4.111 jiwa
Total : 8. 525 jiwa

* Kecamatan Ibu
Jumlah Desa : 17
Jumlah TPS : 30
Jumlah Pemilih Laki-laki : 3.672 jiwa
Jumlah Pemilih Perempuan : 3.604 jiwa
Total : 7. 276 jiwa

* Kecamatan Tabaru (Ibu Utara)
Jumlah Desa : 16
Jumlah TPS : 22
Jumlah Pemilih Laki-laki : 3. 250 jiwa
Jumlah Pemilih Perempuan : 3. 027 jiwa
Total : 6. 277 jiwa

* Kecamatan Loloda
Jumlah Desa : 27
Jumlah TPS : 36
Jumlah Pemilih Laki-laki : 4. 217 jiwa
Jumlah Pemilih Perempuan : 3. 800  jiwa
Total : 8. 017 jiwa #chull