- SWARA KEPSUL/TALIABU, SWARA TERKINI

Diduga Ada Permasalahan, DPRD Kepsul Sidak Lokasi Pekerjaan Pembangunan Pasar Makdahi Fatce

Swaramalut.com,Kepsul

Diduga ada permasalahan dalam Pembangunan pasar Makdahi yang berlokasi di Desa Fatce kota sanana,komisi II dan III DPRD kepsul lakukan sidak,jumat(1/2/2019).

Seperti yang kita ketahui bersama infasruktur tentunya Salah Satu sarana guna Cita-cita demi kebutuhan Masyarakat, Hal ini salah satu Program pegembangan Dalam Negeri, Pekerja Biaya Jasa Konstruksi Pasar Rakyat Makdahi Fatce yang berlokasi di Desa Fatce, Kota Sanana, dengan Biaya Fisik nilai kontrak 5.667 l.123.098, yang di kerjakan Oleh “PT. Program Inasko Cipta Bersama” dengan tender Nomor Kontrak 510/05/SP/DISKOPERINDAK/-KS/X/2018. dalam waktu pelaksanaan 90 hari kalender 2018. Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Propinsi Maluku Utara (malut).

Wakil Ketua Komisi III Kadir Sapsuha, saat di wawancarai sejumlah awak media Mengatakan bahwa Saya soroti Bagian pembanguan Meja Penjuaalan seperti yang dilihat pada gambar itu seharus buat Slofnya dari Hasil pemeriksaan kami kemarin tidak ada Slofnya”.

Makanya kita usulkan meja penjual ini harus punya selof Agar pekerjaan ini bisa memenuhi satandar, apa lagi di areal Sekitar disini tanah timbunan tentunya banguna tersebut ada beban sendiri atau beban sementara.

Beban sementara itu sehubungan dengan satu hal diatas bangunan ini ada atap dan lain-lain sebagainya kemudian bagaian bawah bangunan beban sementara tidak tau akan datang gempa yang bersar. ketika tidak pasang slof pada saat goyang bisa terjadi kerusakan,  kita kejar besteknya, bukan kita kejar apa-apanya”. “Jelanya Kadir”

Selain itu iya, Kadir secara “tehnis  merupakan keselahan besar di situ, tetapi untuk yang lain-lain saya hanya menugur bagian campuran itu, mudah-mudahan insaallah untuk pelesteran memenuhi sarat-sarat itu, makanya tadi Saya harus melihat RAB, Kalau untuk besteknya hanya penunjuk sebgai gambar awal atau dasar tehnik seperti apa, tetapi dianggaran masuk pada RAB sehingga kita bisa tahu”.

Kadir “ini adalah APBN, walaupun anagaran tersebut APBN namun di kerjakan di Negeri ini kita selaku Anggota DPR punya tugas fungsinya untuk mengawal biar bisa mencapai mutu”.

Menyangkut dengan hal-hal yang lain pekerjaan tidak masuk pada kententuan, masi ada di lembaga lain untuk menentukan itu kami hanya melihat dari sisi mutuhnya saja, Kemudian Di singgung lagi besi ulir, ternyata di pekerjaan bukan besi ulir namun digunakan besi polos tetapi besi polos yang kekuatannya setara dengan besi ulir namaun dalam hemat kami besi ulir itu kekuatan beda dengan besi polos. tepai volumenya besi 4 urat mereka tambah menjadi 6 urat, untuk menjaga keseimbangan kekuatan Alhamdulillah apa yang kiata lihat bisa sesuai yang di harapkan. “tandasnya”

Terpisah Kontraktor Herman Thes saat ditanya Awak media Iya menuturkan Saya diminta dari pihak DPR untuk memenuhi kekurangan, yang belum di kerjakan. dan ditarget Pekerjaan selesai pada Bulan 3 Medatang. katanya Herman. Tutup mengakhiri..#Jm

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!