banner 140x600
banner 140x600
OPINI & POLITIKSWARA DAERAH

Diduga Ada Pungi di SMPN 31 dan SDN 26 Halsel Untuk Biaya Ujian, Ka Diknas Diminta Berikan Sangsi Ke Kepsek

128
×

Diduga Ada Pungi di SMPN 31 dan SDN 26 Halsel Untuk Biaya Ujian, Ka Diknas Diminta Berikan Sangsi Ke Kepsek

Share this article
banner 336x280

Swaramalut.com HALSEL – Adanya informasi dari warga masyarakat yang mengeluhkan adanya diduga melakukan pungutan liar (Pungli) biaya kepada peserta didik yang akan mengikuti giat ujian di SMPN 31 dan SDN 26 Halsel tiba – tiba menyeruak ke permukaan.

Kabar itupun didapat oleh wartawan media ini, saat melakukan konfirmasi kepada sejumlah orang tua wali murid yang tidak mau namanya dipublis mengatakan bahwa adanya partisipasi itu untuk biaya ujian.

” Ya memang benar kami dari 40 orang tua perserta didik memang dibebankan biaya ujian sebesar Rp 300.000 dan itu harus dilunasi”ujarnya.

Terkait permintaan tersebut dirinya bersama sejumlah orang tua lainnya merasa terbebani sebab kebanyakan dari orang tua wali murid status ekonominya masih berada di kelas ekonomi bawah dalam hal ini pekerjaan dari kami hanya sebagai petani.

“Sebagai orang tua wali murid tentu punya harapan besar agar anak kami bisa menempuh pendidikan dengan layak, jadi apapun permintaan sekolah selalu diusahakan demi anak kami apalagi saat berada di kelas ujian” jelasnya, Minggu (12/5/2024) kemarin.

Berdasarkan hasil wawancara via tlp, ternyata bukan hanya terjadi di SMP N.31 saja, namun hal serupa juga terjadi di SDN 26 Halsel. Per siswa juga dibebani uang partisipasi Rp. 150.000 dari 18 siswa.

Terkait hal tersebut, Kepsek SD N 26 Halsel Abjan langsung mengatakan bahwa, uang partisipasi ujian itu memang benar ada namun bukan dirinya yang memintanya akan tetapi itu merupakan kesepakatan dengan orng tua wali murid, Sebab mantan kepsek juga seperti itu.

“Saya baru 2 bulan menjabat kepsek bahkan sudah melakukan pertemuan dengan orang tua wali murid, dalam pertemuan tersebut telah saya sampaikan dan mereka sepakati bahwa akan melakukan partisipasi sebesar Rp 150.000 untuk uang konsumsi para guru di sekolah.

Lanjut kepsek, kalau dalam pertemuan tersebut tidak ada kesepakatan dari mereka (orang tua wali-red) saya juga tidak mau.

” Saya rasa persoalan ini hanya miskomunikasi saja, menurut saya mungkin sebagian orang tua wali tidak Terima namun mereka tidak langsung menyampaikannya waktu pertemuan itu. Oleh sebab itu saya mengambil keputusan untuk mengembalikan anggaran tersebut sebab saya tidak mau timbul politik yang tidak tidak terhadap saya dan sekolah ini”tuturnya.

Orang tua wali murid berharap pemerintah dalam hal ini Dinas pendidikan kabupaten Halmahera selatan harus mengambil langkah tegas kepada kepsek tersebut tetkait dengan langkah yang diambil oleh pihak sekolah tanpa nerkoordinasi dengan dinas sebab tidak bisa kemudian tindakan ini dijadikan dasarnya kesepakatan orang tua yang ada.

“Kami berharap kepada pemerintah dalam hal ini Ka Diknas harus melakukan tindakan tegas kepada pihak sekolah yang diduga melakukan praktek Pungli kepada siswa,” gutupnya. #rull/red

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!