- SWARA HALUT, SWARA TERKINI

Diduga Lakukan Penganiayaan Saat Aksi, Yones Cs Resmi Dipolisikan

Swaramalut.com, Halut

Tindakan “PENGANIAYAAN”  yang baru baru ini terjadi terhadap beberapa orang petani galela Selatan di saat melaksanakan aksi Rabu (28/11/2018) pekan kemarin, terkait dengan anjloknya harga kopra di kabupaten halmahera utara, kini resmi ditangani Polres Halut.

Dua orang Korban penganiayaan yakni Anda Galela dan Hayun Galela, yang di dampingi kuasa hukumnya Taufik Lain dan ketua KNPI Halut mendatangi kantor Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Halmahera Utara guna memasukan laporan Penganiayaan oleh Yones Tongo Tongo, Beni Samalagi Dan kawan kawan (DKK), serta Buang Padule Dan Kawan Kawan (DKK).

Sesuai dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor Polisi : STPL/435/XII/SPKT/2018, korban atas nama Anda Galela (47 ) tahun asal Desa Igobula Kecamatan Galela Selatan melaporkan/mengadu bahwa telah terjadi “Penganayaan” dengan tersangka Buang DKK (dan kawan kawan) yang terjadi Rabu (28/11/2018)pekan kemarin yang  bertempat depan kantor Bupati Desa Gamsungi Kecamatan Tobelo Kabupaten Halut.

Seperti informasi yang didapat Hayun Galela (52) tahun asal Desa Igobula Kecamatan Galela Selatan Kabupaten Halut, Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor  Polisi : STPL/434/XII/SPKT/2018 melaporkan/mengadu bahwa telah terjadi peristiwa ” Penganiayaan ” dengan Tersangka Yones Tongotongo, Beni Samalagi DKK (dan kawan kawan),yang telah terjadi di deoan kantor Bupati desa Gamsungi Kecamatan Tobelo Kabupaten Halut.

Hal ini sesuai dengan laporan Polisi  Senin 3 November 2018 di Setral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Halmahera Utara (Halut) oleh kedua pelapor tersebut yakni Hayun dan Anda.

Taufik Lain katakan bahwa kami terhimpun dalam Asosiasi Avokat Petani Kopra Maluku Utara yang mana ini di bentuk dengan tujuan mendampingi para petani kopra ketika dalam lakukan aksi lalu terdapat masalah hukum atau berhadapan dengan persoalan hukum seperti yang saat terjadi kasus Penganiayaan ini, maka kami siap mendampingi mereka tanpa meminta imbalan,” jelasnya.

Lanjut taufik, asosiasi avokat petani kopra ini di bentuk sejak beberapa hari kemarin di ternate, dan saya (taufik red) siap mendapingi klien (korban ) penganiayaan sepanjang proses ini berjalan hanya saja hari ini saya belum diberikan surat kuasa dari korban maka dari itu saya belum dapat memberikan keterangan lebih banyak lagi, ” sabar saja nanti ketika surat sudah ada dari pihak korban baru saya bisa menjelaskan terkait persolaan ini, dan kemungkinan surat akan di buat oleh korban rencananya hari ini, setelah itu suratnya akan mereka berikan kepada saya,” tuturnya..#Jef

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!