- SWARA HALBAR, SWARA TERKINI

Feny Kiat Minta Pernyataan Gubernur Tidak Perlu Ditulis Wartawan

Swaramalut.com, Halbar

Kepala Dinas Prawisata kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Feny Kiat, meminta agar wartawan seharusnya tidak menulis komentar Gubernur Maluku Utara (Malut), KH Abdul Gani Kasuba, yang menjelaskan bahasa suku Alifuru Tobelo yang dipakai pada ajang promosi wisata kabupaten Halbar melalui Festival Teluk Jailolo (FTJ) yang pelaksaanya di launchingkan Sabtu 6 April 2019 lalu.

Hal tersebut dikatakan Feny pada wartawan melalui group berita whatshap yang menayangkan berita Halbar pada Senin, 7 April 2019, setelah terbit berita sebelumnya di media massa yang berjudul “launching FTJ 2019, Tampilkan suku Alifuru Tobelo”.

Menurut Feny, pernyataan itu seharusnya tidak ditulis karena pernyataan yang biasa dan tidak ada nilai pendidikan bagi masyarakat saat wartawan menulis dalam bentuk berita.

Feni menuding, Berita yang disajikan media tidak mendidik masyarakat. Pasalnya, tidak ada yang salah kalau bahasa suku Alifuru Tobelo ditampilkan pada ajang promosi teluk Jailolo.

“apa salah kalau orang jailolo tampilkan soya-soya,yang sudah diakui sebagai warisan budaya ternate,lalu apa salah juga orang guaeria bawa tarian papua,itu semua kan proses asimilasi budaya yang orang awampun pasti akan paham.”terang dia.

Perlu diketahui,Dalam pemberitaan tersebut berisi tentang tampilan lagu suku alifuru yang di tampilkan dilancing FTJ dan penyampaian Gubernur Malut KH.Abdul gani Kasuba tentang lagu suku alifuru tobelo yang ditampilkan pada Pra FTJ,bahwa gubernur mengaku lagu berbahasa suku Alifuru tersebut tidak bisa dipahami arti oleh tamu dan masyarakat Halbar, bahkan Bupati Halbar Danny Missy sekalipun. Terkecuali mereka yang berasal dari suku.

“Lagu itu berasal dari bahasa suku Alifuru Tobelo, jadi tamu yang datang, bahkan Bupati sekalipun tidak mengetahui artinya”aku Ustad Gani.#IC

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!