- EKONOMI/PEMBANGUNAN, IPTEK, SWARA TERKINI

Hasil Panen Petani Padi Halut Melimpa Dengan Penerapan Teknologi Hazton

Swaramalut.com,Halut

Teknologi Hazton saat ini sedang booming di kalangan masyarakat pertanian Indonesia, karena teknologi Hazton tersebut dirintis dan telah diterapkan di berbagai kabupaten di Provinsi/kabupaten lainnya di Indonesia. Penerapan teknologi Hazton pada umumnya memberikan peningkatan hasil panen sebanyak tiga kali lipat dari yang biasanya.

Salah satu Nawa Cita adalah mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor  strategis ekonomi domestik yang selanjutnya diterjemahkan oleh kementerian pertanian berupa Nawa Cita Kedaulatan Pangan yang merupakan bagian dari pembangunan pertanian, telah menargetkan swasembada beras yang dicanangkan pada tahun 2017.

Dan untuk meraih target tersebut pemerintah kabupaten Halmahera utara berkomitment mendukung program dengan melaksanakan kegiatan pembangunan pertanian yang tercamtum dalam penjabaran Visi-Misi bupati.

Daerah Transmigrasi Kecamatan kao Barat kabupaten Halmhera Utara memang sebagian besar mata pencarian Petani persawaan, dimana  panen  perdana padi uji coba gunakan Teknologi Hazton di Desa Margomulyo kecamatan kao Barat, Ternyata mampu memberikan hasil yang cukup memuaskan bagi petani di Desa ini.

Buktinya uji coba penaman padi yang dipersiapakan 2 hektar, dimana 1 hektar untuk perbandingan menggunakan Teknologi Hazton dan 1 hektar tidak menggunakan teknologi Hazton atau Non Hazton, Ternyata uji coba kedua hasilnya padi ini ,sangat berbeda jauh.

Menurut ketua kelompok Tani Indah Heru Handoko,Teknologi Hazton dianggap mampu  memberikan penghasilan padi yang sangat besar yaitu antara 13,8 ton beras dibandingkan penaman padi dengan cara petani sendiri atau non Hazton hanya 8-9 ton.

Di desa Margomulyo terdapat 25 kelompok tani saat ini dan memanfaatan luas lahan hanya 28 hektar bahkan tenaganya khusus petani padi saat ini sangat sulit di dapat karena 1 orang petani garap 3-4 hektar, jadi harus berpikir kedepan dan membuat program.meskipun begitu pertani padi kemudian khawatir jika terjadi musim hujan karena air tidak dapat keluar sehingga harus dibutuhkan drainase.Selain itu petani juga membutuhkan jalan pertanian disekitar area persawaan agar hasil mereka tidak diangkut menggunakan tenaga..#red/Udi

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!