banner 140x600
banner 140x600
PENDIDIKAN/KESEHATANSWARA DAERAH

Hebat..!!! Siswi SMAN 2 Ternate Jadi Narasumber Di Diskusi Yang Digelar Duta Kreator Indonesia Malut

170
×

Hebat..!!! Siswi SMAN 2 Ternate Jadi Narasumber Di Diskusi Yang Digelar Duta Kreator Indonesia Malut

Share this article
banner 336x280

Swaramalut.com – Ternate

Duta Kreator Indonesia Maluku Utara(Malut) menggelar Diskusi Akedimika Club yang bertajuk “Politik Bahasa dan Bahasa Politik ” Yang menghadirkan beberapa narasumber dari dinas kebudayaan,akademisi, peneliti,Balai bahasa Kota yang bertempat di cafe jarot kota ternate,selasa(3/3/2020).

Yang Menarik dari diskusi Akedimika Club”yang digagas oleh Duta Kreator Indonesia Maluku Utara itu menghadirkan salah satu narasumber dari Siswi kelas III SMA ternama di Kota Ternate sekaligus sebagai ketua korda PII Wati kota ternate Humaira DJ Abdullah.

Humaira Yang masih duduk di bangku kelas III ini diberikan kesempatan menjadi narasumber pada diskusi akademik club’ dan kesempatan itupun tidak di sia-siakan oleh Kaka Rara Sapaan akrab Humaira.

Humairah Perempuan cantik berhijab Kelahiran ternate 6 Oktober 2002 itu disambut hangat oleh aktivis dan mahasiswa Maluku Utara.

Humairah dalam paparannya mengatakan bahwa politik bahasa dapat  diartikan agar supaya negara dalam hal ini pemerintah yang diberikan mandat itu supatutnya punya peran dan tanggung jawab yang utama dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah agar tetap lestarikan sepanjang masa.

Lanjut Humairah di Maluku Utara sendiri kurang lebih 31 bahasa daerah sebagai mana tertuang dalam peraturan daerah (perda) nomor 09 tahan 2009 bebepa bahasa daerah itu diantaranya bahasa Ternate,Tidore, bacan,Galela,maba,Patani,loloda,Bajo,makian dan lain sebagainya.yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.

“Mengapa bahasa daerah kita sudah hampir puna itu kurang kalangan melenial yang jarang  berinteraksi dengan bahasa identitasnya yang dimiliki.bahkan hampir tidak terlihat saat berkomunikasi dengan teman sejawatnya dan bahkan dia merasa malu menggunakan bahasanya,justru kita harus bangga menggunakan bahasa daerah kita” paparnya.

Humairah pun menyarankan kepada pemerintah kota Ternate bahwa kurikulum lokal yang diterapkan di kota Ternate itu jangan hanya di Sekolah Dasar (SD) tapi harus berlaku di tingkatan SMP dan SMA.

Siswi cantik asal SMA Negeri 2 Kota Ternate ini tidak merasa takut dalam mepaparkan materinya di hadapan mahasiswa dan aktivis di ruang  diskusi di cafe Djarod.

Usai diskusi Humaira disembangi wartawan media ini mengatakan bahwa dirinya memang sudah sering menghadapi peserta diskusi akan tetapi diskusi kali dirinya diperhadapkan dengan pemateri yang punya ilmu yang jahu  ketimbang dirinya”tutupnya mengakhiri..#red

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!