- SWARA MOROTAI, SWARA TERKINI

Ini Alasan Fraksi Pembangunan Amanat Demokrasi Tolak Ranperda Multy Years

Swaramalut.com, Morotai

Pengesahan Ranperda Multy Years yang di sahkan DPRD Pulau Morotai menuai polemik. Pasalnya, ranperda tersebut terkesan dipaksakan untuk disahkan menjadi Perda.

“Kami tidak menolak pembangunan mesjid, gedung islamic center, gedung eokumene, dan gedung bumde. Hanya saja pengesahan ranperda terkesan terburu buru alias di paksakan,” kata McBill Abd Azis usai acara paripurna di kantor DPRD Pulau Moroai, Jumat (12/04/2019).

Menurutnya, pembahasan ranperda perlu dikaji secara matang dan mendalam sehingga menghasilkan produk hukum yang baik dan benar. 
“Jika ingin menghasilkan produk hukum yang baik, pasti membutuhkan waktu yang cukup dalam pembahasan di fraksi-fraksi,”Ungkapnya.

Ia mengatakan fraksi pembangunan amanat demokrasi menolak dengan regas pengesahan ranperda multy years menjadi perda.

“Kami ada tiga partai yang menolak dengan tegas ranperda tersebut karena dianggap belum tuntas pembahasannya, yaitu partai Demokrat, PAN dan PPP,” Jelasnya.

Sementara ketua DPRD Fahri Haerudin, membantah hal itu. Menurutnya, pengesahan ranperda yang disahkan suda melalui mengakajian yang mendalam melalui fraksi- fraksi yang di DPRD.

“Pembahasan ranparda suda sesuai prosedur mulai dari penyerahan ranperda sampai pembahasan di fraksi-fraksi. Jadi yang di katakan itu tidak beralasan,”Kata Fahri sembari menepis.

Sekedar di informasikan,  perda multy Years yang disahkan memuat pembangunan mesjid dan islamic center dengan total anggaran sebesar Rp. 58 miliar. Gedung eikumene dengan total anggaran sebesar Rp. 13 miliyar. 
Selain itu juga, Pembangunan gedung kampus unipas sebesar Rp. 25 miliyar serta pembanguna gedung bumdes sebesar Rp. 33 miliyar sehingga total anggaran sebesar Rp. 129 miliyar..#amt

 

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!