- ADVERTORIAL, POLITIK/BIROKRASI, SWARA HALBAR, SWARA TERKINI

Inilah Hasil Yang Dicapai Selama Dua Tahun Pemerintahan BK-IS

Swaramalut.com,Halsel

Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba dan Wakil Bupati Iswan Hasjim memasuki 2 tahun masa kepemimpinannya pada 23 Mei 2018.

BK- IS memulai pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan daerah berdasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Perda tersebut memuat Visi dan Misi Pemerintah Daerah Halsel, tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan umum serta program yang akan menjadi pedoman bagi setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam merancang kegiatan sesuai prioritas pembangunan daerah.

Dengan Visi “Memantapkan pembangunan Halsel sebagai Kab. Kepulauan yang sejahtera dan berdaya saing dalam kebersamaan yang adil pada tahun 2021” dan Misi yang bertumpu pada 5 sektor yaitu pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), membangun kehidupan sosial masyarakat yang harmonis dan religius berbasis revolusi mental, reformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur serta pembangunan ekonomi daerah berbasis kawasan strategi.

Keseluruhan kebijakan umum tersebut diformulasikan dalam 10 Agenda Pembangunan Prioritas yang diberi nama “Dasa Cita”. Dalam Dasa Cita terdapat 10 Jargon yang disebut 10 Bisa. Ini menjadi fokus pembangunan daerah selama 5 tahun kedepan, terhitung dari 2 tahun masa kepemimpinan BK-IS.

10 Bisa dalam Dasa Cita hampir seluruh programnya telah direalisasikan yang diantaranya Bisa Sejahtera yaitu Gratis biaya pendidikan dari SD hingga SMP/sederajat, sampai dengan saat ini capaiannya sudah 100%, Gratis biaya kesehatan dari Puskesmas hingga Rumah Sakit 80%, Gratis biaya persalinan/melahirkan 90%, Gratis biaya ambulans/pemakaman 100%, Gratis pembuatan akta lahir/KK/KTP 100%, Gratis biaya akte nikah 100% serta gratis biaya ijin usaha 70%.

Bisa Cerdas, berbagai macam beasiswa mulai dari Diploma, S1, S2 dan S3 digulirkan oleh pemerintah daerah, selain itu pemerintah juga menggelar peningkatan kapasitas Pembinaan Siswa Berbasis Nilai (PSBN) serta peningkatan kompetensi dan motivasi guru. Untuk mendorong prestasi pelajar di Kab. Halsel pemerintah juga membangun 30 sekolah/kelas unggulan dalam rangka mempersiapkan putra-putri Halsel untuk dapat bersaing dengan kota-kota yang maju.

Selanjutnya dalam program Bisa Sehat pemerintah berupaya menyediakan tenaga medis di seluruh unit pelayanan kesehatan yang telah disediakan diantaranya satu bidan satu desa dengan persentase pada tahun 2017 sebesar 80%, pemerintah juga terus berupaya agar terpenuhinya tenaga kesehatan berstandar Puskesmas, terpenuhinya tenaga kesehatan standar Rumah Sakit, terpenuhinya alat kesehatan standar Puskesmas dan Rumah Sakit, dan pemerintah juga terus berupaya meningkatkan status RSUD Labuha dari tipe D ke C yang saat ini sementara dalam proses Akreditasi, dan berharap agar seluruh Puskesmas di Halsel dapat terakreditasi.

Berikutnya Bisa Emas, saat ini di Halsel telah didirikan Bank pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) yang bertujuan untuk memberikan kemudahan pelayanan bagi pelaku usaha kecil Bisa Mandiri.

Pada program Bisa Mandiri pemerintah telah membangun 60 % Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang tersebar di 249 desa serta berupaya mengharmonisasikan pembangunan desa dan kabupaten. Selain itu pemerintah juga menyediakan fasilitas penerangan listrik di 249 desa dengan persentase 80 % pada tahun 2017. Untuk menyediakan kebutuhan primer seluruh masyarakat Halsel, Pemda juga membangun instalasi pengelolaan air minum di 30 kecamatan serta mengadakan akses air bersih berstandar sanitasi masyarakat.

Bisa Berubah. Halmahera Selatan yang memiliki 30 kecamatan, saat ini disetiap kecamatan telah memiliki akses penerangan yang berstandar sanitasi masyarakat.

Pada program Bisa Berubah pemerintah juga memastikan bahwa di tahun 2018 Halsel telah memiliki Mesjid Raya yang akan menjadi salah satu ikon yang ada di Halsel.

Program Bisa Intan mendorong pembangunan infrastruktur kepulauan berwawasan lingkungan dengan menunjang pembangunan infrastruktur berupa jalan, jembatan, drainase, talut, serta dermaga guna mempermudah akses perekonomian di seluruh wilayah Halsel.

Selain itu, pemerintah juga membangun sistem jaringan kabel dan nirkabel untuk Halsel bebas blank spot area.

Selanjutnya Bisa Bersih, melaksanakan revolusi mental melalui reformasi sistem nilai dan tata kelola pemerintahan yang bersih serta penegakan hukum melalui peningkatan kapasitas Pembinaan Aparatur Berbasis Nilai (PABN), mewujudkan Halsel zero corruption, penerapan sistem pengendalian interen pemerintah (SPIP) dan peningkatan kapasitas serta motivasi aparatur.

Bisa Bersaing, mendorong pertumbuhan kawasan strategi, serta melakukan promosi pariwisata diantaranya Kepulauan Widi, Selat Pogo- Pogo, Kepulauan Sali dan Pulau Nusa Ra.

Terakhir adalah Bisa Berkah, menghadirkan Pemerintah daerah dalam kehidupan sosial masyarakat diantaranya menurunkan angka kemiskinan daerah, meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta menurunkan angka rumah tidak layak huni secara bertahap.

Dari seluruh optimalisasi program pada 2 tahun pemerintahan BK-IS juga telah meraih berbagai penghargaan diantaranya :

1. Penghargaan Dana Rakca 2016 dari Presiden Republik Indonesia kepada Bupati Halsel sebagai berkinerja baik kategori pengelolaan keuangan daerah, pelayanan dasar publik serta ekonomi dan kesejahteraan dengan mendapatkan dana insentif daerah sebesar 49,5 milyar rupiah dari pemerintah pusat

2. Penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Halsel atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan capaian standar tertinggi dalam akutansi dan pelaporan keuangan pemerintah.

3. Penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Pemerintah Kabupaten Halsel dengan Opini Wajar Tanpa pengecualian (WTP) tiga tahun berturut-turut.

4. Penghargaan dari Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara kepada Pemerintah Kab. Halsel sebagai daerah terbaik 2 dalam pengelolaan keuangan desa tahun 2016.

5. Penghargaan dari BPJS kesehatan kepada Bupati Halsel yang telah menjamin rakyatnya sehat dan sejahtera melalui integrasi JAMKESDA dalam program JKN-Kartu Indonesia Sehat

6. Penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kepada Pemerintah Kabupaten Halsel atas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Interen Pemerintah (SPIP) yang mencapai level 2 dengan skor 2160 pada tahun 2016

7. Penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM RI kepada Bupati Halmahera Selatan atas peran aktifnya dalam proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan tahun 2017

8. Penghargaan sebagai daerah pengelolaan LPSE terbaik se Provinsi Maluku Utara oleh LKPP tahun 2017

9. Penghargaan anugerah PANGRIPTA NUSANTARA atas inovasi perencanaan terbaik tiga kali berturut-turut dan tahun 2016 pernah masuk 10 besar nasional sebagai daerah dengan perencanaan terbaik

10. Penghargaan MURI pagelaran Tarian Penari Cakalele terbanyak tahun 2017

11. Penghargaan Rekor MURI Turnamen Mancing tingkat internasional dengan menggunakan kapal nelayan terbanyak tahun 2017

12. Penghargaan Champion of WSIS Prizes 2018 Category 10E Healt yang Di selenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jeneva Swiss tahun 2018.

13. Penghargaan Laporan Perencanaan Pembangunan Daerah (LPPD), juara 1 tingkat Provinsi Maluku Utara 4 kali berturut-turut.

14. Penghargaan LPPD terbaik 10 besar tingkat nasional kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan yang diberikan oleh Kementrian Perencanaan Pembangunan Daerah Nasional/Kepala Bappenas tahun 2018.

15. Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke 4 kali Berturut turut atas hasil laporan pemeriksaan keauangan Daerah .

Dengan demikian jelaslah terlihat bahwa 2 tahun kepemimpinan BK-IS benar-benar difokuskan untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Halmahera Selatan. Semoga seluruh program yang telah direncanakan bisa diselesaikan pada tiga tahun ke depan.. # Humas.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!