- SWARA KEPSUL/TALIABU, SWARA TERKINI

IPMW Klaim Pemda Haltim Tidak Ada Rasa Kemanusiaan Terhadap Peristiwa Pembataian Warga Desa Waci

Swaramalut.com,Haltim

Ikatan Pelajar Mahasiswa Waci (IPMW) mengklaim bahwa Pemeritah Daerah Kabupaten Halmahera Timur tidak memiliki rasa kepedulian serta rasa duka cita atas kejadian yang menimpa 3 korban warga Desa Waci Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur.

Ironisnya pembunuhan sadis dihutan belantara di belakangan Desa Waci – Peteley sampai saat ini tidak ada respon yang serius dari pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara dan pemerintah Daerah Kabupaten  Halmahera Timur belum telihat di publik,  lantas apa yang menjadi alasan yang menguat sehingga belum ada kebijakan strategis yang harus diambil oleh Pemda setempat.

Dimana letak geografis Desa Waci Kecematan Maba Selatan juga masih dalam lingkup Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, namun saat ini warga setempat dalam hal keluarga korban merasa di asingkan oleh Perintah Daerah ( Pemda ) setempat.

Foto Suswanto Marsaoly Perwakilan Dewan Pembina pengurus IPMW

Kepada wartawan Suswanto Marsaoly perwakilan Dewa Pembina pengurus IPMW mengatakan “Masyarakat desa waci yang mayoritasnya petani hanya mencari hidup di kebun, hutan menjadi Lahan hidup kami sebagai masyarakat Desa Waci hasil pendapatan di hutan juga menjadi hasil ekonomi anak – anak mereka yang melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi maka hutan menjadi masa depan kami, dari hasil panen pala, cengke, dan kelapa serta hasil berburuhan itu yang kami harapkn hingga menjadi mata pencarian kelangsungan hidup dan dari hasil tersebut sehingga kami dapat merai gelar sarjana dan magister,” ungkapnya

Lanjut Wanto “Ini bukan baru pertama kejadian pembantayan warga Desa Waci tapi sudah 4 kali kejadian yang suda memakan korban 8 orang terbunuh, dan sikap pemda Haltim sampai saat ini masih dalam posisi terkotak – kotak belum ada kejelasan dan konfirmasi terkait insiden pembunuhan yang pelakunya belum di ketahui pasti keberadaanya,” ujarnya.

Foto Mukhlis Sadar salah satu senior Dewan penasehat IPMW

Mukhlis Sadar salah satu senior Dewan penasehat IPMW juga membenarkan hal ini “Selaku pemuda dan mahasiswa menegaskan poin yang perlu kami sampaikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur adalah pertama, bahwa kejadian pembunuhan 3 korban warga Desa Waci dan satu orang korban luka di paha merupakan bentuk kejadian yang ke 4 kalinya,  berarti ada kejadian pertama kedua dan ketiga yang juga sangat bertalian erat dalam pembunuhan tersebut.

Yang kedua pemerintah daerah kabupaten Halmahera Timur harus memiliki referensi akurat kejadian tersebut, sehingga menyusun strategi jitu dan cepat dalam membentuk team darurat kerja sama baik dengan pihak POLRES HALTIM dan TNI sekaligus di lengkapi dengan perlengkapan persenjataan. Yang ketiga pemerintah daerah harus memprioritaskan anggaran melalui APBD haltim dalam rangka untuk membiayai team darurat penyalamatan korban yang ada di masyarakat halmahera timur secara keseluruhan,”ungkap mukhlis.

Selain itu Rusdi Jailan Ketua IPMW juga mengharapkan kepada pihak Polri agar dapat mendalami kasus ini hingga tuntas sampai ke akar rumpunya OTK agar kedepan tidak ada lagi kejadian serupa karena pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Timur tidak memiliki pengetahuan dan referensi akurat terkait dengan kejadian tersebut, makanya ketika peristiwa hukum pembunuhan di hutan belantara Kabupaten Halmahera Timur terjadi, pemerintah daerah lambat dan tidak cepat respon akibat tidak memiliki kesiapan yang matang. Atas nama pemuda dan mahasiswa kecewa dan bersedih terhadap sikap Pemda Haltim atas langka yang tidak proaktif.

“Kami ingin yang tanya sekali lagi kepada Lembaga hukum POLDA MALUKU UTARA dan POLRES HALTIM sajauhmana dalam kesiapan team dalam menuntaskan kasus pembunuhan sadis di masyarakat kami desa waci,” tutupnya..#Zul

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!